Istri Cupu Yang Berubah

Istri Cupu Yang Berubah
Bab 1 Tersakiti


__ADS_3

Dalam sebuah Rumah Tangga pasti ada yang namanya permasalahan kini di kediaman Adi Wijaya terdengar suara bentakan yang sangat keras


"Mas, aku ini Istri kamu aku berhak tau tentang urusan kamu" terdengar suara lirih dari seorang istri yang saat ini harga dirinya tidak ada apa-apa lagi di mata seorang Suami


"Apa? Hahaha aku tidak salah dengar. Kamu berani menyebut dirimu sebagai istri tapi tidak pernah memuaskan suami nya, cih penampilan mu cupu begini aku tidak Sudi menganggap mu sebagai istri. Paham!" Terdengar bentakan dan cacian dari seorang Suami yang seharusnya mejaga perasaan seorang Istri


"Hiks..hiks..kamu tega mas merendahkan seorang Istri yang seharusnya kamu sayangi" lirih nya


Sementara orang yang kini di juluki sebagai seorang Suami hanya pergi begitu saja


Dalam kamar yang bernuansa hitam itu hanya tinggal sendiri seorang Wanita yang kini tengah menangis akan sakit nya perkataan tadi


"Hiks..hiks.. kenapa kamu tega mas? Kenapa, dulu kamu tidak seperti ini kamu itu begitu perhatian hanya karena penampilan ku yang seperti ini kamu tega menyebut istri mu sendiri cupu" lirih Wanda


Nama ku Wanda Lestari seorang Ibu Rumah Tangga yang memiliki satu anak dari Suamiku yang bernama Adi Wijaya ia seorang Direktur di perusahaan Wijaya walau suamiku ini seorang Direktur tetapi ia tidak pernah memberi ku nafkah yang cukup


"WANDA!!" teriak seorang Wanita dari lantai bawah


Aku yang mendengar suara teriakan yang memanggil namaku langsung keluar kamar dia adalah Ibu Mertua ku yang bernama Bu Sari ia memiliki sifat yang sangat pemarah dan sering juga menyakiti ku seperti Suamiku yang sering menghina penampilan ku ini


Aku gegas menghampiri Ibu yang sedang duduk manis di ruang tv


"Ada apa Bu?" Tanya ku dengan ramah


"Ada apa ada apa, kamu lihat tuh cucian numpuk lantai rumah juga kotor, kamu bisa gak sih urus rumah? Jadi Istri gak guna banget" sungut ibu dengan mata menyolot nya itu


Aku sudah terbiasa mendengar Omelan Ibu itu yang sering menyakiti gendang telingaku ini

__ADS_1


"Aku udah beres-beres loh Bu tadi" belaku


"Kamu aja yang gak becus urus rumah jadi istri itu harus pinter bersih-bersih, kamu itu udah cupu gak pinter ngurus rumah lagi" sungut Ibu lagi. Yah seperti inilah aku setiap hari mendengar hujatan demi hujatan di Rumah suamiku sendiri


Dari pada Melayani sungut Ibu itu aku lebih baik ke dapur dan mulai memasak anak sulung ku sebentar lagi pasti pulang sekolah anak sulung ku ini bernama Alfi dia sangat tampan dan cerdas namun mertuaku tidak menyukai Alfi


Aku segera bergegas pergi ke dapur biarlah Ibu ngomel sendiri aku sudah tidak peduli lagi 10 tahun menjalin Rumah Tangga aku tak pernah mendapat perlakuan baik dari keluarga ini


Setelah di dapur aku bergegas masak Nasi goreng kesukaan Alfi dan ayam kecap kesukaan Mas Adi hari ini aku akan pergi ke kantor Suamiku ini untuk mengantarkan bekal makan siang nya


"Cih, kamu setiap hari masak itu itu aja gak kreatif banget sih jadi Istri" sungut Ibu yang tiba tiba datang itu. Aku yang mendengarnya seketika kaget karena Ibu tiba tiba datang begitu saja


