
Keempat gadis itu lari dengan terbirit-birit ke luar dari ruangan ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat mengalahkannya roh ini. Masalahnya bukan pada keterampilan bertarung. Mereka bisa terus-terusan menghindar sambil menyerang menggunakan strategi hit and run. Namun masalahnya, semua serangan yang mereka miliki tidak cukup kuat untuk memberikan luka ke pada lawannya. Tidak peduli bagaimana cara mereka berusaha, mereka akan kalah dengan kehabisan stamina. Melawan musuh yang tidak bergerak bukan sesuatu yang sulit bagi roh itu, Terminus Est.
*Krak!* *Brak!*
Ketika mereka berempat lari melewati pintu ruangan, pedang tersebut mengejar mereka. Namun sebelum pedang itu melewati pintu, langit-langit batu di atas runtuh dan memblokir pintu ke luar. Keruntuhan dari langit-langit sangat mendadak dan bukan fenomena fisik biasa yang melakukannya. Lagian, ini adalah dunia pedang dan sihir.
Pedang roh—Terminus Est—berhenti di depan runtuhan pintu ke luar. Dia pasti bisa jika memaksakan dirinya untuk ke luar menghancurkan puing-puing batu, tetapi pergerakan mendadak dari keruntuhan lebih menarik minatnya atau berhasil memprovokasinya. Dia segera berbalik dan melihat siapa yang melakukan ini.
Sosok Keith berdiri di sana dengan tenangnya. Berbeda dengan sebelumnya ketika dia berada di dalam mode pengamat, kali ini Keith berada dalam mode peserta. Dengan kata lain, Keith bisa memberikan dan menerima serangan dari eksistensi di dunia ini.
"Seperti yang diharapkan dari roh legendaris, Terminus Est. Kekuatanmu tidak bisa diremehkan, terutama pada pertahanan dan daya tahan. Katakan, apa kamu mau membentuk kontrak denganku?" Keith tersenyum… lebih ke arah menyeringai dari pada itu.
'Aku yakin Kazehaya Kamito sendiri akan gelagapan melawan roh ini di awal-awal series. Bagaimana tidak? Pada dasarnya ada jurang perbedaan kekuatan antara manusia biasa dan roh. Kemungkinannya terlalu tipis untuk manusia tanpa sihir menaklukan roh dalam pertarungan. Jadi penjelasan paling masuk akal, adalah Kazehaya Kamito mendapatkan buff keberuntungan sebagai protagonis dunia. Bukan hanya itu, dia juga mendapat harem di dunia ini. Level keberuntungan dari orang itu tidak bisa diremehkan.'
'Baik. Penjelasanku sebelumnya mungkin terlalu ekstrim karena aku mengatakan bahwa protagonis, Kazehaya Kamito, hanya beruntung. Kalian yang menghargai kerja keras sang protagonis tidak akan menerima alasan yang aku buat ini, bukan? Kalian pasti ingin memberikan pertentangan tentang argumen yang aku berikan ini. Siapa juga yang tidak marah ketika karakter favorit mereka dihina oleh orang lain? Biasanya orang yang terlalu fanatik bisa marah hanya karena waifu miliknya dihina. Maka dari itu, akan aku berikan alasan lain, alasan yang lebih masuk akal kenapa Kazehaya Kamito bisa menjinakkan roh ini.'
'Alasannya tak lain lagi adalah kerja keras. Sejak kecil Kazehaya Kamito memang cukup kuat karena membuat kontrak dengan roh yang setara dengan Terminus Est, yaitu Restia Ashdoll. Kekuatannya pasti tidak rendah, bahkan bila dia tidak membuat kontrak dengan Terminus Est. Karena itu, aku tidak ragu-ragu untuk menggantikan tempat Kazehaya Kamito sebagai kontraktor dari Terminus Est.'
'Jika kalian bertanya, apakah aku sebagai laki-laki bisa membuat kontrak dengan roh, aku secara yakin pasti akan menjawab "bisa". Apa alasanku mengatakan itu? Sederhananya, adalah Ki, mana, atau energi sihir. Aku berteori bahwa gadis suci yang mampu membuat kontrak dengan roh di dunia memiliki sesuatu semacam mana dengan jumlah yang berbeda pada setiap orangnya. Aku memang tidak bisa membuktikan teoriku ini, tetapi jika protagonis bisa, mengapa aku harus bisa? Tidak masalah bila aku gagal, tapi sebaiknya aku mencoba lebih dulu.'
