
tit tit tit tit tit.........!!!!!!!!
(suara aleram berbunyi kencang dari henfon dian)
bang uda subuh,.
(dian membangunkan rinja)
mmmm.? masih ngantuk ni, kalian bangun duluan mandi sana.!
(saut rinja yang masih bergelung di sebelah dian)
ih abng gak boleh tidur kesiangan rejeki di makan kebo.!
ayam kali, kebo ma kegedean."!
hehehe ya mangkanya bangun.
sontak rinja bangun dan duduk, lalu berdiri melangkah ke arah dapur.. dan lalu..."
AAAAAAHHHHHH.........!!!
jerit dian membuat rinja kaget dan sontak ardi dan ari terbangun lalu berlari ke kamar rinja..
di susul ardi dan ari berteriak memandang rinja.
AHHH TIDAK MUNGKI.........!!!
YA TUHAN...!
lalu tersadar rinja bahwa dirinya bisa berdiri sehat tampa menggunakan kursi roda, hal itu membuat orang orang di ruangan itu kaget serta bingung begitu pula dengan dirinya, memandangi kaki nya menapak ke ubin, dan mereka bersorak kegirangan dan berucap syukur.
rinja meloncat loncat kegirangan di iringi tetes air matanya yang jatuh, tangis haru nya menyelimuti pagi itu.
semua tampak bahagia tampa tau harus berkata apa lagi, setelah melihat keajaiban yang rinja alami.
kaki ku, lihat lah..
ya tuhan terimakasih, aku bisa berdiri dan berjalan lagi.
(ucap nya bahagia kepada dian, ari serta ardi)
lalu mereka bertiga berpelukan saling menyampaikan rasa syukur dan haru kepada rinja.
*
*
pagi itu kebahagiaan seperti menyelimuti rumah rinja, tatkala kaki yang hampir setahun lebih lumpuh total, kini dapat bergerak sebagaimana kaki orang normal.
sungguh mukzizat yang luar biasa di alami rinja.
senyum dan raut bahagia terpancar di wajah rinja, yang setahun belakangan ini sempat meredup seperti padang gersang, namun kini senyum sumringah selalu terpapar di wajah nya kembali tampak.
aktifitas yang dahulu ia tak dapat di kerjakan, kini kembali ia jalani, mengelola kedai kopis shop yang dulu sempat tak ada terlihat rinja di dalam nya kini tampak kembali berwarna.
dengan keadaan sakit dahulu yang ia rasakan menjadikan rinja sebagai pribadi yang lebih baik lagi, membuat dirinya tak lepas dari rasa syukur dan menjadi manusia yang dapat membantu satu sama lain, ia menyumbangkan sebagian dari hasil usaha kedai nya ke yayasan peduli difabel, karna ia sadar betul memiliki kekurangan seperti yang pernah di alaminya sangat butuh dorongan yang baik.
tak lupa pula ia setiap akhir pekan nya selalu mengajak ketiga orang yang berjasa menemaninya susah atau pun senang untuk sekedar makan bersama atau bakar bakar, sekedar melepaskan penat kerja.
di suatu malam sebelum tutup kedai nya, rinja terduduk di sebuah bangku yang tepat di depan kedai nya, ia menatap langit dan tersenyum sembari menyampaikan kalimat kalimat untaiyan kepada bintang.
ya tuhan. terimakasih atas apa yang engkau berikan kepadaku, maafkan aku telah sombong atas apa yang engkau berikan, harta, orang yang aku cintai dan semuanya. ya tuhan jika aku boleh memohon satu hal lagi kepadamu, aku ingin engkau hadirkan kembali fullan di kehidupanku. amiin
(sembari ia memejamkan mata dan mengusap mukanya pertanda penyelesaiyan doa)
hal itu di lihat oleh ari dan mendekatinya, lalu menepuk pundak rinja.
bang...?!
kenapa menatap langit malam seperti ada hal yang abng fikirkan.
mmmm tentang hal masa lalu yang pernah abng kecewakan ri.
maksud nya bang.?
fullan,. yang seharusnya dia ada di sini, menemaniku dalam suka ataupun senang, tapi karna kecerobohan dan ke egoan ku ia pergi. itupun karna kebodohan ku dia pergi.
bang... kami selalu ada di belakang abng, abng lebih dari seorang boos. apapun yang abang alami kami selalu ada kok. jangan sedih bang, jika tuhan sudah menggariskan semuanya pasti wanita yang abng harapkan itu pasti kembali lagi.
ingat..! kaki abng aja bisa sembuh karna tuhan, kenapa tidak dengan masalah wanita.
hahaha bener gak bang...!?
tumben benar ucapan mu ri...!
(saut ardi yang sudah lama mendengarkan ardi bergumam di ikuti cekikikan dian)
hehehehe tau tumben bijak sekali omongan nya, abis makan apa kamu...
heeeee.... saya emang bijak kalian aja gak pernah peka.
hahahaha...
haha..
tawa bahagia malam itu terasa begitu hangat, candaan mereka membuat suasana menjadi lebih akrab.
tak terasa malam mulai menyambangi mereka makin kelam, tepat pukul 21:17 mereka berkemas. semua berpamitan kecuali dian yang masih duduk bersama rinja.
__ADS_1
lho... kok belum pulang, gak bareng ardi dan ari.?
ngga bang. aku mau nginep di rumah abng aja..
kerumah abng.?
iya. boleh kan.?
bo bo boleeeh sih,. tapi kok tumben kemaren kemaren ngga kek gini deh.
mmmm dian rindu abng rinja..
