Ini Mendadak, Tapi Aku Datang Ke Dunia Lain! Aku Berharap Untuk Hidup Dengan Damai

Ini Mendadak, Tapi Aku Datang Ke Dunia Lain! Aku Berharap Untuk Hidup Dengan Damai
Chapter 19 : Untuk Saat Ini, Mau Bagaimana Lagi -2


__ADS_3

Tapi tidak apa-apa. Aku akan berbicara sesuatu yang akan membuat mereka menyesal.


“Tetap saja, bahkan jika aku memberitahu kalian hal ini, beberapa orang tidak akan mempercayainya. Beberapa akan menutup telinga mereka, dan terus berpikir bahwa delusi mereka benar. Jadi, untuk membuktikan nilai gadis ini…”


Aku menyentuh rambut putih gadis itu.


“Tumbuhan dan pohon mengubah penampilan fisiknya sesuai dengan Mana yang terkandung di Atmosfer. Jika ada Mana yang berlebih di Atmosfer pasti akan membunuh tanaman itu.”


Alasan ekologi tumbuhan yang aku lihat di 'Gunung Pembunuh Raja Iblis Hitam' sama dengan kasus gadis ini.


“Ada sebuah tempat yang di huni oleh pohon transparan di dekat desa. Pohon-pohon itu tumbuh dengan menyerap energi Mana yang banyak disekitarnya. Saat pohon itu menyerap terlalu banyak, mereka mengeluarkan kelebihannya melalui daun-daun dengan wujud cahaya. Sama seperti cahaya di rambutnya yang cerah ”


Benar, itu sebabnya rambut gadis ini bersinar.


Mana yang berlebihan meluap dari rambutnya.


“Hitam adalah warna yang paling banyak menerima cahaya. Tapi gadis ini tidak membutuhkan warna hitam untuk menangkap cahaya dari luar. Ini karena ada cahaya bernama Mana yang meluap dari dalam dirinya. Dia terlahir dengan Mana berlebih sejak awal.”


Pada saat itu, setelah memeluk gadis ini, tiba-tiba Sihir Kepemilikan bekerja. Jika aku ingin menebak, alasannya adalah Mana yang meluap darinya diserap oleh Roh pada Sihir Kepemilikan dalam diriku.


Gadis ini memiliki jumlah Mana yang luar biasa di tubuhnya sampai sejauh itu.


Ketika aku mencoba untuk memberitahu hal ini kepada Tuan Ban, katanya nilainya adalah….


“Dia memiliki nilai Mana yang sebanding dengan pahlawan yang pernah mengalahkan Raja Iblis.”


"Gadis ini bukan 'Anak Terkutuk'... Dibandingkan kalian semua yang hidup takut akan Raja Iblis, dia adalah anugrah yang dikirim dari surga. Seorang 'Anak Ajaib' ."


Itu sebabnya aku meminta seseorang untuk berduel dengan gadis ini.


Gadis ini cukup berbakat untuk memastikan dia bisa menang.


Sejak dia masih bayi, yang seharusnya tidak memiliki cukup Mana, dia sebenarnya kelebihan gizi, dan karena itu, secara tidak sadar mengeluarkan cukup Mana untuk membunuh tanaman di sekitarnya. Mana-nya unik, meski hanya dengan menyentuhnya, kelebihan Mana yang keluar bisa mempengaruhi semangat dalam diri orang lain.


Bahkan bagiku, yang bahkan tidak bisa melihat ada atau tidaknya Mana, aku bisa merasakan tanda-tanda Mana dari penampilannya.


Setelah aku mengkonfirmasi itu, aku tidak ragu lagi.


Aku meminta Tuan Ban untuk mengajarinya salah satu cara untuk melepaskan Mana itu.


Prinsipnya sama seperti saat Illias meraih palu dengan satu tangan dan menghancurkannya.


Hanya trik sederhana yang tidak bisa dihitung sebagai skill, hanya perlu konsentrasi di satu bagian tubuh dan memperkuatnya dengan Mana yang kuat.


Pada dasarnya dia memiliki tubuh yang tidak bisa menghentikan kebocoran Mana, jadi dia bisa mempelajarinya dengan cepat.


