
Sayangnya, tidak semudah itu untuk mencari [Skill Scroll] yang tersembunyi di dalam sekolah tua itu. Mereka memulai permulaan dengan berjalan di sebuah lorong secara acak. Sayangnya tidak seperti di animenya, peningkatan oleh Sistem membuat ruangan ini melebar dengan lorong berbagai arah dan sulit seperti menjelajahi labirin. Tidak banyak yang bisa mereka lakukan.
"Nee, Suiseiseki-chan, apa hubunganmu dengan Admin itu?" tanya Rikka.
"Admin kah? Oh, maksudmu Manusia kah? Dia adalah mediumku saat ini, lho," jawab Suiseiseki.
"Medium?" tanya Rikka mengulangi kata itu.
"Ya, medium, lho." Suiseiseki menjelaskan, "Kami, Rozen Maiden, akan mendapatkan energi sihir yang lebih kuat dengan menyerap energi dari medium kami. Manusia itu memiliki sihir yang lumayan banyak. Sebelumnya saja aku memerlukan casing untuk bisa melayang, namun sekarang aku bisa bergerak melayang meski tanpa casing sekalipun."
"Heh… aku baru tahu jika dia memiliki cadangan energi sihir yang besar. Aku hanya tahu jika dia adalah Admin tidak bertanggung jawab yang suka memberikan kami pekerjaan," sindir Rikka.
"Dia tidak seburuk itu," bantah Souseiseki. "Posisinya saat ini, dia memang memiliki peran untuk mengelola misi dari grup. Dia tidak seburuk itu, setidaknya menurutku. Jika kita dalam bahaya, aku yakin dia akan menolong kita semua."
"Apakah dia bisa melakukan itu?" tanya Kino.
"Tentu dia bisa. Buktinya saja adalah Suiseiseki yang terwujud sama seperti kalian sedangkan aku tetap terlihat transparan seperti ini,” jelas Souseiseki. “Hanya saja, dia tidak suka melakukan itu dan lebih suka berada dalam mode pengamat. Memang ada beberapa keuntungan ketika ada di dalam mode pengamat.”
“Hou… aku baru tahu tentang itu,” kata Miko.
Di tempat lain di waktu yang bersamaan, Keith sedang berada di sebuah ruangan. Itu adalah ruangan bawah tanah yang sangat gelap dan suram, sama seperti ruangan lainnya. Juga, jangan lupakan bau busuk, tengik, dan tidak sedap yang ada di dalam ruangan itu. Tempat lembab dan mencekam seperti itu sudah lumrah untuk ditemukan di tempat-tempat anker.
“Tch, bau tempat ini memang sangat busuk!” Keith mendecakkan lidahnya mencium aroma menyengat yang masuk ke dalam hidungnya.
Dia berada di dalam mode peserta saat ini, yang artinya dia akan terkena dampak dari medan di tempatnya. Sebelumnya, ketika berada di dalam mode pengamat, dia akan aman-aman saja tanpa merasakan bau amis dan pengap dari tempat ini. Dia memiliki sesuatu yang harus dilakukan dalam mode peserta, jadi mau bagaimana lagi, ‘kan?
“Kamu pasti setuju denganku, ‘kan, Gadis Berbaju Merah? Atau, aku harus memanggilmu dengan sebutan Sachiko Shinozaki?” Mata Keith menatap tajam pada gadis di depannya.
Sachiko adalah seorang gadis muda bertubuh normal, dengan rambut hitam panjang dan poni yang menutupi wajahnya. Dia mengenakan gaun merah compang-camping dan memiliki kulit abu-abu, yang menanggung luka bakar tali yang menyakitkan di lehernya. Dan yap, dia adalah hantu. Kulitnya saja sudah berwarna abu-abu yang sangat aneh untuk warna kulit manusia hidup.
‘Sachiko Shinozaki. Aku tidak tahu banyak tentangnya, tapi karena Sistem ini, aku rasa dia akan memiliki kekuatan luar biasa atau apa yang bisa mengancamku. Lebih baik aku waspada dalam melawannya.’
