
pagi pagi sekali aedon sudah mempersiapkan sesuatu, ia menanamkan bunga cinta di taman belakang istana. lalu ia menyiapkan meja dan kursi berlapis emas dan menghidangkan teh juga makanan kerajaan yang belum pernah di coba siapapun. ia segera menyuruh pelayan untuk memanggil venus.
" kak aedon.." venus melihat sekeliling taman, ia terkejut ketika semua isi taman begitu indah.
" adakah acara penyambutan, kenapa sanhat cantik sekali tamannya, bahkan ini bunga apa bunga aneh berbentu hati.." venus memetik salah satu bunga tersebut.
" aku menyiapkan semuanya untukmu.." aedon melangkah mendekati venus.
" ada apa denganku.." venus kebingungan.
" maafkan aku, yang sudah berbuat kasar dan tidak tahu diri mengataimu dan membuatmu menangis.." aedon mengakui kesalahannya.
" maaf aku tidak bisa menghargaimu sebagai seorang wanita dan memilih wanita yang tidak kukenal, aku berjanji akan mempercayaimu kedepannya.." jelas aedon dengan menggenggam tangan venus.
venus tersipu melihat aedon. ia memeluk aedon dengan erat. begitu juga dengan aedon yang memeluk venus tanda bahwa kini mereka sudah berbaikan. aedon yang mengajak venus untuk sarapan pagi berdua disana dikelilingi dengan bunga berbentuk hati tersebut.
raja zeus memanggil ke delapan anggota istana. mereka berkumpul untuk makan siang seraya memberitahu rencana selanjutnya untuk menemukan lagi anggota anggota yang lain.
" bagaimana dengan rencana selanjutnya, apakah kalian sudah mempunyai rencana untuk menemukan anggota kalian yang lain?.."
" belum raja, kami kekurangan informasi terkait hal itu.." apollo menjawab.
" apakah kau sudah benar benar pulih apollo, jika belum kau bisa istirahat dulu di istana.."
" terima kasih atas kebaikannya raja, tapi saya sudah benar benar sehat.."
hujan seketika membasahi istana. raja zeus yang terkejut karena tiba tiba hujan diseetari oleh petir dan halilintar yang tidak bersahabat. raja zeus yang khawatir langaung menyuruh pelayannya mengantarkannya ke dalam kamar.
" ada apa dengan raja zeus.." diana bertanya.
" ini pasti ulah dewi ellianor.." aedon menjawab.
" apa maksudmu, siapa dewi ellianor, apakah dia termasuk dari bagian kita.." ares bertanya.
" dewi ellianor adalah dewi penguasa matahari, ia sangat suka dengan cahaya terutama matahari, selain itu ia juga suka bintang jadi wajar saja jika pada malam hari istana zeus dipenuhi dengan banyak bintang, bahkan matahari dan bintang sangat tunduk padanya, jadi ketika matahari dan bintang bersinar itu semua adalah perintah dari dewi ellianor.." jelas aedon.
" bagaimana kau bisa mengetahui hal ini.." apollo bertanya.
__ADS_1
" aku pernah sekali bertemu dengan dewi ellianor sebelum ia menghilang dari istana zeus, hanya sekedar menyapa pada saat itu tetapi wajahnya penuh ketakutan mungkin hal itu yang membuatnya menghilang.." aedon mengingat kejadian ketika ia bertemu dewi ellianor.
" ketakutan..ia suka cahaya yaitu matahari dan bintang.." ares mulai berpikir.
" apakah mungkin dia diculik.." vulcan memberi ide.
" apakah dia dipaksa oleh seseorang agar dia mengikuti perintahnya.."
satu persatu memberi ide, tetapi tidak ada yang masuk akal. sehari sebelum menghilang wajahnya dipenuhi oleh ketakutan. ia sangat suka dengan matahari dan bintang. apakah terjadi sesuatu.
" jika terjadi sesuatu terhadapnya, kenapa matahari masih bersinar.." vulcan berpikir.
" itu benar, tandanya dewi ellianor masih baik baik saja, tetapi sekarang cuaca diluar sedang hujan, apa itu tandanya terjadi sesuatu dengan dewi ellianor.." kata diana.
" tapi dimana kita harus mencari keberadaan dewi ellianor.." vulcan bertanya, semuanya hening.
