Istri Dari Tulisan Ku

Istri Dari Tulisan Ku
KOPI PAGI PERTAMA BUATAN ISTRI


__ADS_3

"manusia hanya berharap


menyusun doa sedemikian baik lalu di hantarkan kepada tuhan, harapan yang baik berharap di ijabah di waktu yang tepat"


kutipan rinja".


Itulah kutipan rinja di penghujung tulisan nya malam itu sebelum ia tertidur di meja kayu tua itu, berbantal lengan dengan pena masih terselip di antara jari telunjuk dan jari tengah nya.


sayup ia mendengar bunyi orang yang sedang beraktifitas di rumah nya, namun karna lelah dan kantuk yang mampu memberi beban berat di kelukup matanya akhirnya ia menghiraukan nya.


pagi datang terlalu cepat, cahaya surya menyelinap di balik tirai jendela kamar nya yang menghadap tepat di muka nya,


rrrrrt rrrrt rrrrt...


getaran henfon seolah membangunkan paksa rinja dari tidur nya,


halo, kenapa ran,?! aku libur loh hari ini, ada apa?


tanya rinja dengan kesal karna di telfon rani pagi itu.


iya iya bos aku tau.!


cuma mau bertanya yang keluar dari rumah mu tadi pagi siapa, wanita cantik berambut panjang.?


aku melihat nya sepintas pas mau berangkat kerja ujarnya.


jangan jangan wanita panggilan ya.?!


tanya rani penasaran kepada rinja, sontak rinja berdiri dan kaget serta bingun.


siapa..? gila kamu mana mungkin lah.!


siapa sih yang kamu makaud ran.?


kok nanya balik sih, uda ah besok kamu jelasin, deh, oh atau tidak nanti sore aja ke tempat biasa oke, by..


tuuut tuuut tuuut....


telfon terputus.


ah apaan si rani.


kalimat bete rinja tampa menghiraukan rani.


dengan kepala masih pusing rinja coba berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka, lalu langkah nya terhenti karna kamar nya begitu rapi dan terlihat bersih. hal itu membuat dia sontak bingung bukan kepalang, ia berjalan mengintari seisi rumah semuanya bersih, semuanya rapih.


ada apa ini lalu siapa yg melakukan semua ini pikir rinja bingun sendiri.


ia terduduk di kursi meja makan yang sudah lama tidak ia duduki semenjak di tinggal ibu angkat nya 3 tahun lalu. ya tuhan ada apa ini, ucap nya dalam hati.


ia mengambil gelas yang bersih serta perabotan dapur nampak rapih dari sebelum nya, ia lalu memanaskan air untuk membuat kopi, ketika ia mencari cari kopi dan gula ia mencium seduhan kopi yang tampak masih hangat,


ia membalikan badan dan menatap ke arah atas meja makan dan mata rinja terbelalak aneh serta bingun siapa yang menyeduh kopi ini.


ia tertegun lalu memegang cangkir kopi itu sembari menghirup aroma kopi hangat dengan asap yang masih keluar, dia merasa gila pagi ini dari apa yang di alaminya.


ia kembali berjalan menuju kamar nya dan duduk di meja nya, di tatap nya lalu tersenyum ke tulisanya, lalu dia berkata dengan lantang serta mengangkat seduhan kopi yg di pegang nya.


apakah ini kopi buatanmu fullan.?


tanya rinja dengan kosong.


jika iya, terimakasih.


ini kopi pertama ku dari istri khayalan ku,


ucap nya seolah main main dengan keadaan.

__ADS_1


tampa memikirkan semuanya yang telah terjadi ia kembali menyusun kata demi kata di buku itu, entah apa yang di fikirkan rinja tiba tiba ia terhenti oleh suara pintu rumah nya yang seperti ada yang membuka, lalu ia teringat dengan kata kata rani di telfon tadi. bahwa ada seorang wanita cantik yang keluar dari rumah nya tadi pagi.


dengan rasa takut dan penasaran ia mencoba melangkah kecil mengintip ke arah ruang tamu.


dan,


meoong..!


haaa, pus kamu bikin aku spot jantung saja dari mana kamu masuk,.?


ternyata se ekor kucing oren yang masuk dan mungkin mencari jalan keluar.


lalu rinja mengeluarkan kucing itu, ia menutup kembali pintunya dan kembali ke kamar, sesampai di kamar ia tertegun lagi dan baru sadar ternyata kunci pintu depan nya tidak terkunci ketika ia mengeluarkan kucing tadi.


sedangkan semalam sebelum ia masuk kamar ia ingat betul mengunci pintu depan, dan itu selalu ia lakukan.


namun kenapa kunci nya terbuka.?


tanda tanya besar di fikiran serta hati rinja.


apa benar ada seseorang yang masuk ke kamarku semalam, dan membereskan rumah ini lalu tadi pagi ia berlalu pergi begitu saja.?


tanya rinja dalam hati sembari menggapai bungkus rokok nya.


ia berjalan jalan di dalam rumah memikirkan hal yang membuat ia gusar pagi itu, dengan kopi di jinjing sembari menghisap tembakau bakunya ia, sembari menerka nerka.


