
setelah menemukan penginapan, mereka semua mencoba untuk berdiskusi untuk menemukan dewi ester di ruangan yang sudah disediakan oleh pelayan wanita cantik itu.
" pelayan disini benar benar sangat cantik.." vulcan menganggumi mahkluk cantik pelayan yang ada disini.
" itu benar, aku menyukainya.." lanjut aedon.
" jangan percaya.. " venus memarahi vulcan dan ardon yang mengagumi kecantikan pelayan disini.
" mereka itu palsu, tak ada cinta yang tulus bahkan hanya seksualitas untuk mengambil nyawa nyawa, terutama tiga laki laki di depanku ini.." lanjut venus, ia sangat tidak suka dengan penginapan ini.
" jangan berpikir negatif.." vulcan membela.
" dia hanya cemburu kita mengagumi pelayan cantik, lebih baik lanjut besok, aku akan segera masuk ke kamar.." aedon meninggalkan semua temannya disana.
" tidak asyik.." vulcan menajamkan matanya ke arah venus lalu pergi menyusul aedon.
" kak ares percayalah padaku, pelayan disini semuanya palsu." venus menyakinkan ares agar dapat percaya padanya.
ares tidak peduli dengan perkataan venus, ia segera menyusul aedon dan vulcan pergi meninggalkan diana dan venus.
" kamu ini kenapa? pelayan disini semuanya baik, bahkan mereka dengan senang membantu kita ketika kita tersesat menuju ruangan ini.." jelas diana tak percaya pada venus.
" diana, semuanya palsu mereka cuman pura pura, cinta dan kasih sayang bahkan ketulusan tidak ada di tempat ini, kau percaya padaku.." venus mengenggam tangan diana, agar diana mempecayainya.
bahkan diana pun meninggalkan venus sendirian di ruangan itu. tak ada yang percaya pada perkataan venus ia dengan lesu menuju ke kamar sendirian.
" permisi tuan, ada yang bisa saya bantu.." pelayan cantik itu menghampiri vulcan, pelayan melihat vulcan kebingungan mencari sesuatu.
" aku ingin mencari kamar kecil.." tanpa henti vulcan melihat kecantikan pelayan cantik itu, bahkan kini padangannya sudah jauh melampaui hal hal aneh.
" di sebelah timur tuan, apakah boleh saya antar.." pelayan itu meminta izin.
" silahkan, tunjukkan jalannya padaku.." vulcan mengikuti langkah bidadari cantik itu dengan mata yang berbinar binar.
" disini tuan, silahkan.." pelayan itu bergegas pergi tetapi tertahan dengan genggaman vulcan.
" apakah kau sudah punya kekasih.." tanya vulcan memandangi wajah pelayan itu dengan pekat.
" belum tuan.." dengan mata menggoda, pelayan cantik itu menebarkan pesonanya.
" bolehkah aku menjadi kekasihmu, aku akan menjaga dan melindungi dan aku juga akan membawamu ke istanaku.." vulcan menyatakan perasaannya.
" VULCAN.." melihat kedatangan venus, vulcan dan pelayan itu terkejut.
" ada apa?.." dengan muka datar, vulcan menjawab.
" hmm, itu apa.. itu.." venus kebingungan mencari alasan.
__ADS_1
" itu apa?.." vulcan mulai kesal.
" kau dipanggil oleh kak ares.." venus menjawab.
" baiklah, aku akan kesana nanti.." jawab vulcan.
" tidak SEKARANG.." venus meninggikan nada suaranya.
" baiklah baiklah, kau menganggu.." vulcan pergi dengan wajah kesal.
" ingat! aku tahu dirimu.." venus menajamkan matanya ketika berpadangan dengan pelayan cantik itu.
sesampainya di kamar, vulcan yang berjalan dengan wajah kesal bahkan langkah kakinya bisa didengar oleh ares, lalu vulcan menurup pintu dengan keras.
" ada apa kau memanggilku.." tanya vulcan dengan nada kesal.
" memanggil, aku tidak memanggilmu.." ares kebingungan, dia merasa bahwa tidak memanggil vulcan.
" kata venua kau memanggilku, katanya ada hal penting yang ingin disampaikan.." lanjut vulcan lagi yang juga kebingungan.
" bukannya kita baru saja berkumpul, dan kalau ada hal penting aku akan memanggil semuanya, bukan hanya kau.." penjelasan ares membuat vulcan benar benar kesal.
