Istri Dari Tulisan Ku

Istri Dari Tulisan Ku
TATAPAN MATA FULLAN


__ADS_3

Di meja makan itu rinja masih terdiam seribu bahasa tatkala badan nya panas dingin.


lalu dia bertanya dengan pelan.


kamu siapa,.?


hmmm, aku istrimu.


istri.? se seejak kapan.?


tanya rinja sambil terbata bata.


sejak kamu menciptakan aku di buku itu, terimakasih.


tatap matanya mengisyaratkan kebahagiaan kepada rinja.


rinja masih tak bergeming, ia bingun apa yang harus di mulai nya dengan keadaan ini sembari di selimuti rasa yang berkecamuk di dalam kepalanya.


ayo makan.


lontar fullan sebari menyendokan nasi ke piring yang sudah ia sediakan,.


ahirnya mereka makan dan pertama kalinya rinja makan berdua dengan wanita yang dia imajinasikan selama ini. tatap mata fullan tak lepas menatap rinja,


dengan perasaan yang gugup rinja melontarkan pertanyaan lagi.


jika kamu dari imajinasi tulisan ku bagaimana kamu bisa datang ke kehidupan nyata.?


di balas nya dengan senyuman manja.


rinja pun tak mendapatkan jawaban spesifik tentang sosok fullan yang ada di depan nya saat itu.


makan malam pun selesai, layak nya seorang istri rinja langsung membereskan meja makan dan langsung mencuci nya, sembari itu rinja masih kaku dengan keadaan.


jika kamu memang istriku kapan kita menikah, dan apa buktinya.?!


tanya rinja untuk kesekian kalinya.


seketika fullan menghentikan pekerjanya dan berjalan kebelakang rinja lalu memeluk nya.


hal yang tak pernah tergambarkan di benak rinja saat itu tubuhnya bergetar.


fullan seolah meyakinkan rinja dengan pelukan hangat nya.


semua tak masuk akal waras, kita hanya menjalani, kau yang menerima buku itu dan kau yang menciptakan aku di tulisan mu,


jawab fullan berbisik lembut di sebelah telinga rinja.


sebari ia menunjukan cincin di jari manis nya, rinja pun terkejud bukan kepalang. ternyata karakter yang ia ciptakan di naskanya itu benar benar hidup.


rinja beranjak dari duduk nya pelukan fullan pun terlepas, rinja memberanikan diri menatap nya dan di balas rinja dengan mengelus wajah rinja.


kini mereka saling bertatapan, rinja memandangi seluruh tubuh nya dengan mengingat tulisan nya kembali, rambut panjang, tinggi semampai, mengenakan cincin dan berbadan langsing.


entahlah apa aku terlalu sempurna menciptakan karakter fullan di tulisanku tanya dalam hati rinja.


ia masih bingun ada apa dengan buku itu,


buku yang terlihat biasa saja namun di berikan seorang lelaki tua yang misterius malam itu seolah merubah hidup nya, sama seperti pesan dari pak tua itu.


rinja menghentikan menatap fullan, ia berlalu ke kamar nya dan berniat mengecek buku itu, ketika di meja tulis nya.


di ambil nya dan di berikanya kepada fullan.


jika kamu fullan dan memang benar adanya kamu dari buku ini, jelaskan kepadaku sejelas jelasnya.


tentang kamu.


ujar rinja kepada fullan.


nanti kamu juga akan tau.

__ADS_1


sembari tangan kanan fullan membelai belai wajah rinja dengan lembut.


dan tatapan fullan meramu semua isi fikiran rinja menjadi campur aduk.


dengan mencoba menenangkan fikiran mengatur nafas nya, rinja mencoba untuk tetap tenang dalam situasi ini, tapi hati kecilnya berkata bahwa wanita yang sedang ada di hadapan nya saat ini adalah orang yang selama ini yang ia imajinasikan.


malam semakin melarutkan, gemerlip bintang malam itu menjadi dekorasi alam yang mengisyaratkan kebaikan dan kebahagiaan yang di rasakan rinja, namun masih bingun yang menggantung.


rinja yang kini hanya duduk di meja makan sembari memandangi fullan yang sedang asik membereskan perabotan dapur.


semuanya tak masuk akal bagi rinja, namun inilah kenyataan nya, ia mulai sedikit berdamai dengan keadaan. lalu di sela ia sedang berdiskusi dengan hati nya fullan pun duduk di depan hadapan rinja.


fiiiiuh... eluh letih fullan.


ahirnya selesai, o ya tadi ngobrolin apa ke rani.?


tanya fullan mendadak.


haa..?


mendengar hal itu rinja kembali bingung, bahkan ia tahu bahwa aku tadi sore menemui rani.


iya rani, kan tadi sore kamu menemui rani.?


tanya fullan lagi.


iya aku menemuinya di pinggir sungai, membicarakan tentang kamu, yang aku tak tau kamu siapa dan apa mau mu ke pada aku ini.


jawab rinja jujur kepada fullan.


ya sudah kan tadi aku sudah sampaikan, sekarang sudah tahu aku dari mana dan aku ini siapa.


aku datang kesini untuk merawat kamu.


dan jika ada yang bertanya aku istrimu, istri rinja, sang penulis hebat.


