Istri Cupu Yang Berubah

Istri Cupu Yang Berubah
Bab 8 PENGEROYOKAN


__ADS_3

20 menit sudah Adi bersama Astri makan bersama kini mereka tengah menuju pintu keluar, saat tengah berjalan tiba tiba Astri melihat Anton dan juga Winda tengah berbicara berdua di sebuah meja yang tak jauh dengan keberadaan nya sekarang


_itukan Winda ngapain dia sama Anton, dasar cewek gatal awas aja kamu_ ucap batin Astri yang merasa geram akan pemandangan yang ia lihat. ingin melabrak percuma saja dia sedang bersama Adi tak mungkin jika ia nekat


"sayang, ko kamu terus ngelamun. ada masalah ya?" tanya Adi yang bingung akan sikap Astri yang sejak tadi terus saja aneh


"emm, aku cuma gak enak badan aja ko. kita langsung ke rumah aku aja ya mas" ungkap Astri berbohong dengan wajah nya yang ia lesu kan


"ya udah yu masuk ke mobil" ucap Adi dengan membukakan pintu mobil untuk Astri


kini di perjalanan hanya keheningan yang ada Astri terus saja memikirkan Winda yang tengah bersama Anton sedangkan Adi sibuk menyetir dengan tangan sebelah memegang tangan Astri saat di pertengahan jalan tiba tiba datang sebuah mobil hitam yang menghadang mereka berdua


citttt......


suara rem mobil yang begitu nyaring jelas terdengar dengar tubuh Astri dan Adi yang maju ke depan dengan kepala yang hampir membentur bagian mobil


"Mas, ada apa ko ada mobil yang menghadang kita?" tanya Astri panik saat melihat dua orang pria yang memakai jas berwarna hitam mendekati mobil mereka


"aku juga gak tau, kamu tunggu disini" ucap Adi dan langsung keluar dari dalam mobil untuk menemui pria tersebut


"heh, mau apa kalian?" tanya Adi yang kini tengah di luar


"hahaha, tujuan kita kesini buat ngejar Lo" ungkap salah satu pria yang memiliki badan kekar dan tinggi


"apa urusan Lo sama gua hah! gua gak punya urusan sama Lo pada"ucap Adi yang kini nada suaranya yang semakin meninggi


Astri yang melihat perdebatan itu begitu takut karena di sana sama sekali tidak ada orang untuk membantu mereka


Bughh....


satu pukulan berhasil mendarat di perut Adi


"sial"


bugh..


kini Adi balik menyerang pria tersebut, terjadilah perkelahian sengit kini Adi mulai kewalahan karena salah satu dari pria tersebut terus saja memberikan pukulan di area perut nya kini Adi merasa sangat sakit di area perut nya tanpa ia sadari darah terus saja mengalir dari sudut bibir nya kini penglihatan nya mulai terasa buram dengan langkah sempoyongan dan lengan yang memegang perut ia paksakan untuk terus memberi pukulan kepada dia pria yang ada di depan nya namun saat ingin memberikan pukulan ia malah lebih dulu mendapatkan tendangan dari kedua pria tersebut


tubuh Adi semakin lemas tak terasa kini ia tersungkur di aspal yang begitu berdebu

__ADS_1


Astri yang melihat itu ia semakin ketakutan dan terus menunduk agar pria tersebut tak melihat nya dan mencelakai dirinya


"Hahaha, segitu aja kemampuan Lo. ternyata lemah juga yah, yuk cabut" setelah mengatakan itu kedua pria tersebut langsung pergi dari sana dengan Adi yang masih tersungkur di aspal dengan matanya yang menatap kepergian kedua pria tersebut


Astri yang bersembunyi di dalam mobil marasa lega akan kepergian kedua orang tersebut. ia langsung saja turun dari mobil untuk menemui Adi yang kini terkulai lemah di aspal dengan darah yang bercucuran dari mulut nya itu


"ya ampun sayang, kamu parah banget kita ke rumah sakit sekarang" ajak Astri yang tiba tiba peduli. ia langsung saja membopong tubuh Adi dan memasukkan nya ke dalam mobil kini Astri yang tengah mengendarai mobil tersebut dengan tujuan rumah sakit terdekat


10 menit sudah Astri mencari rumah sakit terdekat ia kini telah menemukan nya langsung saja Astri memanggil suster yang ada di sana untuk membantu nya untuk membopong tubuh Adi yang sudah lemah tersebut


sementara di restoran milik Anton Winda tengah bersiap siap untuk menjemput Alfi pulang kali ini ia akan ajak Alfi untuk jalan jalan ke luar karena hari ini ia sudah mendapat gajih pertama nya dari Anton


