
Istana kahyangan para dewa adalah tempat yang sangat luas dan besar dan di huni oleh para dewa, disana terlihat sangat banyak manusia bersayap putih dan berpakaian putih bersih.
Sambil berjalan mengikuti dewa Diyn, Sven melihat tempat di sekelilingnya yang terlihat sangat indah dan damai.
"Pak dewa.. apakah masih jauh ?" Tanya Sven.
"Kita sudah sampai.." Balas Dewa Diyn.
Diyn membuka sebuah pintu besar yang terlihat seperti pintu emas dan mutiara.
Lalu mereka memasuki sebuah ruangan yang didalamnya sudah ada beberapa orang yang sedang duduk seperti di meja rapat.
"Maaf rekan-rekan ku.. Aku terlambat, tapi aku berhasil membawa nya kemari.." Ujar Diyn.
Mereka semua yang sedang duduk di kursi rapat tiba-tiba berdiri dan membungkuk pada dewa Diyn.
"Selamat datang tuan !!"
Serentak mereka menyambut Diyn.
"Duduklah dan perkenalkan diri kalian semua pada orang ini (Sven).." Ujar Diyn.
Mereka langsung meletakkan tangan kanan mereka di dada dan terlihat seperti melakukan penghormatan.
Kemudian mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing.
-Bladir : (Dewa orang yang tak berdosa dan Dewa keindahan).
-Brogi (sang penyanyi dan penyair)
-Forsoti (Dewa keadilan)
-Freyjol (Dewi kasih sayang dan segsualitas)
-Fryre (Dewa kasih sayang dan kesuburan)
-Friges (pemimpin para Dewi)
-Hoimdell (sang pengawas dan penjaga)
-Hodhrul (Dewa buta, penguasa kegelapan dan musim dingin)
-Heznor (Dewa yang tak bisa mengambil keputusan)
-Ixunn (Dewi keremajaan, kemudaan, kesuburan, dan kematian)
-Lokis (si penipu, si pengacau, saudara angkat Dewa Diyn)
-Anjord (Dewa pelayaran)
-Thour (Dewa petir dan pertempuran)
-Tiyr (Dewa perang dan keberanian)
-Ullh (si pemburu, pemanah)
-Veh (saudara Diyn, yang menganugerahi manusia kemampuan bicara)
-Vador (Dewa kesunyian, Dewa pembalasan dendam).
Mereka semua adalah dewa dan Diyn adalah dewa yang paling kuat diantara mereka semua, maka dari itu mereka menghormati nya dengan sangat sopan.
Setelah mereka selesai memperkenalkan diri, lalu rapat pun dimulai.
Pertama-tama Diyn mengatakan pada semua dewa tentang skill nya yang telah hilang dan terambil oleh sven.
Kemudian ia meminta tolong pada semua dewa untuk melakukan ritual penting untuk mengambil kembali skill nya itu.
Lalu mereka semua berdiri memutar dan seperti membuat lingkaran.
Sven yang berada di tengah lingkaran para dewa itu duduk dan tidak bisa apa-apa dan hanya mengikuti arahan dari para dewa.
Para dewa menutup mata mereka dan langsung memulai ritual.
__ADS_1
Tiba-tiba keluar cahaya putih yang menyelimuti tubuhnya hingga membuat nya terlihat seperti lampu yang begitu menyala sangat terang.
Sven terlihat tidak sadar diri dan seperti pingsan atau tertidur.
Ritual itu berlangsung selama 3 hari yang menguras kekuatan mereka, dan akhirnya ritual itu selesai sepenuhnya.
Setelah itu Sven langsung tersadar dan terbangun kembali dari tidurnya.
Namun saat Sven melihat wajah para dewa itu terlihat seperti kecewa, termasuk raut wajah dewa Diyn.
"Bagaimana hasilnya..?" Tanya Sven.
"... Sulit di percaya!" Balas Diyn.
"Apa maksud anda ..?" Tanya kembali.
"Skill itu tidak bisa kembali.." Jawab Diyn.
"Tapi aku merasakan seperti ada salah satu dewa yang menolak ritual ini..." Ujar Sven.
"Apa maksud mu itu ?!.." Tanya Diyn yang penasaran.
"Saat aku tertidur, ada salah satu dewa yang berbisik pada ku .." Jawab Sven.
"Apa yang dia bisikan padamu ?" Tanya Diyn.
"Dia mengatakan bahasa aneh dan tidak aku mengerti... " Jawab Sven.
"Seperti apa yang dia katakan ??" tanya Diyn.
Lalu Sven mencoba mengingat apa yang dewa misterius itu katakan padanya.
