Istri Dari Tulisan Ku

Istri Dari Tulisan Ku
HALU


__ADS_3

..."Waktu berlalu kian cepat meninggalkan cerita kita kemarin dan hari ini, sedangkan hari ini cerita untuk esok"...


...rinja...


Dalam kehampaan rinja ia menulis kalimat perkalimat menyusun bait demi bait, hal yang sudah lama ia tinggalkan kini ia mulai lagi, menulis cerita yang ada dalam diri nya, menceritakan semua dalam tulisan nya, sebenar nya itu adalah bait ungkapan harapan kepada seseorang yaitu fullan atau diana.


dalam larik nya ia menyampaikan maaf dan rasa rindu yang teramat berat, sukar untuk nya memaafkan kesalahan yang ia lakukan kepada diana,.


dengan keadaan yang sekarang mana mungkin ia harus mencari diana di luar sana, betapa tidak kaki yang dulu pernah berlari mengejar diana kini telah terkulai kaku tak dapat di gerakan lagi,


semua ini bak pil pahit yang harus di telan rinja secara iklas.


keadaan kaki nya memang sebenar nya bisa di sembuhkan seperti dahulu namun harus melalui beberapa metode tritmen pengobatan, dan terus di latih berjalan, di karenakan ia tak ada orang yang membantu untuk berlatih berjalan maka ia harus berlapang dada, sedang kan dian, ardi dan ari harus mengurus usaha kedai kopi nya yang tersisa, hanya itu pendapatan yang ia peroleh, dan harus di bagi kepada mereka.


tak mungkin seluruh uang di gunakan untuk pengobatan rinja secara besar besaran.


rinja merasa tak tega jika harus menekan ketiga anak buah nya hanya untuk dirinya, meski mereka selalu membicarakan masalah kesembuhan rinja.


*


*


di suatu malam rinja sedang tertidur, posisi nya miring ke kiri seketika rinja bergerak dan mengubah posisi ke arah kanan, ia merasa ada seseorang yang sedang tidur di sebelah nya.


sontak ia kaget wanita itu adalah diana.


ketika rinja mencoba menyentuh wajah nya tiba tiba ia tersentak. terbangun dari tidur nya, ternyata rinja bermimpi


ia tatap jam dinding di kamar nya, pagi menunjukan pukul setengah tujuh, suara kicau burung dan sinar mentari pagi dari sela tirai jendela kamar nya menyorot tepat ke wajah nya.


rinja menggerakkan tubuh nya mencoba meraih kursi roda nya dan menaiki nya lalu mengarah dapur.


seketika rinja terpaku bak melihat setan, mukanya membeku kaku dan tak dapat berbuat apa apa tampa sepatah kata, matanya tertuju kepada sosok wanita yang sangat ia kenal, wanita itu menghadap belakangi rinja yang tengah sibuk berbenah di atas meja dapur.


rinja tahu betul bahwa wanita ini adalah diana, ketika rinja memanggil nya.


diana..!?


dan seketika rinja terbangun dari tidur nya.


ya tuhan usap nya ke kepala kenapa ada mimpi dalam mimpi, seperti ini.

__ADS_1


karna rindu yang teramat berat kepada sosok wanita yang ia rindukan itu sampai terbawa mimpi.


lalu jam beker di atas meja tulis nya berbunyi menggema keseluru ruangan kamar nya, pukul 06:30 waktunya ia bergegas bangun, mencoba melanjudkan hidup meski hampa rasanya.


di tempat lain yaitu dian dan 2 orang yang selalu setia membantu nya di kedai rinja itu tengah sibuk melayani pengunjung, untung nya kedai mereka tak sepi akan pengunjung yang datang, beberapa orang orang yang sudah langganan tak sedikit menanyakan keberadaan rinja, kenapa tak nampak lagi di kedai ini.


dian hanya tersenyum diam, kendati masalah yang di alami rinja saat ini dan dalam setahun belakangan memang tidak di ketahui oleh parah pelanggan setianya. jika mereka tahu pasti nya akan perihatin melihat keadaan rinja saat ini.


