
kini di sebuah ruangan yang di penuhi dengan make up terlihat Winda dan Alfi tengah duduk di sofa yang terletak di sebuah salon yang cukup terbilang mewah
"Bu silahkan menuju meja rias yang ada di sana" ucap salah satu pegawai salon dengan ramah
"Alfi kamu tunggu disini ya sayang" Ucap Winda yang mendapat anggukan dari Alfi, Winda langsung saja berdiri dan berjalan menuju meja rias yang di tunjukan pelayan tadi
30 menit sudah Winda mendapatkan perawatan dari salon tersebut kini Winda sudah selesai dengan perawatan nya ia langsung saja memakai baju yang ia beli tadi di mall, baju dengan warna elegan dan model yang kekinian pastinya baju ini sedang hits sekarang semua kalangan berbondong bondong membelinya Winda memakai baju itu di tubuh nya yang langsing apalagi di tambah perawatan di salon membuat ia semakin cantik dengan wajah yang fresh make up yang cocok di wajah nya kuku yang berkilau membuat nya semakin cantik
kini ia masih saja berdiri di hadapan cermin yang tersedia di ruang ganti salon tersebut ia melihat dirinya di cermin sangat kagum ternyata memang benar ia akan lebih cantik lagi jika ber make up dengan wajah yang sangat cantik di tambah pakaian yang sangat elegan dan model kerudung yang kekinian ia sangat takjub akan perubahan dirinya sendiri
"lihat lah Mas nyatanya aku bisa berubah menjadi sangat cantik seperti ini" senyum Winda yang kini sangat senang dengan perubahan nya
setelah itu Winda langsung saja keluar dengan anggun nya semua orang yang melihat nya tak berkedip sama sekali karena akan kecantikan Winda yang sangat luar biasa, Winda yang merasa dirinya di perhatikan menjadi malu sendiri ia langsung saja menuju arah kasir untuk membayar nya
"wah, Bu cantik banget jangan bosan bosan mampir ke salon kamu yah. karena Bu perawatan itu bukan hanya merawat diri kita agar lebih cantik namun itu suatu kebahagiaan sendiri bagi kita jika berdandan" ucap kasir yang kini tengah berada di hadapan Winda
"haha, bisa aja Mbak ini. jadi semuanya berapa?"
"total semuanya 1,8 juta Buk"
Winda langsung saja membayar nya dengan uang cash. selesai membayar ia langsung pergi menuju sofa yang kini tengah di duduki Alfi
"wahh, mamah cantik banget" puji Alfi yang sudah melihat Winda
"makasih sayang kamu juga ganteng banget"ucap Winda dan langsung mengecup kening sang anak
********************************************************************
sementara itu kini Astri tengah berada di kamar nya dengan tangan yang mencekal Poto seseorang ia seperti menatap benci terhadap Poto yang kini ia pegang
"hahaha, dasar ****** wanita gatal berani berani nya kamu Winda deketin Anton" ucap Astri dengan wajah yang sudah memerah menahan marah, kemudian ia merobek Poto tersebut dengan marah nya
"kamu gak pantas hidup Winda hahahaha" tawa Astri dengan begitu mengerikan nya bak seperti orang gila
kini ruangan yang bernuansa biru tersebut di penuhi dengan tawa yang mengerikan saat sedang asik tertawa tiba tiba bel rumah nya berbunyi
"ahkk siapa sih" tanya Astri pada dirinya sendiri
__ADS_1
dengan penampilan acak acakan ia langsung menuju pintu rumah saat telah di buka ternyata yang menekan bel rumah nya adalah Anton
"sayang, kamu kenapa ko kaya gini?" tanya Anton dengan penasaran nya karena melihat Astri dengan penampilan yang memprihatinkan dengan rambut acak acakan baju yang sudah tidak rapih
"emm, aku baru bangun tidur" bohong Astri
"ohh, kamu udah makan?" tanya Anton dengan tangan yang mengacak gemas rambut Astri
"udah ko, yu masuk" ajak Astri dan mendapat anggukan dari Anton
kini Astri dan Anton tengah bermesraan di ruang tamu dengan Anton yang memangku tubuh Astri dan Astri yang bergelayut manja di leher Anton
"sayang" panggil Astri dan mendapat deheman dari Anton
cup
satu kecupan berhasil mendarat di bibir Anton
"pas kita nikah aku mau pesta pernikahan nya mewah soalnya aku mau undang temen temen aku" terang Astri dan mendapat anggukan dari Anton
kini Astri dan Anton tengah bercanda gurau dengan tawa yang sering menghiasi candaan mereka
****************************************************
"nenek kemana mah sama papah?" tanya Alfi yang kini mulai kebingungan karena rumah nya sangat sepi sekali
"mamah juga gak tau, lebih baik kamu mandi gih sana mamah mau nyiapin makanan dulu"suruh Winda dan mendapat anggukan dari Alfi
Winda langsung saja menuju dapur, ia langsung memasak nasi goreng dengan ayam goreng yang ia beli sendiri bahan nya dengan uang nya sendiri karena uang belanja dari Adi sudah pasti habis ia bayarkan listrik dan uang bulanan sekolah Alfi
15 menit sudah Winda memasak kini ia tengah menyiapkan nya di meja makan
"ALFI, SAYANG" teriak Winda dari bawah
"iya mah"ucap Alfi yang kini sudah berada di atas tangga
"cepet makan!" suruh Winda dan mendapat anggukan dari Alfi
__ADS_1
kini Winda dan Alfi tengah memakan makanan mereka dengan tenang nya suasana seperti ini sangat jarang Winda temui karena setiap makan ia selalu mendengar Omelan dari ibu mertuanya
cklekk....
