Indahnya Pelangi Tak Seindah Cinta Karin

Indahnya Pelangi Tak Seindah Cinta Karin
Pertunangan Bagas


__ADS_3

              Di rumah bude Diana


Kak Dewi dan keluarga yang lain sedang menunggu kedatangan Bagas, sudah setengah jam di tunggu Bagas belum datang juga. Perasaan Sisi sudah tidak karuan antara takut Bagas tidak datang dan senang karena acara pertunangan ini yang Sisi tunggu, dari dulu Sisi sangat menyukai Bagas.


     " Bagas kok lama banget,kemana dia, coba Wi lihat Bagas ke rumah terus ajak kesini." Pinta ibu Bagas.


     " Iya bude." Ucap kak Dewi sambil keluar.


Kak Dewi baru sampai gerbang rumah ternyata Bagas datang dengan wajah ditekuk.


     " Kamu lama banget Gas, sabar ya, gimana lagi, kita cuma bisa bilang iya Gas." Ucap kak Dewi menupuk bahu Bagas.


     " Iya kak, Bagas tau, tapi bukan kayak gini caranya." Ucap Bagas kecewa.


    " Kak kayaknya Bagas pengen pergi deh, kabur yuk kak bareng Bagas." Ucap Bagas.


    " Kamu gila apa, udah masuk sana, keluarganya Sisi udah nungguin kamu dari tadi, apalagi Sisi kayaknya gelisah banget nungguin kamu." Ucap Kak Dewi.


Bagas masuk ke dalam, Sisi dan keluarganya sangat senang melihat Bagas, Bagas mulai bersalaman dengan semuanya.


     " Wah calon mantu udah datang, sini duduk deket om." Pinta om Irawan ( ayah Sisi). Bagas tersenyum kecil dan duduk disamping om Irawan.


Acara pertunangan dimulai, konflik di dalam hati Bagas, antara pergi dari pertunangan ini atau melanjutkan pertunangan, kadang Bagas melihat ibunya, kadang Bagas melihat kak Dewi.


     " Rasanya ingin pergi dari sini, tapi aku sayang sama ibu, takut ibu malu, tapi aku gak suka sama Sisi." Ucap dalam hati Bagas.


Saat acara tukar cincin, Bagas tidak sengaja menjatuhkan cincin yang akan diberikan kepada Sisi karena melihat wajah Karin di depan nya.


    " Maaf Si, aku ambil dulu." Ucap Bagas mengambil cincin yang terjatuh.


     " Ya Gas, gak apa - apa, aku tau kamu deg - deg an kan?!." Ucap Sisi tersenyum.


Bagas hanya terdiam dengan sedikit senyum nya.


Acara pertunangan mereka selesai, Bagas, Sisi dan Kak Dewi pergi keluar buat ngobrol - ngobrol.


Ketika mereka sedang berbincang - bincang Karin lewat untuk ke rumah Sinta.


Bagas tidak mau melihat Karin, hanya Kak Dewi yang menyapa Karin.


     " Mau kemana Rin, tumben habis maghrib keluar biasanya di dalam ?." Tanya Kak Dewi sedikit meledek.


     " Ke rumah Sinta kak, ada rapat karang taruna di sana, mari kak." Ucap Karin sambil melihat Bagas.


Lalu Karin berjalan menuju rumah Sinta. Dalam hati Karin " Kok Bagas gak nyapa, apa karena ada cewek di sampingnya jadi gak nyapa ya, itu cewek siapa lagi ?, Haduh aku mulai kepo deh."


Sesampai di rumah Sinta. Sudah banyak para pemuda dan pemudi berkumpul.


     " Sini Rin." Ucap Sinta.

__ADS_1


Karin mendekat ke Sinta, 2 jam kemudian acara rapat karang taruna selesai, karena sudah malam Karin di antar kak Irfan ( sepupu Sinta).


     " Rin, kamu dianter kak Irfan ya, aku soalnya mau beres - beres dulu bekas rapat nih." Ucap Sinta.


     " Aku pulang sendiri aja gak apa - apa." Ucap Karin.


     " Ayo Rin, naik. Ajak Kak Irfan sambil menstater motornya.


     " Gak usah Kak, jadi ngerepotin." Ucap Karin.


     " Udah ayo, udah malem, besok sekolah, takut ada apa - apa di jalan." Ucap kak Irfan.


Dari dalam rumah ternyata ibunya kak Irfan mengintip kak Irfan yang sedang membonceng Karin. Ketika Karin pergi ibunya kak Irfan langsung ke luar rumah dan menanyakan kepada Sinta.


    " Sinta, tante mau tanya, itu yang kakak kamu bonceng siapa ?." Tanya tante Indri ( ibunya Irfan / tantenya Sinta).


    " Karin, tante, memangnya kenapa?." Ucap Sinta.


    " Tumben dia mau bonceng cewek, tau sendiri kakak kamu kayak takut sama cewek." Ucap tante Indri tersenyum.


