
Aku harus kuat aku tidak boleh lemah di depan mereka tapi bagaimana aku mendapatkan uang untuk perawatan ke salon baiklah aku akan bekerja walaupun ijazah ku SMA tidak apah yang penting aku mendapat pekerjaan yang halal aku langsung membasuh Wajah ini untuk berwudhu dan menunaikan sholat aku akan meminta jalan petunjuk kepada sang maha kuasa setelah selesai berwudhu aku langsung melaksanakan sholat tak lupa aku memohon untuk kebaikan Rumah Tanggaku tak terasa diri ini tak bisa menahan air mata yang hampir jatuh. keluar sudah air mata yang ku bendung dari tadi
"Ya Allah, berilah aku petunjuk untuk bisa menghadapi cobaan ini. Aminn..."
Setelah selesai sholat aku langsung saja membaringkan tubuh ini rasanya sangat lelah. langsung saja aku membaringkan tubuh ini dengan perasaan hati yang sakit badan yang lelah mental yang lemah aku mencoba membawa diri ini kedunia mimpi berharap mendapat mimpi yang indah
"Cih, Istri mu itu sangat tidak berguna sekali" sungut Bu Sari dengan tangan yang di lipat di dada
"Tenang lah Bu aku juga sudah muak dengan Winda, Ibu tau gak aku udah dapet calon mantu yang the best buat Ibu" semangat Mas Adi dan langsung menunjukan foto Astri yang sangat seksi dengan baju yang kekinian
"Wahh, cantik banget Di. Seperti nya dia kaya bisalah ibu manfaatin gak kaya si Winda itu udah miskin Cupu lagi"
"Iya dong Bu dia itu memiliki perusahaan yang besar, dengan perusahaan nya itu aku Adi bisa mengembangkan perusahaan Adi lebih maju lagi"
"Kamu memang pintar, kenapa coba gak dari dulu kaya gini mungkin Ibu akan senang dengan menantu Ibu"
"Ya namanya juga takdir Bu Adi harus ketemu sama Winda"
Perbincangan mereka di ruang tamu di akhiri dengan gelak tawa yang mampu membuat siapa saja bergidik ngeri
Hari sudah menunjukan jam 8 malam di kamar yang memiliki disain yang indah itu Winda terbangun dari tidur nyenyak nya
"Hemm jam berapa ini, kemana Mas Adi" gumam Winda dengan posisi yang tengah terduduk di tempat tidur
POV Winda
Saat aku bangun aku tidak mendapatkan di mana keberadaan Mas Adi aku langsung saja mencari keberadaan Mas Adi aku gegas turun ke bawah dan melihat sekitar ruangan tamu tapi tidak terdapat suamiku itu hahhh kemana dia aku langsung saja berjalan ke atas tangga lagi tapi belum juga aku melangkah menuju anak tangga pertama ku lihat pintu kamar tamu terang, biasanya kalo lagi gak ada yang nempatin pasti gelap tapi ini dengan lampu menyala aku langsung saja menghampiri kamar tamu tersebut saat ku buka pintu alangkah terkejutnya aku mendapati Mas Adi sedang asik tiduran di kamar tamu
Dengan handphone nya yang memanggil Vidio call dengan seseorang ku lihat lebih jelas ternyata itu adalah Wanita ular yang berada di kantor tadi alias Astri Wanita yang gatal dengan suami orang
Aku heran masih ada ya Wanita yang mengganggu hubungan rumah tangga orang lain padahal dia cantik pasti kalau alasan nya tidak laku ya tidak mungkin. Terbersit rasa sakit yang sangat besar di hati ini suamiku sendiri yang halal untuk ku pisah ranjang dengan Istri nya sendiri, semoga kamu sadar Mas mana yang baik dan mana yang benar
Ku lihat sekali lagi kelihatan nya Mas Adi begitu bahagia dengan Wanita ini apakah aku harus mundur tapi jika aku mundur aku akan di remeh kan lagi oleh suamiku dan Ibu mertua ku
Dari pada aku melihat pemandangan ini lebih baik aku ke kamar anakku Alfi pasti dia belum tidur
Gegas aku ke lantai atas menuju kamar anakku tidur ku buka pintu dengan perlahan setelah terbuka ku dapati Alfi yang sedang menggambar
"Sayang, kamu lagi apa?" Tanyaku
"Lagi menggambar mah, coba deh lihat ini"
Aku langsung melihat gambar hasil Alfi dengan senang hati terlihat di sana ada tiga orang dewasa dan satu anak kecil
"Sayang, ini gambar siapa?"
