Indahnya Pelangi Tak Seindah Cinta Karin

Indahnya Pelangi Tak Seindah Cinta Karin
1 hari sebelum persami


__ADS_3

1 hari sebelum persami


Karin dan Sinta pulang sekolah bersama, mereka berbincang - bincang tentang persami besok.


" Karin! Kamu udah nyiapin buat persami ?." Tanya Sinta.


" Belum. " Jawab Karin.


" Kalo kamu emangnya udah Sinta ? " Tanya Karin.


" Yaa tentu belum. Hehehe... " Jawab Sinta sambil tertawa.


" Bawaanya banyak banget ya!, Mana aku gak punya tas gede lagi, masa ditengteng sebagian, hadeuh bingung aku." Ucap Karin.


" Santai aja, aku punya tas rangsel 2, nanti ke rumah aku dulu ya, biar kamu nyantai gitu." Ucap Sinta.


" Kamu bakal bawa apaan aja Ta ? " Tanya Karin.


" Bawa yang di suruh sama bawa minum sama cemilan lah.. cemilannya yang baaanyaak, biar gak laper.. " Jawab Sinta.


" Yaudah kalo gitu aku gak usah bawa cemilan yang banyak, tinggal dari kamu ya Sin. " Ucap Karin tersenyum.


" Hahaha... yaudah kamu nanti bisa minta ke aku aja, tapi kayaknya kamu itu gak usah khawatir Rin, pasti si Bagas bawa buat kamu, aku yakin deh... " Ucap Sinta meledek.


" Ish kamu, kenapa mesti bawa - bawa Bagas sih, biasanya kalo kita ngobrolin dia, dia itu pasti nonggol." Ucap Karin tertawa.


Dipertigaan jalan Andre teriak memanggil Sinta.


" Sinta ! Tunggu !! " Teriak Andre.


Mereka berdua menoleh kebelakang, Karin dan Sinta terkejut, karena bukan Andre saja yang ada disitu tapi Bagas juga ada.


" Bagas, ngapain kamu disini ?." Tanya Karin.


" Abis ngecek - ngecek aja buat besok, kebetulan ketemu Andre, jadi kami pulang bareng, terus kata Andre kalian mau ke pasar, pas liat, kalian belum jauh ya udah bareng aja, memang mau beli apa ke pasar ?. " Tanya Bagas.


" Owh mau beli peralatan yang buat dibawa besok." Jawab Karin.


" Ya sudah ayo kita sama - sama aja biar rame." Ucap Bagas.


" Iya ayo." Ucap Karin.


Mereka berempat berjalan bersama, dan akhirnya naik bus, sesampai di pasar mereka mulai mengeluarkan catatan perlengkapan persaminya agar tidak ada yang terlewat.

__ADS_1


" Yuk cepetan ke buru sore banget nih.. " Ucap Bagas sambil menggandeng tangan Karin dan berjalan menuju toko yang menjual peralatan-peralatan.


" Ihs Bagas, gak usah gandengan dong aku gak nyaman. Di liatin sama orang tau.. " Ucap Karin sambil mencoba melepaskan genggamannya.


" Ah Bagas suka curi - curi kesempatan nih sekarang." Ucap Sinta meledek.


" Biar cepet Sin, Karin itu kayaknya gak mau banget dipegang tangan sama aku, kayak gimana gitu" Jawab Bagas tersenyum.


" Alasan kamu aja itu Gas, dah ah, ayo cepet, ingat gak usah pegang tangan aku, aku bukan anak kecil." Ucap Karin sinis.


" Iya udah ayo." Ucap Bagas.


Mereka mulai berbelanja, Sinta dan Karin berjalan di depan, Bagas dan Andre di belakang mereka, tak terasa tenyata waktu sudah menunjukan jam 17.30 WIB, mereka pun cepat - cepat pulang. Diperjalanan pulang sambil berbincang - bincang mereka berganti posisi, Sinta berjalan dengan Andre, Karin dengan Bagas berjalan di depan Sinta dan Andre.


" Rin, peralatan udah semua nih, kamu langsung mampir ke rumah aku ya, ambil rangselnya, dah hampir maghrib nih." Ucap Sinta


" Kamu pinjam tas rangselnya Sinta, Rin ?." Tanya Bagas.


" Iya, abisnya gak punya tas besar, males kalo harus ada yang ditenteng." Jawab Karin.


" Kenapa kemarin gak bilang, di aku ada." Ucap Bagas.


