
Beberapa hari kemudian.
Di depan rumah Karin..
" Karin!! Berangkat bareng yuk! " Teriak Sinta dari depan rumah.
" Iya! Tunggu " jawab Karin sambil berpamitan kepada ibunya.
Karin dan Sinta pun berangkat ke sekolah dengan menaiki bus.
" Ta! Kamu kok tumben gak sama pacar kamu ? Lagi marahan ? " Tanya Karin.
" Oh... dia duluan, gak tau ada apa! Bilangnya sih pada persiapan buat nanti eskul pramuka. " jawab Sinta sambil cemberut.
" Kemarin - kemarin aku ketemu dia lagi tau... Waktu mau jemput adek aku ngaji! " Seru Karin dengan suara sedikit tegas.
" Siapa? Bagas ya!! Terus kamu ngapain? "Tanya Sinta dengan sedikit heboh.
" Emm... ngobrol, masa katanya, dia di putusin sama pacarnya abis olahraga! " Ujar Karin.
" Yang bener? Siapa dah! ehm... Si Cintia ?" Tanya Sinta dengan sedikit tidak percaya.
" Iya! Terus dia ngajak berangkat ke sekolah bareng! aku jawab kapan-kapan aja " jawab Karin sambil tersenyum ke Sinta.
" Hadeh... Gimana sih kamu! gak peka banget! tuh udah mau nyampe! " Celetuk Sinta siap-siap untuk turun dari bus
" Berhenti di depan ya pak." Ucap Karin sambil mengeluarkan ongkos.
Sesampainya di kelas, Karin piket dan Sinta ikut membantu Karin.
Bel masuk pun berbunyi.
Teng... Teng... Teng...
Para siswa dan siswi pun masuk ke kelas masing - masing.
3 jam kemudian waktunya istirahat.
Karin dan Sinta pun pergi ke kantin, karin ke arah penjual roti dan Sinta ke arah penjual mie.
" Rin! Besok kalo aku gak bisa bareng berangkat sekolah, gak papa kan? " Ucap Sinta sambil menyantap mie.
" Iya.. gak papa kok! Besok aku mau berangkat sendiri aja.. " ujar Karin sambil memakan roti.
" Maaf ya... " Ucap Sinta.
" Iya, santai aja kali, kitakan best friend." Balas Karin.
Waktunya istirahat selesai,lanjut masuk ke kelas masing - masing.
Teng.. teng.. teng..
Bel pulang berbunyi..
" Ta, hari ini bukannya ada eskul pramuka gabungan sama anak - anak SMK jurusan mesin, dan lain - lain." Tanya Karin.
" Oh iya, waktunya anak - anak SMK kita cari jodoh, kitakan banyak cewek, kalo dari sana banyak cowok." Balas Sinta sambil tertawa terbahak - bahak.
" Kepalanya cowok terus." Balas Karin.
" Ayo adik - adik yang ikut eskul pramuka, semuanya kumpul di lapang ya, sudah di tunggu kakak - kakak senior dan teman - teman yang lain." Ucap kak Fitri ( kakak kelas Karin )
Akhirnya kami semua berbaris d lapangan.
" Karin, itu yang di depan, bukannya Bagas ya ?" Tanya Sinta.
" Ah masa, yang bener kamu." Karin terkejut.
"Iya bener, yang deket kak Fitri, cieeee... Memang kalo jodoh begitu, dimana ada Karin, disitu ada Bagas." Ejek Sinta sambil tersenyum.
" Dah ah berisik, nanti di suruh kedepan baru tau rasa kamu." Ucap Karin.
__ADS_1
" Baik, kita mulai latihan gabungan ini, tidak lupa kita berdo'a dulu, berdo'a di mulai." Ucap Bagas.
Selesai berdo'a, Bagas terkejut ternyata melihat Karin ada di barisan paling belakang, Bagas tersenyum manis, dan pura - pura tidak kenal kepada Karin, latihan pramuka pun di mulai.
Selang 2 jam kemudian.
" Karena waktu sudah menunjukan jam 4 sore, kita akhiri latihan gabungan ini." Kata Bagas.
Mereka semua bubar, mata Bagas tertuju kepada Karin,
" Sapa Karin jangan ya ?, atau pura - pura gak kenal ?, Kalo aku tanya dia sekarang takutnya nanti heboh, kalo gak sapa dia, disebut sombong, halah aku bingung." Gumam Bagas.
