Inginku

Inginku
bab7


__ADS_3

Sementara itu diruang tv, Ronald menceritakan semua yg terjadi kepada kedua orang tuanya dan mengungkapkan tujuannya membawa Faza ke Amerika. Awalnya kedua orang tuanya tidak setuju, tapi Ronald terus meyakinkan kedua orang tuanya dan akhirnya merekapun luluh demi kebaikan Faza.


Tak terasa hari mulai gelap dan sudah waktunya makan malam. Mom airin, Dad alex, dan Ronald sudah berada di meja makan tapi tidak dengan Faza. Faza belum juga terlihat sejak siang tadi. Mom airin menyuruh Bi Noni untuk menyusul Faza ke kamarnya. Bi Noni bergegas ke kamar Faza dan mengetuk pintu kamar Faza, tapi tidak ada jawaban dari Faza.


Bi Noni turun dengan langkah gontai dan menghampiri Mom Airin.


"Loh Faza mana bi" tanya mom Airin.


"Anu nya, anu.." jawab bi Noni gugup.


"Anu apa bi? jawab yg jelas dong bi jangan bikin khawatir" tegas Dad alex.


"Anu, saya sudah panggil panggil non Faza tapi tidak ada jawaban tuan. Pintunya dikunci." jawab bi Noni ragu.


"Bi cepat ambilkan kunci cadangan." pinta Dad Alex diangguki oleh bi Noni.


tidak lama kemudian bi noni datang dengan membawa kunci cadangan. "Ini tuan." bi Nani menyerahkan kuncinya kepada Dad Alex.

__ADS_1


Dad Alex berdiri dan akan menuju ke kamar Faza. "Dad, Ronald ikut" ucap Ronald.


"Mom juga ikut." ucap mom Airin.


Mereka bertiga bergegas menuju kekamar Faza. Dengan perasaan campur aduk dan gelisah Dad segera membuka kamar Faza dengan kunci cadangan.


Alangkah terkejutnya mereka ketika pintu terbuka mereka melihat Faza sedang asik dengan laptop dan hedset ditelinganya.


"huffh.. syukurlah.." mereka bertiga menghela napas.


"Kamu yg kenapa dek, dari tadi kita tungguin di meja makan ngga turun turun. trus tadi Bi Noni ketuk pintu juga ngga ada jawaban. kita kan jadi khawatir" jelas Ronald.


"Iyah tuh bener, Mom takut kamu kenapa kenapa sayang." sambung Mom Airin


"Maaf kak, Mom, Dad, Faza ngga denger." jawab Faza sambil tertawa kecil.


"Yasudah, yasudah, yg penting kamu ngga kenapa kenapa kan sayang?" tanya Dad alex memastikan.

__ADS_1


"Faza baik baik ajah kok Dad." jawab Faza.


"Syukur kalo kamu baik baik saja, ayo kita ke meja makan. Nanti keburu dingin makanannya." Ucap Mom Airin yg diangguki oleh semuanya.


Dimeja makan mereka membicarakan tentang Amerika. Dimana faza akan kuliah dan tinggal disana bersama dengan Ronald dan kedua orang tuanya. Kedua orang tua Faza telah memutuskan untuk mengurus perusahaannya yg ada di Amerika karena mereka tidak bisa jauh dari putri kesayangannya.


Sementara itu di kediaman keluarga Richard.


Lebih cepat, lebih baik. Sebagai bayaran karena telah menyelamatkan Richard company, keluarga lee meminta syarat agar pertunangan dipercepat. Dan mau tidak mau mereka telah sepakat agar Pertunangan Andrian dan Kiara dimajukan malam ini.


Semua persiapan telah rampung. Andrian yg tidak tahu apa apa sangat kaget ketika mendengar kabar ini dari Mom dan Dad nya. Andrian hanya bisa pasrah, dia tidak bisa membantah. Andrian takut kalo dia membantah penyakit Momnya akan kambuh, dia tidak ingin kehilangan Momnya. karena bagi Andrian, Momnya adalah segalanya.


Jam menunjukan pukul 19:00, Andrian dan Kiara telah berada di ruangan pesta. Acarapun akhirnya dimulai dan berjalan dengan lancar.


Setelah acara selesai Andrian masuk kedalam kamar, membaringkan tubuhnya, mengusap rambutnya kasar sambil menatap langit langit kamarya. "Fa.. maafin aku" gumam Andrian menatap foto Faza di dinding kamarnya.


Andrian bangun kemudian meraih foto Faza dan memeluknya. "seandainya saja aku bisa memilih" gumam Andrian. Hati Andrian sangat hancur, dadanya terasa sangat sesak. Tak terasa air matanya mulai mengalir. Angan angannya melayang mengingat kembali kebersamaannya dengan Faza.

__ADS_1


__ADS_2