
Pria itu berlari kecil menghampiri Faza. Begitu sampai didepan mereka, Faza reflek memeluk pria itu..
"Miss you kak.." ucap Faza sambil memeluk ronald.
"Miss you too Faza.." jawab kak ronald membalas pelukan Faza sambil mengacak rambut adiknya.
"Ehemm.." dehem Andrian.
Ronald dan Faza melepaskan pelukannya.
"Guys kita duluan ya, ayo kak pulang" ucap Faza melambaikan tangannya tanpa memperdulikan Andrian.
"Okey, be carefull.." ucap Farhan dan Kiara.
Andrian hanya diam menatap punggung kekasihnya yg sudah menjauh. "Apa-apaan ini? siapa pria itu? kenapa Faza tiba tiba seperti itu? arrrrrggghh sial."gumam Andrian dalam hati.
"Kenapa Dri? btw selamat ya buat pertunangan loe dan Kiara." ucap Farhan menepuk pundak Andrian sambil berlalu pergi.
"Arrgghhh.. Damn.!!" gumam Andrian sambil memukul tembok didepannya dan berlalu pergi.
"Dri tunggu.." Kiara mengejar Andrian menuju parkiran.
Andrian pergi tanpa menghiraukan kiara. Andrian kemudian menelpon Faza, namun nomer Faza tiba tiba tidak dapat dihubungi.
__ADS_1
Andrian kesal "Arrgghhh sial, Fa ada apa dengan kamu. Apa kamu sudah tahu aku akan bertunangan dengan Kiara? maafkan aku Fa.. seharusnya aku ceritain ke kamu sebelum kamu tahu dari orang lain." gumam andrian berbicara sendiri sambil memukul stir mobilnya.
Sementara itu di mobil Ronald.
"Dek, cowok tadi itu siapa?" tanya Ronald.
"Yang mana kak?" jawab Faza.
"Yang diem ajah itu dek."
"Ohh dia Andrian kak."
"Andrian yang sahabat kamu dari SMP itu?"
"Lohh kenapa kok kamu murung? Cerita sama kakak"
"Hemm ceritanya panjang kak."
Faza menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dengan Andrian. Tak terasa bulir air matanya mulai berjatuhan. Ronald yang menyimak cerita Faza hanya dapat menggelengkan kepala. Dia agak tidak percaya di tahun 2020 ini masih ada saja yang dijodohkan karena kedekatan kedua orang tua.
Ronald terdiam. Dia tidak ingin adiknya terus berlarut dalam kesedihan. Dia berencana untuk menceritakan kepada orang tuanya. Dia juga berencana ingin membawa adiknya tinggal bersamanya di Amerika agar adiknya dapat move on dari Andrian.
Tapi semuanya tidak akan terjadi tanpa persetuan dari orang tuanya. Ronald tau betul orang tuanya tidak bisa jauh dari Faza.
__ADS_1
"Tenang Fa, kakak ngga akan biarin kamu bersedih hanya karena seorang pria. kakak akan meminta izin Mom dan Dad, kemudian membawa kamu ke Amerika untuk melanjutkan kehidupanmu disana tanpa harus bersama dengan Andrian." ucap Ronald sambil mengusap air mata adiknya.
"Tapi kak.." ucap Faza sesegukan.
"Tapi kenapa dek.?" jawab Ronald.
"Apa nanti Mom dan Dad akan mengizinkan?" tanya Faza ragu.
"Tenang saja, itu urusan kakak. Besok kan kelulusan, kamu fokus ajah buat acara besok. Nanti biar kakak yg bicarakan pada Mom dan Dad" jawab Ronald yg diangguki oleh Faza.
Tanpa terasa mobil yg mereka tumpangi kini sudah berada di kediaman keluarga jiazhen. Faza masuk kedalam diikuti dengan Ronald. Faza yg melihat kedua orang tuanya sedang bersantai di sofa kemudian menghampiri kedua orangtuanya.
"Mom, Dad.." sapa Faza dengan mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Sayang, sudah pulang? Kak Ronald mana?" ucap Mom Airin.
"Iyah mom, itu.." jawab Faza sambil menunjuk ke arah Ronald.
"Faza keatas dulu Mom." ucap Faza yg diangguki oleh Momnya.
Faza dengan langkah lemas menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya dikamar Faza melempar tasnya asal dan melepas sepatunya kemudian membaringkang tubuhnya di kasur.
Faza merogoh kantongnya dan mengambil ponselnya. 25 panggilan tak terjawab dari Andrian. Faza mengambil headset memutar lagi Peterpan "semua tentang kita" . Faza berusaha melupakan apa yg terjadi hari ini. Menangis, menghela napas sambil sesekali bernyanyi dan tanpa terasa matanya mulai terpejam.
__ADS_1