apakah benar fullan benar benar nyata, ahhh aku gila.?!


lugas rinja kepada keadaan ini.


keluar rumah menikmati kopi dan hisapan tembakau mungkin sedikit menenangkan otak pikir nya.


ketika ia membuka pintu dan duduk di teras rumah lagi lagi rinja di buat shok serta kaget bukan kepalang, matanya terpaku menatap jemuran di depan sebelah rumah, bahwa baju yang terjemur itu adalah baju kotor nya.


baju itu masih meneteskan air berarti belum lama ada yg mencuci nya lalu menjemur baju itu, ia mendekati jemuran itu dan mencium aroma khas pewangi cucian.


ya tuhan ada apa ini..!! teriak nya dengan keadaan setres memikirkan kejadian beruntun di pagi nya.


rin...!!!


eh... iya bu.


itu bu "niken" tetangga teman almarhuma ibunda angkat nya dahu.


tadi pagi siapa wanita cantik yang menjemur pakaiyan, kamu menikah kok diam diam saja, apa kami tak kau anggap tetangga.?


ujar ibu itu menanyakan kepada rinja dan sedikit bercanda.


rinja makin bingung, karna bingung ia melontarkan jawaban ngawur kepada bu niken.


eeeee.. kami masih bertunangan bu.


ujar nya gugup bingung serta tak tau apa apa.


oh. hahaha iya deh ibu tunggu ya undangan nya.


bu niken berlalu pergi dan sambil tertawa ikut bahagia.


di samping itu rinja mulai kesal dengan sosok siapa wanita yang masuk kerumah nya tampa izin itu.


siang nya rinja berniat memasang CCTV agar ia tau siapa yang datang, manusia kah? atau hantu omelan nya dalam hati.


tapi sayang nya siang itu malah dia ketiduran karna bergadang semalaman,


dan terbangun di soreh hari.


sore hari nya ia menelfon rani dan ingin menceritakan semua kejadian yang dia alami tadi pagi.

__ADS_1


setiba di tepi danau tempat faforit mereka kala senja, rinja menceritakan semua secara detail kejadian kepada rani, dan rani pun faham yang rinja rasakan lalu ikut kebingungan.


duh rin kok saya malah ikut pusing, ya sudah mungkin saja itu orang baik yang mau membantumu.


jawab rani putus asah mencari jawaban dari masalah rinja.


malam mulai bertandang dan rani mulai berpamitan untuk bergegas pulang, di karnakan awan kelam datang tampa permisi.


eh aku pulang duluan ya, tuh langit uda gelap takut hujan, da sampai bertemu besok.!


teriak rani sambil melambaikan tangan dan ia pun melangkah pulang.


tiba tiba telfon rinja berbunyi dan betapa kaget nya dia dan jantung berdegup kencang ketika ia keluarkan henfonya dari saku hudi nya ia melihat layar henfonya bertuliskan istriku memanggil, lama tak bergeming menatap layar ponsel nya.


di fikiran nya nomer siapa ini, dan siapa yang menyimpan serta membuat kontak istriku di henfon ku ini.


secara berlahan ia angkat telfonya dan.


halo..?


jawab rinja gugup.


halo sayang, kok belum pulang.?


di luar akan ada badai kayak nya ayo pulang aku uda masak, sampai ketemu di rumah. love you.


tut tut tut tut...


mukanya memerah, badan nya lemas seketika ia terduduk di bangku tak bersender itu.


rupanya suara merdu nan halus itu ******* selurut jiwanya sampai tak tentu arah dan fikiran serta ritme jantung nya tak menjelaskan sesuatu.


tampa fikir panjang ia berlari menuju rumah nya,


terus berlari menyusuri lorong kota dan sampai lah ia di depan pagar rumah nya, rinja melirik ke arah jemuran telah tak ada jemuran lagi, dan lampu ruang tamu hidup, bergegas rinja membuka pintu dengan tergesa ingin tahu siapa dia.


lalu..


krek..!! suara pintu langkah kecil rinja mendekat menyelinap dan mengintip ke arah dapur tampak punggung wanita yang mengenakan baju kemeja putih dan rok dres hitam serta rambut panjang nya yang tergerai.


ia tak bergeming sama sekali.


ngapain ngintip ngintip kayak anak kucing, sana duduk aku lagi masah sesuatu yang belum pernah kamu makan.


lontaran kalimat yang di sampaikan wanita itu membuat rinja mengikuti saja dan masih seperti orang bingun,


ketika ia membalikan badan dan senyumnya yang membuat rinja kaget bukan kepalang dan terjengkang.



(ini adalah ilustrasi sosok karakter fullan yang rinja ciptakan di buku naskah nya, cantik bukan.? jelas.!


mimin sengaja cari yang aduhai.. wkwkw😆✌️)


.


.


keadaan itu membuat fullan tertawa terbahak bahak menatap ke arah rinja yang terjengkang, lalu rinja berdiri dengan muka kesal.


siapa kamu..?


tanya rinja dengan kesal.


aku..? jawab nya masih tersenyum.


iya kamu.?

__ADS_1


aku adalah..


nex episode.....


__ADS_2