timbal nya dengan senyuman indah yang membuat rinja terkesima. rayuan rinja sambil menggenggam tangan rinja di atas meja makan.


ya sudah ayo istirahat, besok kan kerja.


dengan perasaan yang dag dig dug rinja merasakan kebahagiaan ketika perhatian yang di berikan fullan begitu membagong kan...,*


hahaha maksud mimin bukan begitu, tapi membahagiakan hati dan perasaan nya.


berbaring lah rinja di atas tempat tidur nya dan di susul fullan. lalu rinja berdiri duduk di atas kasur.


eeeh kamu ngapain.?


tanya rinja kaget.


nemenin kamu lah sayang masa gak boleh.


timbal fullan sedikit menggrutu kepada rinja.


kan ki ii kita kan..


belum sempat rinja menjelaskan, fullan langsung menarik bahunya untuk merebahkan badan nya di sebelah fullan ,


mulai malam ini aku ada di sini setiap malam, sebagai seorang istri aku mengikuti perintah suami dan melayani kamu.


udah jangan banyak tanya, besok kesiangan hayu tidur.


jawab fullan tegas.


kembali fikiran rinja campur aduk tak mampu membungkam mulut nya untuk bicara, kendati pelukan fullan membelenggu raga nya malam itu.


aku pertama kali di peluk wanita, di kamar yang sama lagi.


kata rinja dalam hati yang di selimuti deg degan.


*

__ADS_1


malam itu semua menjadi meruai dalam malam yang pekat, rinja menerima apapun yang di alaminya malam itu oleh wanita yang bernama fullan, istri dari tulisan nya sendiri.


tepat jam 01:17 rinja tersentak, malam masih larut, fullan masih tertidur di sebelah nya, di angkat nya tangan kanan fullan yang merangkul dada nya, kemudian ia bangun dari tidur nya dan menuju ruang dapur, dan memikirkan fullan.


ya tuhan aku tak mengerti, aku juga tak tahu harus bagai mana, bukan aku tak ingin menjalani hidup dengan nya, namun aku takut dia merasa sengsara dengan kehidupanku.


ungkap rinja dalam hati khawatir kedepan nya tentang dia dan rinja.


saat rinja sedang melamun tiba tiba fullan terbangun, terdengar oleh rinja bunyi dipan kayu tua nya yang berderet. dan langkah kaki lentik itu menuju rinja.


loh kok bangun.?


tanya nya.


aku haus jadi ambil minum.


jawab rinja.


oh aku kira kemana, ya sudah ayo tidur lagi malam masih panjang, besok pagi bangun pagi nanti aku siapkan semuanya untuk kamu kerja.


dengan tangan fullan mengusap usap rambut rinja, tak di sangka fullan mengecup kening rinja untuk pertama kalinya, rinja menjadi dingin seketika.


hahaha.. kok diam, kamu belum pernah di cium wanita ya.


goda fullan sembari menarik hidung rinja.


rinja masih diam seribu bahasa dengan mimik muka tegang serta malu.


ayo ayo sini kembali ke kamar.


ajakan fullan di ikuti rinja yang seperti lugu terhadap wanita.


mereka kembali melepas lelah terbaring berdua dan fullan memeluk rinja seperti di awal, namun kini mereka saling bertatapan, tampak muka halus nan alami itu di pandang rinja dengan sangat dekat kali ini, di antara remang ruang 3x4 itu di sini rinja mulai dapat merasakan getaran yang berbeda di dalam hatinya, tentu hal itu membuat rinja secara alamia menggerakkan tangan nya ke pinggang fullan, dan mereka berpelukan dalam tidur malam itu.


suara si bang jago. eh maksud mimin,.


suara ayam jago membangunkan rinja, dengan kantuk rinja membuka mata menatap ke sebelah nya telah kosong, terdengar suara aktifitas di dapur, rinja merasa bahwa fullan telah bangun dan berbenah di dapur. lalu matanya sayup kembali tertutup.


kelang beberapa menit.


yang.. sayang, bangun.


sayaaaang..


panggilan kecil dan usap tangan halus di kepala rinja itu membangunkan nya yang masih bermalasan.


hmmm...


bangun, mandi.


aku sudah siapin sarapan, kamu mandi dulu sana, ayo bangun.


ajakan fullan sangat lembut di telinga rinja, seperti dia menemukan berlian secara cuma cuma dalam hidup nya.


rinja bergegas bangun dan fullan membersihkan tempat tidur.


rinja telah usai mengenakan pakaiyan kerjanya, hidangan nasi goreng istri pertamanya telah siap di santap serta teh hangat manis di sebelah nya.


di temani senyum fullan yang khas rinja pagi itu ikut tersenyum menatap fullan, sembari menghabiskan masakan buatan fullan yang enak dan lezat itu.


aku berangkat dulu ya.


pamit rinja kepada fullan


hati hati di jalan jangan lama lama pulang nya.


katanya dengan manja sembari merapikan rambut rinja.


lalu fullan memeluk dan mencium pipi rinja, tentu hal itu mulai di terima rinja dan membuat nya sumringah.


ketika ia membuka pintu depan rumah nya.

__ADS_1


tiba tiba..!!


nex episode......


__ADS_2