Ini Dunia yang Indah Bukan?

Ini Dunia yang Indah Bukan?
Nama?


__ADS_3

Chapter 4- Nama?


Hari ini pun sama seperti kemarin, sepulang sekolah aku bermain game yang sama dan tetap mengajarkan perempuan tersebut tentang game ini dan sebagainya.


Saat aku memberi tahu dia info tentang game tersebut dia terkadang tidak mendengarkan ku walaupun dia menatap wajahku dan itu membuat ku jengkel juga karena harus mengulang penjelasan tersebut


Dan aku baru tersadar aku belum bertanya kepada siapa nama nya jadi sekarang mungkin aku akan bertanya


"Hey perempuan siapa namamu?"


"Ouh iya aku lupa memberi tahu mu dan kau juga selama ini hanya memanggil ku dengan sebutan perempuan saja bahkan kau tidak menyebut nick game ku"


"Maaf maaf... Jadi siapa namamu?"


"Namaku Hanna Kagume salam kenal ^~^"


"Kau memberi tahu nama asli mu begitu saja?"


"Memang salah ya?"


"Dasar kau... Kau ternyata memang tidak mendengarkan ku baik-baik saat menjelaskan"


"E.. He.. Hehe..."


"Baiklah karena kau telah memberi tahu nama asli mu biar adil aku juga memberi tahu nama asliku, nama ku Shiroe Tatsuya"


"Shiroe Tatsuya? ..... Nama yang bagus"


"Aaa......lihat ini sudah jam berapa, bukannya ini saatnya kau bekerja?"


"Hmm..aku hari ini jam kerjaku lebih lama jadi aku bisa bermain lebih lama lagi."


"Kalau begitu...... bagaimana kalau kita kedungeon?


"Dungeon? Hmm... Apa ada tempat lainkah? Rasanya aku masih ingin menjelajah game ini."


"Oo... tempat lain..... setauku game ini memang luas dan setiap lantainya juga luas,jadii......Ah ada quest yang menarik bagaimana kita menyelesaikan quest dari NPC kali ini?"


"Quest?quest itu apa? maaf soalnya aku nggak begitu tahu soal game ini."


"Quest itu misi yang kalo diselesaikan dapet hadiah dan setiap quest mempunyai cerita masing-masing didalamnya."


"Kalau begitu boleh kedengeran nya menarik dan kita akan nyelesain quest kali ini?"


"Bagaimana dengan quest yang ini? Kita hanya harus mencari beberapa tanaman herbal dihutan."


"Oke aku ngikutin kamu aja."


"Kalau begitu kita mulai."


Jadi karena dia sepertinya lagi nggak mood pergi ke dungeon dan kami hanya menjalankan quest santai saja. Kami pergi kehutan untuk mencaru tanaman herbal.


"Hmm.. Aaaa Kagume seperti nya tanaman nya sudah lengkap nih... Eee.. Kagume? Kagume kau dimana? Kagume!!!"


Sisi Kagume


"Yosh... Kelinci tadi sangat lucu. Aa.. Ini tanaman yang terakhir, mm... Ini dimana ya? Shiroe!!!.... kayaknya aku berada jauh dari Shiroe.. HAAA aku terpisah dari Shiroe, bahaya bahaya bahaya gimana ini. Tarik nafas.... Huffttt tenang.... kalau begitu aku coba lewat jalan yang tadi ku lewati."


Sisi Shiroe

__ADS_1


"Haadeehh... dasar dia kenapa mencari tanamannya sampai misah dariku kalau sudah begini jadi repot... Oo.. Ada orang disana Aaa.. Anoo apa kalian melihat perempuan lewat sini tinggi nya lebih pendek sedikit dariku dan rambut nya berwarna coklat."


"Wwoo Shiroe? Itu beneran kau?wah sekarang seperti kau sudah punya pacar ya?"


"Woo kau yang waktu, yang menangis ketakutan di dungeon saat beta tester."


"Oii.. Jangan membuat ku meningkat hal memalukan itu."


"Maaf-maaf, jadi apa kalian melihatnya?"


"Pacarmu? Kami tidak melihatnya tapi tadi kami melihat ada seseorang yang mengikuti kelinci kearah sana."


"Haa.. kearah situ? Bukannya itu dae..."


"Aaaaaa!!!"


Tiba-tiba ada suara jeritan seseorang yang sangat kencang


"Bahaya itu pasti suara Kagume, kalau begitu aku pergi duluan ya."


"Oke hati-hati Shiroe."


