Istri Dari Tulisan Ku

Istri Dari Tulisan Ku
PENGUNTIT MISTERIUS


__ADS_3

Ketika rinja terjatuh karna kaget melihat sosok yang ia lihat di depan pintu malam itu, mengakibat kan rinja terbentur lantai yang akhir nya ia pingsan akibat benturan di kepala nya yang cukup keras hal itu membuat rinja harus di larikan kerumah sakit, kepalanya terluka.


ketika di rumah sakit rinja terbaring dan datang lah tiga orang setia yang selalu ada untuk rinja, yaitu siapa lagi jika bukan dian, ari dan ardi.


mereka syhok ketika seseorang menelfon dari ponsel nya rinja bahwa rinja di larikan kerumah sakit akibat terjatuh dari kursi roda


ketika tersadar rinja berteriak. ia meneriakkan fullan..


fullan.. fullan..!!!


bang bang.. ini aku bang dian.. abng.!


(dian mencoba menenangkan rinja)


di kamu panggil suster kata ari sigap mennyuru ardi.


lalu dokter dan suster sampai keruangan rinja, ia mengecek keadaan rinja.


sedangkan mereka di suru menunggu di depan ruang kamar saja..


perasaan was was menyelimuti ketiga nya dan tak lama keluarlah suster.


sus sus.. gimana kabar abang saya.?


kalian saudara pasien.?


(tanya suster)


iya sus.


kalian keruangan dokter saja ya nanti kalian bisa tanyakan secara mendalam keadaan pasien.


tak lama dokter keluar.


dok saya keluarga pasien, gimana keadaan nya.?


(tampak kecemasan di raut wajah mereka bertiga kala itu)


oh baik, kita keruangan saya saja nanti saya sampaikan. ayo.


*


*


tak lama mereka bertiga duduk di depan meja dokter yang di mana dokter itu yang dulu setahun yang lalu menangani rinja kecelakaan, jelas ia tahu betul kondisi rinja.


eeem... begini. pasien tidak apa apa hanya stres saja, luka di kepala nya tak begitu parah hanya luka kecil, dan beruntung cepat di larikan ke rumah sakit, walaupun luka kecil jika luka di kepala bisa saja menyebabkan pendarahan hebat, namun semuanya telah aman.


pasien hanya butuh istirahat saja dan kalo bisa di temenin, ajak ngobrol terus ya.


( ungkap sang dokter yang menjelaskan keadaan rinja, dan mereka bertiga sedikit tenang mendengar nya)


besok pasien sudah bisah pulang, ini saya tuliskan resep obat dan vitamin saja, di minum sampai obat habis.


iya dok jika begitu terimakasih. dan terimakasih juga sudah menelfon saya


(ucap ari.)


haa.? bukan pihak rumah sakit yang menghubungi kalian, pasien di antar seseorang kok, seorang wanita jika saya tidak salah.


ha wanita..?


( sontak mereka kaget, ardi dan ari bingun bukan kepalang )


wanita siapa..?


( tanya ari )


kamu kenal ngga suara yang menelfon mu itu ri.?


( tanya dian )


ngga,. kalo kenal ngga akan aku nanya ke dokter dong.


ya sudah yang penting pasien baik baik saja dan bersyukur ada orang baik yang mau menolong rinja


( ucap dokter sembari tersenyum )


mereka kaget dan penasaran siapa wanita itu yang mengantar rinja ke RS


*


*


kesokan harinya tiba dan akhir nya mereka membawa rinja pulang kerumah nya.


rinja masih tampak lemes dan sedikit pucat, ketika semua di rumah rinja ari menanyakan sesuatu hal ke rinja.


bang ari boleh nanya.?


apa ri.?


abang kenapa bisa terjatuh..?


ntah semua nya begitu cepat.

__ADS_1


aku membuka pintu lalu melihat sosok nya yang berdiri tepat di depanku, dengan dres putih serta rambut panjang khas dari diri nya. tak lama aku terjatuh dan setelah itu aku tak tahu apa apa lagi.


