Istri Dari Tulisan Ku

Istri Dari Tulisan Ku
LANGKAH AWAL RINJA


__ADS_3

Kisah ini berawal dari seorang pemuda yang bernama "rinja" ia bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran di salah satu kota "binjel" sebuah nama kota kecil di mana ia hidup dan menjalani hari hari nya.


ia bekerja dari pagi pukul 08:30 hingga sore harinya pukul 03:30 ia hanya hidup sebatangkara di kota ini, setiap harinya ia habiskan waktunya hanya untuk bekerja,


sejak kecil ia di asuh ibu angkat nya yang bernama ibu "lia"


namun sejak 3 tahun terahir ia harus hidup sendiri kendati harus berpisah dengan ibu angkat nya itu yang telah meninggal dunia karna penyakit tua,


singkat cerita hari harinya ia jalani dengan biasa biasa saja, namun ketika ia ingin berangkat kerja pada pagi itu ia melihat sepasang kekasih yang berjalan bersama dengan romantis nya, hal itu membuat si pemuda itu mulai memikirkan tentang seorang wanita.


"andai saja aku memiliki kekasih yang cantik serta pengertian, pastinya hidupku akan sedikit berwarna"


ujar nya dalam hati sembari berjalan menuju restoran tempat ia bekerja.


tak lama berjalan ahirnya ia tiba di restoran tempat ia bekerja, di restoran itu dia memiliki seorang teman wanita yang sebenarnya ia menyimpan rasa ketertarikan, namun ia hanyalah seorang pemuda yang kurang berani mengungkapkan cinta kepada lawan jenis nya, karna ia berfikir pastinya nanti pasangan nya akan hidup susah dengan nya.


ahirnya ia pendam dalam zona pertemanan yang ia jalani, namanya rani, rani seorang wanita cantik yang sudah lama berteman dengan nya,


di samping itu rani juga sudah memiliki kekasih, desas desus itu rinja dengar dari teman teman tempat ia bekerja


selepas bekerja rinja langsung pulang menuju rumah sederhana di sudut kota, rumah itu peninggalan dari ibu angkat nya dahulu, sesampai di rumah itu rinja masih saja merasakan rindu yang teramat dalam kepada ibu angkat nya yang ia anggap sebagai ibu kandung nya sendiri,


betapa tidak karna sejak bayi rinja di selamatkan oleh ibu angkat nya itu, entah siapa yang tega membuang rinja pada saat ia masih bayi kala itu, rinja di temukan di teras depan rumah dengan keadaan telanjang bulat berbalut kain lusuh, sejak itu ibu angkat nya mengasuh rinja dengan kasih sayang seperti anak sendiri.


ibu lia adalah seorang janda yang tak memiliki anak


dan suaminya meninggal dunia saat sedang bekerja di sebuah pabrik kayu beberapa tahun lalu sebelum ibu lia menemukan rinja.


rinja seorang lelaki yang suka menulis cerita yang ia ciptakan sendiri, acap kali ia menulis cerpen yang ia Tulis berdasarkan imajinasi rinja, dengan hal itu rinja merasa lebih sedikit berwarna dia mengarang cerita yang ia ciptakan,


menyusun kalimat perkalimat cerita bahagia, lalu ia mulai berimajinasi masuk kedalam ceritanya sendiri,


hal yang ia lakukan setiap saat, karna di lingkungan nya sendiri rinja tidak memiliki teman dekat kecuali rani teman kerja rinja di restoran.


pukul 08:15 malam itu cuaca di luar sedikit gerimis rintik yang membasahi jalanan di kota itu, kala itu rinja masih asik bergelud dengan beberapa tulisan, sampai sampai ia lupa bahwa ia ada janji dengan seseorang lelaki tua penjaga toko buku di ujung jalan,

__ADS_1


beberapa hari yang lalu ada info bahwa sebelum toko itu tutup akan di bagikan buku secara gratis,


seketika ia bergegas sedikit berlari kecil menuju tempat toko buku itu, ketika sesampai di sana dengan keadaan pakaian lembab ia terpojok ketika melihat toko buku itu telah tutup.


ah... sialan, kenapa aku sampai terlupa begini


coba saja lebih cepat pastinya aku tak terlambat, jadi tidak dapat buku buku yang aku inginkan.


gerutu kekesalan rinja ia lontarkan di tengah tengah rintik gerimis kepada dirinya sendiri,


dengan perasaan kesal sendiri rinja berbalik arah menuju rumah nya kembali, karna masih di selimuti kesal tampa memperhatikan jalan, tak sengaja ia menyenggol bahu seorang lelaki tua, lalu barang barang bawaan si lelaki itu terjatuh.


