Istri Cupu Yang Berubah

Istri Cupu Yang Berubah
Bab 6 PERGI KE RUMAH IBU


__ADS_3

Winda!!!


"iya Bu ada apa?" lesunya


kini saat tengah berbaring di tempat tidur tiba tiba teriakan kencang dari bawah tengah memanggil Winda untuk turun kebawah dengan perasaan yang terpaksa Winda turun untuk menemui ibu mertua nya itu


"ini Astri mau pulang, kamu malah enak enak tidur bukan pamitan sama calon istri Adi malah kaya gitu. gak sopan banget sih" sungut ibu mertua Winda yang kini tengah berada di hadapan Winda dengan mata yang menyolot nya itu


"iya Win, lagian aku juga gak yakin dalam sebulan itu kamu berubah lagian ini tinggal 28 hari kamu masih gini gini aja, mending nyerah deh. tapi itu terserah kamu juga"sungut lagi Adi yang kini berada dalam dekapan Astri


kini Winda merasa kan sakit yang mendalam tapi ia harus kubur dalam dalam prasaan sakit ini


"kita lihat saja nanti Mas, dan untuk ibu aku gak Sudi buat pamitan sama orang yang udah ngerusak kehidupan rumah tangga orang lain" ucap Winda dengan nada dingin nya dan langsung pergi meninggalkan keluarga suaminya itu


"Winda, mau kemana kamu? malah ngeleos gitu aja gak tau sopan santun yah kamu" teriak ibu mertua Winda dengan tak terima


Winda yang tengah berjalan menuju arah tangga sama sekali tak menghiraukan teriakan nya itu menurut nya ini sudah biasa


"aduh maaf ya Astri kelakuan Winda kaya gitu"ucap ibu mertua Winda dengan lembut


"iya Tante gak apa apa ko" senyum Astri


"Tante harap kamu segera menjadi menantu di rumah ini"


"pasti dong Bu"sambung Adi dengan ekspresi bahagia nya


"aku pulang dulu ya Tante"ucap Astri dengan bersikap ramah dan menyalimi Ibu mertua Winda dan mencium tangan Adi serta memeluk nya dengan mesra


kini di ruang keluarga hanya tersisa Adi dan ibunya itu


"Bu nanti aku kan mau ngejalanin bisnis investasi, nah perlu modal banyak kalau aku ngambil dari uang perusahaan, karyawan ku sebentar lagi gajihan. nah boleh gak Bu aku jual tanah ibu" terang Adi dengan wajah yang mengharapkan jika permintaan nya akan terkabul


"emang untung nya berapa? terus ibu dapet bagian berapa?"


"tenang Bu, kalo ibu setuju Ibu bakal dapet uang 2M" jelas Adi yang mampu membuat ibunya itu ceria


"wahh, boleh boleh kamu jual aja tuh" semangat nya dengan mata berbinar


"beneran Bu?"


"bener, asal ingat 2M buat Ibu"


"siap Bu"


pagi harinya....


"Alfi bangun yuk kita sarapan" ajak Winda dengan menepuk pelan pipi sang anak agar terbangun dari tidurnya


kini Winda telah siap menyiapkan sarapan dan hari ini rencananya ia akan pergi ke rumah orang tuanya ia lupa bahwa kemarin ia akan menelpon orang tuanya karena kesibukan hari ini setelah itu ia akan pergi bekerja


"hemmm, Iya Mah" kini Alfi sudah terbangun dari tidur nyenyak nya dengan suara orang khas bangun tidur ia pelan pelan menuruni kasur untuk menuju kamar mandi

__ADS_1


"Mamah ke bawah dulu yah nak" pamit Winda dan mendapat anggukan dari Alfi


kini lengkap sudah di meja makan sudah terlihat keluarga kecil yang masih utuh namun mungkin bisa di sebut tidak bahagia


"Mas, hari ini aku ijin ke rumah ibu ya" terang Winda dengan menyuapkan makanan ke mulutnya


"hemmm" dehem Adi pertanda ia menyetujui nya


"alah alasan paling juga mau selingkuh" sungut ibu mertua Winda


"buatlah Bu kalo dia selingkuh kan bagus aku bisa bebas juga sama Astri" terang Adi yang mampu membuat selera makan Winda hilang seketika namun ia sebisa mungkin untuk tenang dan tetap makan jika ia berhenti makan takutnya nanti ia akan merasa lapar saat bekerja nanti


"pah, Astri itu siapa" tanya Alfi yang hanya tau keluarga nya itu membicarakan sosok yang bernama Astri


"dia calon istri papah, dan sekaligus mamah baru kamu"


"gak aku gak mau Mamah baru, mamah aku kan Masih ada pah" tolak Alfi yang kini terlihat sangat marah


"hey anak gak tau untung kalo gak mau mamah baru ya gak apa apa kamu tinggal aja tuh sama si Winda yang miskin" sungut Ibu mertua Winda


