Indahnya Pelangi Tak Seindah Cinta Karin

Indahnya Pelangi Tak Seindah Cinta Karin
Persami bagian 3 ( Tedi salah paham )


__ADS_3

Dua kelompok sudah selesai, tinggal kelompok Karin disana.


    " Ayo kelompok sepanjutnya." Ucap Tedi melihat Karin.


Tedi lalu memberikan pertanyaan yang menurut Karin itu sulit, untungnya Kinan bisa menjawabnya, lalu setelah dijawab kinan, Tedi memberi lagi pertanyaan yang sangat sulit, lalu dijawab oleh Dewi, akhirnya Tedi memberikan tanda tangannya untuk mereka melanjutkan ke pos lainnya.


Ketika Karin meminta tanda tangan Tedi, tangan Karin dipegang seolah tidak mau melepaskannya, Karin pun mencoba melepaskan tangan Tedi tetapi sulit lalu Indra meminta Tedi untuk melepaskan tangan Karin.


    " Lepasin Ted, kamu jangan aneh - aneh, denger perjanjian kita dibawah tadi apa?!." Ucap Indra.


   " Oke, gue lepasin, tangan pacar gue, tapi nanti gue gak akan lepasin lagi sampai dia bilang iya." Ucap Tedi.


Karin dan teman - teman nya langsung ke pos selanjutnya, pos demi pos dilewati dengan mudah oleh kelompok Karin. Hanin dan teman - teman yang lainnya merasa ada kejanggalan. Dan akhirnya kelompok Karin tinggal menyelesaikan di pos paling akhir di pos 7 di lapangan.


     " Bentar bestie, kaki gue sakit banget, tinggal 1 pos lagi kan!!, Boleh duduk dulu bentar gak, bentar aja ?." Tanya Citra.


     " Ya dah, kita istirahat yang gak ada orang, pinggir ruang komputer aja ya." Jawab Hanin.


Mereka semua berjalan ke ruang komputer. Dan duduk - duduk disana sebentar.


     " Rin, aku mau tanya tapi jangan marah ya, aku ngerasa janggal deh, kok aku ngerasa mudah banget nyari pos terus kakak pembina gak ada tuh yang mempersulit kita, tau sendiri kelompok yang lain kayaknya gimana gitu, kayak dipersulit buat dapet tanda tangan pembina." Tanya Hanin.


    " Bener Rin, aku juga ngerasa gitu deh." Ucap Sinta, Kinan, Dewi, dan Gia bersamaan.


     " Ini rahasia kita ya, tolong jangan kasih tau siapa - siapa ya, kalo masalah pos, sebenernya, Bagas waktu aku minta tanda tangan sama dia, dia kasih aku secarik kertas, isinya posisi - posisi pos yang ada, kalo yang lainnya aku gak tau, janji jangan bilang - bilang, janji dulu." Pinta Karin.


    " Oke..." Jawab semua teman - teman Karin.


    " Dah belum Cit, mumpung yang lain belum sampai di pos terakhir, pasti pos terakhir semuanya pos 7, kayaknya dari tadi belum ada yang lewat, ayo semangat kita lanjutin lagi." Ucap Hanin.


     " Oke, ayo kita jalan lagi." Ucap Citra.


Mereka jalan menuju ke pos 7, ternyata benar, baru kelompok mereka yang datang. Di pos 7 ada Kak Nevi, Dinda, Candra dan Andre. Waktu akan turun ke lapangan mereka melihat Andre.


    " Bukannya itu Andre, Sin." Tanya Dewi.


    " Iya, yayang aku, awas ya kalo nyusahin kita disana, aku gak bakalan nanya dia nanti pokoknya." Ucap Sinta.


     " Ya gak bakalan kalo si Andre tapi yang lainnya pasti." Ledek Kinan.


     " Woy, baris yang bener, biar gak dimarahin." Pinta Hanin.


Sampai di pos 7, mereka berbaris rapih lalu kakak pembina mereka memberikan mteri tentang teknik kepramukaan.


    " Dari kelompok berapa kalian ?." Tanya Candra.


     " Kami dari kelompok 9 kak." Jawab Hanin.