“Kamu… siapa…? Kenapa… kamu… di sini…?” Sachiko bertanya dengan suara serak dan mengintimindasi.
‘Aku tidak ingat dia berbicara seperti ini di anime atau manapun. Apakah ini karena Sistem yang membuatnya menjadi seperti ini? Tempat ini saja sudah memiliki banyak perbedaan dari anime originalnya, jadi seharusnya dia sudah banyak berubah. Pengaruh Sistem tidak boleh diremehkan.’
“Anu… namaku adalah Keith Claes, tapi itu tidak penting, sih. Terserah kau ingin memanggilku dengan sebutan apa,” ucap Keith sambil tersenyum.
Senyuman canggung yang sangat diusahakan untuk menjadi senyuman ramah. Keringat dingin karena perasaan canggung menetes dari dahinya, karena Keith sendiri bingung untuk merespon seperti apa. Bukan karena sosok di depannya adalah hantu, tetapi dia bertanya-tanya kenapa dia memiliki banyak pertemuan dengan wanita. Mulai dari anggota grup, sampai companion barunya. Hanya Glasya-Labolas yang belum dikonfirmasi hingga saat ini.
“Apa… tujuanmu… ke mari…?”
“Aku hanya ingin mengalahkanmu.” Mata Keith tiba-tiba berubah menjadi serius dengan menjadi tajam.
“Ingin…. mengalahkanku…?” tanya ulang Sachiko sebagai konfirmasi. “Khukhukhukhu….”
*Boom!*
__ADS_1
Aura merah-hitam seperti angin lebat meledak dari Sachiko, menghempaskan semua objek di sekitarnya.
“Ugh….” Keith merintih, mencoba mempertahankan dirinya untuk tetap berdiri sambil menggunakan lengan kanannya untuk menutupi sebagian wajahnya.
“Jangan harap kamu bisa mengalahkanku!” teriak Sachiko.
*Sis!* *Sis!* *Sis!*
Aliran sambaran seperti petir menyambar dengan cepat pada Keith dengan warna merah gelap.
*Plash!* *Plash!* *Plash!*
Beberapa cipratan darah naik ke ruangan ketika sambaran hitam merah itu mengenai bahu Keith.
‘Akh… sakit juga terkena serangan seperti ini. Jarang-jarang aku terkena serangan!’
*Shrink!*
Keith menggunakan [Kaifuku Mahou] untuk menyembuhkan lengannya dengan segera.
“Kamu memang tidak bisa diremehkan, ya!”
*Srak!* *Srak!* *Srak!*
Tubuh Keith berubah menjadi lembaran-lembaran kertas ketika dia mengatakan itu.
“Mengubah tubuhmu menjadi lembaran kertas?” Sachiko mengamati pada badai kertas yang mengelilinginya. “Jangan harap itu cukup untuk membuatmu menghindari seranganku.”
Benang-benang merah tersusun mengitari Sachiko seperti topan kecil. Benang atau lebih mudahnya disebut filamen itu saling menyatu untuk membentuk seperti kain, kemudian itu melebar dan menghempaskan semua kertas yang mengelilingi Sachiko.
Semua lembaran-lembaran kertas itu menabrak dinding di sekeliling ruangan.
Perlahan-lahan, kertas-kertas saling menyatu kemudian kembali mewujudkan tubuh Keith yang penuh akan luka sayatan.
‘Bahkan teknik boros mana milikku tidak bisa membuatku aman darinya…,’ batin Keith yang perlahan bangkit dari lantai.
*Shrink!*
Keith menatap Sachiko sambil menggunakan [Kaifuku Mahou] untuk kedua kalinya.
Meskipun banyak, tetapi luka di tubuh Keith relatif dangkal. Semua luka itu untung saja bisa disembuhkan oleh Keith hanya dalam waktu hitungan detik. Jika tidak, dia sendiri ragu apakah Sachiko Shinozaki ini akan memberikan dirinya waktu untuk beristirahat dengan menyembuhkan dirinya dari luka. Musuh kali ini adalah roh jahat.
