
Chapter 20 - terima kasih
[ 9 : 30 AM ]
"Ee.. to sekarang jam.... Wooaa sudah jam segini, aku sudah telat hadeeh kenapa bisa telat bangun seperti ini."
Aku langsung mandi dan sebagainya lalu bergegas pergi ke sekolah secepat mungkin. Saat sampai disekolah untungnya aku tepat dan bell sekolah sedang berbunyi.
Saat jam istirahat Urie menjumpai ku dengan muka yang kesal.
"Oi Urie-san."
"Hufftt... Shiroe tadi kau telat kah? Dan itu.. kenapa matamu merah?"
"Hoo.. Urie-san ternyata kau diam-diam perhatian padaku."
"Bukan begitu bodoh!!.. Jawab saja pertanyaan ku tadi!! "
"Iya-iya aku hanya bercanda, tadi pagi aku telat karena begadang."
"Haa..kau begadang, pasti kau leveling terlalu larut lagi kan?"
"Nggak kok, tadi malam aku mencari informasi soal Hanna-chan."
"Hoo.. soal itu.... tadi malem aku juga mencari nya dan aku menemukan informasi yang lumayan berguna, dari informasi yang ku dapat bahwa ada ruangan yang dapat digunakan sebagai akses ketempat dimana player diculik itu."
"Em..(mengunyah makanan) Oo.. kalau soal itu aku juga sudah tahu."
"Bagus donk, dan kau dapat dari mana informasi nya?"
"Aku mendapatkan nya langsung dari developer nya, dia memberi tahu ku lewat email."
"Woaahh..bukankah itu lebih bagus lagi dan apa kau diberi tahu letak spesifik nya?"
"Sayang sekali, dia tidak memberikan tempat spesifik nya tapi yang pasti itu adalah ruangan yang berada didungeon dan hasil begadang ku tadi malam aku menemukan lantai dimana dungeon itu berada, dungeon itu berada di lantai 37."
"Hmm.. Dungeon ya..., lantai 37? Disana kan lantai yang terkenal dengan banyak dungeon misterius dan dungeon yang baru diketahui pasti letak nya cuma satu."
bell istirahat berakhir berbunyi*
"Oh bell nya sudah bunyi kita sambung nanti saja, oh ya apakah kau sibuk setelah pulang sekolah? Bagaimana kalau kita istirahat dulu mencari informasi, aku bukan bermaksud menghambatmu atau menganggap pencarian ini tidak penting, tapi bukankah kau sangat lelah Shiroe?"
"Um... aku mengerti kok dan kurasa boleh juga sih itu ide yang lumayan bagus aku juga nggak boleh terlalu memaksakan diri."
"Bagus untung kau masih perduli dengan diri mu sendiri, kalau begitu kutunggu setelah pulang sekolah nanti."
Setelah pulang sekolah*
"Hufftt... Shiroe kau lama sekali."
"Maaf tadi ada sedikit masalah dikelasku."
"Ee..h masalah?"
"Bukan sesuatu yang penting, ayo pergi."
__ADS_1
"Ok."
Awalnya aku pikir kami akan ke kafe biasa tapi Urie malah jalan kearah lain.
"Oii.. Urie, kita sebenarnya mau kemana ini bukan jalan ke kafe."
"Hufftt kau terlalu banyak bicara, tutup saja mulut mu dan liat kesebelah kanan mu."
"Kananku? emang ada apa.... Waah tempat ini bagus juga dimana kau menemukan nya?"
"Saat aku tersesat, sudahlah ayo duduk."
"Oo.. Ok."
"Mau kopi?"
"Haa? Memang ada?"
"Disana ada vanding machine."
"Ouh oke boleh."
"Sebentar ku beli dulu."
"Oke."
"Nih."
"Um.. Makasih."
"Oh ya Shiroe... kalau kau mau menceritakan sesuatu ceritakan saja, walaupun wajahmu seperti tidak ada masalah sebenarnya kau mempunyai masalah kan? "
"Pasti bukan itu saja, sudah jangan berbohong lagi Shiroe!!."
"Hee.. Sepertinya kau beneran perduli samaku sampai memaksa"
"Bukan begitu hanya saja kau terlihat seperti sedang banyak masalah dan aku nggak mau kehilangan salah satu teman berharga ku."
"Mungkin itu cuma perasaan mu saja dan terima kasih atas perhatian mu"
"Dengar Shiroe, aku pernah diajarkan oleh kakak ku soal seperti ini karena kakakku seorang psikiater jadi aku sedikit bisa membaca kondisi seseorang , sudahlah kalau ada masalah jangan dipendam sendiri kau bisa ceritakan pada kami kami kan teman mu."
Mendengar dia mengatakan hal tersebut, air mata ku keluar tanpa alasan mungkin karena nggak ada orang yang seperduli Urie.