"mas, Bu, kalian ini apa apaan sih ko bicara gitu sama Alfi kalian boleh bicara apa aja sama aku tapi jangan sama Alfi. kamu mas Alfi itu darah daging kamu tapi kenapa kamu begitu benci sama Alfi?" terang Winda yang sudah tak tahan dengan semua ini


"salah nya itu kenapa lahir ke dunia ini aku kan gak minta anak sama kamu" terang nya yang lagi lagi membuat dada terasa sesak


"pah, kenapa papah kaya gitu sama aku. aku juga mau pah kaya temen temen aku yang di sayang sama papah nya" bela Alfi dengan mata yang memerah menandakan bahwa kristal bening nya akan jatuh sebentar lagi


"udah sayang jangan nangis kita pergi aja yuk"ajak Winda dan mendapat anggukan dari Alfi


"Halah cengeng baru juga gitu gak di bentak juga udah nangis"sungut Ibu mertua Winda dengan mata khas nya yang tajam itu


"ini sayang, makan yah" ucap Winda dan menyerahkan satu bungkus roti


"ko cuma satu buat mamah mana?"tanya Alfi yang kebingungan


"mamah udah kenyang ko" jelas Winda dengan senyum hangat yang menghiasi wajah nya itu


"aku tau mamah lagi gak ada uang, sini kita bagi dua aja yah mah" terang Alfi dan langsung membagi dua roti tersebut


memang uang yang kini Winda pegang untuk membayar ongkos taksi


Winda yang mendengar nya sangat sedih akan keadaan nya hari ini tak terasa air mata nya kini jatuh dengan begitu deras nya


"mamah ko nangis, aku punya salah ya sama mamah?" tanya Alfi yang tak mau melihat ibu yang ia sayangi menangis seperti itu ia segera memeluk erat Winda dengan penuh rasa sayang nya


"kamu gak punya salah ko sayang, maafin mamah yah yang belum bisa membahagiakan kamu" ucap Winda dengan tangisan yang masih belum reda itu


"aku bahagia ko mah asal mamah ada di samping aku" senyum Alfi yang kini tengah mengambil secomot roti lalu di suapkan nya kepada Winda


Winda yang mendapat perlakuan itu sangat terharu dengan nya. kini mereka berdua sudah selesai makan dengan mobil yang sudah terparkir di dekat gerbang sekolah


"nah udah sampai yuk kita turun"

__ADS_1


kini Alfi dan Winda tengah berada di dekat pintu kelas berwana hijau yang di mana itu adalah pintu kelas Alfi


"jangan nakal yah sekolah nya nanti pulang mamah jemput" tutur Winda dengan mencium pipi sang anak


"siap mah"tutur Alfi dan langsung berpamitan untuk masuk ke dalam kelas


kini Winda tengah berada di dalam mobil yang sama ia menyuruh Supir taksi tadi untuk menunggu dan mengantarkan nya ke rumah orang tua Winda


*******************


rumah orang tua Winda....


kini Winda telah sampai di rumah orang tuanya


dia segera mengetuk pintu


tok..tok...tok...


"Bu assalamualaikum"


setelah menunggu beberapa detik terdengar jawaban dari dalam


"waalaikumsalam"


pintu kini telah terbuka yang menampakkan wanita paruh baya dengan senyum yang terukir jelas di wajah nya kala mendapati anak nya yang sedang berkunjung


"Winda ibu kangen banget sama kamu nak, ibu telfon dari kemaren ko gak di angkat. kamu ada masalah yah ko prasaan ibu gak tenang"tutur Ibunya itu


Winda yang mendengar itu seketika pusing sendiri karena tak tau harus menjawab yang mana dulu


Ibunya ini memang sering membuat Winda kewalahan karena sering mengajukan pertanyaan yang banyak


ibunya ini bernama Fitri sedang kan ayah nya bernama Yanto


"Bu kita di dalam aja ngobrol nya takut kedenger tetangga" jelas Winda


kini Winda dengan ibunya tengah duduk di ruang tengah


"Bu Bapak di mana"tanya Winda yang tak melihat kehadiran ayah nya itu


"biasa lagi di ladang" jelas ibunya


"jadi gimana pertanyaan ibu tadi" tanya nya


Winda mulai menghela nafas dan mulai berbicara


"jadi gini Bu" Winda mulai menceritakan semua permasalahan nya dari awal ibunya yang mendengar itu tak henti hentinya menangis dengan tangan yang kini mengusap punggung Winda


"keterlaluan sekali keluarga Wijaya itu mentang mentang keluarga kaya bisa se enak nya sama kita yang miskin ini"emosi ibunya itu yang membuat Winda menghela nafas sebentar


"ya begitulah Bu, sekarang aku udah kerja. mungkin ini awal mula aku untuk sukses"

__ADS_1


"baik sekali teman mu itu Win"


"iya Bu aku beruntung punya teman kaya dia mau menerima ku di restoran nya yang besar" senyum Winda yang kini tengah memeluk ibunya rasanya sangat nyaman sekali bagi Winda.


__ADS_2