
Faza dan Andrian menuju ke kelas masing masing dengan rona wajah bahagia dan senyum mengembang. Faza lega karena perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan, begitupun dengan Andrian.
Dikelas.
"Morning Fa.." sapa Farhan dan dijawab senyuman oleh Faza.
"Keliatannya lagi happy banget, cerita dong." ucap Farhan.
"Kepo ih.." jawab Fa.
"Ayolah.. kita kan friend." bujuk Farhan mengedipkan matanya dengan senyum mengembang diwajahnya.
"Ihh geli gue liatnya."
"Ya makanya ayo dong cerita, dan satu lagi elo masih utang satu jawaban ke gue" jawab Farhan mengingatkan Faza.
"Okey.. jadi gue sama...." belum selesai Faza menceritakan apa yg terjadi pada Farhan, mereka berdua dikagetkan dengan suara Kiara. "Morning guys.." sapa Kiara dengan senyum mengembang dibibirnya.
"Ah elo Kie, muncul tiba tiba udah kaya hantu ajah." ucap Farhan kesal.
"I'm sorry.." ucap Kiara meminta maaf.
"Okey nevermind." jawab Farhan dan Faza bersamaan.
"Cieee kompak banget, ohh iya gue bawa kabar baik buat kalian." ucap Kiara
"Apaan kie?" jawab Faza dan Farhan lagi lagi bersamaan.
"Cieee kompak lagi.. nih baca."
Kiara menyerahkan dua lembar undangan satu untuk Faza dan satu untuk Farhan. Alangkah terkejutnya Faza saat membaca isi undangan yang ternyata adalah undangan pertunangan Kiara dan Andrian yang hanya tinggal seminggu lagi.
__ADS_1
Bagai disambar petir disiang bolong. Hati Faza hancur mengetahui Kiara dan Andrian akan bertunangan. Rasanya sungguh sangat tidak percaya.
Bagaimana mungkin, baru saja merasakan bahagia karena perasaannya terbalaskan sekarang orang yg dicintainya malah akan bertunangan dengan sahabatnya.
"Kenapa andrian tega melakukan ini, apa salahku Dri? kenapa kamu tidak menceritakan ini? kamu jahat Dri.!! Aku kecewa sama kamu.!!" gumam Faza dalam hati.
Hatinya sakit, hancur, ingin sekali rasanya dia lari dari kenyataan. Matanya mulai berkaca kaca, kesedihannya sudah tak terbendung lagi.
"Selamat ya Kie, semoga lancar.." ucap Farhan.
"Thanks han.." jawab kiara.
Tatapan Farhan dan Kiara beralih memperhatikan Faza yg hanya diam dengan matanya yg berkaca kaca.
"Fa, kenapa? kok diam, elo ngga suka ya gue tunangan sama Andrian." tanya Kiara namun Faza masih tetap diam.
"Faza, hellooo.." ucap kiara lagi
"Elo kenap diam Fa? elo ngga suka ya gue tunangan sama Andrian?" tanya Kiara lagi.
"Emm, engg, enggak kok gue seneng malah akhirnya sahabat gue ini ngedapetin cowok impiannya juga." jawab Faza berusaha meyakinkan Kiara.
"Bener nih? kok matanya berkaca kaca gitu?"tanya Kiara menyelidik.
"Bener kok, gue terharu karena sahabat gue yg jomblo akut ini akhirnya bisa bertunangan dengan cowok impiannya." jawab Faza menarik hidung Kiara. Faza berusaha untuk tidak kelihatan sedih didepan kiara.
"Thanks Fa, elo sahabat gue yg paling baik.." ucap kiara sambil memeluk Faza.
"Gue ngga dipeluk juga nih." ucap Farhan merentangkan tangannya.
"pletakk.." Kiara dan Faza menjitak kening Farhan.
__ADS_1
"Aww.. sakit tau." pekik Farhan sambil memegang keningnya.
"Rasain, abisnya genit sih lo.."
Tak terasa bel pulang sekolah pun berbunyi.
"Fa, ayo pulang." ajak Kiara dan Farhan.
"Kalian duluan ajah, gue nungguin jemputan." jawab Faza.
"Tumben, dijemput siapa?" tanya Kiara.
"Kak ronald, dia baru dateng kebetulan lewat jadi sekalian jemput gue" jelas Faza.
"Yaudah kita disini kie sampai kakak Faza dateng." ucap Farhan yg diangguki oleh Kiara.
"Terserah kalian deh."
Ronald adalah kakak Faza, dia tinggal di amerika untuk melanjutkan kuliahnya. saat ini sedang masa liburan. Ronald memutuskan pulang ke Indonesia karena dia rindu dengan keluarganya.
Sambil menunggu Kak ronald datang, mereka bertiga berbincang sambil sesekali tertawa.
Andrian yg melihat pemandangan ketiga sahabat itu tersenyum senang. kemudian menghampiri mereka.
"hay guys.." sapa Andrian dibalas senyum oleh Kiara dan Farhan namun tidak dengan Faza yg memalingkan mukanya dari Andrian.
"Fa, ayo pulang." ajak Andrian namun tidak ada jawaban dari Faza.
"Kak.. kak Ronald.." triak Faza sambil melambaikan tangannya kearah pria yg sedang kebingungan.
.
__ADS_1