Mereka berdua saling menatap untuk sementara waktu, saling waspada pada serangan yang akan dikeluarkan oleh masing-masing dari musuh mereka. Situasi menjadi insten dengan aura merah-gelap Sachiko dan Keith yang memfokuskan persepsi [Kenbunshoku Haki] menggunakan [Pikiran Paralel]. Kemudian ….
*Sis!* *Sis!* *Sis!*
Lembaran-lembaran merah berwarna merah gelap mengarah pada Keith, semenatara Keith sendiri melemparkan lembaran-lembaran kertas ke arah Sachiko.
__ADS_1
*Srek!* *Srek!* *Srek!*
Kedua serangan saling bertabrakan dan saling merobek satu sama lain, menetralkan satu sama lain. Ini akan menjadi pertarungan daya tahan dalam jumlah mana bila terus berlanjut.
‘[Enchant Magic], [Explosion]!’ batin Keith.
*Bom!* *Bom!* *Bom!*
Ledakan terjadi dari pihak Keith, membuka lubang di depannya, memperlihatkan sosok Sachiko yang tercengang.
‘[Enchant Magic], [Accel]!’
*Sis!* *Sis!* *Sis!*
Selain memiliki efek ledakan, kertas milik Keith juga memiliki peningkatan kecepatan. Dengan ini, lembaran kertas Keith dengan cepat langsung menempel di seluruh tubuh Sachiko melewati lubang dari serangan Sachiko yang sementara waktu terbuka.
*Bom!* *Bom!* *Bom!*
Ledakan kembali terjadi dari tubuh Sachiko. Selama beberapa waktu ke depan, berbagai kobaran api menyala di seluruh tubuh gadis hantu itu dengan asap abu-abu menutupi.
“Apakah berhasil?” tanya Keith.
*Sss….*
Asap menghilang, menunjukkan sosok Sachiko yang terluka dengan beberapa luka lecet dan gaun yang lebih compang-camping. Setelah beberapa saat, luka-luka lecet di tubuh Sachiko akhirnya menghilang, sembuh sepenuhnya.
‘Gila! Pertahanan macam apa yang dia miliki? Apakah dia mempunyai kemampuan peningkatan pertahanan? Selain itu, aku yakin dia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya.’
“Khukhukhu, kamu lumayan juga. Aku tidak menyangka akhirnya kamu bisa memberikan serangan padaku.” Sachiko melanjutkan dengan tertawa gila.
*Splash!*
Gadis hantu ini dengan cepat dan tiba-tiba mengibaskan tangannya pada Keith dengan cairan merah darah, warna darah yang telah membusuk.
*Grak!* *Sshhh….*
Keith merasakan firasat buruk dari cairan merah ini, jadi dia langsung menciptakan pilar tanah untuk memblokir itu. Kemudian, pilar tanah Keith langsung hancur, terkorosi, sebelum berhenti ketika pilar itu menjadi memiliki ukuran lebih kecil.
‘Gawat sekali atau tidak, nih? Tubuhku akan langsung lenyap jika sampai terkena itu. [Kaifuku Mahou]-ku tidak sehebat itu untuk menyembuhkan diriku dengan cepat.’
“Glasya-Labolas!” panggil Keith.
*Srak!* *Srak!* *Srak!*
Sementara Glasya-Labolas mewujudkan dirinya di samping Keith, dia sendiri mengubah tubuhnya menjadi lembaran kertas.
*Sis!* *Sis!* *Sis!*
__ADS_1
Badai kertas kembali meluncur pada sosok Sachiko dengan enchant [Explosion] dan [Accel], kemudian mendapatkan [Toughening] dari Glasya-Labolas.
Efek ledakan, penambahan kecepatan, dan peningkatan daya tahan. Ini membuat kertas tersebut memiliki daya tahan besi dengan sisi tajam seperti pisau. Lembaran filamen Sachiko berhasil ditembus dengan lebih mudah oleh Keith saat ini.