" itu pasti venus, dia selalu saja.." vulcan berdecak kesal, dan bergegas ke ranjang, untuk segera tidur di samping ares.
malam hari ini sangat dingin, aedon yang tidur sendirian merasa kesepian. ia mencoba untuk memanggil ares tetapi ares juga sudah tidur. ia tak punya teman untuk menemani malamnya hari ini. ia mencoba memejamkan mata tetapi gagal, rasa ngantuknya hilang. ia belum bisa tidur. aedon yang berjalan keluar dari kamar untuk mencari udara segar di ruangan depan.
" sepi sekali, aku kesepian.." aedon melihat ke arah jendela.
" cantik sekali, benar benar wanita idamanku.." batin aedon ketika melihat sesosok pelayan cantik itu.
" malam ini dingin, maukah kau menemaniku.." aedon menghampiri pelayan cantik itu. aedon mengenggam tangan pelayan cantik itu dengan seksama. lalu dilanjutkan meraba cantik wajah sang bidadari itu.
" tuan.." pelayan itu menghidari tangan aedon.
" kenapa? apakah kau tidak mengagumiku.." aedon khawatir.
" perkataan teman tuan membuat saya tidak bisa tuan, karna nanti saya akan dicap sebagai perempuan yang tidak tahu diri.." jawab pelayan dengan wajah lesu.
" perkataan siapa?.." aedon bertanya. tetapi pelayan itu diam saja.
" katakan padaku, aku akan melindungimu.." kata aedon.
" nyonya venus.." dengan suara kecil, pelayan itu menjawab.
" kau sangat cantik, aku mengagumimu dan menyukai setiap apa yang kau lakukan padaku.." aedon menyakinkan.
" KAK AEDON.." ternyata venus melihat keromantisan aedon dengan pelayan itu.
__ADS_1
" sedang apa kau disini.." tanya aedon.
" ikut aku kak.." venus mengenggam tangan aedon.
" kemana?.." aedon melepaskan genggaman venus.
" ikut aku kak, IKUT AKU.." venus sungguh meninggikan suaranya di depan aedon.
" ternyata memang ini watakmu, kasar dan suka memaksa, bahkan kau sama sekali tidak punya sopan santun terhadapku, bahkan kau berani mengancam pelayan disini, kau tak tahu malu.." aedon sungguh merasa kesal dan marah terhadap sikap venus.
" kak dia.." perkataan venus terpotong.
" dia apa? hanya pura pura? dan hanya mencoba untuk menggodaku, vulcan dan ares, dia hanya mementingkan seksualitas agar dapat membunuhku, vulcan dan ares, itu yang kau mau bicarakan.." aedon sungguh tak percaya lagi pada venus.
" tapi semua itu benar kak, dia pembohong, dia palsu, dia jahat dia bukan mahkluk baik baik disini.." venus tetap tegak pada pendiriannya.
" terus saja kau memfitnah, bahkan tidak sopan dengan pelayan, kau sungguh punya etika buruk, aku mau kau pergi dari sini.." aedon mengusir venus.
" aedon ini keterlaluan.." diana memotong.
" coba dengar dulu perkataan venus, apa kau sudah terhipnotis dengan kecantikannnya.." diana membela venus.
" kau daritadi memang pencari masalah.." vulcan memotong.
" vulcan, tak ada yang mengajakmu bicara.." ares mendiamkan vulcan.
" baiklah, jika kalian tidak percaya, aku akan kembali ke istana raja zeus dan keluar dari dunia ini.." venus pergi sambil menangis.
" kau ini keterlaluan aedon, kau juga sama sekali tidak punya etika terhadap perempuan, kau ingin menjaga dia, silahkan aku akan ikut dengan venus.." diana menyusul venus.
" tunggu.." vulcan memecah keheningan.
" apa kau tadi berusaha merayu pelayanku.." vulcan bertanya pada aedon.
" memangnya kenapa? aku ingin menjadikan dia istriku, apa salahnya.." dengan percaya diri aedon menjawab.
" aku juga baru saja menyatakan cintaku padanya, dia ini milikku.." vulcan menggenggam tangan pelayan tersebut.
" apa kau bilang? apa itu benar.." aedon kebingungan.
" tuan.." pelayan itu kebingungan.
" tunggu, kau ini siapa?.." ares mulai curiga.
" kau mencoba untuk menggoda kedua temanku, agar kau bisa menjadikan mereka prajuritmu dan bisa menghancurkan istana zeus.." semakin membuat ares curiga.
" itu tidak benar.." pelayan itu ketakutan.
__ADS_1
pelayan yang semulanya adalah manusia biasa, berubah menjadi wanita jelek dengan tawaan kerasnya. wanita jahat itu adalah empusa, perempuan yang bisa mengubah wujud menjadi perempuan cantik yang mencoba mengambil nyawa mereka dengan seksualitas.
" venus benar, dia wanita jahat.." vulcan terlihat menyesal.