Beberapa saat kemudian Sven sudah mengingat perkataan dewa misterius itu.
Sven langsung merapalkan kata-kata itu.
[Naal okh zin los vahriin] ...
[wahk dein vokul mahfaeraak ahst vaal!]...
Sven kebingungan dengan arti perkataan itu.
"Siapa dewa yang membisikkan itu padamu !!!" Tanya Diyn yang terlihat marah.
"Aku tidak tahu pasti.. tapi dewa itu terlihat seperti laki-laki dan tersenyum sinis..."
Semua para dewa itu terdiam dan terlihat ketakutan pada Diyn yang sedang marah.
Lalu Diyn mengintrogasi semua warga satu persatu yang memakan waktu selama 1 bulan.
Namun hasilnya nihil dan tidak ada yang mengaku.
Jadi pada intinya ritual itu akan berhasil jika semua dewa melakukan ritualnya.
Akan tetapi ada satu dewa yang menolak dan dia berpura-pura melakukan ritual.
Namun ritual itu tidak sepenuhnya gagal dan hanya sedikit merubah skillnya.
[Impact Counter : On / Off].
Sekarang skill nya bisa di aktifkan atau di nonaktifkan dengan bebas dan sesuka hatinya.
*Sven (16 tahun.)
-Class : Physical Wizard.
-Rank : S+
-STR : SS
-INT : SS
-DEFF : SS
__ADS_1
-Skill Active : Wizard Elemental & Wizard Form.
-Skill Passive : Impact Counter [On / Off].
Setelah melihat layar status nya, Sven merasa mendingan dan dia lumayan sedikit bersemangat untuk melanjutkan perburuan nya nanti.
Namun ia merasa tidak enak hati pada dewa Diyn.
Dan situasi istana kerajaan dewa sedang dalam keadaan tegang karena dewa Diyn terlihat sangat marah pada dewa yang misterius itu yang menolak ritual secara diam-diam.
Selama waktu satu bulan penyelidikan, semua para dewa sudah mencurigai satu dewa yaitu dewa Lokis.
Dewa Lokis memang sangat terkenal dengan sifatnya yang suka menipu dan mengacau.
Namun tidak ada bukti apapun untuk menuduh nya dan mereka hanya mencurigai nya dan mengawasi nya.
Dewa Lokis terlihat sangat mencurigakan dengan sikap nya yang tenang dan senyum-senyum sendiri dan tidak terlihat panik atau marah seperti dewa yang lainya.
Begitupun dengan Sven yang mencurigainya.
Sudah dua bulan Sven berada di istana kahyangan tempat para dewa.
Kemudian Sven meminta izin pada dewa Diyn untuk kembali ke dunia bawah untuk melakukan perjalanan petualangan nya kembali.
Dengan berat hati, dewa Diyn terpaksa mengizinkan nya walaupun kasus ini tidak selesai.
"Tenang saja dewa Diyn.. Aku tidak akan melakukan kejahatan dengan skill mu ini.." Ujar Sven.
"Aku tahu kau tidak akan melakukan hal seperti itu, tapi laporkan padaku jika kau mendapatkan informasi tentang ini..." Ucap Dewa Diyn.
Lalu dewa Diyn mengantar Sven ke dunia bawah dengan kecepatan tinggi dalam waktu 10 detik saja.
Sesampainya di daratan dewa Diyn memberikan kalung ajaib.
Kalung ajaib itu bisa langsung berbicara (seperti menelpon) pada dewa Diyn dari manapun dengan cara menekan batu merah di dalam kalung ajaib itu.
Setelah memberikan kalung ajaib itu, dewa Diyn langsung kembali ke istana kahyangan negeri langit.
Dan sekarang Sven telah menonaktifkan skill Impact Counter nya.
\[Impact Counter - OFF\]
Sven sekarang sudah seperti petualang biasa lagi yang tidak over power.
Beberapa hari kemudian ia langsung melakukan perburuan yang akan melawan naga biru di dalam hutan high rank.
Seperti biasa saat Sven sudah memasuki hutan itu dan ia langsung membuat basecamp perkemahan untuk membuat tempat beristirahat.
Hari sudah menjelang malam, Sven akan beristirahat dan akan melanjutkan perburuan nya saat pagi hari tiba.
\*Sven (16 tahun.)
\-Class : Physical Wizard.
\-Rank : S\+
\-STR : SS
\-INT : SS
\-DEFF : SS
\-Skill Active : Wizard Elemental & Wizard Form.
\-Skill Passive : Impact Counter \[OFF\].
Siapakah dewa Lokis itu ? Dan apa yang dia rencanakan sehingga menolak ritual pencabutan skill dewa pada Sven.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca !