
" venus tunggu.." diana yang mencoba mengejar venus berhasil mennggenggam tangan venus untuk berhenti.
" jangan ninggalin mereka, mereka pasti dalam bahaya.." diana mencoba untuk menjelaskan.
" aku tahu kamu marah sama mereka awalnya pun aku juga gak percaya sama kamu kan, tapi aku bisa yakin sama kamu.." diana menengkan venus.
" nantinya mereka juga akan tahu kalau sebenarnya pelayan itu adalah mahkluk yang mencoba mengambil nnyawa bahkan kerajaan zeus.." diana mwncoba menenangkan venus lagi dan mencoba menyakinkan venus akan hal itu.
" kak aedon keterlaluan diana, dia bahkan lebih percaya sama pelayan itu dibanding aku.." venus masih menangis, ia sangat kecewa dengan perkataan aedon.
" aku ngerti tapi kita juga gak bisa ngebiarin mereka gitu aja kan.." diana menyakinkan venus lagi dan lagi.
setalah menampakkan dirinya yang sebenarnya ares, vulcan, bahkan aedon mencoba untuk menyerang mahkluk penggoda ini. aedon mengeluarkan hembusan airnya tepat dihadapan empusa, bahkan menyerang empusa dengan pedang apinya, dan ares mencoba menusukkan jantung empusa agar dia segera mati. tetapi semuanya sia sia. empusa bahkan tidak terluka sedkitpun, ia justru semakin mmamerkan tawaan gilanya di depan ares dan lainnya.
" apakah kau benar benar tidak ingin menyetuhku tuan aedon.."
" kau benar benar polos tuan aedon, bahkan kau menyakiti salah satu anggotamu hanya untukku.." empusa tertawa dengan sombong.
" sungguh sempurna kau berkorban untukku, cocok sekali jika kau menjadi bawahanku yang setia.." empusa sang ratu penggoda jelek itupun langsung menyihir aedon dengan tatapan gilanya.
" KAK AEDON JANGAN TATAP MATA ITU.." vulcan berteriak ke arah aedon namun gagal, dengan uluran tangan empusa, ia mampu membuat tali yang mengikat tubuh vulcan.
ares yang melihat kejadian tersebut segera berlari ke arah vulcan, mencoba untuk menyelamatkan tetapi empusa berhasil mengikat ares sebelum ia dapat melepaskan ikatan yang mengikat vulcan. terlambat, aedon kini sudah dibawah pengaruh empusa, bahkan dengan segera empusa menyuruh aedon untuk menyerang ares dan vulcan. aedon melayangkan tanganya untuk membuat gelombang air yang sangat deras, seketika mengenai vulcan dan ares, mereka berdua terhanyut dalam air yang dibuat aedon. vulcan berusaha menyelamtkan dirinya dengan menggunakan pedang apinya, tetapi sayang api kalah oleh air. tawaan kemenangan empusa berhasil membuat vulcan dan ares tak sadarkan diri sebab meminum banyak air yang dilakukan pada aedon.
__ADS_1
" BERHENTI.." venus dan diana datang.
" berani sekali, dua wanita jelek mengusik kebahagiaanku.." tawaan empusa semakin menjadi jadi.
diana mengarahkan panahnya ke arah jantung empusa, berkali kali ia melakukan hal serupa namun empusa tak dapat dikalahkan semudah itu. venus berlari ke arah aedon untuk menyadarkannya.
" kak aedon tolong sadar.." ia mencoba menyelamatkan aedon.
" aku maafkan kak aedon, sekarang kak aedon harus bantu aku.." venus mencoba untuk menatap mata aedon dengan ketulusannya.
ahkirnya tak butuh berapa lama, venus mengeluarkan senjatanya yaitu panah cinta, kekuatan venus ialah mengetahui ketulusan dan cinta dari orang orang terdekatnya, babhkan hatinya yang sensitif dan hatinya yang peka dapat mengetahui kebusukan dan pengkhianatan yang muncul dari hati seseorang. ia menusukkan panah cinta itu ke arah aedon, ahkirnya aedon jatuh terrgeletak.
venus berlari ke arah vulcan dan ares ia mencoba membangunkan keduanya karna mereka berdua terlalu meminum banyak air.
