
Hari itu rinja sengaja tak ke kedai, hanya ari, ardi dan dian di kedai. hari ini rinja jadwal nya membesuk diana, seperti biasa mereka bertemu di waktu yang di jadwalkan oleh sipir lapas.
obrolan haha hihi yang kerap mereka ulang setiap bertemu, saling membagi cerita satu sama lain.
waktu cepat berlalu, rinja haru menahan rindu lagi kepada diana, peluk hangat kembali memisahkan mereka kembali untuk seminggu kedepan.
rinja pulang langsung menuju kedai, dan lagi lagi tampak sosok wanita yang ia kenali, yaitu andin.
hy rin, sapa andin dengan anggun.
hy din. saut rinja sembari duduk di hadapan andin,
aku ada sesuatu, semoga kamu suka.
kata andin sembari menyodorkan sebuah kotak hitam yang di ikat pita berwarna putih.
wah apa ini..?
tanya rinja bingung.
buka aja rin, semoga suka dan pas.
jawab andin dengan senyum
ketika di buka oleh rinja di dapati nya jam tangan yang di pastikan cukup mahal harga nya.
wah bagus sekali, ini apa.?
tanya maksud nya kepada andin
ya jam tangan lah ja. di pake dong, sini aku pasang kan deh.
dengan sigap andin memakaikan jam tangan itu ke lengan kiri rinja.
tu kan ganteng, pas sama kamu.
wah makasih banget loh din.
iya sama sama. aku seneng kalo kamu seneng.
suka nggak.?
tanya andin kepada rinja.
iya aku suka.
jawab rinja senyum
hari hari mereka jalani semakin dekat dan akrab, acap kali mereka jalan berdua, di satu sisi andin menaruh rasa kepada rinja dan rinja mulai memiliki rasa yang mulai sama namun dia masih membatasi rasanya untuk sebagai teman saja, kendati ada hati yang ia tunggu. yang dia tahu bahwa hatinya tak akan bisa berpindah ke lain hati lagi.
namun hal itu semakin di lawan semakin mengganggu hati dan fikiran rinja, batang bayang andin selalu melintas di fikiran nya, tak jarang ia melamun sambil tersenyum sendiri.
dan rinja mulai sedikit terlupa akan wajah wanita yang menantinya di balik jeruji. yaitu diana atau fullan.
hari hari di jalani rinja dan andin semakin dekat, tak jarang mereka keluar bersama, makan, nonton dan bahkan menyaksikan senja di kala mata hari tenggelam.
hal itu membuat rinja sering terlewat nya jadwal membesuk diana di lapas.
tepat hari itu harus nya rinja datang namun tak nampak rinja menemui diana disana, lamunan diana terduduk sendiri tampa ada lawan bicara, ia menanti senyum dan peluk hangat rinja hari itu dan keadaan berkata lain, penantian terus saja menemani diana akan datang nya sang pujaan hati.
di sisi lain rinja sedang berbahagia menikmati hari hari nya yang berwarna semenjak kedatangan andin, meski mereka tampa ikatan.
sesekali rinja memikirkan diana yang di lapas, namun lagi lagi bayangan andin mampu merobohkan ingatan tentang diana di fikiran rinja.
genap tiga bulan andin selalu bersama rinja hal itu di perparah andin kadang sering menginap di rumah rinja, entah apa yang di lakukan mereka berdua di saat malam. hanya sprey kasur dan tisyu yang tahu.
(duh pasti kalian berfikir macem macem kan. sama mimin juga🤭 yakin lah jika itu terjadi pastinya semua akan baik baik saja.. eeem uhuy)
__ADS_1
*
*
suatu hari di saat rinja sedang santai duduk di meja kedai nya, lalu di sambangi barista andalan nya yaitu dian..
bang, kayak nya makin deket aja sama kak andin.
inget loh bang kak diana."
uda deh itu urusan saya, kamu anak kecil tau apa.
udah balik kerja lagi.!
sontak rinja kaget dan membalas omongan dian dengan ketus. tidak seperti biasa nya, ia tampak kesal dan merasa tidak ingin di campuri urusan nya.