yah..!! maaf pak maf, ujar rinja dengan kaget serta merasa lalai.


yaaa... kamu kenapa jalan kok tidak melihat jalan, menunduk seperti sedang putus cinta,.. wok wok wok. sembari tertawa sang bapak itu sedikit mencairkan suasana dengan menepuk pundak rinja,


iya pak, tadi saya terlambat ke toko buku yang di ujung sana, tadi nya ingin membeli buku untuk catatan tapi sudah tutup, alasan rinja kepada pak tua itu.


oh.. begitu, o ya, ini saya ada buku untuk menulis, aku perhatikan kamu suka menulis, ambilah dan gunakan dengan tulisan yang baik pula, semoga buku ini dapat merubah hidup mu nak,


rinja mengambilnya dengan bingung, ketika rinja sibuk membolak balik buku itu si bapak tua menghilang secara misterius, rinja pun sedikit memanggil manggil kecil pak tua itu, namun tak bertemu.


ahirnya rinja putuskan untuk pulang kerumah, dengan membawa buku pemberian si pak tua itu, dengan perasaan bingun serta senang juga ia berlahan membuka ikatan sampul buku itu


rinja masih memikirkan apa yang akan ia tulis di buku ini, fikiran nya tiba tiba buntu tak tentu arah bingun pula rasanya.


lantas ia berlalu menuju ruang dapur untuk sekedar menyeduh kopi, pikirnya siapa tau otaknya mencair dengan kandungan kafein kopi ini


tak lama berselang ia teringat dengan sepasang kekasih yang di lihay nya saat ia ingin berangkat kerja tadi pagi, tak waktu lama ia mulai menyusun imaji ceritanya dalam sebuah naskah,


tentu hal itu langsung meruai sebagai mana rinja saat menulis,


di tulisan itu iya menuliskan nama seorang wanita yang bernama "fullan" di ceritakan nya dalam naskahnya bahwa fullan adalah istri nya yang cantik berambut panjang, berkulit putih serta bermuka imut dan keibu ibuan, jelas imajinasinya itu melukiskan bahwa ia merindukan seseorang yang dapat menemani hidup nya yang sepih,


tak terasa waktu sudah pukul 01:30 matanya pun mulai sedikit meredup, tak sadar waktu cepat berlalu ungkap hatinya, ia melekaskan tulisan terahir nya lalu ia merebahkan badan nya ke kasur lusuh yang khas kamar seorang anak lelaki kurang rapi.

__ADS_1


suara kokok ayam membangunka nya di esok pagi, ia bergegas mandi lalu berangkat kerja, sesekali ia melirih lembut buku yang ia tulis semalam sembari mengucapkan kata halu,


sayang aku pamit kerja ya.. ia tujukan pada karakter yang bernama fullan di tulisan nya itu,


sembari ia bergegas berangkat kerja mengenakan jaket denim lusuh dan tas selempang nya,


aaah.. rasanya aku mulai gila dengan imajinasi tak berujung ini.


katanya sembari membakar sebatang rokok.


setiba di tempat kerja ia bertemu dengan rani, lalu ia bercerita tentang buku yang di berikan oleh pak tua malam itu, lalu rani sedikit tertawa sembari menakuti rinja,


hati hati ja biasanya itu adalah penyihir jahat,


goda rani menakuti rinja yang sedang membenahi kerjaan nya


rinja malah menepis nya dengan sikap bodo amat.


waktu pulang pun tiba dan rani mengajak rinja untuk ke tepi sungai hanya sekedar ngopi seperti hal sering mereka lalukan selepas pulang kerja. malah rinja menolak dengan alasan ia ada pekerjaan lain,


rani merasa bahwa rinja tidak seperti biasanya jika di ajak ngopi.


rinja bergegas pulang kerumah dan ketika sampai di rumah ia langsung menuju kamar dan tersenyum sembari mengucapkan selamat soreh kepada fullan di karakter ceritanya,.


"aku pulang, soreh sayang"


ucap nya dengan bahagia.


entah apa yang sedang di lakukan rinja dia seakan mulai masuk ke khayalan nya bahwa fullan itu hidup nyata.


hari hari terus berjalan cerita yang ia tulis semakin panjang dan semakin menciptakan bahwa karakter fullan itu sosok istri yang sesuai dengan impian nya,


di situ ia tuliskan bahwa fullan mengenakan cincin emas di jari manis kanan nya,


karna untuk memperkuat karakter fullan benar benar melekat dalam benak rinja ke esokan harinya ia ke toko perhiasan membeli cincin untuk di kenakan Jari manis nya, hal itu ia lakukan untuk memperkuat karakter si fullan dalam tulisan nya.

__ADS_1


__ADS_2