( mendengar hal itu ari dan ardi menyimpulkan dengan sosok wanita berbaju putij serta rambut panjang, wanita yang di lihat rinja adalah mahluk halus, mereka 2 bergidik dan saling berdekatan, namun tidak dengan diana yang selalu bersikap tenang )


sejak kapan rumah abng berhantu..?


( tanya ari menatap ardi )


berarti yang menelfon mu menggunakan hp bang rinja hantu itu ri..


( saut ardi )


mereka berdua ketakutan dan bergidik


( haaaaaa..!!!!*;_#;_(x..!!!!!!!! )


diam...!


( teriak dian )


mana ada hantu bisa menggunakan henfon, jelas itu manusia, kalian ini bikin ribut saja.!


( omel dian kepada ardi dan ari yang petakilan )


abng ingat siapa wanita itu..?


( tanya dian dan rinja mengangguk )


siapa bang.?


fullan..!


dia fullan, dia mendatangiku malam itu semuanya singkat sekali.


kak fullan.?


( dian bingung, apakah benar sosok wanita itu fullan atau diana yang rinja maksud )


fullan..?


( tanya bingun ardi dan ari )


aku tahu dia sehat saja, aku bersyukur meski menatap nya tak lama, setidak nya dia masih ingat aku, dan menghampiriku.


( jawab rinja dengan tatapan kosong seolah mengisyaratkan semua keresahan yang ia rasakan )


ya sudah semoga itu benar kak fullan, dan semoga kalian bisa bersatu lagi ya bang..


( timbal dian yang sembari menggenggam tangan rinja menguatkan nya )


sigap arsi dan ari mengejar seseorang yan megengintip mereka, ari yang melihat nya berlari ke arah seberang jalan mengejar sekuat tenaga, dan ardienyusul dari belakang, dengan terengah enga ari meneriaki orang itu.


woi.... jangan kabur.!!!


tak ada jawaban ia semakin cepat berlari dan hilang setelah di pertigaan, dan mereka ngos ngosan kehabisan nafas, ardi yang menyusul terduduk begitu pula dengan ari.


haaaa sial kabur lagi....


tadi siapa ri.?


ngga tau di mungkin orang suruhan wanita ular itu.


suruhan diana..?


ya.. mungkin saja.


( di sela mereka sibuk sediri mengatur nafas dan percakapan menerka nerka mereka tampa di sadari mereka masih di intip orang itu yang mengintip dari balik gelap nya tumpukan sampah di sisi gang pertigaan itu )


haaaa... ya sudah kita balik lagi, dian dan bang rinja di rumah takut ada apa apa.


ari dan ardi berlalu kembali pulang kerumah rinja.


ketika sampai di rumah rinja mereka langsung terkapar kelelahan di atas sofa ruang tengah.


siapa di kalian liat jelas orang nya.?


( tanya rinja syhok )


ngga bang, sumpah gak liat.


( jawab ardi )


kalo ari liat bentuk nya aja bang tapi tak sempat bertatap jarak saya mungkin 5 meteran dari dia, namun hilang jejak ketika masuk ke gang belakang toko di depan itu bang, entah masuk ke gang mana dia soalnya pertigaan.


saya hanya melihat dia menggunakan hodie hitam dan kepala tertutup hodie nya, dari postur nya wanita, tapi larinya laki laki bang. haaaa saya sampe ngos ngosan..


( penjelasan ari dan ardi membuat mereka bingung dan di selimuti rasa takut juga, karna di kuntit orang misterius )


iih kok jadi takut ya..


( gidik dian )


ya sudah malam ini kita nginep di sini saja, sampai esok pagi, gimana ri,.?


oke saya setuju.