dan dian pun berlalu ke meja barista nya dengan muka kaget.
kenapa sih bang rinja semenjak kenal kak andin dia makin berubah, jadi ketus dan gak kayak dulu yang penyabar suka ngasih perhatian ke kita.
raut murung dian tampak di mukanya yang sembari membereskan meja barista.
di sela itu rinja beranjak pergi dan meninggalkan kedai tak seperti biasanya yang selalu berpamitan.
perubahan sikap pada diri rinja mulai di rasakan orang orang sekitar terlebih anak anak di kedai nya, rinja yang dulu kalem, penyabar dan bersikap bijak.
namun kini berubah menjadi orang yang selengean dan suka ngomel jika ada sedikit kesalahan di kedai, pastinya sudah jarang ngobrol dengan karyawan nya. kini ia lebih sering berdua dengan andin.
yang di takutkan oleh anak buah nya rinja semakin liar pergaulan nya, terlebih dian yang menganggap rinja sudah sebagai kakak nya sendiri, dia takut rinja lupa akan diana. dan jadi makin tidak terkontrol kehidupan nya,
diam diam dian mengetahui kedekatan mereka berdua.
entah dari mana yang jelas dian tahu bahwa andin sering menginap di rumah rinja dan mereka sering pulang malah, dian masih memikirkan perasaan diana jika tahu kelakuan rinja.
pada hari itu rinja tahu bahwa diana keluar dari lapas dan masa tahanan nya berakhir, wanita yang dulu dia harapkan dan rela berkorban nyawa demi diana, tapi sekarang perasaan nya yang mulai biasa saja dengan diana, ia semakin teracuni oleh cintanya andin sampai akhir nya ia terlupa untukenjempit diana.
pukul 10:05 pagi diana menunggu jemputan rinja, tapi jemputan nya tak kunjung datang, cukup lama ia menunggu rinja, sampai ia tertidur di kursi penjaga gerbang lapas, hari menunjukan pukul 02:30 hampir mendekati pukul tiga sore, ia tak jua menemui rinja yang berjanji menjenguk nya hari itu.
ya ampun sayang kamu di mana.?
jangan bilang kamu lupa hari ini.
gumaman diana kepada rinja yang di nantinya.
di sisi lain rinja sibuk menemani andin belanja baju keperluan nya, dan ketika pukul 19:15 setelah selwsai menemani andin belanja, dan sesampai di rumah nya, rinja tersentak bahwa hari ini ia harus menjemput diana pikir nya.
ya ampuh hari ini diana bebas, aku harus ke lapas sekarang.! ucap rinja dengan buru buru menancap mobil nya
sesampai nya di depan gerbang lapas tampak sosok wanita yang duduk jenuh menunggu seseorang yang menjemput nya, lalu rinja mengedim kan lampu mobil nya isyarat memanggil. dengan muka yang bahagia dan senyum khas diana ia mendekati mobil itu lalu masuk, rinja hanya diam dan melaju dengan mobilnya.
lalu diana menanyakan kenapa dia sampai telat selama ini.
yang lama banget aku nungguin kamu dari pagi, kamu kemana lupa atau gimana.?
tanya diana manja sembari menempelkan kepala ke pundak rinja.
ih apaan sih sana duduk bahaya tau.
aku kerja lupa tadi, lagian kenapa gak naik taxi atau ojol sih..!!
jawaban rinja sangat ketus membuat diana terdiam sejenak dan merasa ada perubahan kepada rinja.
ya maaf yang, kan kamu tahu sendiri aku gak ada uang buat naik taxi atau ojol,
yauda diem kini kan uda di jemput."!!!
sangat dingin jawaban rinja membuat diana tak enak hati dan bersedih hatinya sembari bertanya tanya di dalam benak nya, kenapa rinja berubah.