" Gak ah, gak enak." Ucap Karin.


" Cie.. aku jadi mau nih, Dre... Mau dong kayak Karin, di elus kepalanya." Ucap Sinta.


" Hus, kamu ini, ada - ada aja, mereka kan baru pacaran, wajar romantis - romantis dikit, kita kan pacaran udah lama dari aku kelas 2 sampe sekarang lulus sekolah tuh, jadi gak usah iri sama yang baru." Ucap Andre tertawa.


" Owh iya, ya beb." Ucap Sinta tersenyum.


" Kalian mau mampir gak ke rumah aku, tuh di depan rumahnya." Tanya Andre.


" Makasih Dre, kapan - kapan aja ya udah sore juga." Ucap Bagas.


" Daahh Andre." Ucap Sinta dan Karin.


Karena jarak rumahnya Andre dan Sinta tidak terlalu jauh akhirnya mereka bertiga sampai di rumah Sinta. Setelah sampai di rumah Sinta, Karin mengambil tas lalu langsung pulang, tinggal Karin dan Bagas.


" Kamu gak usah bawa makanan banyak - banyak, nanti aku bawain, bawa yang penting - penting aja biar gak berat banget." Ucap Bagas.


" Ish gak gitu juga kali, inget di sekolah bukan hanya aku sama kamu, tapi banyak orang mas Bagas, nanti apa kata mereka. kalo kamu deket - deket sama aku." Ucap Karin meledek.


" Ya biarin ajalah memangnya masalah, kalo aku deket sama kamu, mang ngerugiin mereka, gak juga kan?!." Ucap Bagas.

__ADS_1


" Ya memang gak, tapi aku yang malu, banyak yang suka sama kamu, aku gak enak Gas." Ucap Karin.


" Susah kalo ngobrol sama cewek." Ucap Bagas.


" Hahaha..." Karin tertawa


" Gas, kok persaminya gak di luar sekolah ?". "Tanya Karin.


" Gak, soalnya gak ada izin dari guru pengawasnya, udah gitu ribet harus izin sana sini, belum harus siapinnya banyak banget kalo di luar." Jawab Bagas.


" Owh gitu." Ucap Karin.


" Dah sampe gang aja, padahal baru juga jalan ya." Ucap Bagas.


" Daadaah Gas, sampe ketemu besok ya." Ucap Karin.


" Daadaah.. Karin." Ucap Bagas. Mereka pun pulang ke rumah nya masing-masing.


( rumah Karin. )


" Assalamualaikum. Ibu.. " Ucap Karin.


" waalaikumsalam. " Ucap Ibu sambil membuka pintu. Karin pun masuk dan mencium tangan ibu, terus masuk ke dalam kamar dan cepat-cepat mandi. Selesai mandi...


" Kamu dari mana aja sih, kok lama pulang nya ? kemana dulu ? " Tanya Ibu.


" Karin dari pasar bareng Sinta buat beli peralatan buat besok. " Jawab Karin sambil mengikat rambut nya.


" Udah di siapin bawaannya ? " Tanya Ibu.


" Ini Karin mau siapin. " Jawab Karin. Lalu Karin ke dalam kamar untuk mengambil tas dan peralatan-peralatan yang akan di bawa.


" Wah kakak mau kemana tuh.. adek ikut dong. " Ucap Rusdi adek Karin Sambil mendekati Karin dan duduk.


" Apa sih orang kakak gak kemana-mana. Ini buat besok persami. Adek gak usah ikut, soalnya ini kan dari sekolah kakak. " Ujar Karin sambil memasukkan perlengkapan ke dalam tas.


" Yah.. kok gitu. Bu masa Adek gak boleh ikut kak Karin. " Gerutu Rusdi dengan muka yang murung.


" Iyalah, kan Kakak mau sekolah bukan mau main. " Ucap Ibu sambil mengelus kepala Rusdi.


" Yaudah tapi nanti bawain Rusdi makanan, kalo gak jajanan ya.. kak Karin. " Ucap Rusdi sambil tersenyum.


" Iya kalo gak habis ya makanannya. hahaha... " Ucap Karin sambil tertawa. Ibu pun ikut tertawa karena ucapan Rusdi.

__ADS_1


Karin cepat-cepat memasukkan perlengkapan ke tas. Setelah selesai Karin masuk ke kamar dan menyiapkan baju yang akan di pakai besok. Setelah itu Karin pergi tidur.


__ADS_2