
Chapter 15- Apa yang terjadi sebenarnya!!?
Aku kira dengan kemarin berakhir dengan baik maka hari ini akan bagus, tapi ternyata hal buruk tidak berhenti disitu hal buruk itu bukan terjadi pada hari ini tapi terjadi pada
seminggu setelahnya.Orang tua ku meninggal dunia karena kecelakaan pesawat, dan pada saat itu aku benar-benar merasa tertekan dan tidak ada seorangpun yang mengerti apa yang kurasakan aku juga tidak tau harus bercerita kesiapa dan harus melakukan apa. Aku benar-benar frustrasi, setelah 40 harian orang tuaku aku usahakan selalu mengunjungi makam mereka setelah pulang sekolah dan saat itu aku bener-bener dipenuhi rasa depresi dan kebingungan , aku memutuskan bermain game lagi setelah 1 bulan lebih tidak memainkannya karena aku pikir dengan bermain game dan mengunjungi tempat yang indah dapat menenangkan pikiran ku.
Sedangkan pada saat itu juga Urie, Tamaki, Ayumi dan Tina sedang berkumpul dikota awal.
"Hufftt... Shiroe nichan tidak login sebulan lebih rasanya semakin sepi, apa yang terjadi pada nya." [Ayumi]
"Iya bahkan pesan ku tidak dijawab oleh nya aku juga sudah mencoba untuk menelfonnya tapi tidak diangkat." [Tina]
"Semoga tidak terjadi apa-apa padanya." [Tamaki]
"Bahkan selama disekolah dia hanya diam dan tidak melihat kearahku saat ku sapa..., Oii kenapa jadi sedih begini jangan sedih teruss karena kesedihan kita membuat party ini jadi menjadi hancur bahkan kita sudah mati sebanyak 2 kali didungeon.Apa kalian masih mau sedih terus? dan kalau kalian ingat rasa sakit yang membuat kita mati digame ini akan terbawa ke dunia nyata juga, seperti saat aku menahan serangan dari minotour itu rasa sakit nya tidak hilang seminggu."[Urie]
"Maaf Urie kami jadi tidak profesional seperti ini, kami lupa betapa sulitnya kau menjadi tanker untuk kami yang ceroboh ini." [Tamaki]
"Aa.. Aku lupa kalau selama ini Urie-san selalu menjaga kita dengan baik, maafkan aku Urie-san. " [Ayumi]
"Hey sudahlah kalian tidak perlu merasa bersalah lagi, sekarang kalian harus semangat dan menjalankan peran kalian dalam party ini dengan benar." [Urie]
"Oke Urie- nichan." [Tina]
"Hee.. Kau memanggil ku dengan akhiran nichan? bukannya umur kita sama?" [Urie]
"Aa.. Soal itu karena Tina itu lebih muda 1 tahun dari Urie-nichan, Ayumi dan Tamaki hanya berbeda bulan makanya mereka memanggil Urie-nichan seperti biasa." [Tina]
"HOoo.. Ternyata begitu... Yosh waktunya ke dungeon kembali." [Urie]
"YOSH!!" [Tina, Tamaki dan Ayumi]
Saat aku login yang terjadi tidak sesuai harapanku bukannya tenang, perasaan ku malah semakin tidak stabil aku malah tidak terkendali dan aku tidak tahu apa yang kurasakan , teman-teman ku semua menyapa ku tapi aku tidak memerdulikannya lalu aku langsung berlari menuju dungeon dan melampiaskan semua apa yang kurasakan pada monster disana
__ADS_1
"Pokoknya nanti kalian harus lebih serius lagi dan konsentra... I.iiitu bukan kah Shiroe?" [Urie]
"Ha.. Iya itu Shiroe niisan, Oii Shiroe-niisan!!" [Tamaki]
" Ha..? Shiroe-nichan kenapa malah berlari menjauh dari kita."[Ayumi]
"Shiroe nichan Tunggu!! [Tina]
"Oii Shiroe kemana kau pergi tunggu kami." [Urie]
Aku menggunakan Speed Up dan berusaha menjauh dari mereka tapi mereka malah mengejarku dan akhirnya aku berhenti dan memaksa mereka untuk berhenti mengikuti ku karena akan berbahaya, dungeon yang ku telusuri ada hard mode dungeon.
"Berhenti!!... ,berhenti mengikuti ku!!"
Mereka semua terkejut dan ketakutan karena aku membentak mereka dengan sangat kuat.