Pada awalnya aku pikir itu akan cukup untuk membiarkan dia menunjukkan demonstrasi itu, tetapi Tuan Ban berkata 『Ini sama atau lebih baik dari Illias…』, jadi aku memutuskan untuk menyiapkan panggung ini untuknya.


Jika setara dengan gorila itu, tidak ada yang perlu ditakuti.


Dan ada dua alasan utama untuk mengambil pendekatan ini, tentu saja untuk gadis itu.


Gadis itu memiliki kekuatan dan bakat untuk melenyapkan rasa takutnya terhadap desa ini.


Dia hanya tidak diberi kesempatan.


Itu sebabnya aku memberikan kesempatan itu padanya, dan biarkan dia memenangkan kebebasan dengan tangannya sendiri.


Dia belum menyadarinya, tapi tidak apa-apa.


Pengalaman ini pasti akan menjadi pijakan yang bagus untuk gadis ini.


Dan alasan lainnya adalah untuk desa ini, seperti yang aku katakan pada Obaba.


Di masa depan, saat bertransaksi dengan Tiez, jika mereka tetap terjebak dalam takhayul dan informasi yang tidak pasti, mereka pada akhirnya akan dimanfaatkan oleh orang jahat.


Itu sebabnya aku membuat mereka mengerti apa yang mereka lakukan dan menyesalinya.

__ADS_1


Hadapi kenyataan bahwa mereka telah membuang bakat seorang gadis yang mengalahkan prajurit terbaik di desa.


Jika saja 'aku'… Karena ketidakdewasaanku.. aku akan menyalahkan mereka daripada menasihati mereka.


Jika desa ini berubah, tidak akan ada keluhan, dan jika desa ini tidak berubah, hubungan yang setara pada akhirnya akan berakhir tanpa aku melakukan apapun.


“Kalau begitu, seperti yang dijanjikan, aku akan mengambil gadis ini. Janji-janji lainnya, aku pasti akan memenuhinya lain kali."


Berkata begitu, aku meninggalkan desa bersama Kakek Kara.


Gadis itu penasaran melihat hutan untuk pertama kalinya.


Tak satu pun dari Serigala Hitam yang mencoba menahan kami.


Apa artinya?…. Masih terlalu dini untuk memutuskan.


“Nak… Itu pertunjukan yang luar biasa!”


Kakek Kara-lah yang memecah kesunyian saat kami kembali ke gua.


Punggungku dipukul dan tiba-tiba kehilangan kekuatan.


“Yah, aku menyalahkan mereka dengan sekuat tenaga, tapi aku senang tidak ada yang mencoba memberontak… Sungguh, aku senang.”


Sejujurnya perasaanku… sebenarnya, aku selalu takut!?


Meskipun mereka lebih lemah dari para ksatria, tapi mereka sedikit lebih kuat dari para bandit.


Dan berdiri di tengah-tengah mereka, menceramahi mereka… bukankah itu semua terdengar seperti anak nakal yang berbicara omong kosong?


"Gadis ini bukan 'Anak Terkutuk'... Untuk kalian semua yang hidup takut oleh Raja Iblis, gadis ini, sebenarnya adalah 'Anak Ajaib' yang diberikan oleh surga... Aku benar-benar terpesona!"


Kakek *** bahkan meniru wajahku dan bermain-bermain.


Tolong hentikan! Itu adalah pidato yang memalukan bahkan saat aku memikirkannya lagi!


Apa menurutmu seberapa besar keberanian yang aku butuhkan untuk mengatakannya dengan lantang!?


"Sungguh ... Tolong hentikan."


“Mengapa kau begitu malu? Itu membuatku merasa luar biasa, tidakkah kau merasakan hal yang sama, Gadis Kecil?”


Kakek Kara tertawa dekat gadis itu, tetapi gadis itu mengambil jarak jauh dari Kakek Kara dan terlihat waspada.


“Nak… Bisakah kau menghilangkan kesalahpahaman ini secepat mungkin?”


“Ya, ya, aku mengerti.”


Sejujurnya, aku bingung menjelaskan hal ini kepada gadis ini…


Saat itu, alasan Kakek Kara datang ke sisiku bukan untuk mengantar.


