
Keesokan harinya. Saat pulang sekolah Karin dan Sinta berbincang - bincang tentang masalah kemarin malam.
" Rin, kamu ditanyain mamahnya kak Irfan waktu kamu dianter pulang sama dia, aku curiga kalo tante mulai tanya - tanya." Ucap Sinta.
" Kamu suudzon mulu ah." Ucap Karin.
" Sin tau gak kemaren ada acara di rumahnya bude Diana, tantenya Bagas, aku tanya ke kaka Dewi bilangnya gak tau, kayak ada yang di tutupin dari aku." Ucap Karin.
" Masa, perasaan kamu aja kali ah." Ucap Sinta.
" Sin, tapi jangan bilang - bilang ya, ini rahasia kita, Sin, aku mulai nyaman sama Bagas, bawaannya pengen ketemu dia terus, kamu ngerasain kayak gitu gak ke Andre ?." Tanya Karin.
" Kamu cinta sama Bagas, Rin, aku harus bilang nanti kalo ketemu Bagas ah." Ucap Sinta tertawa.
" Jangan dong Sin, biarin aja Bagas nunggu dulu aku sampai lulus sekolah." Pinta Karin.
" Okelah kalo begitu." Ucap Sinta.
Karin sampai di rumah, lalu meminta izin ibunya karena Karin dan Bagas akan nonton bareng.
" Bu, boleh gak Karin nonton bareng Bagas?." Tanya Karin.
" Gimana ya." Ucap ibu khawatir.
" Boleh ya bu, kasian Bagas kalo gak jadi, dari kemaren ngajakin terus." Pinta Karin.
" Iya sudah sana, tapi jangan malem - malem, ibu mau tanya, kamu sama Bagas ada hubungan apa ?." Tanya Ibu.
" Ya ampun ibu, aku sama Bagas temenan aja, berapa kali Karin bilang temenan." Jawab Karin.
" Sudah hati - hati, pulangnya jangan malem banget." Ucap ibu.
" Ok, makasih ibu." Ucap Karin.
Karin langsung mandi, ganti baju dan bersiap - siap, setelah selesai Karin pamit kepada ibunya. Sampai di depan gang ternyata Bagas sudah ada, menunggu Karin.
" Ayo Rin, tuh angkotnya udah dateng." Ucap Bagas memegang tangan Karin.
" Gas, tangannya lepas udah di angkot juga." Ucap Karin berbisik.
" Ga mau, udah aku nyaman kayak gini, udah diem jangan bawel." Ucap Bagas tersenyum.
Sampai di depan bioskop mereka turun. Tangan Bagas masih memegang Karin. Karin juga sudah merasa nyaman, dan tidak mempermasalahkannya lagi. Sesudah masuk mereka membeli tiket dan membeli cemilan.
" Tunggu disini ya, aku mau ke toilet dulu, ni tolong pegang makananya." Pinta Bagas.
Setelah Bagas selesai mereka masuk
" Gas sebelah mana duduknya?." Tanya Karin.
" Ditengah kok nyantai aja, kenapa kamu takut." Ucap Bagas.
" Iya lah, kamu malah nontonnya film hantu emangnya gak ada yang lain ?!." Tanya Karin.
" Yang lain gak seru, dah duduk sebelah kanan aku." Ucap Bagas.
" Gas tangannya lepasin, keringetan nih." Pinta Karin.
Filmnya dimulai, Bagas merhatiin wajah Karin sesekali.
" Rin, kamu kayaknya serius banget, heh liat sini." Ucap Bagas.
" Diem kenapa ah Bagas bikin gak fokus nontonnya." Ucap Karin.
" Ok, awas ya kalo setannya keluar, kamu teriak, aku gak bakalan pegangin." Ucap Bagas.
Baru saja Bagas bilang seperti itu Karin berteriak dan memegang tangan orang yang ada di sebelah kanannya.
" Karin, kamu pegang siapa itu." Ucap Bagas.
" Eh, maaf mas, maaf ya, mas, mba, aku gak sengaja." Ucap Karin tersipu malu karena bukan Bagas yang dia pegang.
" Kamu ya, malu - maluin, sini pindah duduknya, aku sebelah situ, kamu sebelah sini, biar gak salah pegang lagi, gak liat muka pacarnya ke kamu, dasar Karin." Ucap Bagas berbisik sambil mengelus kepala Karin, mereka pindah tempat duduknya.
__ADS_1
" Gas, aku malu tau." Ucap Karin memegang tangan Bagas
" Dah diem, kamu sih nonton film horor udah kayak nonton apaan, serius banget, heehee..." Ucap Bagas tertawa.
" Suuut, berisik ah." Ucap Karin.