    " Oh iya, kak Irfan kan jutek, kok tadi dia yang mau anter." Ucap Sinta.


    " Ya sudah, tante masuk dulu ya." Ucap tante Indri.


Sampai depan rumah ternyata Bagas, Sisi, Om Hendra, Kak Dewi, dan yang lainnya sedang diluar rumah berbincang - bincang. Sontak Bagas cemburu melihat Karin dengan laki - laki, Bagas sudah berdiri dari tempat duduknya tapi Kak Dewi menariknya.


     " Duduk Gas, diem nanti ketauan ibu mu jadi masalah." Ucap kak Dewi berbisik.


     " Kak makasih ya udah anter Karin. " Ucap Karin.


     " Iya sama - sama Rin, kalo butuh apa - apa bilang aja, oh ya Rin, kamu jadi seksi apa tadi." Ucap Kak Irfan.


     " Seksi konsumsi kak." Ucap Karin tersenyum.


     " Enak dong, kalo ada sisa tinggal di makan, heeeheee..." kak irfan tertawa.


     " Kakak ada - ada aja, masuk dulu kak, mau ngeteh sekalian." Tanya Karin.


     " Gak usah, makasih Rin, udah malam, udah jam 09.00, waktunya istirahat, kaka juga besok harus kerja, kapan - kapan aja ya." Ucap kak Irfan.


     " Ya udah, makasih ya Kak Irfan." Ucap Karin.


     " Sama - sama, assalamualaikum." Ucap kak Irfan tersenyum manis.


     " Waalaikumsalam, hati - hati ya." Ucap Karin. Dan irfan pergi.


Bagas yang memperhatikan Karin dari tadi makin cemburu melihat keakraban Karin dengan kak Irfan. Akhirnya Bagas berdiri dan berjalan menemui Karin. Semua mata melihat kepada Bagas.


     " Kariiin." Ucap Bagas sedikit marah.

__ADS_1


     " Eh Bagas, ada apa ?." Tanya Karin.


     " Siapa barusan, kayaknya akrab banget, baru kali ini aku liat kamu akrab sama cowok, dia gebetan kamu?." Ucap Bagas cemburu.


     " Oh... Kak Irfan, dia wakil ketua , saudaranya Sinta, memangnya kenapa ?." Tanya Karin.


     " Aku gak suka kamu deket - deket dia, aku cemburu Rin, kamu tega banget ya, ngobrol asyik sama dia, padahal ada aku di situ." Ucap Bagas.


      " Ya ampun Gas, kita itu temenan gak lebih dari itu, ya udah aku masuk dulu, gak enak diliatin keluarga kamu." Pamit Karin.


      " Ingat Karin aku gak suka kamu deket - deket sama cowok." Ucap Bagas.


Karin masuk kedalam rumahnya dan Bagas bergabung lagi dengan keluarganya.


     " Udah ngapain kamu ke Karin barusan Gas ?." Tanya Ibu Bagas.


    " Mau titip pesen buat Andre tadi pagi Bagas lupa, peralatan pramukanya disimpan di gudang bukan di ruang pramuka gitu." Jawab Bagas.


    " Oh kirain ada apa, ada Sisi malah ke Karin." Ucap Ibunya. Bagas hanya tersenyum.


Bagas bergabung lagi dengan Sisi dan Kak Dewi.


     " Itu siapa Gas ? Kayaknya aku perhatiin kamu dari tadi kayak yang gak suka cewek tadi ngobrol sama cowok." Ucap Sisi.


     " Pacar Bagas, kenapa cemburu ?." Ucap Bagas tersenyum


     " Yang bener Gas, serius." Tanya Sisi.


     " Udah ah, mending kita ngobrol lagi, tadi sampai mana ?." Ucap Bagas.


 


    " Jangan di denger Si, emang Bagas suka aneh - aneh, itu tadi tetangga, temen pramuka Bagas." Ucap kak Dewi.


     " Kirain beneran pacarnya Bagas, aku udah kaget tau kak." Ucap Sisi.


    " Halah Bagas dipercaya, dia kan anaknya pecicilan, hehehe..." Kak Dewi tertawa.


    " Kamu besok balik lagi ke Semarang ?." Tanya Bagas.


    " Iya, orang kesini cuma mau mastiin aja, aku juga kaget, tapi seneng juga Gas, akhirnya jadi juga sama kamu." Ucap Sisi.


     " Oh gitu, ya syukurlah kalo besok pulang." Bagas menghela nafas.


     " Kayaknya seneng banget kamu, aku balik besok." Ucap Sisi.


    " Gak gitu juga kali." Ucap Bagas.


Bagas dan yang lainnya masih berbincang - bincang . Karin di dalam kamarnya memikirkan kelakuan dia bersama Bagas saat persami, kadang Karin senyum sendiri. Ternyata selama ini Karin juga mulai jatuh hati kepada Bagas. Karin ingin cepat - cepat bertemu Bagas dan nonton bersama dengan dia.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


    


__ADS_2