Inter-Universe Anime Group Chat

Inter-Universe Anime Group Chat
Hari-hari Berlanjut Setelah Sedikit Masalah


__ADS_3

Selanjutnya, Kuli itu—Ellis—Bersama teman-teman kulinya—Ksatria Sylphid—mendapatkan tugas untuk membangunkan rumah bagi Kazehaya Kamito. Tidak seperti Kino dan dkk., Kazehaya Kamito adalah seorang laki-laki dan akan menjadi masalah besar jika dia sampai berada di dalam satu asrama dengan para siswi. Ya…, bukan berarti dunia akan hancur dengan adanya Kazehaya Kamito di dalam sana, hanya saja terlalu beresiko melepaskan serigala di antara para domba.


Untuk Kino sebelumnya, masalahnya berada pada orang yang menyediakan seragam untuknya. Ellis sendiri dapat menyadari bahwa Kino adalah seorang wanita sama sepertinya. Hanya saja ketika dia berada di dalam gedung Akademi, Ksatria Sylphid lainnya menganggap Kino sebagai laki-laki, kemudian mereka menyiapkan seragam untuk laki-laki yang sebelumnya tidak ada. Untung saja ini hanya kesalahpahaman kecil dan Kino sendiri lebih menyukai pakaian yang memudahkannya untuk bergerak.


Saat ini, Kino sedang mengantar Kamito Menuju ke ruang kelas yang akan mereka tempati. Lagi pula, mereka berdua memiliki kelas yang sama, Kelas Raven. Ini merupakan perjalanan searah untuk Kino dan sama sekali tidak akan membebani untuknya. Dia juga perlu kembali ke sana untuk melanjutkan pelajaran setelah membolos di pagi harinya bersama Claire dan dua anggota Grup lainnya.


Memerlukan beberapa waktu untuk menyelesaikan seragam untuk Kazehaya Kamito. Akademi tidak memiliki cadangan pakaian untuk laki-laki, namun insiden di mana Kino masuk sebelumnya setidaknya membuat mereka memiliki desain seragam baru. Sebelumnya itu memang sedikit membingungkan ketika mereka pertama kali didatangi murid laki-laki padahal mereka berada di sekolah khusus putri. Para Ksatria yang menjadi kuli gratisan perlu sedikit memutar otak.


Tapi tetap saja ini aneh, yaitu bagaimana para Ksatria Sylphid menyiapkan seragam yang secepat itu? Menjahit dan lain-lain memerlukan beberapa waktu untuk dilakukan, bagaimana ini bisa selesai hanya dalam waktu hitungan jam dan Kamito Bisa mengikuti kelas pada hari itu juga? Apakah para Ksatria Sylphid memiliki sihir yang bisa membuat pakaian secara instan?


Namanya juga dunia pedang dan sihir. Justru aneh jika tidak ada sihir yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Pokoknya pola pikir dalam dunia pedang dan sihir itu sederhana, yaitu bila ada kejadian yang tidak bisa dijelaskan melalui hukum fisika, lemparkan saja itu pada alasan “Itu adalah sihir”, dan kemudian selesai. Jangan terlalu banyak berpikir.


Bahkan dalam anime sekelas Boruto: Naruto Next Generation pun juga memiliki beberapa hal yang tidak sesuai dengan pelajaran Kimia dan Biologi. Ketika Otsutsuki Jigen melawan Naruto pada mode baryon, dia batuk sampai memuntahkan darah. Darah manusia berwarna merah terang ketika terikat pada oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul – molekul oksigen.


Dalam kasus Jigen dan Otsutsuki lainnya, mereka bisa bernafas tanpa menggunakan oksigen. Otsutsuki adalah alien! Planet mereka mungkin saja tidak memiliki oksigen, bahkan Momoshiki saja berada di luar bumi ketika awal-awal datang. Itu menunjukkan bahwa mereka tidak memerlukan oksigen untuk bernapas, yang artinya darah mereka seharusnya tidak berwarna merah.


Namun sekali lagi karena itu adalah cerita fantasi, maka lemparkan saja alasannya pada “itu karena sihir atau chakra”. Sejak awal ada beberapa detail pada perbedaan hukum fisika antara dunia Naruto dengan kenyataan, sebagai contoh lainnya adalah petir chidori yang menyebar ke segala arah, namun pada dunia nyata, seharusnya listrik mengalir dari kutub positif ke negatif, maka seharusnya chidori memiliki arah penyebaran hanya di satu arah.


“Kenapa kamu memakai seragam laki-laki, Kino-san?” tanya Kamiti pada Kino yang berjalan di sebelahnya.

__ADS_1


Kedua orang ini—Kino dan Kazehaya Kamito—telah mengakrabkan dirinya selama beberapa waktu lalu. Mereka kurang lebih telah saling memberitahukan latar belakang di antara keduanya, namun tentu saja Kamito tidak memberikan latar belakangnya yang sesungguhnya, sedangkan untuk Kino, dia memberikan beberapa modifikasi pada cerita selama dia mengembara. Mereka sama-sama tidak memberikan latar belakang asli.


“Entahlah, jangan tanyakan itu padaku. Tanyakan saja pada para Ksatria Sylphid karena mereka lah yang memberikan seragam ini padaku. Aku sendiri tidak meminta pakaian laki-laki pada mereka,” jawab Kino dengan muka datarnya itu.


“Kamu benar-benar wanita, ‘kan?” ulang Kamito pada pertanyaan ini dengan masih tidak percaya.


