
ke esokan harinya di Rumah Adi Wijaya
kini semua keluarga sedang berkumpul untuk acara makan pagi di sana sudah terlihat Winda yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka
"Win, ibu mau setelah kamu gagal nanti nyenengin hati Adi dan bercerai dengan Adi kamu Jangan ngejar ngejar Adi lagi" terang Ibu mertua Winda yang dengan santai nya sambil memasukan roti kedalam mulut
"hemm, baiklah Bu tidak masalah bagiku" terang Winda dengan tersenyum
Adi yang melihat itu begitu heran biasanya Winda akan terlihat lemah tapi sekarang dia begitu tegar
"oh iya kamu antar Alfi Sekolah aku udah ada janji sama pacar aku"terang Adi dengan spontan Winda melirik lalu mulai makan lagi
"oh Wanita ular itu"ucap Winda santai
"Berani beraninya kamu! Jangan pernah sebut calon istri saya wanita ular, paham!" Tegas Adi dengan mata menyolot nya
"Pah, ko marahin mamah?"tanya Alfi yang sejak dari tadi memperhatikan keluarga nya itu, ia sama sekali tidak tahu apa yang sedang di bicarakan oleh keluarga nya itu
Sementara Adi tidak menjawab pertanyaan dari anak nya itu ia memilih untuk bangkit dan langsung mengambil kunci mobil
Ibu mertua Winda yang melihat itu langsung menatap nyalang pada Winda. Winda hanya acuh dan melanjutkan makan nya
Setelah selesai makan Winda dan Alfi sedang berada di dalam mobil untuk menuju sekolah Alfi
_hari ini aku akan langsung bekerja setelah dari sekolah Alfi_ batin Winda
Setelah sampai di sekolah Alfi langsung saja menyalami Winda
"Jangan nakal ya sayang, kamu harus nurut sama guru jangan ngelawan jangan jajan sembarangan juga yah" terang Winda halus dengan membelai rambut Alfi
"Oke mah siap, aku berangkat dulu ya assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ucap Winda dengan tersenyum hangat
Setelah Winda memastikan Alfi sudah menuju pintu kelas Winda langsung saja menaiki mobil yang sejak dari tadi di tunggu oleh sopir dia sekarang sedang memakai mobil taksi online karena meskipun Adi memiliki mobil dua tetapi Adi tak pernah mengijinkan Winda untuk memakai nya
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit ia sampai di Restoran untuk siap bekerja
"Hallo, ini dengan Bu Winda ya?" Sapa seorang pelayan dengan ramah
"Ah, iyah panggil aja aku Winda" terang Winda tersenyum
"Maaf Bu tapi pak Anton nyuruh semua pelayan manggil Ibu, karena Ibu kepala pelayan disini"
"Oh yasudah sekarang saya harus bagaimana?" Tanya Winda
"Mari ikut saya"ajak pelayan tersebut
"Ini ruang kerja Ibu dan ibu tinggal lihat nanti kinerja para pelayan, ini buku panduan buat Ibu. Ibu tinggal baca aja di sana Sudah lengkap semuanya ibu harus bagaimana" jelas nya
"Oh, oke" ucap Winda dengan tersenyum
"Yasudah saya permisi ya Bu"
"Iya, makasih ya"
POV Winda
Huft... Hari ini aku sudah bekerja di lestoran milik Anton aku di bawa keruangan yang cukup mewah menurut ku fasilitas nya juga sangat bagus ada AC dan kamar mandi di dalam ruangan ini yah seimbang saja dengan kemewahan lestoran ini. Aku di suruh untuk membaca buku panduan bukunya sangat tebal sekali tapi tak apah aku akan membaca nya dengan teliti
__ADS_1
Saat tengah membaca buku aku mendengar suara ketukan pintu aku langsung saja menyuruh nya masuk saat kulihat ternyata itu adalah Anton
Aku langsung berdiri dari duduk sebagai seorang atasan aku harus bersikap ramah dan berwibawa yah meskipun Anton sahabat ku tapi ini kan lagi kerja beda lagi ceritanya sekarang dia adalah bos ku
"Hallo pak, selamat siang"sapa ku ramah
"Hahaha, kamu lucu banget sih ngapain panggil pak?" Tawa Anton dengan keras
"Yakan Bapak itu Bos saya" terang ku
"Hahaha, oke oke sekarang saya bolehkan kamu panggil Anton saja serasa gimana gitu kalo kamu panggil saya Pak saya ini bukan Bapak kamu"terang Anton yang bikin aku kesel karena kan di mana mana juga bawahan itu manggil Pak ke Bos nya
"Oke Anton" ucap ku gugup
"Biasa aja kali gak perlu gugup"goda Anton
Aku yang mendengar itu langsung saja duduk karena kesal akan ucapan Anton barusan
"Semoga kamu betah oke aku tinggal dulu" pamit Anton
Apa? Dia datang cuma buat bicara kaya gini. Ini sih gak bisa di percaya bisa bisa nya dia kaya gitu sudah lah daripada aku stres karena dia aku lebih baik membaca buku ini lagi
*********************************************
Di sisi lain terlihat Adi yang sedang makan siang bersama Astri