__ADS_1


iya baik nya kita nginep di rumah bang rinja aja deh ya.


ya sudah kalian bisa tidur di kamar belakang, tapi bersihin dulu soalnya uda lama gk di pake, maklum abng sulit bergerak buat beres beres.


ok bang santai lah


( jawab ardi dan ari )


kalo gitu dian yang temenin bang rinja istirahat di kamar nya, wkwkwkwk


( sembari mereka menggoda dian mengejek nya bahwa tidak akan tidur malam ini )


yeee jahil banget sih..


ati ati kamar itu uda lama kosong.


hiiiiii


( timbal diana nakuti mereka berdua )


uda uda ayo berkemas tidur, besok gak usa buka kedai dulu ya, abng terimakasih sama kalian uda bantu abng dan abng ada sesuatu besok buat kalian.


asiiiiik.... uda lama banget gk kumpul sama bang rinja, uda lama gk seasik ini sama bang rinja semenja abng deket sama wanita uler itu


( ucap ardi yang ceplas ceplos membuat rinja tak enak hati )


heh... apaan sih jaga mulut mu


( bisik dian mendekati ardi sembari mencubit nya, bang rinja masih sakit bego )


tauni ni ketiak mumi, mulut nya ya


( timbal ari ke ardi )


kamu juga. sama aja bedua...


( kesal dian membuat mereka ribut )


eeeeh... semua uda ayo sana beres beres..


ahirnya mereka berberes dan menyiapkan tidur masing masing.


bang, dian temenin abng ya, dian rindu bang rinja uda lama gak di peluk abng.


( di sini dian memang dekat dan bahkan sudah seperti adik kandung rinja sendiri, mereka sempat merenggang di karenakan oleh kedekatan rinja kepada wanita yang sudah merusak kehidupan nya kala itu )


dian mendorong kursi roda rinja menuju kamar nya, dan rinja menggapai tangan dian sembari tersenyum.


dek..?


( panggil rinja )


ya bang..?


terimakasih ya uda mau rawat abng, maafkan abng kemarin sempat melupakan kalian, abng uda jahatin kalian. maaf


( rinja menangis seolah menyesali semuanya dan sangat sangat menyesal sudah menyianyiakan orang orang terdekat yang sayang kepadanya)


abng uda, uda dong kami gak pernah marah sama abng, kami tau abng orang baik, buktinya saat abng jauh dari kami abng masih memperhatikan kedai dan tidak menyenggol masalah kedai, karna abng tahu kedai itu sumber penghidupan kami, nafkah kami dari situ...


kami sayang abng rinja, uda sekarang bobo, istirahat ya. ayo dian angkat abng dulu ya.


( dengan kasih sayang dian yang di tunjukan nya kepada rinja menggambarkan bahwa kedekatan mereka sudah seperti saudara kandung )


diana mengelap air mata rinja di pipi nya dan memeluk rinja serta mengangkat bada nya lalu menggeser ke tempat tidur..


*


*


abng malam ini istirahat yang tenang, dian temenin ya bang, dian yakin kak fullan pasti sedang memikirkan abng juga malam ini, dan dia sedang rindu abng juga. dian berharap kalian balik lg bang..


( di sela dian berceloteh di sebelah rinja dengan ciri khas nya yang seperti anak kecil terlihat imut dan kemudian rinja merangkul badan mungil dian, lalu memeluk nya, di balas dian memeluk rinja juga )


makasih dek, setelah fullan kamu salah satu wanita yang masih hidup saat ini abng cintai.


( ucap rinja yang menunjukan sikap seorang kakak atau abng yang mencintai adik nya )


*


*


(intermezo yaw)


*kalo mimin di posisi rinja gak kebayang siapa yang di peluk, yaaaa... walaupun di anggap adik, tapikan dian bukan darah daging ya tentu saja menguji power sentruman busi....aswewewwwwww ah sudah lah.. 🥴


*


*


sedikit info kenapa jarang update karna mimin sedang sibuk dan sudah di jelaskan di episode sebelum nya, semoga beberapa minggu kedepan nofel kedua mimin yaitu INER di rilis, kalian harus baca ya.. walaupun view mimin menyedihkan😭 tapi cerita ni novel kedua mimin nantinya kita akan di bawah ke dunia yang.. aaaaaah sudahlah.. tunggu aja ya..


dan*


nex episode...

__ADS_1


__ADS_2