
Menuju kota Dawnguard Town untuk menyelesaikan quest nya yang melawan Golden Bear.
Sven tidak akan langsung memburu Golden Bear, dia akan bersantai terlebih dahulu di kota tersebut.
[System!]
[Informasi Tentang Dawnguard Town!]
*Dawnguard Town, Kota tersebut 3x lipat lebih besar dari kota Nordox, Kota yang di huni oleh berbagai ras dan ratusan ribu penduduk.
*Dawnguard Town adalah kota yang cukup keras dan kasar, banyak petualang yang pandai menipu para petualang yang baru datang.
*Kota yang di penuhi oleh orang-orang yang kotor, licik, dan menghalalkan segala cara untuk menjadi yang terkuat seperti hukum rimba.
Setelah melihat dan membaca informasi dari sistem layar status nya, ia mengerti dan akan berhati-hati.
"Sepertinya kota itu kebalikan dari kota Nordox.."
"Aku sangat terbantu dengan informasi dari sistem ini..."
"Aku akan berhati-hati hidup di sana..."
Sesampainya di gerbang kota itu, Sven melihat ada banyak petualang yang mengendarai hewan-hewan yang aneh.
Dan mereka terlihat seperti class Summoner dan Tamer.
"Sepertinya tidak apa-apa jika aku membawa Dark Wolfie masuk ke kota ini..."
"Baiklah! .. Ayo Dark Wolfie kita masuk kedalam kota itu.."
Sven memasuki kota Dawnguard Town sambil menunggangi Dark Wolfie.
Kota itu terlihat sangat besar, jalanan nya yang luas dan bisa menunggangi binatang aneh-aneh.
Lalu Sven mengelilingi kota itu seharian penuh untuk menghapal lokasi pertokoan dan penginapan.
Setelah itu hari menjelang sore, lalu ia akan menyewa sebuah penginapan yang terlihat lumayan ramah.
"Sepertinya aku harus memasukkan Dark Wolfie kedalam kartu monster dulu..."
"Dark Wolfie kembalilah kedalam kartu..."
"Oke! Sekarang aku akan memasuki penginapan ini.."
Ring.. ring.. suara bel pintu saat dibuka, di dalam penginapan ini terlihat lumayan sepi pengunjung dan terlihat aman.
"Permisi!.. aku mau menyewa kamar untuk beberapa hari.." ujar Sven.
"Baik tuan muda!.. Harganya 200 koin perak untuk satu harinya.." jawab pelayan penginapan.
"Kalau begitu aku akan menyewa satu kamar selama satu bulan.." ujar Sven sambil memberikan uang nya.
"Baik! ini kunci kamar nya.. selamat menikmati penginapan kami tuan muda!" ujar pelayan penginapan.
Sven melihat-lihat isi kamar nya dan sedang mengecek ulang isi kamar itu.
Mengecek dari ujung sampai ke ujung lainnya sampai benar-benar tidak ada yang mencurigakan.
Setelah selesai mengecek seluruh sudut kamar, Sven langsung menyimpan tas nya dan berbaring di atas kasurnya.
"Sepertinya kamar ini aman!"
"Tapi aku akan tetap berhati-hati.."
"Karena menurut informasi sistem, aku harus berhati-hati di kota ini..."
Untungnya Sven mempunyai cincin pendeteksi bahaya dan musuh yang mencoba menyerang nya.
Keesokan harinya Sven sudah berada di dalam bangunan guild petualang di kota itu, suasana nya sangat serius dan tegang.
Sven menganalisa seluruh petualang di dalam bangunan guild tersebut.
\-Borge (28 tahun) : Rank C\+ \[Class: Paladin\]
\-Gurdo (33 tahun) : Rank C \[Class: Barbarian\]
__ADS_1
\-Trey (10 Tahun) : Rank C\+ \[Summoner\]
\-Thorkal (15 tahun) : Rank B \[Tamer\]
\-Brogul (13 tahun) : Rank B\+ \[Assassin\]
Sven hanya menganalisa beberapa para Petualang yang terlihat mencurigakan menurutnya.
Tujuan Sven memasuki sebuah guild petualang hanya ingin memastikan situasi dan kondisi para petualang.
Setelah itu Sven keluar dari bangunan guild tersebut dan akan mencari toko senjata.
Karena senjata yang ia miliki telah di berikan kepada ayahnya.
Dan untuk sekarang Sven harus membuat dan menggabungkan senjata yang baru.
"Tapi sebelum itu, aku kemarin melihat toko yang baru aku ketahui..."
"Tulisan di papan tokonya tertulis di toko buku sihir..."
"Aku benar-benar penasaran dengan itu..."
Kemudian Sven menanyakan nya pada sistem layar status.
\[System!\]
\[Informasi Tentang Toko Buku Sihir!\]
\*Toko khusus penambahan elemen sihir pada senjata anda.
