Istri Cupu Yang Berubah

Istri Cupu Yang Berubah
Bab 7 KETAKUTAN


__ADS_3

"kita makan yu nak"ajak Ibu Winda namun mendapat gelengan dari Winda karena hari ini ia harus pergi bekerja


"enggak deh Bu aku mau pamit aja ya, gak enak kalau masuk kerja udah telat"tolak Winda secara halus


"ya udah kamu hati hati di jalan yah"peringat ibu Winda


"siap Bu, ya udah Winda pamit assalamualaikum. titip salam juga yah buat Bapak"


"iya nanti ibu sampein, waalaikumsalam"


skip Restoran


kini Winda tengah berjalan ke dalam ruangan nya dengan para pelayan membungkuk hormat kepada Winda


setelah sampai di ruangan nya Winda segera memulai pekerjaan nya mengecek setiap hal yang perlu ia cek


saat sedang fokus tiba tiba pintu ruangan yang kini ia tempati terdengar suara ketukan


"masuk!"


"maaf Bu saya mengganggu tapi di dapur sedang ada masalah" ucap seorang pelayan wanita


"ya sudah saya kesana sekarang" ucap winda dan langsung pergi menuju dapur


saat sudah tiba di sana Winda melihat ada seorang chef yang cidera akibat terpeleset


"maaf Bu saya ceroboh" ucap seorang chef laki laki tersebut


"tidak apa apa namanya juga kecelakaan gak ada yang tau, yasudah kamu istirahat aja biar saya yang nerusin masak"ucap Winda dengan ramah


"tapi Bu maaf, emang ibu bisa masak?" tanya salah satu pelayan yang kini sedang berada di sana


"insyaallah saya bisa, lagian kan disini juga lagi rame kali ngandelin satu chef aja pasti bakal kewalahan"


"ya udah Bu kalo gitu saya pamit buat ke Dokter"pamit chef tersebut dan mendapat anggukan dari Winda. kini di dapur sudah terlihat Winda dengan alat masak nya ia memasak dengan begitu lihai nya tidak ada rasa sulit di dirinya sehingga pelayan yang ada di sana di buat kagum oleh nya


kini Winda sudah selesai menyajikan lima porsi makanan yang berbeda beda. setelah selesai gantian para pelayan yang membawa makanan tersebut ke meja pembeli

__ADS_1


saat tengah membawa makanan makanan itu begitu harum yang bisa membuat perut orang lain berbunyi meminta di isi. wangi masakan Winda sampai sampai membuat orang penasaran akan masakan itu


kini di dapur Winda tengah merapikan pakaian dan kerudung nya


"ciee ada yang masak nih" ucap seorang dari belakang Winda


Winda yang mendengar nya langsung berbalik badan dan melihat Anton tersenyum padanya dengan gigi putih rapih nya yang menghiasi senyuman itu


_duh andai aku nikah sama Anton_ batin Winda berharap


sadar akan lamunan nya Winda langsung menggeleng kan kepala dengan cepat


"eh sejak kapan kamu di sini Ton?" tanya Winda


"sejak kemaren, ya sejak aku ngomong sama kamu lah tapi kamu nya malah bengong"


"eh, iya maaf aku lagi mikirin belum bayar listrik"ucap Winda berbohong


"hahaha ada ada aja kamu ko mikirin listrik sampe bengong gak masuk akal banget, oh iya aku kesini mau ngasih ini sama kamu" ucap Anton dan langsung memberikan surat yang seperti surat undangan


Winda pun menerima nya dengan rasa penasaran dia membuka surat itu saat membuka ia sangat terkejut Anton akan segera menikah


"iya, jangan lupa datang yah kalo gitu aku pamit dahh koki dadakan"gurau Anton dan langsung pergi meninggalkan Winda yang masih di buat tidak percaya


"beruntung nya wanita yang akan mendapatkan Anton"ucap Winda pada dirinya sendiri yang memang mengagumi Anton sejak pertama kali masuk restoran ini