"Bu Mas Adi ngasih uang cuma cukup buat masak ini, lagian ini juga makanan kesukaan Mas Adi juga Alfi" kataku dan langsung pergi untuk bersiap ke kantor Suamiku ini


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit aku telah sampai di Perusahaan Suamiku. Aku bergegas menuju ruangan Suamiku


Pintu terbuka dan seketika aku kaget nafasku seakan berhenti melihat pemandangan jijik di depan ku dimana Suamiku sedang bercinta dengan seorang Wanita seksi


"MASS!!" teriakku penuh emosi Mas Adi yang mendengar teriakan ku seketika terlonjat kaget


"Kamu mau apa kesini?" Tanya Mas Adi yang begitu berusaha tenang namun dari sorot mata nya itu terlihat bahwa dia sedang gugup


"Aku mau nganterin makanan ke kamu, tapi apa yang kamu lakukan Hah!" Suara ku langsung meninggi dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung biar lah aku di hina tapi jika di duakan aku sama sekali tidak terima. Sangat sakit rasa nya


"Heh, kamu seharusnya sadar aku gak mungkin betah dengan wanita berpenampilan cupu seperti kamu. Lihat Wanita ku ini seksi manis dan cantik wangi pula gak kaya kamu bau" Mas Adi malah menghinaku bukan merasa bersalah dan meminta maaf


Tentu saja Wanita yang sedang bersama Mas Adi tersenyum sinis ke arah ku, karena tidak tahan aku langsung menghampiri Wanita tersebut

__ADS_1


Plakk..


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Wanita tersebut Mas Adi yang melihat itu langsung menghampiri ku dan


Plakk...


"Kamu berani beraninya menampar Wanita ku!"


"Wanitaku? Mas aku ini Istri kamu!" Suara ku melihirih dengan air mata yang sudah tidak bisa di atur lagi


"Mass sakit" Wanita ular itu bersuara dengan sangat manja nya kepada Suamiku dengan lengan nya bergelayut manja di tangan Mas Adi


Aku yang melihatnya seketika ingin muntah muak dengan Wanita ular seperti dia


"Kamu jangan semena mena sama Wanita ku perkenalkan dia adalah Astri Wanita ku yang sangat cantik" tutur Mas Adi


Saat Mas Adi memperkenalkan wanita ular itu dengan bangganya kepada istri sah nya sendiri seketika aku diam membeku tidak percaya akan sikap Mas Adi yang seperti itu


"Hai, kasian banget sih Sama Suami sendiri gak di hargain" ucap Wanita ular itu dengan mata yang menatap sinis aku langsung keluar ruangan Mas Adi dengan perasaan yang berkecamuk antara sendih dan kecewa.


langsung saja aku menuju parkiran dan memasuki mobil masih dengan berlinang air mata di wajah ku, langsung saja aku menyuruh sopir untuk menuju ke suatu tempat yang selalu menyejukkan hati ini


sepanjang jalan aku merasa kecewa yang amat berat akan perbuatan Mas Adi suamiku sendiri yang tega kepada Istri nya tak terasa mobil telah berhenti di tempat tujuan ku langsung saja aku membuka pintu mobil dan berlari kencang menuju tempat sandaran ku di saat sedang sedih aku langsung menatap danau yang amat luas dengan air yang jernih, danau lah sekarang tempat favorit ku saat ini aku menangis sejadi jadi nya. wanita mana yang tidak sakit ketika melihat suaminya selingkuh di depan mata Istri nya sendiri


ya Allah begitu menyakitkan cobaan yang telah engkau berikan saat ini. mampu kah aku bertahan? entah lah aku sudah tidak tau itu


sudah satu jam lamanya aku merenung disini pasti anak ku Alfi sudah menunggu ku di rumah aku langsung saja bergegas menuju mobil dengan wajah lesu mata yang bengkak badan yang lemas namun aku tidak boleh terlihat lemah oleh anak ku.

__ADS_1


__ADS_2