'By the way, tentang Kazehaya Kamito yang menjinakkan Terminus Est, aku masih memiliki satu pertanyaan. Bagaimana dia bisa menghentikan tusukan wujud pedang dari Terminus Est hanya menggunakan tangan kosong? Logikanya, tubuhnya pasti hancur bagaimanapun juga. Memangnya, latihan bertahun-tahun bisa membuat kulitmu sekeras aluminium? Yah, kalau aku, sih, lebih memilih untuk positif thinking, yaitu menyerahkan segalanya pada pemikiran, dunia ini adalah dunia sihir!'
'Kembali ke topik, saat ini aku yang tidak memiliki pengalaman bertarung secara nyata dihadapkan situasi hidup dan mati. Aku mengajak by one Terminus Est yang menjadi salah satu heroine paling kawaii dengan tubuh loli, tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang aneh-aneh dengannya. Masalahnya, dia kuat!'
*Sis!*
Terminus Est langsung menerjang menggunakan ujung tajamnya ke arah Keith.
Sebagai roh tanpa pengguna, dia tidak memiliki banyak variasi pada teknik serangannya. Dia hanya bisa menebas menggunakan tubuh pedangnya, menghindar, dan membuat sedikit variasi dalam jalur menyerangnya. Kekuatannya kurang optimal meskipun dia memiliki beberapa skill yang seharusnya berguna.
*Brak!*
Dinding tanah setebal 3 meter muncul di depan Keith, memblokir jalan bagi Terminus Est.
__ADS_1
'Ini pertama kalinya aku menggunakan sihir, tapi baguslah aku bisa mengontrol sihirku sesuai kehendakku. Tidak sia-sia aku membeli skill dari klan Cheon Bu yang melatihku dalam penggunaan energi eksternal yang berdampak pada kontrol energi dalam. Akan menjadi fatal jika sihirku tidak terkendali selama pertarungan.
*Stab!*
Tusukan dalam membuat tubuh pedang Terminus Est masuk ke dalam dinding tanah. Dia memotong dinding tanah Keith bagaikan pisau ibu-ibu yang memotong tempe. Dinding tanah itu sangat-sangat lunak untuk bilah tajam Terminus Est. Namun karena dinding itu terlalu tebal, maka dia tidak bisa mencapai tempat Keith menggunakan bilahnya.
'Sudah kuduga, dia bisa memotong sihirku dengan mudah.'
'Sebenarnya aku sendiri ada pertanyaan ketika aku menaikkan tanah dan membuat dinding tanah. Pertanyaanku adalah, bagaimana tanah itu bisa naik? Apakah ada benda lain yang menyangga di bawah tanah itu? Apakah struktur batuan di bawah tanah bergerak sehingga membentuk dinding di permukaan? Apakah tanah-tanah itu bergerak sendirinya? Itu semua adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam benakku ketika melihat Toph dari Avatar: The Last Airbender.'
'Namun setelah aku menjadi penyihir tanah, aku mendapatkan jawabannya.'
*Krak!* *Krak!* *Krak!
"Ha!" Keith mengarahkan tangannya ke atas, berusaha mengendalikan langit-langit dari tempat ini.
*Sis!* *Sis!* *Sis!*
Beberapa batuan tajam melayang mengincar wujud pedang Terminus Est yang sedang tersangkut. Batuan-batuan itu sangat berat untuk ukuran manusia dan pastinya menyakitkan bila ditimbun menggunakan benda itu. Kepala manusia akan berdarah-darah bila itu manusia biasa. Tidak perlu diperdebatkan lagi.
'Jangan salah sangka. Perbedaan utama antara tanah dan pasir adalah bahwa tanah memiliki pori-pori yang memungkinkan air dan unsur hara ditahan, sedangkan pasirnya longgar, berbutir dan tidak memiliki pori-pori untuk menampung air atau unsur hara. Dengan begitu, tanah memiliki lebih banyak keunggulan, yaitu berupa tumbuhan yang bisa tumbuh di atasnya.'
'Aku tidak memiliki kemampuan pengendalian tumbuhan sekarang, namun pasti akan ada perbedaan di masa depan.'