\*Senjata apapun akan bisa mengeluarkan elemen sihir api, air, angin dan lain-lain.
\*Elemen sihir tidak bisa dipilih, dan akan keluar elemen sihir secara acak.
\*Kekuatan elemen sihir tergantung seberapa kuat serangan dari senjatanya, semakin kuat senjatanya dan semakin kuat juga elemen sihir dalam senjata itu.
Sven sudah memahami penjelasan tersebut.
Lalu sebelum Sven memasang elemen sihir, dia akan membeli beberapa senjata murah untuk di gabungkan.
Dan jadilah sebuah pedang yang bernama "Platinum Sword Rank A", setelah itu Sven langsung menuju ke toko buku sihir tadi.
"Permisi!.. aku ingin membeli buku elemen sihir"
"Silahkan tuan! harganya 3 koin emas, dan semoga beruntung.."
Sven membayar nya dan langsung pergi lalu ia kembali menuju ke kamar penginapan nya untuk memasang elemen sihir pada pedang nya.
Sven hanya menempelkan buku sihir elemen itu pada pedang nya, dan munculah cahaya dari buku itu dan cahaya itu memasuki pedang yang.
*Analisa:
-Platinum Sword Rank A (Electricity)
.
"Aku tidak tahu elemen ini bagus atau jelek..."
"Tapi lumayan, daripada tidak sama sekali..."
"Oke! persiapan sudah siap semuanya !"
Setelah itu ia keluar dari penginapan untuk mencari udara segar dan sedang berjalan-jalan di kota tersebut.
Lalu ia melihat ada seorang petualang yang terlihat seumuran dengan nya, akan tetapi dia terlihat tidak ramah dan terlihat jahat.
Dia sedang Menginjak-injak sambil memaki-maki seorang petualang yang terlihat lemah.
"Dasar lemah! matilah kau rendahan tak berguna!!"
"Mulai sekarang kau ku pecat.. !!"
Dia pun pergi setelah puas menginjak-injak dan memaki-maki seseorang.
*Analisa:
__ADS_1
-Thorfen (11 tahun - lelaki)
-Rank : C+
-Class: Dark Summoner
-STR : F+
-INT : B+
-DEFF : D+
-SKILL : Summon Undead
-SKILL : Summon Death knight
Setelah itu Sven juga menganalisa orang yang telah di hina dan di siksa tadi.
\-Einar (15 tahun - lelaki)
\-Rank : C
\-Class : Support Magician
\-STR : F
\-INT : D\+
\-DEFF : D\+
\-SKILL : Increase Power
\-SKILL : Barrier Party
Sven menghampiri orang yang di siksa tadi dan akan menanyakan masalah yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
"Maaf!.. aku tadi tidak sengaja melihat mu sedang dirundung.. sebenarnya apa yang akan ?" tanya Sven.
"Itu karena aku Support yang lemah, aku tidak bisa membagi skill ku padanya..." jawabnya.
"Lalu kenapa kau tidak membagi skill mu ?" tanya Sven.
"Karena aku mudah kehabisan energi sihirku, itulah mengapa dia marah dan memecat ku..." balasnya.
"Sepertinya party mu kurang beruntung... kalau begitu maukah kau bergabung dengan Party ku ?.. ngomong-ngomong perkenalkan, aku Sven.." ujar Sven.
"Namaku Einar... Tapi nantinya aku hanya akan membebani mu saja..." ucap Einar.
"Tidak usah khawatir, aku hanya ingin mencari teman baru saja..." ujar Sven.
"Kalau begitu, temui aku besok di bawah jembatan dekat sungai..." ucap Einar.
"Kenapa harus disana ..?" tanya Sven.
"Karena aku hidup disana sejak lahir..." jawabnya.
"Aku mengerti.. oke kalau begitu, besok ya !"
Lalu Sven kembali ke penginapan nya untuk beristirahat dan tidur.
Sven menemukan teman baru nya di kota ini, yang bernama Einar.
Einar terlihat sering di rundung dan di perlakukan seperti budak atau orang yang lemah.
Sven akan menemani Einar dalam party kelompok nya untuk berburu dan menyelesaikan quest mereka.
Kemudian Sven sedang memikirkan seseorang dan seumuran dengan nya, dia tadi yang sedang membully Einar.
Sven berfikir kalau dia adalah bukan orang biasa-biasa saja yang terlihat sangat jahat dan berbahaya jika bermasalah dengan nya.
Sven tidak ingin membuat masalah dengan nya dan akan berusaha menjauhinya.
Dan ia akan menanyakan nya lebih lanjut pada Einar tentang orang yang berbahaya dan misterius itu.
Thorfen si bocah berbahaya dan membuat Sven merasa tidak nyaman dan ingin menjauhi nya.
__ADS_1