
Athroz merasa diremehkan dan sekarang ia akan mulai serius. Athroz mengeluarkan senjata kedua nya dan sekarang ia memegang dua pedang yang akan bertarung melawan sven.
Sven melihat Athroz mengeluarkan pedang yang lain dan Sven bisa merasakan sesuatu yang kuat dari aura pedang keduanya.
Namun Sven tidak mengkhawatirkan senjata atau pedang yang Athroz keluarkan itu, karena Sven mempunyai set armor yang luar biasa kuat dan tidak ada yang mengetahui nya.
Tiba-tiba Athroz melakukan Dash dengan kecepatan tinggi sambil mengayunkan pedangnya kearah Sven.
"Triple Slash..!!!" Teriak Athroz yang menggunakan skill nya.
Sven pura-pura berusaha untuk menghindari serangannya agar tidak membuat Athroz merasa diremehkan lagi.
Serangan Triple Slash itu berhasil mengenai Sven dan tidak menggores nya sedikitpun.
Athroz melihat skill nya tidak bisa melukai Sven lalu ia menggunakan skill keduanya yang terlihat mengeluarkan aura merah di sekujur tubuhnya.
"Hacking Stance...!!!" Ucap Athroz sambil menggeram dan mengeluarkan aura merah.
Setelah menggunakan skill itu, Athroz jadi terlihat bergerak sangat cepat.
Athroz menyerang Sven dengan kedua pedang nya secara membabi buta dan bertubi-tubi dengan kecepatan nya yang tinggi akibat dari skill Hacking Stance miliknya.
Akan tetapi skill Hacking Stance nya itu hanya mempercepat 5x lipat gerakan pedang nya saja dan tidak mempercepat tubuhnya.
Maka dari itu Sven menjadi kesulitan untuk menghindari serangannya walaupun Sven hanya berpura-pura untuk menghindari nya.
Kecepatan ayunan pedang Athroz bisa menghasilkan 182 kali serangan dalam 5 detik dan berarti 36 kali serang dalam 1 detiknya, lalu dalam 1 menit Athroz bisa menghasilkan 2.160 kali serangan.
"Skill yang sangat luar biasa!.." Ujar Sven sambil menganalisa nya.
"Berisik!!..." Balas Athroz sambil menyerang Sven.
Dalam 1 Jam serangan Athroz telah mengeluarkan 129.600 kali serangan ayunan pedang.
Akan tetapi semua serangan itu tidak sedikitpun berpengaruh pada set armor milik Sven dan membuat Athroz semakin marah dan geram.
Saking kesalnya, Athroz menggunakan skill terakhirnya, lalu Athroz mundur kebelakang sejauh 10 meter dan terlihat sedang mengumpulkan seluruh aura merah itu kedalam pedang nya.
Setelah semua aura merah itu telah habis terhisap kedalam pedang nya, lalu Athroz mengarah kan pedang nya kearah Sven.
"Line Drive...!!!" Teriak Athroz.
Tiba-tiba Athroz melesat dan meluncur dengan kecepatan yang sangat luar biasa dan terlihat seperti peluru sambil menghunuskan pedangnya kedepan.
__ADS_1
Sven tidak bisa melihat pergerakan nya yang sangat cepat dan seperti peluru itu, ia pun terkena serangan nya dan terpental jauh yang hampir keluar arena gladiator.
Setelah serangan itu selesai, terlihat bekas serangan skill Line Drive yang membelah daratan arena dengan lurus dan sepanjang 100 meter.
Penonton yang menyaksikan itu langsung bersorak ramai dan menyangka kalau Athroz lah yang menang.
Akan tetapi saat debu debu yang menutupi tubuh Sven akibat dari terpental nya itu menghilang, terlihat lah Sven yang baik-baik saja dan sedang mengepuk ngepuk pakaian nya atau sedang membersihkan baju dan celananya yang kotor.
Wajah semua para penonton yang tadinya sedang bersorak, tiba-tiba semuanya jadi terdiam dan melongo dengan shock berat.
Begitupun dengan ekspresi wajah Athroz yang tercengang dan terkejut melihat Sven yang baik-baik saja.
"Woah!!.. Serangan mu tadi hebat sekali!!..." Ujar Sven sambil berjalan mendekati Athroz.
"Si-siapa kau sebenarnya ?!!..." Tanya Athroz yang melongo dan terkejut.
"Aku hanya orang biasa kok... Dan sekarang bagian ku yang menyerang mu!..." Balas Sven sambil tersenyum.
Kemudian Sven menggunakan skill Wizard Elemental nya yang mengeluarkan elemen sihir listrik dan dia alirkan keseluruh tubuhnya.
