Inginku

Inginku
bab4


__ADS_3

"Farhan.. kalo boleh tau siapa itu Farhan? terus sedekat apa Faza dengan Farhan." tanya mom Airin.


"Farhan itu temen sekelas Faza, yang Andrian tau si mereka ngga begitu dekat." jawab Andrian.


"Tante boleh tanya lagi nggak sama kamu, tapi tante harap kamu jawab jujur ya.. Apa kamu suka sama Faza ?" tanya mom.


"ehh, emh, itu.." jawaban Andrian terpotong karena Faza sudah berada didepan mereka.


"Lagi pada ngobrolin apaan si? Andrian ayo kita berangkat" potong Faza.


"Mom,, kita berangkat dulu ya." Faza pamit sambil mencium tangan momnya kemudian diikuti oleh Andrian.


"Hati hati honey, dan kamu Andrian kamu masih hutang satu jawaban okey." ucap Mom yg hanya diangguki oleh keduanya.


Dimobil


Mobil yg ditumpangi Faza dan Andrian sudah berada diparkiran sekolah. Andrian bersiap turun dan membuka sabuk pengamannya. Andrian membuka pintu mobil. namun pada saat dia hampir turun.. "Tunggu dri.!!" tangan Andrian ditarik oleh Faza hingga Andrian terduduk kembali.


"Apaan Fa?" jawab andrian dengan senyum mengembang dimukanya.


"aku boleh tanya sesuatu sama kamu?" ucap Faza ragu.


"Boleh dong, apapun yg kamu tanya pasti dengan senang hati aku jawab."


"Dri, kamu sama Mom tadi ngomongin apaan si? serius banget kliatannya?" tanya Faza

__ADS_1


"Ehh, itu, eng.. enggak kok cuma ngobrol biasa doang." jawab Andrian.


"Ngga usah bohong deh, udah jujur ajah." jawab Fa sambil menatap Andrian kemudian mencubitnya.


"Aww sakit Fa" pekik Andrian.


"Aku ngga akan berhenti cubit kamu sebelum kamu jawab jujur pertanyaanku." ancam Faza.


"Iya, iya stop, okey aku jawab." jawab Andrian menghentikan cubitan Faza.


"Yaudah buruan jawab." ucap Faza kesal.


"Okey, tadi Mom nanya kenapa kamu kemarin cemberut pas pulang sekolah? siapa Farhan? terus ada hubungan apa kamu sama Farhan?" jelas Andrian.


"Ya aku jawab ngga tau, aku ngga begitu kenal sama Farhan, terus kamu juga ngga pernah cerita kan tentang Farhan."


"Ohh.. itu doang. terus tadi yang mom bilang kamu hutang jawaban?"


"iyah.. mom bilang "Andrian apa kamu suka sama Faza." jawab Andrian menirukan gaya bicara khas mom Airin.


"Mom ada ada ajah deh.. Terus kamu jawab apa Dri,? ucap Faza terkekeh karena lucu dengan gaya bicara Andrian.


"Aku belum jawab." ucap Andrian sambil tersenyum dan menarik hidung Faza.


"Sakit tau" ucap faza cemberut.

__ADS_1


"Aku suka sama kamu Faza" bisik Andrian ditelinga Faza.


Faza yang tadinya cemberut kini wajahnya memerah karena malu dan senang karena perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.


Sebenarnya Faza ragu antara mengungkapkan perasaannya pada Andrian atau memendamnya. Tapi jika Faza tidak mengungkapkannya sekarang dia takut kalau tidak mempunyai kesempatan lagi karena besok adalah hari terakhir kesekolah.


"Fa, Faza, kok bengong?" tanya Andrian.


Faza hanya tersenyum. Namun ketika Andrian beranjak membuka pintu mobilnya lagi lagi Faza menarik tangan Andrian.


"Dri.." panggil Faza.


"Apa Fa?" tanya Andrian bingung.


Faza memberikan secarik kertas yg bertuliskan "Aku juga suka sama kamu Andrian." pada Andrian. Wajah Andrian yg tadinya bingung kini berubah seketika. Senyuman yg begitu manis dan mempesona kini terlihat diwajahnya. Andrian spontan memeluk Faza.


"Aku bahagia banget perasaanku ngga bertepuk sebelah tangan. Aku janji ngga akan pernah kecewain kamu Fa." ucap Andrian.


"Tapi Dri.."


"Tapi apa sayang?"


"Bagaimana dengan Kiara? aku takut dia nanti akan membenciku. Aku mau hanya aku dan kamu saja yg tau tentang hubungan kita Dri, aku mohon.."


"Okey, apapun itu akan aku lakuin demi kamu sayang." jawab andrian semakin mempererat pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2