dian dan beberapa karyawan nya berdalih bahwa rinja pindah keluar kota, padahal mereka hanya tak ingin orang lain tahu bahwa rinja di rumah dan dalam keadaan lumpuh serta menderita secara fisik dan batin.


hari hari rinja di habiskan menulis, entah sudah berapa bab yang ia tulis, menceritakan semua masalah nya dan tak tinggal nama fullan yang ia tuliskan. menggambarkan sosok fullan yang teramat ia cintai sampai sekarang ini.


ia berjanji tak akan menjalin hubungan dengan wanita lain lagi selain fullan saja. hal itu selalu ia tegaskan kepada dirinya, berharap semesta dapat berdamai dengan kesalahan nya dan membawa fullan kembali pulang.


ketika rinja tengah sibuk menulis, sayup suara memanggil nya halus dari balik jendela kamar nya, rinja pun kaget dan penasaran, ketika di intip nya ternyata diana atau fullan yang tengah menjemur pakaiyan, dengan tergopo gopo rinja bergegas mendorong roda kursi roda nya menuju pintu depan.


ketika sesampai di teras rumah nya tak tampak siapa siapa, keadaan lengang tampa seorangpun.


rinja tertegun dan tertunduk lalu memejamkan mata isyarat penyesalan mendalam.


ia meneteskan air matanya, meratapi kesedihan seolah berat rasanya kehilangan sosok fullan.


ya tuhan.. cabut nyawaku. aku salah, aku berdosa kepada fullan.!


teriak rinja kepada dirinya dan di iringi isak tangis yang meruai kala itu.


*


*


malam pun tiba, di mana seperti biasa rinja terdiam sendiri di ruang makan, menikmati kopi sendiri dam hening, lalu langkah kaki mengganggu lamunanya, dan terdengar suara kecil yang ia kenal.


krek...! (suara pintu )


bang.? maaf ya agak sedikit malam, nih dian bawain makanan, abng belom makan kan..?


(jawab dian yang selalu setia datang mengantar makanan kepada rinja selepas menutup kedai)


terimakasih.. ( balas rinja tersenyum kepada diana )


lalu diana melangkah kebelakang kursi roda rinja dan memijat lembut pundak rinja.

__ADS_1


bang.. abng jangan murung terus, abng yakin dan semangat, pasti semua ini berakhir dan abang akan sembuh.


(ucap dian sembari memberi sangat kepada rinja)


iya abng semangat kok, o ya. ari dan ardi kemana..?


mmm... mereka masih di kedai tadi soalnya rame mereka masih beres beres mau tutup, dan nanti langsung pulang bang katanya, jadi dian pulang duluan sekalian nganterin makan ke abang, takut bang rinja uda laper.


o begitu. iya, makasih ya, sudah perduli sama abang.


iya bang pasti kok kami perduli karna tampa abng kami gak akan bisa makan.


kamu bisa aja.


*


percakapan itu sedikit membuat rinja merasa tidak kesepian, namun rinja sadar ia harus tetap kuat akan semua hal yang ia hadapi, karna mereka orang orang yang ada di dekat nya sekarang juga memiliki kehidupan lain.


pukul menunjukan setengah delapan diana pun bergegas untuk pulang.


bang dian pulang dulu ya, besok dian kesini lagi, abng selalu semangat. oke. by..


lalu dian berlalu pergi dan sembari memeluk rinja isyarat mereka selalu ada meski rinja sedang tidak baik baik.


tak lama ketika dian pulang, lalu rinja mendengar langkah kaki yang kembali menuju pintu depan nya.


ah kebiasaan pasti ada yang tinggal. dian.?


(panggil rinja?


dek.? kamu kah..


dak ada jawaban.


lalu rinja menuju pintu dan membuka nya betapa terkejut nya rinja ketika melihat sosok yang berdiri di depan nya, dengan spontan rinja berusaha memundurkan kursi rodanya lalu tampa sengaja sebelah rodanya mengenai horden yang menjuntai di lantai lalu ntah bagai mana kursinya terjatuh, yang mengakibatkan kursi roda nya rinja terjatuh cukup keras, lalu sosok itu mencoba menangkap rinja dan...


*


*


nex episode...

__ADS_1


__ADS_2