
Dua desa telah di kuasai oleh Ozur dan Ortur yang di bawah perintah Sven dan juga sudah merubah kedua desa itu menjadi makmur dan sejahtera berkat sistem dan rencana Sven.
Sekarang Sven dan Osvur akan menguasai kota Groven atau kota pertambangan yang di kuasai oleh Groven yang kotor dan jahat.
Strategi nya masih sama yaitu Sven akan menyuruh Osvur untuk melawan Groven dan harus membunuh nya.
Mereka berdua telah memasuki kota pertambangan, disana terlihat banyak bangunan yang tak terurus dan juga para pedagang dan toko-toko di kota itu terlihat sepi dari pengunjung.
Menurut informasi dari Osvur, para pedagang dan toko-toko di kota ini harus membayar pajak yang besar walaupun dagangan mereka selalu sepi.
Kemudian Sven di giring oleh Osvur yang mengetahui letak dungeon pertambangan di kota ini, setelah sampai di depan dungeon pertambangan itu Sven melihat para budak yang kurus sambil membawa pickaxe alat untuk menambang batu dan logam.
Lalu Sven dan Osvur akan melancarkan rencananya untuk melakukan pembunuhan Groven keesokan harinya.
Groven adalah orang yang lumayan tangguh dan kuat, namun Osvur yang sekarang mungkin bisa mengalahkan nya.
Hari telah berganti dan rencana penyerangan dan pembunuhan Groven akan segera dilakukan sesegera mungkin.
Sven dan Osvur sedang menyamar menjadi seorang pembeli di suatu toko sambil menunggu pergerakan dari Groven yang rutin untuk mengambil batu dan logam di depan dungeon pertambangan.
Beberapa saat kemudian Groven sudah muncul bersama belasan anak buahnya yang sedang berjalan menuju dungeon pertambangan.
"Sekarang !!.." Ujar Sven.
"Oke laksanakan !!..." Ujar Osvur.
Sven dan Osvur langsung berlari kearah Groven dan akan melawan Groven beserta belasan pengawal nya.
Lalu Sven menggunakan skill "Time Stop" yang tiba-tiba semua orang menjadi terdiam dan berhenti seperti patung.
Sven langsung membunuh belasan pengawal Groven itu dengan cepat dan melukai sedikit pergelangan kaki Groven, agar Osvur bisa mengalahkan Groven dengan mudah.
Lalu skill Time Stop itu telah habis dan semua orang menjadi normal dan bisa bergerak kembali seperti semula, namun saat Osvur berlari, tiba-tiba ia melihat belasan pengawal Groven itu sudah mati tanpa ia sadari.
Namun Osvur akan mengabaikan itu dulu dan akan berfokus pada Groven yang berada di depannya.
Groven menyadari gerakan Osvur yang akan membunuh nya, namun saat ia akan bergerak, kaki nya terasa sangat sakit, lalu ia melihat pergelangan kaki nya yang tersayat oleh Sven yang tidak ia sadari.
Groven terhambat dengan kakinya yang terluka dan tidak bisa melawan Osvur yang sedang mendatangi nya sambil mengayunkan pedangnya dan akan menebasnya.
Szrooott...!! suara tebasan pedang yang memenggal kepala Groven.
Warga disana melihat Osvur membunuh Groven dengan mata kepala mereka sendiri, lalu semua warga, pedagang, dan yang lainya berlarian dan ketakutan.
Seperti biasa Sven dan Osvur akan menunggu raja Velskud untuk melihat ini dan akan mengangkat Osvur menjadi pemimpin daerah kota penambangan ini.
Beberapa hari kemudian raja Velskud melihat bangkai dan mayat Groven yang terpenggal itu dan menanyakan kepada warga siapa pembunuhnya.
Semua warga menunjukkan jari telunjuk nya kearah Osvur.
Lalu Osvur telah resmi untuk dijadikan sebagai pemimpin kota ini oleh raja Velskud.
Keesokan harinya Sven langsung mengeluarkan uang yang sangat banyak dari kantong uang tak terbatas sebesar 20 juta koin emas untuk melakukan perbaikan dan perbaikan lainnya termasuk untuk upah dan gaji para penambang.
Sepuluh bulan lamanya Sven , Osvur dan juga semua warga kota membangun dan merenovasi bangunan kota ini.
__ADS_1
Sekarang kota pertambangan itu sudah menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya dan sekarang para penambang itu mendapatkan upah yang layak.
Para pedagang dan toko-toko di kota itu pun kembali ramai dan banyak pengunjung karena sekarang sudah tidak di pungut uang pajak sepeser pun.
Semua warga kota pertambangan itu berterima kasih kepada Osvur dan Sven yang telah merubah peraturan dan sistem di kota ini yang dulunya kejam dan sekarang telah menjadi kota yang makmur.
Sven memberikan uang kepada Osvur sebanyak 10 juta koin emas untuk keperluan kota ini.
Tiga daerah telah berhasil dikuasai oleh rencana Sven yang dipimpin oleh Ozur , Osvur dan Ortur dan mereka bertiga itu adalah orang yang dipercaya oleh Sven.
-Desa Ozur (Desa peternakan)
-Desa Ortur (Desa pertanian)
-Kota Osvur (Kota pertambangan)
Nama nama desa dan kota di sana adalah nama orang yang memimpin daerah tersebut, dan jika ada pemimpin yang baru maka nama desa dan kota itupun langsung di ganti.
Sekarang desa desa yang berhasil di kuasai oleh orang-orang Sven itu telah melakukan transaksi jual beli hewan ternak dan hasil pertanian nya kedalam kota ini.
