Istri Dari Tulisan Ku

Istri Dari Tulisan Ku
KEKECEWAAN


__ADS_3

..."*perasaan ini menyeruat tampa kepastian kuat...


...engkau yang diam diam aku harap dalam dekap...


...namun engkau masih saja diam tampa isyarat...


...jika engkau menolak berikan aku jawaban tepat"...


..."....


...penyair senja95*...


*


*


Pagi mulai datang, kokok ayam membangunkan rinja dari ranjang, ia berjalan menuju kamar mandi, di dapur diana yang sibuk menyiapkan sarapan pagi melontarkan kalimat sayang. namun rinja tak menanggapi nya hal itu membuat diana menoleh ke arah rinja yang menuju kamar mandi.


selepas mandi rinja memakai pakaiyan yang telah di sediakan diana, dan diana memanggil rinja untuk sarapan dahulu sebelum kerja.


sayang sarapan dulu yuk. ni aku uda masak spesyal buat kamu, uda lama kan gak makan masakan ku.


ucap diana sembari tersenyum ke arah kamar


rinja menghampirinya dengan raut muka biasa saja tampa ekspresi lebih. di gin sekali sikap nya.


yang.? kamu kenapa,.?


tanya diana.


nggak ada."


jawab rinja dingin


hmm ya sudah ayo sarapan dulu.


rinja dan diana sarapan di meja makan berdua tampa obrolan hangat. sikap rinja benar benar berubah kepada diana, rasanya mungkin benar benar telah hilang.


aku udahan. ntar pulang malem.


ucap rinja memecah kesunyian di ruang dapur itu kecuali suara denting sendok dan piring.


ya sudah, hati hati sayang.


jawab diana sembari berdiri dan menuju rinja maksud ingin memeluk namun rinja langsung bergegas keluar seolah olah menolak pelukan diana.


diana merasa gusar dengar sikap rinja beberapa hari terakhir ini.


tampa ucapan lain selain berpamitan di meja makan tadi rinja berlalu pergi, dari balik tirai depan diana mengintip rinja yang berangkat menggunakan mobil nya.


hati diana masih di penuhi tanda tanya dan rasa sedih yang mulai menghampiri nya.


diana terduduk di sofa ruang tamu, menatap tampa kedip ke sela tirai yang sedikit terangkat angkat oleh angin pagi, ia memikirkan sikap rinja dingin sekali kepadanya.


apakan dia mulai bosan dan tidak mencintaiku lagi pikir nya.


*


di jalan rinja menelfon andin, dan lagi lagi rinja berubah sikap nya secara drastis kepada andin, menjadi ramah, humor serta romantis jauh berbeda ketika dia dengan diana.


ketika sesampai di kedai rinja seperti biasa mengontrol kedai kopi shop nya.

__ADS_1


di tengah pekerjaan hari itu ardi mengupat rinja kepada dian.


bang rinja kenapa ya sekarang agak berubah.?


tanya ardi ke dian sembari mencibir bibir ke arah rinja


mmmh mungking dia lagi banyak masalah.


enggak sih. kayak nya dek, setau ku bang rinja berubah semenjak kenal dengan wanita itu.


andini maksud mu..?


nah iya.!!"


mmm nggak tau bang dian gak mau ikut urusan orang.


obrolan mereka terpecah saat rinja menuju mereka.


ngobrol terus, kerjaan di perhatiin.


aku mau keluar kalian tutup aja kalo uda jam nya, ntar abng nggak kesini lagi.


ucap rinja kepada mereka.


baik bang jawab dian dengan imut sembari tersenyum.


tuh kan bang rinja keluar mulu sekarang, jangan jangan ada apa apa nya...!


celetuk ardi.


hus..!! ngawur uda uda sana. iiih ngapain deket deket, kerja bang kerja.


di rumah rinja diana membereskan rumah rinja, ia mengingat semua kenangan yang ada di setiap sudut rumah nya, dan diana mencoba mencari catatan rinja, namun tak di temui nya lagi, rinja rupanya tidak menulis lagi.


di sela sibuk membereskan kamar rinja diana betapa terkejut nya menemukan baju dalam perempuan hal itu membuat jantung diana menjadi berdetak cepat,


ia bertanya tanya milik siapa ini, dan kenapa ada di kamar rinja.


