
“Yo, akhirnya aku berhasil menemukan kalian berdua. Jujur saja, aku sudah lelah bermain petak umpet bersama kalian berdua.” Keith menyeringai melihat kedua boneka yang melayang di hadapannya.
Kedua boneka ini adalah Suiseiseki dan Souseiseki, target dalam Tantangan Invasi Keith kali ini. Mereka berdua adalah boneka yang berasal dari anime Rozen Maiden, tetapi Keith tidak mengetahuinya karena tidak pernah menonton anime ini. Sebagai hasilnya, dia tidak mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh kedua boneka ini. Rencana Keith adalah untuk mencari tahu kekuatan mereka berdua, tetapi apakah dia bisa melarikan diri dari mereka ketika dalam keadaan terdesak?
Suiseiseki adalah boneka ketiga dari saudara perempuan Rozen Maiden. Dia adalah kakak perempuan dari Souseiseki. Suiseiseki memiliki mata yang tidak serasi dengan mata kanannya merah dan mata kirinya hijau. Dia mengenakan gaun era Victoria hijau panjang dengan kerah putih dan pita hitam di leher, bersama dengan aksesori rambut putih, mirip dengan topi dengan renda putih seperti pita di setiap sisi wajahnya. Rambut pirangnya yang panjang digulung di ujungnya dan poninya yang tergerai ke kanan. Gaun itu turun dalam dua lapisan dengan potongan tambahan di bagian depan. Korset hitam terlihat berlapis di atas blus putih. Namun karena dia berada di mode Alter, pakaiannya menjadi berwarna lebih gelap dengan aura hitam-merah terpancar dari tubuhnya.
Kemudian Souseiseki. Merupakan boneka keempat dalam saudara boneka Rozen Maiden, juga adik kembar dari Suiseiseki. Souseiseki memiliki rambut cokelat kastanye yang cukup pendek, warna yang sama dengan Suiseiseki, dengan poni yang menyapu ke kiri. Sebagian besar kepalanya ditutupi oleh topi hitam besar. Mata kanannya berwarna hijau dan mata kirinya berwarna merah.
Dia memakai kemeja putih di bawah potongan seperti korset hitam yang memiliki satu set ruffles biru di bagian belakang. Bagian depan potongan korset ini sebagian terbuka dengan pita hitam yang menghubungkannya secara menyilang. Di atas bagian ini adalah jubah biru yang membentang sampai ke sikunya. Akhirnya di atas semua ini adalah satu bagian terakhir, sepotong kain putih persegi panjang yang menutupi dada dan punggung atasnya dengan kerutan putih di tepinya dan pita hitam di bagian depan. Sepasang celana biru besar turun hanya melewati lututnya, dilipat sedemikian rupa sehingga ujung celana menutup di sekitar kakinya. Kaus kaki putih menutupi seluruh kakinya yang terbuka. Dia memakai sepasang sepatu hitam dengan tambahan potongan hitam di pergelangan kakinya. Namun karena dia berada di mode Alter, pakaiannya menjadi berwarna lebih gelap dengan aura hitam-merah terpancar dari tubuhnya.
Suiseiseki, bersama dengan saudara kembarnya, Souseiseki, keduanya disebut sebagai tukang kebun karena kemampuan mereka berkomunikasi dan merawat tidak hanya tanaman biasa, tetapi juga "pohon jiwa" manusia. Dia mampu memasuki Dreamworld . Suiseiseki mencoba untuk menghindari berpartisipasi dalam Permainan Alice sebanyak mungkin, tetapi dia dapat menggunakan kaleng penyiramnya untuk membuat tanaman muncul dari tanah dan memanipulasinya. Penyiramannya juga dapat digunakan untuk menciptakan hujan di dunia nyata dengan menghabiskan sebagian besar, jika tidak semua, energinya.
By the way, itu teks saya asal copas saja dari fandom. Copy-paste adalah jalan tercepat untuk menulis!
“Penyusup, Kamu cukup hebat untuk dapat menemukan kami, lho. Tapi, jangan harap kamu bisa mengalahkan kami dengan mudah, lho, khukhukhu.” Suiseiseki tertawa cekikikan setelah mengatakan itu.
‘Tidak juga, aku justru merasa waktu yang aku habiskan ini terlalu lama untuk mencari kalian,’ batin Keith.
“Aku tahu kamu datang ke mari untuk mengalahkan kami, tapi jangan harap untuk bisa mengalahkan kami dengan mudah,” ujar Souseiseki.
‘Namanya juga Tantangan Invasi. Malah aneh kalau aku datang ke mari untuk minum jus jeruk,’ batin Keith.