Sven telah berhasil menguasai tiga daerah selama satu tahun dan sekarang umur Sven telah berumur 19 tahun.
Sven belum mendapatkan orang baru yang bisa dipercaya untuk menguasai kota perbudakan.
Sven akan mencari orang yang kuat , jujur dan bisa dipercaya seperti Ozur dan kedua adiknya untuk menguasai kota perbudakan nantinya.
Sven mencari tipe orang yang dia inginkan di dalam kota perbudakan.
Di dalam kota perbudakan itu terlihat begitu banyak budak yang berjajar dan di kurung jeruji besi di pinggir kota.
"Mereka menjual budak seperti menjual sayuran!!!"
Saat Sven sedang melihat-lihat budak yang diperjual belikan itu, lalu Sven melihat seorang budak lelaki yang tinggi besar (250 Cm) dan berotot besar.
Budak itu diikat dengan rantai yang berbeda karena mungkin budak yang berbadan besar itu sangat berbahaya.
"Permisi.. Budak ini terlihat kuat, apa kau menjual nya ?.." Tanya Sven.
"Iya.. Dia adalah pembunuh yang kejam!.." Balas penjual budak.
"Berapa harga budak ini ?.." Tanya Sven.
"Budak ini seharga 10.000 koin emas..." Jawab si penjual budak.
"Ok deal... aku akan membeli nya!" Ucap Sven.
"Dia berbahaya loh.. hati-hati untuk tidak dibunuh oleh budak ini!.." Ujar si penjual budak.
Lalu Sven membayar dengan kontan dan langsung membawa budak yang berbadan tinggi besar itu ke sebuah tempat yang jauh dari kerumunan orang untuk menanyai nya.
Sven membuka kain yang menutup mulut nya untuk membuat nya bicara.
Lalu Sven membuka semua rantai yang mengikat tubuhnya.
"Jadi siapa namamu ?.." Tanya Sven.
__ADS_1
"Aku Brock..." Jawabnya.
"Kenapa kau dijadikan budak ?..." Tanya Sven.
"Aku hanya membunuh orang yang menangkap adik perempuan ku..." Jawab Brock.
Lalu Brock menceritakan awal kejadian nya di jadikan budak.
Adik perempuan Brock yang cantik dan lemah lembut itu di tangkap untuk di jadikan budak di kota ini, lalu Brock membunuh mereka semuanya yang menangkap dan menyakiti adik perempuan nya itu.
Setelah Brock berhasil membunuh semua orang yang menangkap adiknya itu, tiba-tiba Brock pingsan, setelah ia terbangun dia sudah diikat oleh rantai besar di sekujur tubuhnya.
Brock mengingat sebelum ia pingsan, saat dia bertarung melawan orang-orang yang menangkap adik perempuan nya itu, Brock di lempari oleh asap hijau, namun ia tidak memperdulikan asap hijau itu dan meneruskan pembantainya itu.
Dan ia pingsan di sebabkan oleh efek asap hijau.
Begitulah kesimpulan ceritanya.
"Kenapa kau membeli ku ?.." Tanya Brock.
"Aku bisa melihat pandangan matamu, bahwa kau adalah orang yang baik, maka aku membeli mu..." Ujar Sven.
"Lalu pekerjaan apa yang akan kau perintahkan ?" Tanya Brock.
"Aku hanya ingin melihat kemampuan mu..." Balas Sven.
"Apa kau yakin ?..." Ucap Brock.
"Aku akan membebaskan adik perempuan mu jika kau berhasil mengalahkan ku.." Ujar Sven.
Mendengar itu Brock langsung berdiri dan begitu bersemangat untuk mencoba mengalahkan Sven.
Brock dan Sven sedang berjalan menuju sebuah hutan untuk beradu kekuatan dan akan melakukan pertarungan.
Sebenarnya Sven hanya mengukur kekuatan Brock saja, apakah dia benar-benar kuat atau tidak, maka sven ingin mencoba beradu kekuatan dengan Brock.
Sesampainya mereka di dalam hutan, Sven langsung menyuruh Brock untuk menyerangnya, dengan mudahnya Sven menghindari semua serangan yang dilancarkan oleh Brock.
Brock mengeluarkan seluruh skill dan kemampuan nya untuk mengalahkan Sven. demi adik perempuan nya Brock rela melakukan apapun.
Pertarungan mereka berlangsung selama lima jam dan terlihat masih saling beradu serangan dan kekuatan.
Sven bisa saja mengalahkan nya dari awal, namun ia hanya ingin mengukur kemampuan dan kekuatan nya itu.
Lalu Sven merasakan kalau Brock itu jauh lebih kuat dari Ozur, Osvur dan Ortur yang ia latih satu tahun yang lalu.
Karena hari akan menjelang malam, maka Sven akan mengakhiri pertarungan itu dengan instan, Sven menggunakan skill Time Stop nya untuk menghentikan waktu dan membuat nya tidak bergerak seperti patung.
Lalu Sven memukul lehernya dengan keras, setelah itu durasi Time Stop telah habis dan membuat Brock terjatuh dan langsung pingsan akibat pukulan keras ke arah lehernya.
Sven membuat tenda di hutan itu untuk menunggu Brock terbangun dari pingsannya.
Brock menurut Sven adalah orang yang kuat , jujur dan bisa dipercaya.
Maka Sven akan mengajaknya dalam pembunuh pemimpin kota perbudakan ini, dan akan menceritakan semua rencananya yang akan merubah sistem dan peraturan di seluruh negara kerajaan Volso ini.
__ADS_1
.
Terimakasih sudah membaca !