"Ini tuh gambar keluarga kita mah, yang baju merah ini gambar nenek, yang baju biru ini gambar mamah, yang baju ungu ini gambar ayah, nah kalo yang ini gambar aku mah" ucap Alfi dengan senang
Gambar yang menunjukan keluarga yang akur dan harmonis sekali beda dengan realita nya aku seketika tersenyum tipis kepada Alfi
"Kapan ya mah keluarga kita bisa Poto barang aku pengen kaya temen temen aku punya foto keluarga kita kan belum punya mah"
Seketika diriku kaku saat mendengar ke ingininan anak ku ini, memang keinginan nya yang sangat sederhana tapi mampukah keluarga ku seperti itu naas sekali pernikahan ku ini
"Sayang, nanti yah kita foto keluarga tapi mamah gak tau kapan yang jelas kita pasti berfoto keluarga kok" kataku dengan senyum semanis mungkin aku tak mau Alfi melihat kesedihan ini cukup lah aku
"Beneran mah?"
__ADS_1
"Iya, sekarang kamu tidur dulu yah lihat tuh udah jam berapa sekarang"
Setelah menyuruh Alfi tidur ia langsung bergegas ke tempat tidur. Alfi ini memang anak yang baik dan penurut tidak susah di atur aku sangat bersyukur memiliki anak seperti Alfi
Aku langsung saja mengecup kening Alfi dengan penuh kasih sayang dan langsung meninggalkan nya yang sudah memejamkan mata
**********************************************
Setelah Winda pergi ia memutuskan untuk kembali ke dalam kamar ia langsung saja membuka handphone nya dan langsung menekan aplikasi yang bergambar telpon itu dengan chat chat yang sudah menumpuk
Ibu
[ Winda kamu ko jarang ngabarin ibu? Kamu ada masalah sayang?]
"Chat dari ibu hahhh, biarkan lah aku tak akan membalas nya besok aku akan menelpon saja" gumam Winda dengan lesunya
Saat sedang menggeser geser layar ponsel itu ada yang menarik perhatian Winda
"Cht dari Anton, tumben dia ngchat"
Winda langsung saja membuka chat tersebut dan mulai membaca nya
Anton
[Win, kamu mau gak kerja sama aku? Di lestoran yang baru aku buka ini]
Saat Winda membaca nya ia sangat bahagia sangat cepat sekali Allah memberikan ia rejeki dan jalan keluar dari permasalahan ini
Winda
[ Mau banget ton, kapan aku kerja?] ✓✓
Anton
Saat membaca nya hati Winda sangat bahagia akhirnya doa nya telah di kabulkan oleh yang maha kuasa
TIN..
Satu pesan masuk di handphone Winda, Winda langsung saja melihat pesan tersebut ternyata itu adalah pesan share lock dari Anton tenyata lestoran nya tak jauh dari Rumah ku
Baiklah besok aku akan mulai kerja dan mendapatkan uang untuk modal ku ke salon
Tapi aku tidak tahu pekerjaan apa yang di berikan Anton tapi sudahlah apapun itu yang penting halal menjadi pelayan pun aku tak keberatan
POV Andi
Malam ini aku sangat senang karena bisa bervidio call dengan kekasih ku Astri bukan Vidio call maksud nya tetapi melihat aurat nya yang sangat menonjol, yah seperti inilah aku selalu ingin lebih dari kekasih ku malam ini aku menyuruh dia melepas baju dan menemani ku tidur dengan keadaan polos walaupun sebatas Vidio call tetapi adik ku sudah berdiri tampak jelas sekali Astri memang sangat menggoda dibanding dengan Winda tak selera aku menyentuh nya sampai jam dua belas malam kami Vidio call sebenarnya aku masih mah tapi Astri sudah mengajak tidur duluan baiklah kasian juga dia pasti lelah
" Ya sudah kamu tidurnya yang nyenyak yah sayang,besok kita jalan jalan oke" ucap ku penuh dengan kasih sayang
"Ihhh, makasih sayang kamu memang yang terbaik jangan lupa yah kalung berlian yang aku mau aku udah lakuin apa yang kamu inginkan sekarang jadi kamu juga harus ngelakuin apa yang aku mau" ucap Astri dari seberang sana yang masih manja dengan ku rasa nya tak sabar diri ini mencicipi tubuh montok nya itu