apakah rinja berselingkuh selama aku di lapas pikir diana dengan gusar perasaan nya, lalu diana memeriksa seluruh barang barang di setiap sudut kamar rinja dengan perasaan mulai berkecamuk.


ia emosi dan sedih menahan rasa yang takut ia rasakan, kemungkinan terburuk nya.


di dapati nya di selipan buku kecil ada nama yang tertulis yaitu "andini" hal itu membuat diana semakin sulit berfikir jernih, menerka nerkah keadaan.


wajar saja dia diam dan dingin sikap nya kepadaku ternyata ini, dia sudah memiliki kekasih lain selama aku di penjara.


ucap rinja dengan air mata yang mengalir berlahan membasahi pipi nya.


hari berlalu, malam menjemput bumi.


malam itu rinja pulang sekitar pukul 10 malam.


diana yang duduk di ruang tengah dengan mata sembab nya akibat menangis seharian.


rinja masuk kerumah nya dan melihat diana duduk di sofa ruang tengah tidak seperti biasanya.


kenapa.?


tanya rinja


lalu diana mengeluarkan baju dalam wanita berwarna merah itu dan buku kecil catatan rinja dari bawah meja ruang tamu, menaruh nya di atas meja.

__ADS_1


ini.! jawab jujur ini milik siapa.?!


rinja terdiam. pasif tampa ekspresi membeku seperti patung.


ini yang kamu lakukan selama aku di penjara. pantas saja kamu berubah sekarang, dingin dan seolah tampa mengharapkan aku lagi.. bertahun tahun aku menunggu waktu untuk kembali ke pelukan kamu, tapi nyatanya kau memeluk yang lain..!!


ucap diana sembari terisak isak dengan sedih nya sampai ia emosi menatap ke arah rinja.


maafkan aku.


rasa yang dulu entah kenapa memudar, aku sudah berusaha mempertahan kan rasa itu namun tak juga aku rasakan lagi cinta ku pada mu.


jawab rinja dengan menunduk, lalu ia duduk di hadapan diana sembari memegang tangan diana.


maaf, aku harus jujur.


diana sontak menangis dan air matanya membasahi wajah, serta keringat di tubuh nya. dapat di bayangkan emosi serta sakit hati diana meledak seketika.


kenapa..? kenapa.?!


jawab diana terisak isak penuh haru.


rinja seperti tak bersalah menarik baju dan buku kecil nya lalu berdiri dan menuju kamar.


pergilah.


aku tak mampu meneruskan cinta ini diana.!


jawab rinja dari dalam kamar.


hal itu membuat diana hancur perasaan nya.


tangis serta haru menyelimuti diana malam itu, tampa pikir panjang diana melangkah keluar dari rumah rinja dengan tangisan yang mengiringi kepergian nya.


tampa berdosa rinja langsung berbaring di ranjang nya dan membuka henfon nya lalu menatap foto andini.


sungguh rinja benar benar telah buta hati nya, serta tega meninggalkan diana yang setia dan baik hatinya demi seorang wanita yang ia kenal.


diana menyusuri jalan jalan di kota malam itu, dengan hawa dingin ia berjalan tampa arah dengan air mata yang masih menetes,


bagai karang yang patah di tengah dasar samudra yang gelap.


mungkin itulah kata yang tepat menggambarkan keadaan diana malam itu.


ia kehilangan sosok yang ia cintai, lelaki yang ia harapkan dan banggakan selama ini, bertahun tahun menanti nya malah lelaki itu pula menikam hatinya.


ingatan perjuangan kala itu makin membuat nya terpuruk rapuh.


di tengah malam menuju jalan yang gelap ia berlahan menghilang dalam pelukan malam yang pekat tampa sorot cahaya lampu jalan lagi.


entah kemana kaki diana melangkah, yang ia tahu malam itu hatinya hancur seperti pecahan kaca.


aroma aspal malam mengiringi langkah kecil nya ke ujung jalan kota.


di mana rute menuju keluar kita itu."


*


*


nex episode

__ADS_1


__ADS_2