" vulcan sadar.."
venus mencoba memberikan nafas buatan kepada mereka beruda dengan hati yang sangat tulus agar mereka segera sadar. dengan cepat, vulcan dan ares sadar dari pingsannya,
" venus, kau kembali.." vulcan terlihat senang ketika melihat venus.
" syukurlah.." ares juga tersenyum.
" AKHH " suara diana, ia dalam bahaya dengan segera venus menyusul diana. namun diana sudah terbaring lemah. melihat itu, venus segera mengambil panah kebencian dan mencoba menusukkan ke arah empusa tetapi tidak berhasil, panah itu terpeleset. ares dan lainnya mencoba membantu venus. dengan mengikat empusa menggunakan kekuatan air aedon. lalu dengan segenap hati ares menusukkan panah kebencian itu dari empusa. empusa tergeletak jatuh ke tanah, ahkirnya selesai.
__ADS_1
" diana..diana..diana sadarlah.." venus mencoba memabngunkan diana.
tawaan kencang empusa membuat semuanya terkejut. empusa masih hidup.
" kalian pikir mudah mengalahkanku, panah kebencian itu tidak berguna disini venus.." suara tawaan empusa menggelora lagi. denagn sgap, aedon dan ares menyerang empusa lagi dan lagi. seketika melihat peperangan yang terjadi pada mereka, vulcan sedikit curiga, ia berusaha melihat apa yang membuat empusa begitu kuat hingga tak mdah untuk dikalahkan. seketika vulcan melihat ada seorang wanita cantik membawa beberapa buah dan sayuran berada di belakang empusa.
vulcan yang mebgetahui itu mencoba mendekati wanita tersebut. dan berusaha meluhat wajah dari wanita tersebut. ia adalah dewi ester, dewi yang suka dengan ladang hijau, sayur, buah, dan bunga. tetapi keikta vulcan melihat matanya, seperti dewi ester disihir oleh empusa agar mengikuti semua perintah yang dilakukan ampusa. vulcan yang sadar akan hal itu mencoba menceritakan semuanya kepada venus.
" EMPUSA.." panggil venus.
venus mengarahkan panah cintanya ke arah empusa, emusa yang melihat itu kegirangan bahkan tawa semakin menajdi jadi. " untuk apa kau memanahku dengan panah gilamu itu, apakah kau mau berteman denganku.." empusa tertawa terbahak bahak. "
panah cinta itu beralih ke arah dewi ester, venus menusukkan panah cinta itu ke arah dewi ester, sektika membuat dewi ester tergelatak pingsan. dan kini venus mengambil panah kebenciannya ke arah empusa lebih tepatnya ke arah jantung empusa. dengan percaya diri venus menusukkan panah tersebut. seketikaa tak ada yang lagi yang membantu empusa untuk terus hidup, ioa tewa dan menjadi abu.
" dewi ester.." ares dan lainnya mencoba membangunkan dwi ester, dewi ester yang masih merasa pusing segera bangun
" apakah kalian adalah anggota yang dikirim raja zeus.." semuanya menganggukan kepala atas pertanyaan dewi ester.
" syukurlah aku selamat, terima kasih.." dewi ester berterima kasih pada kelima anggota tersebut dan mereka segera membawa dewi ester untuk kembali ke istana raja zeus.
sesampainya di istana raja zeus, dewi ester diceritakan oleh tabib untuk segera menyembuhkan dewa apollo yang sedang sekarat. dengan senang hati dewi ester menyetujuinya.
" seharusnya aku yang berterima kasih kepada anggota anggotaku ini karna sudah menyelamatkan aku dari sihir empusa.." dewi ester memancarkan senyumnya.
__ADS_1
btuh waktu sekitar lima belas menit untuk membuatkan bunga agar apollo kemabli sadar. ketika dewi ester kembali ia segera meniupkan serbuk serbuk bunga akan dapat dihisap oleh apollo. berkat bunga dari dewi ester. apollo kini membuka matanya. tabib segera memeriksa keadaan apollo.
" syukurlah, tuan apollo membaik berkat bunga dari dewi ester " dengan senyum yang merekah semuanya tersenyum atas kesembuhan sekaligus kembalinya dewi ester.