"Iya sayang, apapun yang kamu mau Mas akan belikan untuk kamu"
"Yey, makasih yah Mas kamu memang baik. Yaudah aku tutup dulu yang Vidio call nya aku udah ngantuk banget nih, dah sayang"
Akhirnya panggilan Vidio ku dengan Astri selesai aku sampai membayangkan bagaimana pertempuran ranjang kami nanti. Ahh pasti sangat seru dan nikmat
__ADS_1
Lebih baik aku tidur sekarang takut nya besok telat lagi jemput Astri aku tidak mau sampai mengecewakan dia langsung saja aku menarik selimut dan langsung tidur
Pagi tiba hari ini keluarga Wijaya sedang melaksanakan sarapan pagi dengan menu yang mungkin berbeda dari biasanya yaitu roti dan susu
"Mas, kamu hari ini sibuk gak? Kalo enggak tolong anterin Alfi ke sekolah dong" ucap Winda sambil menuang air putih hangat untuk nya
"Kamu ini apa apaan sih masa nyuruh saya kamu tau kan saya ini kerja saya ini sibuk harusnya kamu dong yang nganterin Alfi ke sekolah kamu kan kerjaan nya cuma di rumah doang"
"Iya bener tuh Winda kamu jadi Istri yang pengertian dikit kenapa sih" sungut Ibu dengan sewot nya
"Iya tapi aku ada keperluan di luar gak bisa anterin Alfi"
"Kamu ada keperluan di luar tumben banget atau jangan jangan kamu selingkuh dari Adi" protes ibu
"Ya Allah Bu aku enggak selingkuh dari Mas Adi"
"Ngaku aja kamu"
"Win, kamu bener selingkuh dari aku tega banget yah kamu gak bisa apa ngehargain suami yang kerja keras buat keluarga nya kamu malah enak enak selingkuh"
Kali ini Mas Adi dan Ibu sudah sangat keterlaluan dengan memitnah ku seperti itu memang benar aku ada keperluan di luar aku harus ke lestoran nya Anton tapi aku tidak ingin bilang untuk bekerja di tempat Anton ke ibu dan Mas Adi mereka pasti tidak mengijinkan ku. Baiklah lebih baik aku mengantar Alfi biar lah telat Anton juga pasti akan memaklumi ku
"Jdi mah, aku berangkat sama siapa?"
"Sama mamah sayang"
Setelah mengatakan itu aku dan Alfi berangkat menuju sekolah dengan di antar taksi online pesanan ku sementara Mas Adi sudah pergi duluan. Setelah perdebatan tadi pagi Mas Adi langsung pergi begitu saja sedangkan ibu malah tersenyum sinis dan langsung pergi untuk arisan dengan ibu ibu sosialita nya
Hahhh.....
Aku menghela nafas berat bisa bisa nya ada keluarga yang tega seperti ini
"Mah, mamah kenapa ko kaya lesu gitu"
"Enggak kok sayang"
Setalah menempuh perjalanan sekitar 20 menit aku dan Alfi sudah tiba di sekolah Alfi
"Sayang, kamu yang rajin ya belajar nya jangan nakal yah" ucap ku tersenyum hangat dan langsung memeluk Alfi. Hanya dialah belahan jiwa ku hanya dialah penyemangat ku hanya dialah berlian ku
"Iya Mah, Alfi masuk dulu ya assalamualaikum mama"
Cup
Satu kecupan berhasil mendarat di pipi ku
Alfi mencium ku dan langsung lari. Anak ini memang hobi memberikan kejutan manis seperti ini
Hampir saja lupa aku harus ke tempat Anton aku langsung bergegas pergi dari sana dan masuk taksi online ku ini
Sekitar 15 menit aku telah sampai di lestoran yang bernuansa khas daerah Jawa Barat siapa lagi kalau bukan Anton pemilik nya dia memang orang asli Bandung dan menetap di Jakarta
Aku sangat bangga sekali kepada dia masih muda sudah sukses seperti ini
Aku langsung saja masuk kedalam lestoran itu dan menanyakan Anton ke pegawai di sana
"Mbak, maaf Pak Anton nya ada?" Tanya ku dengan ramah
__ADS_1
"Ohh, ada Bu biar saya panggilkan. Ibu duduk dulu aja disini" titah pelayan Wanita itu dengan sopan
Aku langsung saja duduk dan menggu kedatangan Anton. Dilihat lihat lestoran ini sangat mewah dan ramai pembeli walau baru buka tapi pembeli nya sudah banyak Anton ini memang memiliki cabang di Jakarta dan ini yang ke lima setahu ku si itu sedang asik asik menunggu tiba tiba ada yang datang.