tiba tiba pintu rumah terbuka yang menampakan ibu mertuanya yang kini tengah siap siap memarahi Winda namun saat tengah berjalan ia melihat Winda yang berbeda dengan wajah yang semakin cantik baju yang elegan membuat nya bingung
"Heh Winda kamu dapat uang dari mana hah bua beli baju sama ke salon kaya gini" tanya ibu mertua nya sewot
Winda yang mendengar itu ingin sekali ia tertawa karena telah berhasil membuat ibu mertuanya bingung akan perubahan nya
"lah, kata ibu juga aku harus bisa berubah dan ini aku udah berubah jadi lebih cantik gak cupu lagi seperti yang ibu ucap kan dan soal masalah aku dapat uang dari mana itu bukan urusan ibu karena aku dapet uang juga bukan dari Mas Adi"
terang Winda yang membuat ibu mertuanya bungkam
"kamu yah udah berani ngelawan kamu dengerin yah suami kamu lagi sakit di rumah sakit kamu malah asik asik belanja kaya gini dasar istri gak tau di Untung, apa kamu ngejalang yah buat dapet uang cepet kamu ngaku Winda"
Winda yang mendengar perkataan ibu mertuanya sangat begitu menyayat hati nya soal suaminya sakit ia sangat sudah tidak peduli akan hal itu semua
"Nek, udah jangan marahin mamah hiks hiks.." kini Alfi tengah memeluk erat tubuh Winda, Winda yang melihat itu langsung saja menggendong Alfi
"sudah cukup Bu aku berubah ibu malah kaya gini bukan nya ini yang mas Adi ingin kan aku menjadi lebih cantik bukan nya ini yang ibu ingin kan penampilan yang enggak cupu lagi, lebih baik aku pergi dari rumah ini" terang Winda dan langsung pergi meninggalkan ibu mertuanya yang masih mematung
"dasar menantu durhaka, berani sekali melawan ku awas saja kau Winda akan ku buat kamu menderita" ucap ibu mertua Winda pada dirinya sendiri
kini winda tengah mengemasi pakaian nya dan Alfi ke dalam koper yang cukup besar
"mah kalo kita pergi dari sini kita mau kemana?" tanya Alfi yang kini tengah menggendong tas nya
"kita bakal ke rumah nenek" terang Winda dan mendapat anggukan dari Alfi
setelah selesai mengemasi barang barang nya ia dan Alfi langsung saja pergi ke bawah
"awas kalo kamu balik lagi kesini, jangan nyesel kalo nanti Adi nikah sama Astri" terang ibu mertua Winda yang kini tengah berada di hadapan Winda
namun Winda sama sekali tak menghiraukan ucapan ibu mertuanya itu
ia langsung pergi ke luar dan langsung memberhentikan taksi yang lewat
__ADS_1
saat di dalam taksi ia melihat Alfi yang sudah tertidur tak terasa air matanya kini sudah keluar membasahi pipi nya yang mulus itu ia sangat bangga mempunyai anak seperti Alfi yang selalu tegar dan kuat menghadapi semua masalah ia sangat merasa bersalah karena telah membuat Alfi menderita seperti ini.