(seketika dian memeluk rinja dan menangis lembut)
ya ampun segitunya, kan abng gak kemana mana dek. lagian abng gak jauh juga.
(sembari ia mengelus kepala dan membenarkan rambut dian)
tapi abng pernah berubah, jadi jauhin kita, dian sedih pas abng suka marah marah...
(muka cemberut nya membuat rinja gemes oleh tingkah wanita imut di hadapan nya)
eeeeh dasar bocah, iya abng minta maaf, maafin abng ya... janji gak gitu lagi. abng tau abng salah uda pernah gak perduliin kalian.
(sembari menarik hidung dian dan mengacungkan kelingking isyarat berjanji kepada dian)
bener ya..?!
iya iya abng janji.
ayo pulang nanti abng beliin bakpau pak jenggot kesukaan kamu.
asik.. yang banyak ya bang."
1 aja.!
ai abng... masa satu.
(ekspresi ngambek seolah anak kecil yang marah kemauan nya tidak di turuti, membuat rinja mengangkat badan kecil dian dan menggendong nya)
abng abng turunin.. abng.
hahahaha...
mangkanya ngga usa bawel.
mereka melangkah menuju bakpau pak jenggot yang berada di persimpangan sebelum rumah rinja.
*
*
kenapa kamu memandangi abng dengan tatapan sikopat seperti itu.?
abng seperti seseorang.
siapa..?
entah... kayak seseorang aja yang pernah ada di hidup dian, tapi entah siapa. abng baik, dewasa terus abng seperti kakak atau ayah bagi kami.
mendengar hal itu rinja faham betul yang di rasakan diana, gadis kecil yang tidak mendapatkan kasih sayang orang tua, dan dalam hati nya ia berjanji tidak akan meninggalkan mereka yang selalu setia dalam seperti apapun keadaan rinja.
ngomong apa si dek..
capek.,? sini abng gendong.
(sambil menjongkok kan diri)
nanti kaki abng kenapa kenapa lagi..
engga dek ayo, tu uda kelelahan kan.?
(akhirnya di gendong nya diana, di sini diana seolah sedang di gendong abng nya, ia menempelkan kepala nya di bahu rinja, sembari berbisik)
terimakasih bang..
*
*
setibanya di bakpau pak jenggot rinja cukup kelelahan dan memanggil dian ternyata dia tertidur.
dek uda sampe ni, pesen sana..
dek..? yah tidur lagi..
pak, pesen 5 ya ciklat sama kacang ijo.
eh mas rinja, uda lama gk keliatan. siap siap.."
siapa mas.?
(menunjuk dian yang tertidur di gendongan rinja)
dian..
ketiduran di jalan.. hahaha
oalah.. non dian, nginap tempat mas ta.?
__ADS_1
iya pak biasa, uda lama gk ketemu katanya, kan kemarin saya keluar kota pak.
oh pantesan gak keliatan mas.
( rinja berdalih bahwa dia setau belakangan ini tak nampak karna ada kerjaan di luar kota padahal sakit, hal itu ia lakukan karna ia tak ingin orang sekeliling rumah nya tahu bahwa dia kenapa kenapa)
sudah pak,?
sudah. nih masih anget,mas
biasanya non dian beli sama siapa yg bawa motor gede itu lo mas..?!
oh si ardi.!?
nah iya mas, olah ini malah ketiduran hahaha ya sudah hati hati mas ya..
iya pak, mari pak..
rinja menuju rumah nya dan dian masih terlelap di pundak rinja.
ketika sudah sampai di rumah nya rinja membangunkan dian, namun dia hanya membalas lelah.
karna kasian rinja memindahkan nya ke ranjang tidur nya dan melepas sepatu dian, lalu menyelimutinya.
dengan aroma bakpau hangat di hidangkan rinja di atas meja kamar nya membuat dian terbangun.
bang..?!
iya..?
(jawab rinja dari kamar mandi)
abng mandi.?
he.em..!!
(ia berdiri dan)
wah abng baik, di beliin lima, masih hangat lagi...
(krek... suara kamar mandi terlihat rinja mengelap kepala nya dan mengenakan celana pendek serta kaos oblong, tertawa melihat tingkah dian)
hahahaha dasar monyet kecil...
di bangunin gak bangun giliran aroma makanan bangun.
iiih abng jahat, masa monyet.
ya kamu bangun tiba tiba ada aroma bakpau.
ya gak apalah monyet yang penting di beliin.
hehehe...
(tampak raut wajah dian menggemaskan ketika coklat menempel di pinggir bibir nya, sembari bergumam tak jelas tentang apa layak nya anak kecil, yang membuat rinja tertawa sembari berlalu ke ruang dapur)
iiih abng, orang ngomong di tinggal.
males kamu bawel.
*
*
tak lama dia menghampirinya di ruang makan
abng.?
iya.?
aku rindu kak fullan.,
abng juga.
dia sedang apa ya.?
pasti sedang mikirin abng rinja juga.
ya semogalah.
eeeh mana bakpau nya.?
mmmm habis hehehehehe....
ih jahat nya di habisin 5 Buah hapis, ya ampun dian badan kecil husus panjang..
hehehe abis laper, enak lagi..
wah parah, jangan jangan kamu kesurupan.
kabur ah...
(rinja berlari ke arah kamar nya sembari menakuti dian, dan di susul dian ketakutan)
iiih abng jahat.. iiih
*
*
__ADS_1
nex episode