Dia sudah mengulang pertanyaan yang satu ini beberapa kali, namun sayangnya dia masih belum bisa mempercayai dari perawakan tubuh Kino yang memang terlihat seperti bocah.


“Tidak peduli berapa banyak kamu bertanya, jawabanku tidak akan berubah.” Kino mengarahkan wajahnya pada Kamito sebelum melanjutkan, “Aku ini adalah wanita. Tidak bisa dibantah bagaimanapun juga.” Dia kembali pada jalanan di depannya setelah mengatakan itu.


“Ba-Baik.” Kamito sedikit tergagap ketika dia merasa sudah mengganggu Kino dan membuatnya tidak nyaman. “Tapi memang sangat luar bisa, ya. Aku tidak menyangka kamu yang merupakan seorang pengembara bisa masuk ke dalam akademi yang dikhususkan untuk para putri ini. Aku tidak tahu kesepakatan apa yang kamu buat dengan Penyihir itu, Greyworth.”


“Ngomong-ngomong, apakah kamu tidak masalah dengan tinggal di akademi ini? Untuk sementara waktu kamu akan berhenti mengembara, bukan?” kata Kamito..


Langkah Kino terhenti sejenak dan dia tertegun dalam waktu hitungan detik. Dia tiba-tiba saja memikirkan tentang dirinya yang dulu, dirinya sebelum masuk ke dalam Inter-anime Grup yang merupakan seorang pengembara bersama motornya, Hermes. Dia berpikir tentang kebiasaannya atau hal yang sering dia lakukan ketika harus berada di alam liar ketika tidak sampai ke sebuah negara.


Tempat ini memang berbeda dari dunianya dan bisa dimasukkan dalam kategori sebagai tempat wisata yang bagus. Namun sebagai seorang pengembara, dia tidak bisa membiarkan dirinya untuk terlalu berlama-lama berhenti di satu tempat. Dia ingin mengembara dan melanjutkan perjalanannya! Ini sangat kontras dengan yang dilakukannya saat ini.


“Kino-san?” Kamito menatap pengembara itu dengan raut wajah khawatir.

__ADS_1


“Tidak apa-apa. Aku hanya teringat sesuatu.” Dia kembali berjalan setelah meninggalkan pikirannya. “Lebih penting lagi, kelas sudah dimulai sekarang. Lebih baik kita cepat atau akan ketinggalan pelajaran.”


“Ba-Baik.”


Selanjutnya mereka berdua masuk ke kelas yang dirumorkan sebagai kelas paling buruk, Kelas Raven. Kino duduk setelah masuk ke dalam kelas, diikuti dengan Kamito yang memperkenalkan dirinya. Tidak banyak hal yang terjadi setelah itu. Kamito hanya duduk di bangku paling belakang bersama Kino dan Miko, sementara Rikka duduk di agak depan bersama Claire.


Hubungan antara Claire dan Rikka menjadi dekat dengan sikap Rikka yang mudah bergaul. Maksudnya bukan mudah bergaul untuk semua kalangan, namun mudah bergaul untuk kalangan chuunibyou. Claire terlihat seperti itu ketika dia memanggil kontrak roh. Ini membuat Rikka lebih mudah akrab dengan gadis yang satu ini. Mereka menjadi dekat sebagai teman sekelas.


Tentu saja bukan hanya Claire yang bersikap chuunibyou seperti itu, namun memang mantra selalu diperlihatkan ketika seseorang akan memanggil roh kontrak mereka, membuat kontrak, atau menggunakan sihir roh. Namun berhubung Claire berada di pojok kelas—orang yang kurang dipedulikan—ini membuat dirinya lebih mudah akrab dengan para anggota grup.


Selanjutnya, kelas berjalan dengan normalnya tanpa ada gangguan. Kamito sendiri merasa tidak terlalu berguna pada pelajaran di sini dan datang ke mari hanya karena kesepakatan dengan Greyworth. Untuk anggota grup, mereka hanya akan memperhatikan pelajaran yang mereka anggap penting. Kurang lebih sama seperti Kamito, mereka ke sini untuk menyelesaikan misi mereka, tidak lebih dan tidak kurang.


Untuk apa berjuang pada dunia yang akan ditinggalkan? Tidak semua yang dikumpulkan di sana akan dibawa pergi. Setelah meninggalkan dunia, maka tempat selanjutnya memiliki waktu lebih lama untuk dilalui. Kalau saran Gue sendiri sebaiknya kalian juga berpikir baik-baik dalam tindakan.


Jika kalian setidaknya memperhatikan, ada beberapa bagian dari novel ini yang berisikan cara berpikir. Jujur saja, banyak sekali kekurangan dalam novel fanfiksi ini, dan Gue sendiri juga akan senang jika kalian bisa menemukan di mana letak kesalahannya, karena dengan kalian yang mengetahui letak kesalahan, maka itu artinya kalian memperhatikan cerita novel ini.


Perlu diingat, yang dimaksud kesalahan di sini bukan typo meski itu salah satunya.


Sebagai awalnya saja, Gue berikan kalian satu pertanyaan. Menurut anime Kino no Tabi (nah, kalau ini Gue baru rekomendasikan karena isinya GG) berapa lamakah Kino akan tinggal di sebuah negara? Dan kemudian, berapa persen kemungkinan dia akan memilih meninggalkan grup dan apa alasannya padahal di grup ini dia bisa mengembara yang merupakan profesinya? Lalu, apakah aksi terbaik yang bisa dilakukan Keith atau Penulis untuk membuat Kino tetap bertahan di grup? Tuliskan jawaban kalian di kolom komentar!

__ADS_1


__ADS_2