__ADS_1
lalu diana melihat jam tangan di lengan rinja tampak baru, dan mahal. kemudian rinja berdelik jika itu pemberian sahabat nya yang baru pulang dari luar negri.
jam tangan nya baru ya, ganteng nya.
ucap diana sembari menggoda, dan berusaha membelai wajah rinja seperti biasa.
iih kamu, udah ah.! lagi nyetir nih.
jam ini hadiah temen dari luar negri.
rinja menepis tangan diana dan beralasan fokus menyetir, tepisan itu membuat hati diana makin gusar
keadaan hening rinja bulan lah rinja yang dulu di hadapan diana, seolah rasa dan cerita cinta mereka kini tak tampak lagi pada diri rinja. diana mulai merasakan itu. berlahan diana meneteskan air mata tipis di pipi nya dan sedikit memulai pertanyaan singkat nya kepada rinja.
yang. bulan lalu aku tiap minggu nungguin kamu di ruang besuk, tapi kamu tak datang datang, kamu kerja, atau gimana.?
tanya dian sembari menahan tangis nya.
hal yang di rasakan nya membuat jiwa wanita nya keluar, karna cinta yang ia miliki kepada rinja sangat besar dan tak ingin kehilangan rinja.
aku kerja gak sempet. lagian kan kamu uda keluar juga, nah sekarang udalah gak usah di bahas.
lagi lagi jawaban ketus dan dingn yang di terima oleh diana, ia merasa sedih. ia tahu rinja berbohong. diana takut cinta rinja telah pudar kepadanya.
sepanjang jalan air mata diana terus merinai di pipi imut nya.
setiba nya di rumah rinja diana masuk dan ia merasakan kenangan yang dulu pernah ia lewati bersama rinja, ia meatap ke arah rinja yang ia lihat rinja tampa ekspresi berarti dengan kehadiran diana di rumah nya. dengan rasa rindu diana mencoba merayu rinja sembari memeluk nya dari belakang.
yang aku rindu. aku mau memeluk mu semalaman.
ungkap diana sembari memeluk rinja dengan nyaman.
uda lepasin aku mau madi, kamu beres beres dulu, o ya besok kamu tinggal di kontrakan yang uda aku sewa, maaf kita gak bisa gini terus.
mendengar penjelasan rinja yang 180° terbalik dengan sikap rinja yang dulu membuat hati diana bermuradurja, pertanyaan kecil menyelimutinya malam itu.
murung pula lara diana malam itu ketika mereka tidur di satu ranjang yang sama seperti pertama ia memeluk rinja.
namun malam ini rinja memungungi diana dan seolah bersikap biasa saja pada diana.
malam semakin larut mata diana tak kunjung tertutup, sebab fikiran nya masih saja huru hara kesana kemari.
tiba tiba diana merasakan getaran sebuah henfon, di lihat nya di sebelah muka rinja hp nya bergetar, namun rinja tak bangun ia masih saja tertidur pulas. dengan iseng diana melihat henfon nya dan nampak notif pesan whatsap bertuliskan
"selamat malam sayang, jangan lupa besok temenin aku benerin kuku"
hanya itu dapat terbaca sebab henfon nya terkunci sandi.
tiba tiba jantung diana berdegup cepat, seketika mukanya memerah dan napas yang kiat memuncak, menahan sedih serta kecewa kepada rinja, dan rasanya hancur malam itu, ia hanya menahan semua dengan derai air matanya yang membasahi bantal.
kecewa teramat besar kepada rinja yang dia rasakan.
namun diana mencoba bernegosiasi kepada hatinya bahwa rinja tak salah, yang salah adalah dirinya yang datang ke kehidupan orang baik dan dirinya merasa dia tak pantas, seorang penjahat dan kotor,
ia mencoba menenangkan hatinya.
ia bangun dari tempat tidur dan melangkah ke dapur, di pandangi nya tempat yang sama kala itu ia memandang rinja saat makan malam pertama.
lagi lagi air matanya menetes..
*
*
"sekuat apa anda berjuang jika pasangan anda ******** tetap lah ********, dan seburuk apa anda di masa lalu jika pasangan anda orang baik dia akan tulus mencintai anda apa adanya meski di depan nya banyak wanita menggoda dengan embel embel lebih baik dari anda"
*
__ADS_1
*
nex episode...