"Shiroe apa yang terjadi kau tidak biasa hari,bukan tapi sebulan ini bahkan kau menganggap ku tidak ada saat aku menegur mu disekolah?" [Urie]
"Iya Shiroe nichan juga kenapa tidak online lagi sebulan lebih."[Tina]
"Shiroe nicha..." [Ayumi]
"Diam lah, kalian terlalu berisik!! Kalian pergi sana saja kalian juga tidak akan mengerti apa yang terjadi padaku." [Shiroe]
"Oii.. Shiroe kau terlalu berlebihan sekarang, kau membuat mereka takut dan bagaimana kami bisa mengerti kalau kau saja belum mencoba untuk menceritakan nya. Ayolah kesini bersama kami." [Urie]
"Sudah ku bilang jangan mendekat!!! SHOCK WAVE, FIRE WALL,!!!" [Shiroe]
Urie terpental karena Shock Wave ku dan yang lain terlihat sangat takut apa lagi aku memasang Fire Wall disekitar ku yang membuat mereka tidak bisa mendekat.
"Urie nichan!!" [Tina, Ayumi]
Tamaki langsung berlari kearah Urie.
__ADS_1
"Urie niisan kau terluka parah kah?" [Tamaki]
"Aa..Oii Shiroe kau ini kenapa ha? Kau bahkan menyerang ku." [Urie]
Aku hanya terdiam melihat mereka yang ketakutan dan berlari menjauh tanpa tau arah yang benar, setiap monster yang menghalangi ku ku hajar dan tidak perduli aku akan mati karena tidak kuat melawannya.
"Sudahlah, lebih baik kita membiarkan dia sendiri terlebih dahulu." [Urie]
"Baiklah Urie-san, tapi sekarang apa yang kita lakukan sekarang?" [Tamaki]
"Hmm.. kita menjelajahi dungeon yang lain saja seperti kata Shiroe ini dungeon yang berbahaya dan kita tidak akan kuat." [Urie]
"Oke." [Ayumi]
Karena Tina menunjukkan ekspresi yang sangat khawatir terhadap Shiroe jadi aku berusaha menghibur nya. [Urie]
"Hey Tina Shiroe pasti akan baik-baik saja, sekarang kalau kita ingin mengejarnya kita harus bertambah lebih kuat lagi dan karena itu kita harus menaklukkan dungeon." [Urie]
"Iya Urie-nichan, pasti kalau Shiroe-nichan akan kuat dan aku ingin dia kembali lagi pada kita." [Tina]
"Nah itu baru semangat ayo kita berangkat." [Urie]
Dan aku berpikir aku sudah berlari sejauh mungkin dari mereka. Aku akhirnya sampai ke Boss room. Tanpa rasa ragu sama sekali aku langsung masuk dan saat boss nya sudah muncul aku langsung melakukan serangan yang begitu brutal dan tak terkendali, anehnya walaupun dengan cara bertarung ku yang sangat tidak bagus bergerak dengan emosi dan tidak memikirkan resiko, hasil dari pertarungan itu aku dapat menang dan HP yang ku miliki hanya sisa 7, setelah itu aku pingsan.Saat aku terbangun aku tidak didalam game lagi dan ternyata aku logout secara otomatis karena fitur game tersebut yaitu seseorang dengan kesadaran yang tidak stabil akan langsung logout secara otomatis.
Saat aku terbangun dikamarku pikiran ku kosong dan tidak stabil, aku tidak tau harus berbuat apa. Setelah terdiam setengah jam aku akhirnya memutuskan untuk tetap menjalani kehidupanku ini walaupun tidak ada satu pun yang memperhatikan ku atau menepatkan harapan nya padaku semenjak orang tua ku meninggal.
Satu-satunya cara aku mengatasi depresi ku hanyalah dengan menghajar monster-monster didungeon tersebut agar emosi ku terluapkan disana dan tidak meluap didunia nyata. 1 bulan sudah berlalu tanpa ku sadari level dan status menjadi tidak normal dalan waktu 3 bulan level ku sudah menjadi 184 dari level 42 dan karena aku merasa bosan dengan dungeon aku menyadari ada sistem PvP digame ini aku pun mencoba nya.
Awalnya aku merasa canggung karena selama ini aku belum pernah bertarung hingga membunuh player tersebut. Tapi setelah melakukan pertarungan pertama aku merasa ini mulai menyenangkan hari itu juga aku melawan 10 orang dan walaupun itu belum cukup untuk membuat ku ada dalam
Leaderboard jadi esoknya aku melakukan PvP lagi lagi dan lagi begitu terus hingga akhirnya aku kalah saat memasuki top 60 jadi aku memutuskan untuk menaklukkan dungeon lagi.
Setelah seminggu levelku berhasil naik menjadi 209 dan aku akan melakukan PvP kembali, saat aku berjalan menuju arena Pvp tersebut tiba-tiba ada sekelompok orang menghalangi ku dan mereka mengajakku bergabung ke kelompok mereka, karena aku merasa mereka hanya menghalangi jadi aku tidak memerdulikan mereka.
__ADS_1
Tapi mereka tidak pantang menyerah dan pemimpin mereka mengeluarkan sihir jebakan yang membuat ku terikat rantai dan tidak dapat bergerak.
~bersambung~