Tubuh Sven diselimuti listrik, lalu Sven memusatkan aliran listrik itu ke bagian kedua kepalan tangannya dan ia langsung melompat dan akan memukul kan tinju nya yang telah dialiri listrik.
Athroz menghindari serangannya dengan cepat, lalu Sven mengalirkan listrik nya lagi ke bagian kedua kakinya dan membuat gerakan Sven jadi lebih cepat.
"Krrsszz...!! Suara tinju listrik nya yang mengenai perut Athroz.
Dengan serangan itu membuat Athroz tersetrum listrik dan membuat nya kesakitan sampai ia terjatuh sambil menahan rasa sakit.
"Apa kau menyerah ?!" Tanya Sven.
"Ugh..Ugh.. Sialan kau!!.." Balas Athroz sambil berusaha bangkit dari jatuhnya.
"Kalau begitu aku akan membunuh mu !!..." Ujar Sven yang menakuti nya.
"Ti-tidak! jangan bunuh aku!!.. A-aku menyerah!!!..." Ujar Athroz yang ketakutan.
Saat Athroz mengatakan menyerah, lalu wasit menghentikan pertandingan itu dan langsung mengangkat tangan Sven sambil mengangkat pada semua penonton.
"Pemenangnya adalah Sven sang penantang !!!" ujar wasit.
Semua penonton langsung bergemuruh dan bersorak memanggil nama Sven secara bersamaan.
Rekor pertarungan Athroz yang tak terkalahkan itu, akhirnya kalah untuk yang pertama kali nya.
__ADS_1
Rekor menang 498 dan 1 kali kalah.
Setelah itu Sven mendapatkan hadiah uang sebanyak 10.000 koin emas dan sekarang Sven telah menjadi bintang arena gladiator yang baru.
Dan Sven sekarang menjadi nomor satu di arena gladiator itu.
keesokan harinya dan keesokan harinya dan terus menerus setiap harinya Sven mendapatkan penantang baru dan penantang baru.
Sampai berbulan bulan ia di tantang oleh ratusan penantang dan membuat nya merasa jenuh dan tidak bisa bebas sedikitpun.
Namun suatu hari Sven sengaja mengaku kalah dengan alasan tidak ingin menjadi nomor satu di arena gladiator yang sibuk itu.
Dan akhirnya Sven bisa bebas kembali setelah memberikan tahta nya yang nomor satu itu.
Setelah selesai berurusan dengan arena gladiator itu, Sven berhasil mengumpulkan uang sebanyak 1.477.000 Koin Emas, dan sven sudah menjadi orang terkaya dan masuk ke daftar 10 orang terkaya.
Dengan uang sebanyak itu Sven sebenarnya bisa membeli apa saja yang ia inginkan, namun ia tidak punya keinginan apapun dan hanya menyimpan nya saja.
Beberapa bulan kemudian, Sven dan Athroz menjadi akrab dan sudah menjadi teman dekat.
Sekarang Sven mempunyai teman baru di kota ini, lalu ia memperkenalkan Athroz pada Thordin di sebuah bar minuman.
Setiap hari mereka selalu bersama sama dan bersenang-senang tanpa ada beban sedikitpun.
Suatu hari Sven sedang sendirian di dekat pantai kota Grundene sambil menatap langit malam yang indah dan damai.
Tiba-tiba muncul dewa Diyn dari langit yang terlihat sedang terburu-buru dan penuh luka sambil berusaha untuk mengatakan sesuatu pada Sven.
"Tenang dulu tuan Diyn!.. Ambil nafas dan bicaralah dengan jelas!" Ucap Sven.
Lalu setelah itu dewa Diyn mengatakan pada Sven untuk meminta bantuan dan meminta pertolongan nya untuk menghadapi dewa Lokis yang berhasil mengalahkan dewa Diyn satu lawan satu di suatu tempat.
Sebetulnya dewa Diyn itu adalah dewa yang paling kuat diantara semua dewa, namun untuk sekarang dewa Diyn menjadi lemah karena skill nya berpindah pada Sven.
Maka dari itu dewa Diyn kalah dan hampir mati saat melawan dewa Lokis satu lawan satu.
Dan sekarang dewa Diyn berhasil melarikan diri dan sudah berada di hadapan Sven untuk meminta bantuan nya.
Lalu setelah mendengarkan penjelasan yang jelas dari dewa Diyn, Sven sepakat untuk membantu nya yang melawan dewa Lokis itu.
Dewa Diyn langsung membawa Sven kesuatu lokasi dengan kecepatan cahaya dan akan menemui dewa Lokis.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca !