
crak.. crak.!"
rinja..?
nak kamu tidak apa apa.?
panggil suara renta yang ternyata bu niken, tetangga sebelah rumah yang ternyata tau kejadian tadi.
ia mendekati rinja yang lemas terduduk, lalu memeluk berusaha menenangkan nya.
duduk dulu.
tadi ibu melihat ada 2 orang lelaki berpakaian jubah hitam menarik paksa tunangan mu masuk kedalam mobil. ibu mau menolong tapi tak berani.
sebaiknya kau lapor polisi saja rinja.
penjelasan ibu niken sudah cukup jelas, bahwa fullan di culik.
tadi ibu menemukan ini di pagar depan.
sembari ia menunjukan sebuah pisau lipat dan terdapat logo yang bertuliskan "rock town" nama sebuah tempat yang di anggap wilayah berbahaya oleh warga sekitar, karna di kota kecil itu banyak sekali gembong narkoba dan geng yang bengis serta kejam, intinya kota jahat bagi para pelaku kriminal.
pisau itu pasti terjatuh dari saku penjahat itu saat memaksa fullan, dan di yakini rinja ini adalah sebuah geng dari logo dan nama kota di ukiran pisau lipat itu.
rinja yakin betul jika fullan pasti di culik ke sana dan ia takut hal buruk menimpa fullan, tak pikir panjang ia mengemasi pakaiyan seadanya, dan membobol celengan yang ia tabung selama ini untuk bekal di perjalanan, karna ia tau tempat itu cukup jauh.
ia putuskan malam itu untuk menyusul fullan.
namun bu niken yang perduli dengan keadaan rinja ia menyarankan berangkat esok hari saja, tapi karna tekat dan rasa cinta yg mulai tumbuh rinja masih membulatkan tekat nya untuk ke sana malam itu juga. meski bahaya yang menghadang sekalipun.
karna bu niken sejatinya tetangga yang baik dan di tambah lagi dia adalah sahabat almarhum ibu angkatnya, ia menyarankan memakai sepeda motor anak nya yang tak terpakai di gudang, kendati anaknya sudah menikah dan pindah ke luar kota.
kau pakai kendaraan saja nak, pakai motor anak ibu pastinya kau lebih cepat sampai.
saran bu niken di terima dengan baik oleh rinja.
semua persiapan rinja kemas dan ia memeluk bu niken.
bu aku pamit, doakan aku pulang selamat bersama fullan ujarnya sambil berkaca kaca.
iya nak, kami selalu mendoakan kamu baik baik saja.
ibu tau kamu anak baik.
perpisahan yang sangat mendramatisir sekali kala itu,
seperti adegan di film film eksyen rinja mengendarai motor dari anak bu niken yang cukup gagah, motor gede dan ketika di engkol....
ngeeek.... ngek..
😒 "minyak e ntek le.. tak isi sek yo"
saut bu niken menjengkelkan. kwok kwok kwok 😅🤣
*
__ADS_1
*
minyak terisi, boleh di isi eceran di warung depan "sat..!!"
rinja pun menarik gas motor itu melaju menuju
"rock town"
"anjai gak kebayang aing betapa gagah nya rinja mengendarai motor gede itu, tapi sayang bukan klx atau vespa metik" ok lanjud.!!!
perjalanan cukup jauh kira kira dari ci amis ke tasik, memakan waktu yang amat melelahkan dan pantat menjadi seperti telapak kaki kuproy✌️
karna demi cinta hal itu tak mematahkan semangat rinja untuk terus menuju kota di mana fullan mungkin saat ini sedang di ;$-_;$)#"!";":$:$:3-$+_$; 😣 pikiran rinja kemana mana.
ketika berada di sebuah SPBU ia berhenti untuk mengisi kembali bahan bakar dan buang air kecil.
ketika sedang mengisi bensin seorang petugas pom bensin sedang asik bercerita dengan teman sejawat nya, bahwa mobil mini bus tadi seperti ada gelagat aneh, yang mana ada suara wanita berteriak dari dalam nya dan pergi tergesa gesah setelah mengisi bensin
"sungguh penjahat amatir😎"
mendengar hal itu membuat rinja yakin itulah mobil dari penculik fullan, dan rinja menanyakan kemana arah mobil itu pergi.
mas mobilnya ke arah mana tadi.?