     " Coba praktekan simpul hidup, simpul mati, simpul tiang dan tali temali." Pinta kak Candra.


      " Baik kak. " Jawab Hanin.


Mereka mempraktekan dengan mudah dan kompak. Setelah mereka selesai membuat simpul - simpul, kak Candra memberi materi sandi angka. Yang ditunjuk kak Candra untuk maju adalah Kinan.


     " Yang maju peserta no 4 dari depan, silahkan maju." Ucap kak Candra.


     " Kenapa mesti aku sih, ni orang bener - bener ya." Gumam Kinan.


Kinan pun melakukan apa yang disuruh kak Candra, dan mereka pun selesai, para pembina memberikan selamat dan tanda tangannya.


     " Selamat ya kalian kelompok pertama yang sudah selesai, dan silahkan menunggu yang lainnya di sebelah sana." Ucap Kak Candra sambil menunjuk ke arah lapangan sebelah barat.

__ADS_1


Kelompok Hanin pun senang, dan merasa plong. Mereka duduk - duduk disana.


     " Akhirnya selesai juga kita, makasih ya teman - teman semua." Ucap Hanin.


     " Sama - sama." Ucap Karin dan teman - teman.


     " Bilangin ke kak Bagas, makasih juga ya Rin." Ucap Hanin.


    " Oke, siap." Ucap Karin.


Satu persatu kelompok sudah mulai selesai, tinggal beberapa kelompok lagi, waktu sudah menunjukan jam 00.30 WIB. Karin merasa lelah dan ngantuk, ketika Karin menundukan kepalanya, ada yang mengelus kepalanya.


    " Udah ngantuk yang ?." Tanya Bagas tersenyum.


Teman - teman Karin terkejut dan melihat ke arah Bagas. Bagas hanya tersenyum.


    " Kenapa kaget, biasa aja ah, jadi malu saya, bener gak yang." Ledek Bagas.


    " Suuut, kamu ntar ada yang denger repot dah, gak tau kondisi ih, udah diem ah, masih lama gak Gas ?." Tanya Karin ketus.


    " Tinggal 2 kelompok lagi tuh, mang dah ngantuk banget." Ucap Bagas.


     " Iyalah, aku gak tidur siang." Jawab Karin.


    " Perasaan kayak dunia milik berdua, situ ngobrol berdua aja, terus kita apa?." Ledek Sinta tertawa.


    " Hus, jangan kenceng - kenceng, mau di marahin pembina yang lain." Ucap Bagas.


    " Lupa Gas." Ucap Sinta.


    " Ya sudah, aku pamit mau ke depan dulu ya, tuh gak enak diliatin Fitri ma Okta, bye semuanya." Ucap Bagas.


Bagas berkumpul dengan pembina - pembina yang lain. Dan akhirnya semua kelompok telah selesai. Kemudian keacara yang di tunggu - tunggu yaitu api unggun yang dimulai pukul 01.00 WIB.


Setelah itu para pembina mulai dengan acara renungan malam, isi renungan mengajak mengenal apa itu berbakti kepada orang tua, guru dan negara. Membuat semua peserta terharu. Dan setelah acara selesai seluruh peserta istirahat untuk kegiatan besok harinya.


Mereka bubar ke kelas masing - masing untuk istirahat, Satu kelas ada 2 kelompok pramuka. Kelas untuk perempuan ada di lantai 2 dan laki - laki ada di lantai 1, ternyata udah hampir jam 02.00 pagi. Tidak lama setelah mereka masuk ke kelas Sinta meminta Karin untuk mengantarnya ke kamar mandi.


    " Rin, aku kebelet nih, anter yuk, cepetan dong ah, gak usah pake sepatu pake sandal japit aja tuh dipinggir." Ucap Sinta.


   " Aku takut Sin, bangunin Hanin sama Dewi biar nganter juga, kamu gak liat apa tadi lampunya banyak yang di matiin, berasa horor gak tuh." Karin merinding.


    " Ah kelamaan kamu, udah cepet ah, gak usah aneh - aneh, ayo...." Sinta menarik tangan Karin.