" Gas, aku pulang duluan ya, cewek aku nungguin disana." Ucap Andre ( pacar Sinta ) sambil menunjuk ke arah Sinta dan Karin.
" Iya, Dre, makasih ya bro." Ucap Bagas.
"Oh iya, aku baru ingat, Karin waktu itu tunjuk Andre, waktu aku tanya mana cowoknya pas lagi olahraga pagi, untung aku gak sapa Karin, kalo gak Andre cemburu sama Karin." Gumam Bagas.
" Gas, pulang bareng yuk." Ajak kak Fitri.
" Ayo, udah sore juga." Jawab Bagas.
Saat diperjalanan Karin, Sinta dan Andre.
" Dre, kamu kenal sama Bagas dari kapan ?" Tanya Karin.
" Baru hari ini, memangnya kenapa Rin ?" Balas Andre.
" Bohong!, gak Dre." Tukas Karin.
" Kalian kenal Bagas dari kapan ?" Tanya Andre sambil melirik ke arah Sinta.
" Apaan sih Dre, jelek banget lihatnya, itu kan Karin, bukan aku, aku kan udah punya kamu, masa iya cari yang lain." Ucap Sinta, sambil tepuk jidatnya.
" Terserah kamu Sin, memangnya ada yang lebih ganteng dari aku." Ucap Andre sambil tersenyum.
" Dre naik bus atau angkot ?" Tanya Karin.
" Aku naik angkot aja ya." Jawab Andre.
" Kamu mau bareng siapa Sinta ?" Tanya Karin.
" Aku bareng Andre ya, naik angkot aja." Balas Sinta.
__ADS_1
" Ya sudah, aku nunggu bus dulu, kalian duluan aja sana." Ucap Karin.
" Daaahhhh Bagas, ups salah, Karin maksudnya." Ejek Sinta.
Akhirnya bus pun tiba, Karin menuju bus, tidak disadari ternyata di belakang Karin ada Bagas.
Bagas menepuk pundak Karin.
"Rin, bareng ya." Ucap Bagas.
" Eh dari kapan kamu disitu." Tanya Karin.
" Ya ampun dari tadi kali, kamu naik bus, aku juga naik bus, serius amat neng sampai orang segede gini juga gak kelihatan." Ucap Bagas.
" Bukan serius, memang gak lihat, orang yang naik banyak kok." Jawab Karin.
" Rin, tadi maaf ya di sekolah gak sapa kamu, soalnya banyak temen - temen, takutnya heboh, kamu gak marahkan?" Tanya Bagas.
" Gak lah, santai aja kali, masa gak disapa langsung marah." Balas Karin.
" Besok hari kasih sayang, kamu jalan sama pacar kamu gak ?" Tanya Bagas.
" Gak lah." Jawab Karin.
" Mau gak aku ajak kamu jualan bunga sama coklat ?, kan lumayan ada tambahan uang jajan." Tanya Bagas.
" Nanti aku tanya dulu ya ke orang tua aku, diizinin atau gak." Jawab Karin.
" Oke." Ucap Bagas.
Mereka pun turun dari bus bersama.
" Kok kamu turun disini, bukannya rumah kamu masih beberapa gang lagi ?" Tanya Karin.
" Kan mau nganterin kamu." Balas Bagas.
" Eh Karin... Besok mau berangkat bareng gak ? " Tanya bagas.
" Hmm... Boleh, jam 6 ya " jawab Karin sambil tersenyum.
" Oke, aku anter kamu sampai sini aja ya, takutnya kak Dewi ngelihat, biasanya kalo sore kan suka pada ngeteh depan rumah, nanti berisik kalo mereka lihat kita barengan." Ucap Bagas.
" Kok kamu tau kak Dewi suka ngeteh sore - sore ?" Tanya Karin.
" Udah ah, nanti keburu sore banget, dah sana, daaahhhh Karin." Kata Bagas.
" Daahhhh." Ucap Karin
Karin pun berjalan menuju rumah nya.
" Karin, sini ngeteh bareng." ajak kak Dewi.
" Iya kak, terima kasih." ucap Karin sambil mendekat ke kak Dewi.
" Kok pulangnya sore banget ?" tanya kak Dewi.
" Ada ekskul kak di sekolah, mari kak! saya pulang dulu." pamit Karin.
__ADS_1