
Satu bulan kemudian....
Karin dan Sinta sedang duduk - duduk di halaman kelas karena waktunya istirahat, ketika sedang ngobrol - ngobrol, mereka melihat banyak para siswi sedang berkerumun. Karena Sinta penasaran. Sinta juga mengajak Karin berjalan menuju kerumunan itu.
"Ada apa ya kak, kok berkerumun ?" Tanya Sinta
" Owh ini.. aku lagi mau pasang pengumuman, kebetulan ketemu Fitri lagi ngebahas ini, malah mereka pada datang, belum juga dipasang sudah dikerubutin aja." Jawab kak Nevi ( wakil ketua ekskul Pramuka ).
" Boleh liat gak kak ? " Tanya Sinta dengan wajah yang sedang bingung.
" Owh! Ini aku tempel dulu ke mading ya, takutnya kelupaan, nanti kalian bisa baca disana. " Jawab kak Nevi sambil berjalan menuju mading.
Teman-teman yang berkerumun pun bubar, ada yang menuju ke mading dan ada yang menuju ke kelas. Sinta dan Karin pun pergi ke mading untuk melihat pengumuman.
Lalu Sinta langsung cepat - cepat ke depan mading sekolah untuk melihat pengumuman apa yang kak Nevi bawa. Setelah melihat pengumuman ternyata ada perkemahan sabtu minggu, minggu depan.
Sinta pun menghampiri Karin sambil tersenyum senang. Di perjalanan ke kelas Sinta pun menanyakan kepada Karin tentang pengumuman persami itu.
( Dikelas Karin dan Sinta )
" Karin... Kamu ikut kan? Kalo kamu gak ikut aku nanti gak ada temen." Ucap Sinta dengan wajah murung.
" Emm.. gak tau aku di bolehin apa enggak, aku tanya dulu ibu aku dulu deh. " Ujar Karin.
" Sekolah kita sama anak sekolah SMK cowok itu di gabung tau... Ciee, nanti ada yang bakal berbunga-bunga nih.. " Ucap Sinta sambil meledek Karin.
" Heh!! Nanti kalo ada yang cemburu sama marah gimana?!... Kan kak Fitri suka sama si Bagas. " Ujar Karin sambil berbisik-bisik.
" Hah!? Kak Fitri suka sama si Bagas? Wah kayaknya dia gak tau kalo si Bagas itu playboy, hadeh... " Ucap Sinta sambil berbisik.
" Iya kayaknya, tapi memang kelihatan sih kalo dia suka, tau gak kan waktu itu juga tanya - tanya ada apa aku sama Bagas, kan aneh. " Sahut Karin sambil berbisik.
Bel pulang pun berbunyi.. Karin dan Sinta pulang. Di gerbang sekolah Sinta bertemu Andre, merekapun pulang bersama. Ketika mereka berjalan bersama, ada suara yang memanggil Karin.
" Karin!! Rin! " Teriak suara Bagas dari arah belakang. Karin pun menoleh dan langsung berjalan lagi.
" Ihs... Si Karin kalo di panggil suka di cuekin! " Gerutu Bagas di dalam hati.
" Itu bukannya Bagas ?, Aku duluan ya Rin, gak enak kalo ada Bagas, takutnya ada sesuatu yang mau Bagas obrolin, bener gak Dre ?." ucap Sinta.
" Iya aku sama Sinta aja ya, gak enak, biar kamu leluasa ngobrolnya. " ucap Andre meledek Karin.
" Ya sudah, bye..." ucap Karin.
Bagas pun mendekati Karin, dengan napas terengah - engah.
" Karin! Kalo di panggil jangan jalan dong!aku capek tau, kamu gak liat apa dari tadi aku nungguin kamu di warung, untung Nevi liat kamu, kalo gak aku nungguin sampe gak ada orang, eh iya, itu Sinta sama Andre mau pada kemana ?." Tanya Bagas.
" Apa Bagas, kan aku pernah bilang kalo manggil jangan di jalan, sambil teriak lagi, malu tau sama orang. Kata Sinta ma Andre mereka mau duluan, gak enak sama kamu, takut mau ngobrolin sesuatu." Jawab Karin cemberut.
" Sahabat yang pengertian." Ucap Bagas tersenyum.
" pengertian apa nya, memang itu mau kamu, iya kan?". Tanya Karin ketus.
" Rin, kamu gak kangen sama aku ? " Ucap Bagas sambil meledek Karin.
" Gak, biasa aja, memangnya aku harus kangen sama kamu gitu ?!." Jawab Karin.
" Rin, kamu mau ikut persami gak Minggu depan ?, Sebenernya aku kesini mau tanya itu sama pengen ketemu sama kamu." Ucap Bagas.
" Enggak tau, Kalo aku gak ikut, emang kenapa... " Ujar Karin sambil meledek.
__ADS_1
" Ya sudah paling aku nanti ketemu para fans, memangnya kamu gak cemburu, aku di kerubutin cewek - cewek cantik ?. " Tanya Bagas sambil tersenyum.
" Liat nanti aja dah! " Ucap Karin.
" Karin udah Persami gimana kalo kita nonton, ada film horor baru?." Tanya Bagas.
" kan aku mau ujian semester Gas, kamu enak udah beres, nah aku kan belum, liat nanti aja ya!." Jawab Karin
" Tapi harus ya, jangan sampai enggak nonton, kapan lagi ada film yang seru." Ucap Bagas.
" Iya, masih lama juga kan, nanti bisa - bisa kamu yang gak bisa, mendingan jalannya dadakan aja biar jadi." Ucap Karin.