Sisi Kagume


"Aku sudah memutari hutan ini tapi aku tidak juga menemukan Shiroe, sudahlah jalan lagi saja. Hmmm hmmm~~~, E.. ada bayi gorila lucu, Halo gorila kecil apa kau tersesat juga? Kalau begitu ikut dengan ku saja kita sama-sama mencari."


Diperjalanan Kagume merasa dia seperti diikuti, tapi karena dia terlalu sibuk berbicara dengan bayi gorila tadi dia malah tidak memerdulikan nya.


"Hhm.. kau diam disini dulu ya aku mau memeriksa apakah tanaman herbal nya sudah lengkap atau masih ada yang kurang."


Semak-semak didekat Kagume berhenti tiba-tiba bergoyang dan saat Kagume menghampiri nya....


"Aaaaaaa!!"


"Kagume apa kau baik-baik saja?"


"Ooo.. Shiroe.. Ya ho~~."


"Dimana monster nya Kagume cepat berlindung."


"Kamu kenapa Shiroe tadi aku menjerit karena kelinci yang tadi aku ikuti melompat dan bermain bersama bayi gorila yang ku jumpai."


"Huffttt aku kirain kau kenapa-kenapa ternyata hanya gemas... Tunggu dulu kau bilang bayi gorila?"


"Iya ini dia lucukan?"


"Awas Kagume bahaya!!!."


"Inikan hanya bayi apa yang bahannya? Ee...kenapa dia semakin besar ee... "


"Karena... itu.. bayi gorila itu monster dan kalau dia bertemu dengan manusia dia bakalan lebih cepat bertambah besar."


"Ta... tapi simpan penjelasan mu dulu nanti Shiroe, dia mengejar kita."


"Aku tau itu makanya aku berlari sambil menggendong mu."


"Ehehe.. maaf Shiroe soalnya aku panic dan melompat kearahmu."


"Kalau lari saja kita nggak bakalan aman, Yosh.!!"

__ADS_1


"Shiroe kau mau ngapain kenapa berhenti berlari."


"Tenang saja."


"Dia semakin mendekat."


"Kalau kau berisik akan kuturunkan, tunggu... dan sekarang!! Trap Spell, Nature Chain!!.


Gorila tersebut terperangkap oleh akar pohon dan sulit bergerak.


Kalau begitu Sentuhan terakhir, Change Shape : Spike Chain!!"


"Woah Shiroe kau keren gorila itu langsung kalah."


"Kau boleh memuji tapi jangan sekarang, cepetan turun kau berat soalnya."


"Hmpphh baiklah aku turun, tapi Shiroe kata-kata mu itu jahat tau!!"


"Ee..., Oh ya bagaimana tanaman nya sudah terkumpul semuanya?"


"Hmmphh... sudah!! Ini dia!!."


"Hee... Kagume ada apa dengan nada bicaramu? Ah sudahlah ayo kita beri tanaman ini kepada NPC nya biar quest nya selesai."


"Iya-iya.."


Kami pergi ketempat NPC tersebut dan memberikan tanaman nya.


"Ini dia tanamannya,Ee..dia tidak berbicara dan hanya memberikan sebuah kelereng?"


"Bagaimana kalau kita melihat kedalam bersama NPC tersebut?"


"Hmm... baiklah... permisi..."


"Hey hey Shiroe lihat NPC tersebut memberikan obat kepada suaminya yang sedang sakit keras bukan kah itu wajar dia hanya memberikan kita kelereng tersebut."


"Iy... Iya sih kondisi rumah nya juga memprihatinkan kalau begitu sebaiknya kita keluar saja dan kembali kekota tidak enak mengganggu mereka."


"Oke Shiroe."


Setelah sampai dikota, aku dan Kagume logout.


"Shiroe, terimakasih karena menolongku tadi dan juga memberikan equipment mu."


"Jangan terlalu dipikirkan, lagian membantu player baru sudah menjadi kebiasaanku."


"Dan... satu lagi....."


"Iya..?"


"愛してる / itoshi teru"


"ha.." (muka memerah)


"Kalau begitu sampai jumpa besok Shiroe."


"Mm... Ok."


Dalam hatiku aku berkata

__ADS_1


Apa apaan perempuan itu tadi, dia selalu mengatakan hal tersebut tiap minggu nya, ah sudahlah mungkin dia hanya menggoda ku kalau begitu aku lanjutkan saja leveling sebentar lagi baru logout.


~bersambung~


__ADS_2