"Oi...Shiroe kenapa kau menangis, apa kata-kataku berlebihan?"
"Ng.. Nggak kok aku hanya merasa sedikit senang, karena akhirnya ada yang memerdulikan ku."
"Hei Shiroe kami ini teman-temanmu kan? Aku, Ayumi, Tina dan Tamaki akan membantu kalau ada perlu tinggal bilang aja kok."
"Ma.. Makasih Urie."
"Sama-sama, tapi kalau kau masih nggak enak untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi juga nggak apa-apa."
"Nggak kok, sebenarnya masalah ku bukan soal bullying atau Hanna saja, kedua orang tua ku sudah meninggal 4 bulan lalu karena kecelakaan tapi untung nya soal biaya hidup ku masih tercukupi harta yang mereka tinggalkan masih cukup dan uang sekolah sudah mereka bayar lunas tahun ini. "
__ADS_1
"Oh maaf Shiroe aku tidak tahu masalahmu ternyata serumit itu, berarti yang ku dengar hari itu benar dan lagian kenapa kau tidak mencoba cerita pada kami, kalau seperti itu yang terjadi kami bakalan membantu sebisa kami."
"A.. aku pikir aku hanya merepotkan kalian atau kalain tidak perduli tentang masalahku dan saat itu kondisi mental ku benar-benar tidak stabil jadi... aku tidak tahu harus berbuat apa."
"Ee.. suasana nya jadi nggak enak begini maafkan karena membuat suasana nya seperti ini, Aa.. Shiroe soal lantai 37, umm.. apakah kita akan menelusuri semua dungeon disana?"
"Itu ide yang lumayan bagus walaupun bakalan lama, kalau begitu besok kita akan cari bersama-sama...."
"Heee?kok tiba-tiba diam ada yang salah?"
"Aku memikirkan apa mereka bisa login? Mana mungkin mereka membawa alat sebesar itu kesini."
"Kalau soal mereka tenang saja, mereka bisa login lewat Komputer atau laptop ya walaupun pergerakan nggak sebebas biasanya."
"Oh ya kan game World juga tersedia diPC ya, tapi malam ini aku akan mencoba mencari dungeon nya yang mana.... Umm..tunggu.. itu bukannya terlalu sulit,kalau begitu aku akan coba mencari semua lokasi dungeon yang ada di lantai 37 agar kita tidak perlu mencari dimana saja dungeon dilantai itu."
"Ok kalau begitu aku dan yang lain akan membantu mencari informasi."
"Makasih Urie atas bantuan mu."
"Tenang saja, Oh ya sudah mau gelap bagaimana kalau kita pulang saja? nanti aku akan hubungi mereka untuk membantu juga."
"Oke kalau begitu sampai jumpa besok."
Jadi pembicaraan ku dengan Urie sampai disitu saja, dan malam ini saat aku
membobol jaringan keamanan mereka aku menemukan beberapa file yang aneh tapi saat kubuka isi file tersebut berisi kode dengan bahasa yang aneh dan tidak bisa diterjemahkan walau menggunakan sistem yang kubuat sendiri. Jadi aku meninggalkan file tersebut karena kalau ku telusuri akan memakan waktu yang lama jadi aku lebih mengutamakan mencari informasi soal dungeon dan Hanna.
Setelah 5 jam mencari dan mencari aku menemukan file yang berisi data avatar dari Hanna dan disana ada kordinat keberadaan nya tapi setelah ku cocokkan dengan data peta di World Hanna tidak berada disana,karena sudah larut dan aku juga sudah cukup puas jadi aku memutuskan untuk istirahat saja dan besok juga aku harus bersiap untuk menelusuri lantai 37.
[ 5 : 00 AM]
Alam berbunyi terus menerus*
"Mm.... Berisik emang ini jam berapa sih kok alarm udah bunyi."
Aku mematikan alarm sambil melihat jam.
"Ha.. baru jam segini, ya sudahlah mumpung aku sudah bangun mending siap-siap dari pada kesiangan."
Setelah aku bersiap-siap untuk berangkat masih ada waktu luang jadi aku memeriksa kembali data yang telah ku telusuri dan saat aku membuka komputer ku.....
ERROR 404*
SISTEM NOT RESPONDED*
FILE CORUPT*
ERROR... ERROR*
"Apa-apaan ini, seriusan nggak bercanda kan? kerja keras ku selama ini... ARRGGHH!!! SIALAN!!."
Notifikasi email masuk*
Bagaimana Shiroe-sensei, kau senang dengan hadiahku? Kuharap kau tidak kecewa....
__ADS_1
"Ternyata dia pelaku nya, pasti dia telah memasukkan virus atau semacamnya kedalaman sistem ku.... Sialan..".
~bersambung~