Inginku

Inginku
bab 2


__ADS_3

Bell tanda pulang sekolah pun berbunyi.


Faza dan Kiara mengemasi barang barang mereka. dan Seseorang menghampiri Faza dan Kiara.


"Balik bareng yuk" ajak farhan.


Laki laki tampan, pandai main basket, dan termasuk jajaran incaran wanita di sekolahnya.


Belum sempat Fa menjawab, tangannya sudah digandeng oleh Andrian.


"Sorry bro ngga bisa, Fa balik bareng gue" ucap Andrian.


"Lah gue gimana?" tanya Kiara.


"Elu sama Farhan ajah Kie, lagian gue kan berangkat bareng Faza. Ya harus pulang bareng Faza juga dong ya?" jawab Andrian enteng.


".Dri.." gerutu Faza.


"Udah ayo ikut Fa" pinta Andrian sambil menarik tangan Fa.

__ADS_1


"Wait Dri.. Kiara gmn? dia kan ngga bawa mobil. Apa ngga sebaiknya kita pulang sama sama? kan searah juga" pinta Faza sambil melepaskan tangan Andrian.


"Bukan urusan gw.!!Dia kan bisa naik taksi, angkot, beca, odong odong, delman, kuda terbang, atau apalah terserah. Pokoknya gue mau kita pulang berdua ajah, toh mobil gue juga cuma muat 2orang." ucap Andrian sambil menarik kembali tangan Faza.


"Lepasin nggak.!! udah elo balik bareng Kiara aja. Biar gue balik bareng sama Farhan." tegas Faza.


"Ayo han kita balik" ajak Faza ke Farhan yg hanya dijawab anggukan oleh Farhan dan kemudian berlalu begitu saja tanpa memperdulikan Andrian.


"Fa, tunggu.!! Faza, tunggu.!!. arrggghhh Farhan sial*n" triak Andrian yang sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari Faza.


Andrian sangat kesal dengan perlakuan Faza yg meninggalkannya begitu saja dan lebih memilih pulang dengan Farhan. Walaupun sekarang Kiara adalah pacarnya, tapi Andrian sama sekali tidak pernah menyukai Kiara.


Kiara adalah anak dari sahabat baik mama tiri Andrian. mereka dijodohkan oleh kedua orang tuanya. meskipun Andrian menolak, mama tirinya tidak pernah memperdulikannya dan tetap menjodohkan Andrian dengan Kiara.


"Andrian, honey tunggu.!! aku pulang sama siapa?" triak Kiara.


"Bodo amat" jawab andrian singkat. Kemudian memasuki mobilnya meninggalkan Kiara dan melajukan mobil lambordghini keluaran terbarunya dengan kecepatan tinggi.


"Sial.!! awas kau Andrian, berani sekali kau mengacuhkanku. tunggu saja Andrian, aku akan melaporkan ini pada mom ku" umpat Kiara sambil mengepalkan tangannya kesal.

__ADS_1


Sementara itu di mobil Farhan, Faza hanya terdiam. Faza tampak berfikir dan merasa bersalah memperlakukan Andrian seperti itu. Tapi harus bagaimana lagi? cuma itu cara satu satunya agar Andrian bisa dekat dengan Kiara, karena bagaimanapun Kiara adalah sahabatnya dan Faza ngga mau persahabatannya dengan Kiara rusak begitu saja walaupun itu sangat bertentangan dengan hatinya.


Farhan memandangi Faza yang sedari tadi hanya diam tanpa expresi. Farhan nampak berfikir ada apa dengan Faza dan mencoba memberanikan diri menanyakannya pada Faza.


"Fa.." panggil Farhan namun tidak ada jawaban dari Faza.


"Faza.." panggil Farhan lagi namun lagi lagi tidak ada jawaban dari Faza.


"Hanan mafaza jiazhen.." panggil Farhan lagi sambil melambai lambaikan tangannya didepan muka Faza.


"Hadir bu.." sahut Faza


Sontak Farhan langsung tertawa mendengar jawaban konyol Faza. Tertawaan Farhan seketika membuat Faza tersadar dari lamunannya. Muka Faza seketika berubah merah padam dan Faza menutup mukanya dengan kedua tangannya untuk menahan malu.


"Kamu ini mikirin apa sih Fa sampe ngelamun gitu?" tanya Farhan.


"Emm, eng, enggak kok, ngga mikirin apa apa" jawab Faza mencoba menyembunyikan apa yg difikirkannya.


" Udah deh Fa ngga usah bohong, kamu ada masalah?" selidik Farhan.

__ADS_1


"Ngga kok han, aku ngga ppa. Ngga ada masalah juga" jawab Faza yg lagi lagi menyembunyikan isi fikirannya.


"Aku tahu kok kamu mikirin apa? pasti mikirin Andrian kan? udah mendingan kamu jujur deh Fa.. Aku janji akan dengerin kamu cerita, dan kalo kamu butuh bantuan aku akan selalu ada buat kamu" tebak Farhan sambil berusaha menenangkan Faza agar dia mau menceritakan apa yg ada difikirannya.


__ADS_2