"ah apaan sih ko aku jadi gini" kesal Winda dan langsung pergi dari dapur untuk mengecek ke adaan di lantai atas saat tengah mengecek ia tak sengaja melihat suaminya sedang bersama Astri


_itukan Mas Adi lebih baik aku ke bawah daripada di lihat Mas Adi bisa berabe nanti_ batin Winda yang langsung waspada akan kehadiran suaminya itu ia langsung saja ke lantai bawah


********************************************************


sementara Adi dan Astri kini tengah asik berbincang dengan makanan yang mendampingi mereka


"sayang aku ke toilet dulu yah" pamit Astri dan mendapat anggukan dari Adi


Astri langsung saja berjalan ke lantai bawah namun ia tidak berjalan menuju toilet tetapi menuju sebuah ruangan yang terlihat dari pintu nya saja sudah elegan Astri langsung saja masuk menuju ruangan tersebut tanpa ia sadari ada yang melihat itu semua namun entah siapa. orang yang melihat itu ia langsung pergi dari restoran dan menuju mobil Lamborghini nya yang terparkir indah di parkiran restoran tersebut

__ADS_1


orang itu kemudian mengambil handphone nya dan terlihat ingin menelpon seseorang


'hallo bos, misi sudah selesai saya sudah dapat kan semuanya' ucap orang itu dari dalam mobil


'hahahaha, bagus ini akan sangat seru pastinya' ucap seorang pria dari sebrang sana


Telpon pun dimatikan oleh pria yang berada di sebrang sana


kini orang itu sudah melajukan mobil nya menuju suatu arah


kini di sebuah ruangan yang bernuansa abu abu itu Astri tengah duduk manja bersama seorang pria yang kini sedang memeluk nya


"sayang, aku kangen banget sama kamu" ungkap Astri dengan mesranya


"aku juga ko" balas pria tersebut yang sesekali membelai rambut Astri


kini pria itu tengah mencubit pipi Astri


"ih Anton ngeselin" ucap Astri manja. Yap pria tersebut adalah Anton yang sebentar lagi akan menikah dengan Astri


"hehe, iya maaf deh"


"sayang aku gak bisa lama lama di sini, gak papa yah" ucap Astri dengan nada yang ia manja manja kan dengan lengan nya yang terus mengusap dada Anton


"iya gak papa" ungkap Anton tersenyum


"ya udah aku pamit yah, nanti malem aku bakal ke rumah kamu siap siap" ucap Astri dengan mengedipkan sebelah matanya dengan manja.


kini Astri sudah keluar dari ruangan Anton tetapi ia melihat satu ruangan yang menyala


"inikan ruangan kepala pelayan,biasanya juga gak nyala siapa yah yang kerja disini. apa aku lihat aja?" tanya Astri pada dirinya sendiri. ia memperhatikan ruangan tersebut karena penasaran ia pun mendekati ruangan tersebut saat ingin memegang pegangan pintu tiba tiba ada tangan yang mencekal pundak nya


"sayang" panggil pria itu


Astri pun kini membalikkan badan nya dan kaget karena melihat Adi yang kini berada di dekat nya ia takut Anton keluar dari ruangan nya dan melihat Adi ia langsung saja membawa Adi ke lantai atas tanpa berkata apa apa dengan prasarana yang tak karuan dan langkah yang tergesa-gesa ia akhirnya sampai di tempat duduk nya bersama Adi. Adi yang merasa aneh akan sikap Astri ia mengerutkan kening nya


"kamu kenapa ko kaya orang ketakutan gitu, katanya mau ke toilet ko aku cari kamu gak ke toilet?"tanya Adi yang mulai penasaran

__ADS_1


"emm itu, emm iya itu tadi aku udah dari toilet tapi aku ngedenger orang yang minta tolong dari ruangan tadi pas aku mau buka kamu tiba tiba datang ya udah aku buru buru ajak kamu kesini karena takut"bohong Astri


"halusinasi kamu aja kali" ungkap Adi yang merasa percaya akan kebohongan Astri


__ADS_2