" Tapi kasih kabar kamu bisanya kapan, oke." Setelah mendengar itu Bagas pun tersenyum senang dan ingin cepat-cepat hari persami diadakan dan nonton bareng Karin.
" Owh ya Gas, Aku mau naik angkot ya, mau ke Toko perlengkapan alat tulis dulu, pada habis soalnya, kamu mau ikut?. " Tanya Karin.
" Ayo, sambil jalan - jalan." Jawab Bagas.
" Yuk, tuh dah datang angkotnya." Ucap Karin. Karin dan Bagas pun naik ke angkot.
" Sini Rin, samping aku." Ucap Bagas.
Angkotnya ternyata hampir penuh dengan siswi dan siswa sekolah lain.
" Kenapa pake naik angkot yang ini sih Karin, bukan yang belakang aja, udah penuh mana banyak cowok lagi." Ucap Bagas dalam hati sambil cemburu.
Ketika Bagas mengegeser duduknya, tanpa sengaja Bagas melihat siswa yang sedang melihat Karin, Bagas pun cemburu, lalu Bagas memegang tangan Karin, sontak Karin kaget dengan kelakuan Bagas.
" Gas, jangan aneh - aneh deh, kamu itu apa - apaan sih, jangan gini ah, aku malu tau." Karin berbisik kepada Bagas.
"Kamu liat gak cowok yang duduk paling pojok, liatin kamu terus dari tadi, aku gak suka, liatinnya kayak gitu banget." Ucap Bagas cemberut.
" Kamu cemburu gas?." Tanya Karin meledek.
" Jelas lah, kamu pikir aku cowok apaan, ceweknya diliatin kayak gitu, masa iya gak marah." Jawab Bagas.
" Siapa cewek kamu, pacaran juga gak, ya udah, gak usah cemberut kayak gitu, jelek tau aku gak suka, tapi lepasin tangan aku juga, gerah tau." Ucap Karin masih berbisik.
" Turun dimana Rin ?". Tanya Bagas dengan suara keras
" Di depan Mall aja ya biar gak jauh dari rumah juga, jadi tinggal jalan gak usah naik angkot lagi nanti pas pulang." Jawab Karin.
Sampai di depan Mall, mereka pun turun dari angkot, dan Bagas langsung bayar ongkosnya.
" Dua ya pak. " Ucap Bagas.
" Ini de kembaliannya." Ucap pak sopir.
__ADS_1
" Makasih pak." Ucap Bagas.
Setelah Bagas membayar ongkos, lalu Bagas pegang tangan Karin lagi.
" Gas, apaan sih ah, kamu tadi di angkot pegang tangan, sekarang udah turun masih juga pegang tangan, kamu gak risih apa, aku malu tau gak, gimana kalo ada tetangga atau temen kita yang liat, lepasin gak tangan aku?" Oceh Karin.
" Iya sayang aku lepasin, gak usah marah - marah gitu ah, serem tau. " Ucap Bagas ledek Karin.
" Sayang, sayang apaan, ih kamu bikin aku takut deh Gas, setelah sekian lama kita gak ketemu, pas ketemu berasa horor, kamu berubah jadi zombi, hahaha.." Ucap Karin sambil ketawa.
" Biarin aja jd zombi tapi deket kamu, gak apa - apa." Jawab Bagas.
" Eh, iya Karin belinya tuh di yang sebelah sini aja, harganya lumayan murah lho." Ucap Bagas.
" Kok kamu tau Gas, curiga aku, jangan - jangan kamu suka ngajak cewek kamu kesana juga ?" Tanya Karin.
" Ih, suudzon aja, orang aku kalo beli perlengakapan sekolah di toko itu terus kok, mana mau ibu beliin buat aku, yang ada aku disuruh beli sendiri plus di omelin sama ibu. Ibu suka bilang kayaknya gini " kamu udah tau buku sama yang lain udah mau habis bukannya beli stok dari kemarin - kemarin". " Jawab Bagas sambil mengikuti cara bicara ibunya.
Karin pun tertawa kencang, " haahaha...."
Dan mereka pun membeli perlengkapan alat - alat tulis. Setelah selesai lalu Bagas mengeluarkan uang untuk membayarnya.
" Berapa pak semuanya ?". Tanya Bagas.
" Jadi 150.000 mas." Jawab pak Imam (penjual)
" Ini aja pak uangnya, jangan pake uangnya mas Bagas." Ucap Karin.
" Lah kok jadi dua - duanya ngeluarin uang, jadi bapak ambil yang mana ini ?." Tanya pak Imam kepada mereka sambil tersenyum.
" Ini pak uang punya saya aja." Ucap Bagas.
" Oh, ok kalo begitu, bapak ambil punya mas aja ya, pacarnya ya mas ?." Tanya Pak Imam.
" Iya pak." Jawab Bagas.
Lalu Karin menginjak kaki Bagas, dan melihat muka Bagas.
" Duh sakit tau, pake injek - injek kaki." Ucap Bagas tersenyum.
Sambil menunggu kembalian, Bagas meledek Karin. " Rin, aku suka kalo kamu bilang mas kayak barusan ke aku, kayaknya gimana gitu, mulai sekarang panggil mas ya, gimana ?" Ucap Bagas
" Aih, itu karena bapak tadi bilang mas sama kamu, makanya aku juga bilang mas, gak mau ah tetap Bagas." Jawab Karin tersenyum.
" Ini kembaliannya mas, makasih ya, kapan - kapan mampir lagi bareng sama pacarnya. " Ucap pak Imam.
" Siap , sama - sama, mari pak." Ucap Bagas.
__ADS_1
BERSAMBUNG....