"Ton aku pamit dulu yah, mau jemput Alfi soalnya" pamit Winda yang mendapat anggukan dari Anton


setelah mendapat anggukan dari Anton ia langsung saja beranjak pergi dan langsung memberhentikan taksi yang kebetulan lewat


setelah beberapa menit di dalam taksi ia sampai di depan sekolah Alfi Winda yang baru sampai langsung melihat Alfi yang keluar dari kelas nya ia langsung saja berlari ke arah Alfi untuk memeluk Alfi


"sayang, gimana sekolah nya lancar?" tanya Winda yang kini tengah mengusap kepala Alfi dengan lembut nya


"lancar dong mah, oh iya aku juga tadi dapat nilai tambahan dari guru loh" ucap Alfi dengan antusias nya


"wah, hebat banget anak mamah. ya udah sebagai hadiah nya kita jalan jalan di luar yuk kamu mau kan"


kini Winda dan Alfi tengah berada di sebuah mall yang cukup besar. Alfi dan Winda kini tengah berada di toko mainan yang sangat luas dengan mainan yang tertata rapih


"mah aku mau robot boleh gak?" tanya Alfi dengan rasa ragu


"boleh sayang, ambil aja apa yang kamu suka"


"tapi, emmm gak jadi deh mah kita beli bahan makanan aja buat makan" senyum Alfi yang terlihat ragu


Winda yang mendengar itu ia merasa bersalah karena telah mengajak anak kesayangan nya ini untuk hidup susah walau di pandang orang kaya tapi ia sangat menderita akan hal ekonomi


"mamah punya uang lebih kamu beli aja apa yang kamu suka jarang jarang kan kita begini" ucap Winda berbohong. ia tak mau sampai anak nya tau kalau dia kerja nanti Alfi akan sedih mendengar ia bekerja


"yeyy, makasih yah mah"


kini Alfi sudah selesai membeli robot yang ia ingin Kan sejak dulu

__ADS_1


setelah selesai Winda langsung mengajak Alfi Untuk makan di sebuah cafe dengan desain yang modern


Winda yang melihat Alfi begitu senang ia sangat bahagia. ia sangat bersyukur sekali dengan semua ini


****************************************************************


sementara di rumah sakit terlihat Astri yang kini tengah berada di sebuah ruangan yang berbau obat dengan cat khas berwarna putih dengan Adi yang masih terbaring lemah di sebuah kasur yang berada di ruangan tersebut


"sayang, tahan yah kamu pasti kuat" ucap Astri dengan air mata buaya nya itu


sementara Adi kini tidak bisa bergerak karena ia merasakan sakit yang begitu hebat di sekujur tubuhnya


"sabar yah, tadi aku udah Telpon Ibu kamu buat kesini" terang Astri yang mendapat anggukan kecil dari Adi


cklekk......


tiba tiba pintu ruangan tersebut terbuka menggambarkan sosok wanita paruh baya dengan wajah yang gelisah dan langkah nya yang begitu tergesa-gesa


"ya ampun Adi kamu kenapa, ko bisa kaya gini ayo cerita sama ibu" ucap nya


"Bu, tadi mas Adi di keroyok orang" terang Astri yang berada di hadapan Ibu dari Adi tersebut


"ko bisa?"


"aku juga gak tau Bu, tapi kata dokter mas Adi gak begitu parah cuma ia harus istirahat selama beberapa Minggu " terang Astri dengan wajah sedih nya


"syukurlah nak"


kini Adi dan ibu nya tengah berbicara walau suara Adi yang masih lemah namun ia masih mampu untuk mengatak sepatah atau dua patah kata


"Bu, Mas. aku pamit pulang ya" ijin Astri dan mendapat anggukan dari kedua orang tersebut


kini di ruangan hanya tersisa Adi dan juga ibunya sedang kan Astri tengah berada di parkiran untuk menunggu taksi yang lewat


"Adi, gimana rencana kamu?"


"sabar lah Bu, aku lagi kena musibah juga masih aja mikirin harta bukan anak nya" terang Adi yang merasa geram akan ibunya tersebut yang menurut nya terlalu matre.


"yakan ibu cuma mau tau"

__ADS_1


"tenang Bu, sebentar lagi juga beres"ucap Adi dengan senyum nya yang menghiasi wajah tersebut


meski dengan ke adaan sakit tetapi ia masih mampu untuk tersenyum bila soal harta.


__ADS_2