Inginku

Inginku
bab 3


__ADS_3

Belum sempat Faza menjawab pertanyaan Farhan, tak terasa mobil yg mereka kendarai kini sudah berada didepan kediaman keluarga Jiazhen. Faza segera membuka pintu mobilnya agar bisa menghindar dari pertanyaan Farhan.


Ketika Faza turun dari mobil, Farhan tiba tiba menarik tangan Faza hingga membuat Faza kembali terduduk dikursi mobilnya.


"Han apaan sih? kan sudah sampai, kenapa kamu menarikku masuk lagi kedalam mobilmu?" tanya Faza dengan muka cemberut.


"Kamu lucu deh kalau lagi cemberut" goda Farhan.


Faza hanya tersemyum kecil.


"Fa.. kamu ini belum jawab pertanyaanku" jawab Farhan.


Faza yg menyadari kalau Farhan sudah melepaskan tangannya langsung bergegas menjauhi mobil Farhan sambil berlari kecil kedepan rumah sambil melambaikan tangannya. " daaa Farhan, lain kali ajah ya jawabnya. nanti aku ceritain okey..?"


"Okey, janji ya?" teriak Farhan yg hanya dijawab senyuman oleh Faza.


Sementara itu dimobil Andrian,


Andrian merasa kesal karena Faza lebih memilih pulang dengan Farhan. Andrian tidak habis fikir kenapa Faza menolak diantar oleh dirinya? kenapa Faza lebih memilih Farhan " arrrgghhh ini pasti gara gara Kiara, aku benci kamu Kiara.!!" gumam andrian sambil memukul stir mobilnya dengan kesal.


Faza masuk kerumah dengan muka murung. mom yg sedari tadi melihat ada yg tidak beres dengan putrinya pun merasa heran dan bertanya tanya dalam hatinya dengan perasaan cemas.


"Ada apa dengan Faza, bukannya dia tadi pagi baik baik saja? aku harus menanyakannya pada Faza" gumam mom dalam hati.

__ADS_1


Mom langsung bergegas mendekati Faza.


"Faza kenapa kamu murung sayang? ada masalah dengan sekolahmu? cerita pada mom"


"Nggak mom, Faza ngga ppa" jawab Faza menutupi apa yg sebenernya terjadi.


"Jangan bohong Fa, mom tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu. Ayo cerita pada mom"


Faza hanya tersenyum tipis pada momnya. Dalam hati Faza bimbang apakah Faza harus menceritakannya pada momnya tapi dia takut kalau momnya menceritakannya pada daddynya.


Faza akhirnya memilih untuk tidak menceritakan pada momnya.


"Mom, Faza kekamar dulu ya.." pamit Faza yg kemudian diangguki oleh momnya.


Seperti biasa, pagi pagi sekali Andrian menjemput Faza kerumah. Andrian sengaja menjemput Faza pagi pagi sekali karena dia tidak ingin didahului oleh Farhan.


Andrian memarkirkan mobilnya didepan rumah Faza. Kemudian turun dan mengetuk pintu rumah Faza "tok tok tok"


"Iya tunggu sebentar" sahut Bi Noni sambil membukakan pintu. Bi Noni adalah salah satu Art keluarga Linch.


"Fazanya ada bi?" tanya Andrian.


"Ada den, sebentar saya panggilkan non Faza. Aden silahkan duduk dulu." ucap bi noni.

__ADS_1


Bi Noni bergegas masuk kedalam untuk memanggil Faza.


"Ada siapa bi di depan?" tanya mom Airin.


"Ehh nyonya, ada den Andrian didepan." jawab Bi Noni.


"Ohh Andrian" ucap Mom Airin.


"Iyah nyonya, saya permisi dulu mau keatas manggil non Faza." ucap Bi Noni yg dijawab anggukan oleh Mom Airin.


" Ada Andrian di depan. Apa saya tanyakan langsung saja ya sama Andrian? mungkin dia tau kenapa Fa murung.. Andrian kan sangat dekat dengan Faza. Saya harus cepat cepat menemui Andrian nih sebelum Faza turun." gumam mom dalam hati sambil berjalan menghampiri Andrian.


Di Ruang tamu.


"Andrian, sehat nak?" tanya Mom.


"Ehh tante, alhamdulillah sehat tante" jawab Andrian sambil mencium tangan mom.


"Andrian, tante boleh tanya sesuatu ngga sama kamu?"


"Boleh tante, tante mau tanya apa?"


"Emm, kamu tau nggak kenapa Faza kemarin pulang sekolah murung? padahal kemarin pagi kan tante liat dia baik baik ajah pas berangkat sama kamu. Terus kenapa kemarin Faza ngga pulang bareng kamu? apa kalian ada masalah?" tanya mom mengintimidasi andrian.

__ADS_1


"Emm itu.. Andrian juga ngga tau tante. Kemarin pas Andrian nganjak Fa pulang bareng ehh Fa malah pilih pulang sama Farhan." jawab andrian lesu.


__ADS_2