     " Kamu yah pemaksaan banget." Ucap Karin.


Waktu mereka berjalan menuruni tangga, Karin mendengar suara Bagas sedang berbincang - bincang dengan teman - temannya.


    "Untung Bagas masih bangun." Gumam Karin.


Ketika Karin melihat Bagas, tanpa bilang apa - apa Karin langsung menarik tangan Bagas. Bagas terkejut. Lalu melihat siapa yang sudah menarik tangannya.


    " Ada apa yang." Tanya Bagas tersenyum.


    " Anter kekamar mandi, aku takut, tuh Sinta pengen pipis." Jawab Karin masih memegang tangan Bagas.


Bagas merasa senang karena pertama kalinya Karin memegang tangan Bagas tanpa Bagas memintanya.


    " Rin, jangan lepasin tangan kalo bisa selamanya." Gumam Bagas bahagia.


    " Gas tungguin ya, jangan kemana - mana, awas kalo sampe pergi." Ucap Karin.

__ADS_1


     " Udah kamu masuk kamar mandi yang disana Rin, aku disini." Ucap Sinta.


Mereka masuk ke kamar mandi dan Bagas menunggu mereka di luar. Tidak lama kemudian Tedi dan Indra datang.


     " Lue lagi ngapain Gas disini ?." Tanya Tedi.


     " Nunggu cewek gue Ted, kenapa emangnya." Jawab Bagas.


     " Cewek lue, memangnya lue pacaran sama siapa ?." Tanya Tedi.


Lalu Karin teriak dari dalam. Tedi merasa suaranya tidak asing, tapi masih menerka - nerka. " Kok suaranya kayak suara Karin." Ucap dalam hati Tedi.


    " Gas kamu masih diluar kan ?." Tanya Karin.


    " Iya, udah belum, apa masih lama ?". Ucap Bagas.


     " Aku udah, tungguin depan pintu, aku takut, awas pas buka pintu kamu gak ada ya, gak jadi nonton nanti." Ucap Karin.


Karin membuka pintu kamar mandi, Bagas sudah ada di depan pintunya, Tedi terkejut melihat Karin dan Bagas, saat keluar kamar mandi Karin langsung memegang tangan Bagas karena dia takut. Tedi cemburu melihat mereka berdua, spontan Tedi mendekati Bagas dan ingin menghajar Bagas.


    " Jadi pacar lue Karin, kampret lue ya, selama ini lue diem - diem deketin gebetan gue." Ucap Tedi marah hampir memukul Bagas.


    " Apaan sih kamu Ted ! kamu berani nonjok Bagas liatin aja, selama ini aku diem karena masih hargain kamu, tapi kalo kamu kurang ajar, aku juga gak bakalan diem lagi denger itu." Ucap Karin marah sambil memegang tangan Tedi dengan kencang agar tidak memukul Bagas.


    " Oh jadi gitu." Ucap Tedi.


    " Udah - udah kalian itu apa - apaan sih, kalo sampai ada yang tau berabe urusannya." Ucap Indra melerai mereka.


    " Kalian kenapa sih berisik banget." Ucap Sinta sambil keluar dari kamar mandi merasa lega.


" Udah ayo cepetan kita ke kelas lagi." Ucap Karin menarik tangan Sinta dan Bagas.


Mereka langsung berjalan ke kelas, Tedi masih kesal kepada Bagas, lalu Bagas menanyakan tentang apa yang sudah terjadi tadi di Kamar mandi.


" Karin aku gak ngerti deh maksud Tedi itu apa ?." Tanya Bagas bingung.



" Udah besok aku ceritain." Ucap Karin.



" Memangnya kalian tadi ribut apa sih." Tanya Sinta.



" Biasa tuh Kak Tedi, emang nyebelin banget." Jawab Karin.



" Sudah ku duga pasti itu orang rese banget." Ucap Sinta.



" Dah sampe Rin, dah sana tidur, mimpiin aku ya, jangan lupa lepasin tangan aku juga." Ledek Bagas tersenyum.



" Makasih ya Gas, udah aku mau masuk dulu ya." Ucap Karin tersenyum.


Mereka pun beristirahat.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2