
Chapter 2- Pertemuan yang disengaja kah?
Hari ini aku bermain game ini lagi dan berniat untuk leveling diarea hutan didekat area awal karena level ku baru level 15 jadi aku tidak berani mengambil resiko melawan monster yang lebih tinggi status dari ku.
Awal leveling ku berjalan dengan lancar dengan strategi ku yaitu menggiring para monster ke area yang luas agar aku bisa leluasa melawan mereka,tapi saat ditengah leveling,aku melakukan kesalahan yaitu aku malah menggiring para monster kearah player yang baru memainkan game tersebut. Untung dengan cepat aku mengambil tindakan dan menghabiskan monster itu semua walaupun terkena damage yang lumayan.
Karena merasa bersalah aku pun mengulurkan tanganku dan bertanya kepada player tersebut "Apakah kau baik-baik saja?". Dia pun bangkit dan mengatakan "I.. Iya aku baik-baik saja.." dan aku terkejut melihat nya ternyata dia seorang perempuan, tapi aku tidak terpukau karena aku menduga dia seorang hode karena akhir-akhir ini banyak kasus seperti itu jadi aku kurang menganggap nya seorang perempuan, aku pun meminta maaf karena kejadian tadi.
"Maaf atas kejadian tadi aku tidak mengira ada orang disekitar sini. "
dia pun memafkan ku tapi...
"Iya nggak apa-apa kok namanya kecelakaan kan nggak ada yang tahu."
Ntah mengapa walaupun aku sudah dimaafkan aku tetap merasa bersalah jadi aku bertanya ada yang bisa ku bantu atau tidak, dan dia menjawab
"Nggak usah repot-repot kok, untuk sekarang aku sedang tidak kebutuhkan bantuan."
"Benarkah aku masih merasa nggak enak hampir membunuh mu tadi."
__ADS_1
"Hhm... Kalau begitu bagaimana kau mengajarkan ku tentang game ini? Aku baru memainkan nya dan aku juga tidak punya kenalan."
"Kalau soal itu aku bisa bantu, kalau begitu bagaimana kalau dimulai dari dasar nya dulu?"
"Boleh." (sambil tersenyum)
Seketika aku tersipu melihat senyum nya, sadar Shiroe jangan terlalu percaya itu cuma Character game.
"Kalau begitu aku akan menjelaskan nya sambil jalan ke kafe yang ada dikota, jangan khawatir aku akan mentraktirmu atas permintaan maaf ku."
"Baiklah mari kita berangkat."
Saat dikafe aku menjelaskan semua soal game ini dan tidak terasa walaupun hanya memberi tahu dasar dari game tersebut waktu sudah larut jadi kami berdua memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan kali ini dan logout , saat aku mau logout dia mengirim permintaan pertemanan.
Setelah logout aku menyimpan game ku, tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh, seperti ada yang kurang...
"WuAAH, tugas ku belum selesai dan akan dikumpul besok kalau begitu aku harus mengerjakan dengan secepatnya."
Paginya saat disekolah ternyata aku mendapat kesialan, buku ku tertinggal dimeja hadeeh.. Ceroboh banget jadi aku terpaksa maksa membeli buku baru dan mengerjakan ulang.
__ADS_1
Saat istirahat pun kesialan datang lagi, roti kesukaanku hari ini habis duluan dan untungnya bekal ku tidak tertinggal juga kalau sampai tertinggal kalau beneran aku sudah tamat hari ini sudah Game over :/
(tiba-tiba ada yang menepuk pundak ku dan memberikan roti kesukaanku)
"Hei kau terlihat murung, apakah kau mau roti?"
"Aa.. Makasih banyak."
"Jangan dipikirkan itu cuma roti."
"Um.. Sebelumnya aku mau bertanya, kau bukan murid lama disini kan? Soalnya aku belum pernah melihat mu."
"Oh iya bodoh nya aku, kau bisa memanggil ku Shizami dan namamu?"
"Na.. Namaku Tatsuya...Tatsuya Shir... ."
(bel istirahat berakhir berbunyi)
"Wah bel sudah berbunyi, kalau begitu aku pergi duluan ya, dah..."
__ADS_1
"Um oke.., padahal aku belum menyebut nama panjang ku"
~bersambung~