*Blar!*
Batuan-batuan yang telah dikumpulkan Keith dihancurkan Terminus Est dari dalam. Sama seperti sebelum-sebelumnya, Terminus Est sama sekali tidak memiliki luka ketika mendapati serangan. Benar-benar kemampuan bertahan yang gila.
*Swing!* *Swing!* *Swing!* *Sis!*
Terminus Est bergerak berputar-putar dalam jalur membentuk pola tiga dimensi bola di udara.
'Ya, aku pernah mendengar sebuah trik dalam menggunakan mana atau ki. Han Jihan pernah menaruh mana di matanya yang membuat penglihatannya menjadi lebih jelas. Jika seperti itu, apakah ini bisa membuat mataku melihat pergerakan lawan lebih jelas? Ada perbedaan antara meningkatkan resolusi dan meningkatkan frame, namun mengapa aku tidak mencobanya?'
__ADS_1
Keith memejamkan matanya, memompa lebih banyak mana menuju matanya, kemudian kembali membuka matanya itu dan mengamati pergerakan berputar membingungkan Terminus Est. Berbeda dari sebelumnya, penglihatan Keith menjadi lebih jelas. Itu lebih baik dari mata manusia biasa, tetapi tidak sehebat itu untuk mencapai tingkat satu tomoe dari Sharingan.
*Sis!*
Setelah melakukan itu beberapa saat, dia langsung maju melesat ke arah Keith. Dia bergerak beberapa kali lebih cepat dari sebelumnya.
"Ingin menyerangku? Itu tidak akan berhasil!"
'Terlalu cepat! Tubuhku tidak bisa mengikuti! Kalau begitu ….'
*Swis!*
Terminus Est menerobos di tempat Keith berdiri sebelumnya.
Namun setelah dia lewat dan menyadari bahwa dia tidak mengenai tubuh Keith, dia berhenti dan berbalik, mencari-cari keberadaan Keith.
"Terkejut? Kamu terlalu lama mengurung diri di sini tanpa mengetahui dunia luar. Tidak peduli seberapa pintar katak di dalam sumur, katak itu hanya akan mengetahui apa yang ada di dalam sumur tanpa mengetahui apa yang ada di dunia luar. Inilah alegori yang cocok untukmu!" cemooh Keith ketika dia berdiri di salah satu sisi ruangan.
'Baguslah cara ini berhasil! Yang aku lakukan sebelumnya sangat sederhana. Aku masuk ke dalam mode pengamat untuk sementara waktu, kemudian kembali ke mode peserta. Perlu diingat, aku tidak bisa menerima serangan ketika dalam mode pengamat. Kelemahan ini justru menjadi kelebihan!'
'Gaya bertarungku ini kurang lebih sama dengan Uchiha Obito di mana dia bisa memindahkan sebagian dari anggota tubuhnya ke dalam dimensi kamui miliknya. Tapi dibanding Obito, milikku lebih hebat karena secara lebih cepat dan bisa menghilang tanpa jejak.'
'Tapi mengatakan tentang alegori milikku, manusia itu kurang lebih berada di kondisi yang sama, ya. Manusia hanya bisa mengetahui apa yang indera mereka rasakan. Manusia mengetahui apa yang ada di dalam alam semesta yang itupun belum semuanya, juga manusia tidak bisa mengetahui apa yang ada di luar alam semesta. Manusia berada di dalam sumur yang disebut alam semesta.'
'Maka dari itu, manusia memerlukan agama sebagai petunjuk dari yang gaib. Tidak semua hal bisa dicari tahu oleh manusia.'
*Sis!*
Sama seperti sebelumnya, Terminus Est mendorong dirinya dalam kecepatan tinggi pada Keith.
*Stab!*
Keith dengan santai masuk dalam mode pengamat dan membiarkan Terminus Est menusuk dinding di sisi ruangan. Ini menjadi posisi sulit untuk Terminus Est karena dia tersangkut dan tidak bisa menghindar atau berpindah tempat. Kecepatan tingginya membuat dirinya tersangkut.
__ADS_1
Keith muncul di belakang Terminus Est, memegang gagang pedang itu sambil berkata, "Sudahlah, buatlah kontrak denganku!" Keith juga menambahkan tekanan berupa energi sihir kuat dari telapak tangannya ketika berniat membuat kontrak.