“Baiklah, tanpa berlama-lama lagi, mari kita langsung mulai saja pertarungan kita, Penyusup ….”
‘Mereka berdua memang diatur agar bertarung denganku, ya. Aku sudah menebak ini sejak awal,’ batin Keith sambil menatap kedua boneka yang melayang di udara. ‘Ngomong-ngomong, aku mulai merasa bodoh untuk tidak menemukan target yang melayang di udara.’
__ADS_1
“Sui Dream!” pekik Suiseiseki.
*Shrink!*
Cahaya hijau muncul melayang dari telapak tangan Suiseiseki, kemudian itu berubah bentuk menjadi alat penyiram tanaman atau yang biasa disebut gembor.
Untuk yang tidak familiar dengan kata ini, Gembor atau penyiram tanaman adalah wadah berbentuk seperti cerek besar yang biasanya memiliki pegangan dan corong, dan digunakan untuk menyirami tanaman dengan tangan. Gembor telah digunakan sejak setidaknya 79 M, sepanjang yang pernah ditemukan, dan sejak saat itu gembor mengalami banyak perbaikan dalam hal desain.
‘Gembor? Senjata yang aneh?’ Mata Keith menatap heran pada benda itu.
Tanpa mengatakan apapun atau memberikan penjelasan, Suiseiseki mengayunkan gembor… atau mungkin lebih mudah kalau disebut kaleng penyiraman saja, ya? Pokoknya, dia mengayunkan kaleng penyiraman itu dan membuat beberapa tetesan air jatuh di tanah. Jumlah air yang menetes tidak banyak, bahkan tidak membuat tanah terlihat basah.
*Growth!*
Namun karena ini adalah dunia fantasi, pedang dan sihir, atau tidak masuk dalam alam logika kita, manusia normal, sulur-sulur besar tumbuh dari tanah dan langsung melesat pada Keith.
*Grakk!*
Dengan cekatan, Keith menendangkan kaki kanannya dengan ringan di tanah, kemudian pilar tanah naik meninggi di depannya, menjadi semacam perisai.
*Stab!* *Stab!* *Stab!*
Sulur-sulur menusuk pilar tanah, untung saja itu tidak berhasil menembusnya.
*Slash!*
__ADS_1
Sebuah tebasan memotong pilar batu dan membelahnya secara mendatar.
Souseiseki adalah yang melakukan itu. Dia memegang sebuah gunting besar yang menjadi seperti pedangnya. Tidak perlu dijelaskan, tetapi manusia biasa akan tertebas menjadi dua bagian jika sampai terkena gunting besar itu. Jangankan gunting besar itu, pisau dapur saja sudah cukup untuk memotong kulit manusia. Ini juga tergantung pada ketajaman, sih.
“Glasya-Labolas!” panggil Keith.
*Shrink!* *Krakk!*
Keith memanggil Glasya-Labolas yang muncul di sampingnya, membuat pedang dari tanah di tangan kanannya, kemudian Glasya-Labolas menggunakan [Toughening] pada pedang tanah Keith, menjadikannya memiliki daya tahan yang lebih kuat.
*Trank!*
Menggunakan pedang tanah yang telah diperkuat dan memiliki penampilan mengkilap itu, Keith menangkis serangan Souseiseki yang berupa tebasan gunting besar padanya.
*Tes!* *Tes!* *Tes!* *Growth!*
Beberapa tetes air menetes dari atas Keith mengelilingi tubuhnya, kemudian batang-batang besar pohon tumbuh mengelilingi tubuhnya.
“Ck!” Keith mendecakkan lidahnya dengan kesal.
Bukan hanya menghimpit tubuh Keith, tetapi batang-batang yang tumbuh mengelilingi tubuhnya ini membuatnya tidak bisa bergerak. Salah satu hal yang paling menyebalkan adalah tidak bisa memberikan perlawanan ketika dalam pertarungan. Ini adalah pengalaman pribadi Author ketika kena spam stun ketika main game Epic Conquest atau status paralysis beruntun dalam game Evocreo.
‘Padahal mereka hanya tukang kebun, tetapi mereka terlalu kuat. Apa jadinya jika aku melawan yang membawa senjata sungguhan seperti sniper, bazooka, atau lainnya?’
*Srak!* *Srak!* *Srak!*
__ADS_1
Tubuh Keith terurai menjadi lembaran-lembaran kertas yang melayang di langit, meloloskan dirinya dari situasi tidak bisa bergerak.
“Glasya-Labolas, aku serahkan boneka tumbuhan itu padamu! Aku akan melawan yang membawa gunting ini!” teriak Keith memberikan perintah dalam wujud kertasnya yang terdengar menjadi suara menggema.