
Hari ini hari kelulusan. Tidak seperti biasanya, Faza memutuskan menghubungi Farhan untuk menjemputnya agar berangkat lebih awal.
Bukannya Faza ingin menghindar, hanya saja dia tidak siap untuk bertemu dengan Andrian. Hatinya masih belum bisa menerima kenyataan.
Tak lama kemudian mobil Farhan telah sampai didepan rumah Faza. Farhan turun dan mengetok pintu rumah Faza. "Tok tok tok"
"Iyaa.. siapa ya?" jawab Mom Airin membukakan pintu karena kebetulan Bi noni sedang libur.
"Saya Farhan tante, Fazanya ada?" jawab Farhan sambil mencium punggung tangan Mom Airin.
"Ada, tunggu sebentar ya. Faza, sayang.. ada Farhan di depan nak." teriak Mom Airin.
"Iyahh Mom, tunggu sebentar." jawab Faza kemudian segera menghabiskan sarapannya dan dengan langkah gontai menghampiri Farhan.
"Ayo Han kita berangkat." ucap Faza tidak jelas karena mulutnya masih penuh dengan roti.
Mom Airin tertawa geli melihat kelakuan Faza yang masih seperti anak kecil sedangkan Farhan hanya tersenyum kecil karena bagi dia Faza sangat menggemaskan.
"Sayang makannya dihabisin dulu dong, jangan kaya anak kecil gitu. kan malu sama Farhan" Ucap Mom Airin.
__ADS_1
"Iyah Mom maaf, yaudah Faza berangkat dulu ya Mom" jawab Faza sambil mencium punggung tangan Momnya diikuti oleh Farhan.
"Be carefull sayang." ucap Mom Airin yg diangguki oleh keduanya.
Farhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Fa, tumben minta gue jemput? biasanya bareng sama Andrian." ucap Farhan membuka pembicaraan.
"Ya kali gue bareng sama Andrian. Berasa pelakor dong gue." jawab Faza.
"Iyah juga sih, apalagi kan Andrian dan Kiara semalam udah tunangan." ucap Farhan.
"Apa Han? semalam?" tanya Faza kaget.
"Kok gue nggak tahu, kenapa kiara ngga hubungin gue?" tanya Faza bingung.
"Kiara sama gue udah hubungin elo berkali kali Fa, tapi nomer elo ngga aktif." jelas Farhan.
"Ya ampun sorry gue ngga tau." jawab Faza menutupi yg sebenarnya.
__ADS_1
Faza menghela nafasnya. Luka kemarin saja belum sembuh, sekarang malah dapat luka yang lebih dalam lagi. Tatapan matanya kosong, dadanya teramat sesak lebih sesak dari yg kemarin. Air matanya yg sudah tak terbendung lagi kini menghujani wajah cantiknya.
Mobil Farhan telah sampai diparkiran sekolah. namun ketika Farhan akan turun dia melihat Faza yg hanya terdiam dan terus meneteskan air mata. Farhan mengurungkan niatnya untuk turun. Dia tidak tega melihat sahabatnya (lebih tepatnya orang yang dicintainya dalam diam) menangis.
"Fa, elo kenapa? ada masalah? cerita sama gue." tanya Farhan.
Faza yg sedang rapuh reflek memeluk Farhan dan menceritakan semuanya pada Farhan. Sebenarnya hati Farhan juga hancur saat mengetahui Faza mencintai Andrian, tapi dia tidak ingin terlihat sedih didepan orang yang dicintainya. Lagi pula menurut Farhan melihat orang yg dicintainya menangis itu lebih sakit dibanding melihat orang yg dicintainya bahagia bersama orang lain.
Farhan berusaha untuk menjadi pendengar yg baik dan mencoba menenangkan Faza. Farhan melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Faza. "Cinta tak harus memiliki" ucap Farhan.
"Tapi han.." jawab Faza sesegukan.
"Elo wanita baik Fa, gue yakin elo pasti dapetin yang lebih dari Andrian. Dan jangan takut, i'll be there for you." ucap Farhan menatap dan meyakinkan Faza.
"Thanks Han, thanks for all." jawab Faza kembali memeluk Farhan.
"Udah dong sedihnya, kan ada gue yang akan selalu ada buat elo. Ayo kita ke aula, bukannya sebentar lagi acara kelulusan dimulai?" ucap Farhan melepas pelukannya dan kembali mengusap air mata Faza.
Faza melihat kearah kaca yg terpajang dimobil Farhan "Ya ampun, kusut banget gue." ucap Faza sambil merapikan rambut dan membersihkan wajahnya dengan tangan.
__ADS_1
"Nih.." Farhan menyodorkan tisu dan sisir sambil tersenyum kecil melihat kelakuan Faza.
Mereka berduapun menuju ke aula, tempat dimana semua siswa dan siswi berkumpul untuk acara kelulusan. Farhan dan Faza duduk dibarisan tengah. Farhan sengaja mengajak Faza duduk dibarisan tengah karena tidak ingin berdekatan dengan Kiara yg kini duduk disebelah Andrian di barisan depan. Farhan tidak ingin Faza sedih lagi. Acarapun dimulai dan berjalan lancar dan hikmat hingga selesai.