
Faza dan Farhan memutuskan untuk segera pulang namun langkah mereka terhenti karena terdengar seseorang yg memanggil mereka.
"Faza, Farhan tunggu.." triak kiara menghampiri Faza dan Farhan diikuti oleh Andrian dibelakang Kiara.
"Ada apa kie?" jawab Faza.
"Kalian berdua kenapa sih? kok kalian kayak ngehindar dari gue?" tanya kiara heran karena Faza dan Farhan tidak menghampirinya tadi.
"enggg..."
"Kita buru buru kie, maaf kita harus pergi sekarang. Ayo Fa.." sahut Farhan menggandeng tangan Faza.
"Tunggu.." ucap Andrian merebut tangan Faza dari Farhan. " Fa, kita perlu bicara." ucap Andrian lagi.
"Maaf ngga bisa, gue buru buru Dri." jawab Faza melepaskan tangannya dari Andrian.
"Tapi Fa, aku bisa jelasin semuanya. aku mohon, kali ini ajah." ucap Andrian memohon.
Faza tampak melihat kearah Farhan. Farhan mengangguk, Farhan mengisyaratkan agar Faza mendengarkan penjelasan Andrian.
"Okey, 5 menit." jawab Fa yg diangguki oleh Andrian.
__ADS_1
Andrian membawa Faza agak jauh dari Farhan dan Kiara. Andrian mulai menjelaskan semuanya dan tanpa terasa air mata keduanya menetes begitu saja.
"Maafin aku Fa." ucap Andrian memeluk Faza
"Gue udah maafin elo kok Dri." jawab Faza mengusap air matanya.
"Aku salah, aku tau kamu kecewa, tapi aku ngga bisa berbuat apa apa." ucap Andrian.
"Elo ngga salah kok, dan ngga usah terus terusan nyalahin diri lo. selamat buat pertunangan lo dan Kiara, gue harap kalian bahagia. Dan thanks buat semuanya Dri." jawab Faza melepaskan pelukannya dan kembali mengusap air matanya kemudian pergi berlari meninggalkan Andrian.
Andrian tersandar ditembok, dia seolah kehilangan separuh jiwanya. tubuhnya sangat lemas, rasanya tak mampu lagi berjalan. Andrian memukul tembok yg ada di hadapannya. " Arrrrrggghhhh.. kenapa rasanya sesakit ini." gumam Andrian.
Sementara itu Farhan yg melihat Faza berlari langsung mengejar Faza. Farhan takut terjadi sesuatu pada Faza. Farhan yg mendapati Faza terduduk didepan mobilnya langsung memapah Faza masuk kedalam mobilnya dan mengantar Faza pulang.
Andrian dan Kiara memutuskan kuliah di universitas terkenal di indonesia sedangkan Faza dan Farhan melanjutkan kuliahnya di Amerika. Farhan kuliah di Amerika karena keinginan orang tuanya.
Universitas oxford Amerika
Farhan berjalan terburu buru karena dia takut kesiangan dan tiba tiba "brukk.." buku buku yg dibawa Farhan berjatuhan.
"i'm sorry.." Ucap Faza membantu merapikan buku Farhan.
__ADS_1
"sepertinya aku mengenal suara ini." gumam Farhan dalam hati dan kembali meraih buku bukunya dan tanpa sengaja tangannya menyentuh tangan Faza. Faza dan Farhan melihat kearah tangannya masing masing dan dilihatnya gelang dengan simbol huruf (f).
"gelang itu" gumam Faza dan Farhan dalam hati.
Saat mereka akan mengangkat wajahnya tiba tiba "aww.." triak Faza dan Farhan bersamaan karena kepala mereka saling terbentur.
"Faza.." Ucap Farhan kaget sambil memegangi kepalanya yg sakit karena terbentur.
"Farhan.." jawab Faza kaget tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Farhan.
"Fa, are you okey?" tanya Farhan yg diangguki oleh Faza.
"Emm.. elo kuliah disini Fa? tanya Farhan lagi.
"Yes, seperti yg elo liat. gue ngga nyangka bisa sekampus sama elo Han" jawab Faza.
"Jodoh emang nggak kemana" ucap Farhan enteng.
"Yeee elo mah pikirannya cinta mulu, kita kesini jauh jauh kan tujuannya buat fokus belajar." jawab Faza cemberut.
"Gue bercanda kali Fa, elo lucu deh kalo cemberut gitu." ucap Farhan sambil mengacak ngacak rambut Faza.
__ADS_1
Waktu terus berlalu, Farhan dan Faza semakin hari semakin dekat. Sementara itu di Indonesia Andrian berubah 180°, Andrian yg dulu terkenal pendiam dan cuek kini menjelma menjadi play boy.
Itu semua karena kini hatinya telah tertutup untuk orang lain dan hanya ada Faza disana. Andrian menjadi play boy hanya untuk menghibur dirinya yg semakin terpuruk karena 1 tahun sudah tidak pernah bertemu dengan Faza. Bahkan keberadaan Faza pun Andrian tidak tahu.