"Sayang aku mau main ke rumah kami boleh?" Tanya Astri dengan bergelayut manja di lengan Adi
_kalo di bolehin nanti yang ada Winda ngamuk, tapi kalo enggak nanti Astri ngambek ya sudahlah lebih baik Winda yang ngamuk daripada Astri ngambek_ batin Adi
"Boleh ko sayang" ucap Adi dengan tangan nya yang membelai rambut tiram milik Astri
"Iya sayang apa sih yang enggak buat Ratu Adi Wijaya" terang Adi dengan mengecup sekilas pipi Astri
"Yey, makasih" senyum nya
Kini di kediaman rumah Adi Sedang di adakan nya kumpulan arisan Ibu dari Adi
"Eh jeng, kamu makin modis aja sekarang"puji salah satu ibu ibu dengan penampilan nya yang menor di tambah emas nya yang besar itu
"Bisa aja kamu jeng"
"Eh tapi ko aku gak pernah liat menatu mu modis kaya ibu mertuanya loh" terang salah satu ibu ibu itu lagi
"Iya yah" sungut wanita yang berada di sebelah nya
"Biasalah menantu dari kampung"kini terdengar suara dari sebelah kiri yang berasal dari Bu RT yang ikut arisan juga
"Hehe" tawa Ibu mertua Winda
Langsung saja mereka memulai arisan nya dengan tawa tawa yang memenuhi setiap ruangan tersebut
Pukul 2:30
Kini acara di rumah Adi telah selesai, kini ibu mertua Winda itu tengah menonton tv di ruang keluarga saat tengah fokus tiba tiba ada yang mengetuk pintu
Tok..tok...tok...
"Siapa sih ganggu banget" omel nya
__ADS_1
Setelah di buka ternyata itu adalah Astri
Yap Astri kini sedang bersama Adi untuk bermain ke rumah Adi tetapi ia menolak untuk langsung masuk bersama Adi ia ingin mengetuk pintu terlebih dahulu dan Adi memperkenalkan nya dengan begitu dia akan langsung mendapat sambutan
POV author: biasalah caper wkwk:)
"Adi ko gak langsung masuk? Terus ini siapa?" Tanya nya
"Ini calon istri ku Bu"jelas Adi
"Wahhh, cantik banget modis"
"Hallo Tante" sapa Astri dan langsung menyalimi Ibu Adi
"Ayo masuk yu" senang nya
Kini di ruang keluarga di penuhi oleh tawa mereka begitu lama mereka asik mengobrol tiba tiba terdengar suara Winda dan Alfi yang baru pulang
"PAPAH" teriak Alfi dari arah pintu yang sedang berlari menuju ruang keluarga
"Eh kamu berisik" sungut Ibu Adi
"Tapi aku mau ke papah Nek" ucap Alfi dengan bibirnya yang sudah bergetar menahan isakan
Saat Winda menghampiri Alfi ia sangat kaget melihat Alfi ingin menangis
"Kalian apakan anak saya? Diakan cuma mau ke ayah nya, mas ko kamu tega sih ngebiarin Alfi" bentak Winda
"Salah kamu sendiri pake ngelahirin anak buat aku, aku kan gak minta anak dari kamu" terang nya
Winda langsung saja membawa Alfi ke lantai atas sebelum itu ia melirik tajam Astri dan langsung melangkah pergi
Di dalam kamar
"Sayang kamu bobo yah" jelas Winda yang kini tengah menidurkan Alfi
"Ko papah tega mah sama aku, aku liat temen temen aku gak pernah di gituin sama papah nya" jelas Alfi
Bagai di sambar petir prasaan Winda sangat hancur ketika mendengar penuturan anak semata wayang nya itu
"Sabar ya sayang mungkin ini cobaan buat kita kamu gak boleh nangis"
" Iya mah"
Setengah jam sudah Winda memeluk Alfi yang tengah tertidur namun ia masih mendengar suara tawa dari bawah yang berasal dari ruang keluarga tersebut
Betapa panas mata nya untuk mendengarkan semua itu tak tahan sudah ia menahan air mata namun ia tetap berusaha untuk Manahan nya
Hati yang sakit batin yang tersiksa, seberat inikah cobaan yang Winda rasakan
"Sebaiknya aku mandi" ucap Winda kepada dirinya sendiri dan langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan badan nya
Setelah mandi ia memandangi dirinya di cermin ia melihat wajah nya yang menurut nya bukan jelek tetapi butuh perawatan
Kini ia akan bertekad untuk tetap kerja dan menjadi wanita karir agar tidak di pandang lemah meskipun sekarang dia hanyalah kepala pelayan di sebuah restoran tapi ia yakin ini adalah jalan nya menuju sukses bisa saja nanti ia akan memiliki restoran sendiri.
Saat tengah memandang dirinya di cermin ia teringat akan kata kata pedas dari ibu mertua nya itu untuk meninggalkan Adi
"Aku hanya memiliki waktu 28 hari lagi untuk merubah penampilan ini apakah aku akan berubah dalam waktu sesingkat ini? Tapi aku yakin aku akan berubah Minggu depan aku gajihan aku akan langsung pergi ke salon" ucap Winda kepada dirinya sendiri Winda memang meminta gajih nya seminggu sekali karena kebutuhan nya kini.
__ADS_1