Itu untuk menyalakan api di dalam dirinya.


Berkat pengajaran Tuan Ban, dia belajar melepaskan Mana, dan meskipun itu tampaknya merupakan strategi yang solid, tetap ada masalah.


Gadis ini memiliki ketakutan yang sangat kuat terhadap penduduk desa.


Aku khawatir….. Ketakutan itu akan menguasainya, membuatnya lupa apa yang diajarkan padanya.


Untuk mencegah itu… Erm.. Yeah.


Aku memutuskan untuk melakukan suatu tindakan.


Gadis itu membuka hatinya untukku.


Dan aku menggunakannya.

__ADS_1


『Jika kamu kalah dalam duel ini, kamu akan mati. Tapi jangan khawatir, kalau itu terjadi, aku akan mati bersamamu. 』


Aku mengatakan itu padanya, dan aku meminta tolong agar Kakek Kara mengarahkan tombaknya ke leherku.


Dia adalah gadis yang sangat baik… jika Anda membiarkannya berpikir bahwa orang yang memberinya niat positif untuk pertama kalinya akan mati karena dia… menurut Anda apa yang akan dia lakukan?


Jadi, seperti ini, rasa takut penduduk desa akan berubah menjadi rasa takut itu… bukan?


"Suatu hari aku akan menjelaskan tentang kesalah pahaman ini kepadanya."


"Tapi kenapaaa..."


Seperti yang kuduga, ada perbedaan rasa bersalah karena menipu antara pria jahat seperti Dokora dan gadis lugu dan murni ini.


Aku meninggalkan Kakek Kara yang memasang wajah heran sendirian dan melanjutkan perjalanan melewati gua.


Gadis itu mengikuti tepat di belakangku.


"…Apa ada yang salah?"


Kali ini, karena gadis ini berbakat, aku bisa menyelesaikannya dengan cara yang membuat dadaku terasa segar kembali.


Tapi bagaimana jika ini hanya gejala albino?


Mungkinkah itu menghapus traumanya dan membuat penduduk desa memahami kesalahan yang mereka buat?


Aku membayangkan dan memikirkan cerita hipotetis di kepalaku.


Apakah aku perlu mengajukan banding ke Tiez untuk diskriminasi dan penganiayaan dan menggunakan posisi sebagai mitra dagang untuk menyalahkan mereka?


Apakah aku hanya menarik diri dari desa dan mengajari gadis itu cara hidup, melupakan masa lalu dan hanya memikirkan masa depan?


… Atau, haruskah aku meminta pahlawan pemberani sejati seperti Kakek Kara atau Illias untuk menyelamatkannya?


Bagaimana jika semua itu tidak berhasil?


Air mata yang aku tumpahkan untuk gadis itu asli.


Namun, kemarahan dan kebencian yang muncul di saat itu juga asli.


Cara apa yang akan aku pilih jika aku membiarkan diriku pada perasaan itu?


"Yah, terkadang kau hanya mengetahuinya, ketika itu terjadi."


Saat kita kembali ke Tiez, mari bersihkan gadis ini terlebih dahulu.


Akankah Saira membuat pakaian yang bisa dipakai gadis ini jika aku memintanya?


Aku ingin membiarkan dia makan makanan Gozz.


Jika aku bertanya pada Maya, dia seharusnya bisa membuat gadis ini berkomunikasi dengan kita.


Apa yang harus dilakukan setelah itu… Oh, Benar, aku harus memikirkan sebuah nama.


Bagaimanapun, masih banyak yang harus dilakukan, tapi mari kita lakukan perlahan.


Sebagian besar hal dapat dilakukan saat kita melangkah ke masa depan.


“….Aaah!”


“Nak, ada apa? kenapa tiba-tiba kamu berhenti… Aaah!”


“Hei, apa… Aaah!”


Beberapa ksatria dibelakangku juga tanpa sadar membocorkan suara mereka.


Tak lama setelah keluar dari gua, seseorang keluar dari semak-semak.

__ADS_1


“Fu….Fufufu, sepertinya semuanya sudah berakhir.”


Berdiri di sana adalah Illias yang tertawa dengan tatapan kosong.


__ADS_2