" apakah disini ada tempat seperti cahaya, tempat yanh sering dikunjungi oleh dewi ellianor.." tanya ares.
" bagaimana dengan jalan surga.." aedon berpedapat.
" jalan surga, apakah kita akan mati.." vulcan takut.
" sekarang adalah waktu yang tepat untuk mencarinya.." ares mulai bersiap, begitu juga dengan yang lain. bersiap untuk segera mencari dewi ellianor.
jalan menuju jalan surga cukup jauh tetapi ares dan lainnya tidak kehabisan semangat hanya untuk menyelamatkan dewi ellianor. ketika sampai di jalan surga, ares dan lainnya terpukau dengan segala seauatu disana. karna benda sekecil apapun bisa terus bersinar dan memancarkan cahaya tanpa ada yang menghalanginya. disanalah, dewi ellianor sedang menangis.
" dewi ellianor.." aedon begitu saja berhenti tanpa memberi aba aba.
" kalau mau berhenti jalan, bilang dulu.." vulcan kesal.
" dewi ellianor, mana?.." diana mencoba mencari dewi ellianor.
semuanya melihat dewi ellianor, ia sedang menangisi seorang anak lelaki yang terbaring lemah di ranjang kecil. semuanya terkejut melihat pemandangan tersebut.
" anak laki laki itu siapa?.." vulcan menatap cemas ke arah dewi ellianor.
" anak lelaki dewi ellianor, satu satunya cucu raja zeus.." aedon juga menatap cemas.
__ADS_1
" dewi ellianor punya anak.." venua terkejut.
" dewi ellianor adalah dewi perempuan yang jatuh cinta dengan manusia tetapi umur dari manusia laki laki itu tak panjang, ia meninggalkan dewi ellianor ketika masih mengandung anaknya.." cerita aedon membuat semuanya khawatir dengan keadaan dewi ellianor.
" ternyata, wajah ketakutan yang dulu aku lihat adalah wajah kecemasan karna anaknya sedang sakit.." aedon merasa menyesal.
venus, diana, dan ester menghampiri ellianor, mereka berusah untuk menenangkan ellianor atas penderitaan seorang anak laki laki dari rahim sang dewi ellianor. begitu juga dengan vulcan, apollo, ares dan aedon yang juga menghampiri ellianor.
" kenapa tak cerita dengan raja zeus tentang sakit yang diderita anakmu.." aedon mengajukan pertanyaan.
" kak aedon, tak pantas bertanya pada situasi seperti ini.." vulcan membuat aedon diam.
" tenang ellianor, kami akan berusaha menyembuhkan anakmu," kqta ester.
" bahkan bunga, daun dan buah yang kau ciptakan, tak akan membuat anakku sembuh ester.." jawab ellianor.
" bagaimana cara menyembuhkan anak laki lakimu," tanya diana.
" satu pegasus, darah pegasus.." ellianor menjawabnya dengan lantang.
" kita bisa mencarikan pegasus, ayo kita berangkat.." ares mencoba melangkah.
" semua jenis pegasus di dunia ini sudah punah.." jawaban aedon membuat semuanya terkejut.
" aku akan mencarinya sampai dapat, ini demi kesembuhan putraku.." jawab ellianor pada pendiriannya.
" bahkan pegasus sudah punah beribu ribu tahun, kau ingin mencarinya dimana.." aedon mencoba membuat ellianor sadar.
" ihklaskan putramu, ia layak untuk tinggal di surga.." aedon menjawab lagi.
" ayo kita kembali ke istana raja zeus.." aedon lagi dan lagi membuat ellianor harus menerima kenyataannya.
" aedon kau gila.." apollo memukul pundak aedon.
" kau tahu bagaimana sekarang keadaannya, semuanya sudah hilang ellianor, kau harus terima semua kenyataan yang menimpa dirimu.." lagi dan lagi aedon membuat ellianor merasa terpukul.
" kak aedon cukup.." venus kini berdiri di hadapan aedon.
__ADS_1
" aku tahu pegasus sudah mati, tapi bukan berarti pernyataan kak aedon membuat semuanya jadi mustahil, pasti ada caranya kak.." venus kini membuat aedon diam.
" bagaimana kalau kita bertanya pada centaurus.." jawaban ester membuat semuanya diam.