" Gas, pinggir aku kan kosong, aku takut." Karin ketakutan.
" Terus aku harus gimana, meluk kamu gitu ?." Ucap Bagas.
" Gak gitu juga ah, ya udah diem." Ucap Karin.
" Aaaah itu setan kenapa serem banget ya, datangnya permisi kenapa ya, jadi gak kaget " Karin berteriak, saat ketakutan tenyata tangan Karin memegang tangan kanan Bagas dan tangan kiri Bagas merangkul Karin.
" Udah tinggal ngumpet di badan aku aja repot." Ucap Bagas tersenyum.
" Kamu ya kesempatan Gas, meluk - meluk." Ucap Karin.
" Eh siapa yang duluan megang tangan, hayo.. ngaku.." Ucap Bagas.
" Ya udah ah, iya aku, makanya aku gak mau nonton film itu kayak gini nih, malu - maluin yang bawa." Ucap Karin.
" Udah ada aku, pake takut." Ucap Bagas.
" Bentar lagi jam 06.00 sore, paling setengah jam lagi." Jawab Bagas.
" Sampe rumah jam berapa ini, belum nanti pulangnya naik angkot, udah gitu jalannya muter juga, sampe gak jam 08.00 malam ke rumah ?." Tanya Karin .
" Sampe lah, paling setengah jam kali Rin, pake angkotnya jangan yang muter yang langsung ada, santai aja napa, nikmati nontonnya." Ucap Bagas.
Mereka pun menonton kembali, akhirnya Karin terbiasa, setelah filmnya selesai mereka keluar dari biskop.
Bagas selalu memegang tangan Karin sampai mereka naik dan turun angkot. Setelah sampai gang tangan Karin baru di lepas Bagas. Dan berbincang - bincang sebentar.
" Mau di anter sampai rumah atau sampai sini aja ?." Tanya Bagas.
" Udah sampai sini aja, takutnya ada bude kamu di luar." Ucap Karin.
" Gas, minggu depan kan udah mulai ujian, kita gak ketemu dulu ya ?." Pinta Karin.
" Kok gitu, terus kalo aku kangen gimana ?." Tanya Bagas.
" Liat foto aku aja." Ucap Karin.
__ADS_1
" Ya udah foto bareng di sini aja." Ucap Bagas.
" Ih, gak ah, dah ni simpen foto aku, mana foto kamu, nanti kalo sudah ujian kita foto bareng, gimana ?." Ucap Karin.
" Ya udah mana sini, untung keselip satu nih foto yang ganteng." Ucap Bagas.
" Makasih ya Gas, dah sana pulang, nanti ibu kamu nyari." Ledek Karin.
" Sama - sama, Kebalik itu kamu, dah sana, hati - hati ya, awas hantu yang di film tadi keluar." Bagas menakuti Karin.
" Ih, Bagas nyebelin, daadaahh..." Ucap Karin.
" Daaadaah." Ucap Bagas.
Bagas pun pergi, ternyata ketika Karin dan Bagas berbincang - bincang kak Irfan memperhatikan mereka, lalu kak Irfan memanggil Karin dari kejauhan.
" Kariiin." Ucap Kak Irfan.
" Eh kakak, dari mana ? Mau kemana ?." Tanya Karin.
" Pulang kerja, mau ke rumah kamu." Jawab kak Irfan.
" Tumben ada apa kak." Tanya Karin.
" Mau nanyain pengeluaran untuk konsumsi udah kamu catet berapa - berapanya ?." Jawab kak Irfan.
" Oh, udah kak, tapi ada di rumah catatannya, ya udah yuk ke rumah dulu kak." Ajak Karin.
" Ya udah naik, masa iya kamu jalan, kakak naik motor." Ucap kak Irfan.
Ketika sampai di rumah keluarga Bagas dan budenya sedang d luar berbincang - bincang, mereka menyapa Karin.
" Eh Karin, habis dari mana ?." Tanya bu Diana.
" Habis main bu, mari bu.. Karin masuk dulu." Ucap Karin sambil tersenyum kepada mereka.
Karin dan kak Irfan mereka mulai berbincang - bincang tentang acara karang taruna untuk perlombaan agustusan nanti, mereka duduk di bangku depan rumah Karin.
Keluarga Bagas memperhatikan mereka berdua. Kak Dewi yang baru keluar rumah kaget melihat Karin dan kak Irfan.
" Lah, ini bocah bukannya lagi nonton sama Bagas, kenapa dia sekarang bukan sama Bagas ?!?." Kak Dewi heran.
Di kamar Bagas, Bagas sangat bahagia dan melupakan tentang pertunangan dia dengan Sisi, dia hanya memperhatikan foto Karin.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....