oh ke arah barat mas, kebut sekali.
saut petugas SPBU itu.
tak pikir panjang selepas isi full ia menarik gas motor nya mengikuti petunjuk petugas itu ke arah barat.
karna si penjahat yang menggunakan mobil tentunya lebih cepat ketimbang rinja yang menggunakan sepeda motor gede yang agak kurang perawatan itu. jadi performa nya gak ngok ngokan di jalan,
pasti akan kalah jauh jarak tempuh kecepatan nya.
namun hal itu tidak membuat tekat rinja memudar.
puluhan kilometer masih di lintasi oleh rinja, lalu langit mulai menunjukan warna sedikit bercahaya, pertanda pagi mulai bangun dari tidur panjang nya.
di jalanan yang di selimuti pegunungan rinja sejenak memberhentikan motor nya di sebuah warung kopi pinggir jalan, sembari mendinginkan mesin dan kopi sebat dulu lah pikir rinja, menenangkan fikiran dulu agar tak kantuk di jalan yang bisa berakibat ia kurang fokus bisa bisa berbahaya.
mang kopi hideung sahiji..!!
cakap rinja seolah jagoan.
ok.!
timbal kang kopi.
"**** uda kayak wargal di pinggir jalan puncak bogor mesen kopi nya"
dalam keadaan pusing 77 keliling🙏✌️
maksud nya 7 keliling kang kopi itu menyodorkan kopi buatan mang oleh...😬
di seruput nya kopi hitam itu dan tak lupa pula sebatang magnum blue..
__ADS_1
ssssssssst.... huuuuu
asap tembakau nya yang di hembuskan mengisyaratkan kegusaran yang ia rasakan begitu berat.
sehabis menghisap rokok dan menghabiskan kopi mang oleh di jalur puncak, ia kembali melanjutkan perburuan nya
"maksud nya pengejara nya, cerita novel macam apa ini, ada ya karakter sesantui ini ketika sang belahan jiwa di culik masih mikirin sebat dan ngopi dulu *****"
kurang lebih 5 jam perjalanan ahirnya ia masuk ke kawasan kota ANJIM BANGET itu.
nyali nya semakin memuncak dan mulai menyusuri tiap sudut kota itu namun tak jua ia menemukan tanda tanda letak lokasi di mana fullan di culik.
lalu ia putuskan untuk mencari info sedikit menyelidiki beberapa geng dengan tanda pengenal logo di pisau lipat itu di salah satu bar
"warung tuak *****"
namun ketika ia mengulik informasi tentang geng tersebut tak ada yang bisa memberikan info yang pasti, namun ada satu lelaki penuh tato dan topi miring nya yang mengatakan bahwa itu adalah geng yang cukup tua dan di takuti di kota ini, mereka tak segan segan menyakiti bahkan membunuh musuh nya.
mendengar penuturan si jamet itu rinja semakin geram dan ingin sekali bertemu dengan para geng itu, menyelamatkan fullan lalu pulang.
tapi apa yang di fikirkan rinja tak semudah itu seperti di film jon wik, karna rinja hanyalah pemuda biasa yang tak memiliki sekil seperti jhon rambo🥴
hampir malam lagi ia mengintari kota busuk itu,
namun ada sedikit titik terang yang ia temukan.
kala itu ia tak sengaja bertemu seorang bocah yang awal mulanya menanyakan rinja berasal dari mana.
obrolan kecil pun terjadi dan karna info dari bocil yang masih lugu itu pun membuahkan hasil, rinja sekarang mengetahui lokasi markas si penjahat yang menculik fullan.
sebuah rumah di tengah kota yang berwarna putih dan banyak bogi gad, body guard entah apalah itu, yang berjaga di gerbang nya di situlah di mana fullan berada, karna penuturan bocil itu bahwa logo geng itu adalah geng penguasa kota itu. dan dia tahu betul lokasinya.
rinja mendatangi rumah itu dan mulai memanggil sang penjaga berbadan kekar yang di sisi kanan pinggang nya terdapat pistol, ia menanyakan dengan tegas tentang fullan.
di mana fullan.?!
siapa kamu.?
tanya penjaga itu sontak.
saya bertanya di mana fullan.?
dengan emosi tinggi rinja memaksa sang penjaga untuk menjawab.
dan tiba tiba,
DOR.....!!!
.
.
.
nex episode...
__ADS_1