
zeline memang dari keluarga Islam dan sedikit religius, Cha Eun wo menyuruh nya untuk membacakan 1 ayat yang mana saja.
" bisa kah kau membacakan nya untukku walau sebentar?" ucap Eun wo
" hemm, baiklah aku bacakan surat Ar-rahman saja ya" jawab zeline
" audzubillah himinassyaito nirrojim, bismillah hirrohma nirrohim, arrohman, allamal Qur'an....."
"shodaqallah huladzim" ucap zeline
hati Cha Eun wo merasa kedamaian ke tentraman saat mendengar kata arrohman, ia langsung tersenyum.
" wah wah wah, indah sekali suaramu" ucap Cha Eun wo
" apa kau tidak pulang?" ucap zeline
" a apa, kau mengusirku?"
" memang nya kenapa? apa kau mau tidur di sini, itu kan tidak mungkin, secara kita belum halal" ucap zeline
" halal apa itu halal?"
" halal adalah Halal berarti membebaskan, melepaskan, memecahkan dan membolehkan. Dalam kaitan dengan hukum syara', ia memiliki dua pengertian. Halal dan haram seperti itu dalam kehidupan kaum muslimin merupakan dua kutub ekstrim yang saling berlawanan."
" dan kita berlawanan kau laki-laki sedangkan aku perempuan, hanya denga pernikahan agar menjadi halal" ucap zeline
" oh berarti jika aki ingin sesutau dalam dirimu aku harus menikahimu dan bisa merasakan sepuas nya" ucap Eun wo dengan polos
" aishh, kau.. jangan macam macam ya, cepat sana pulang" ucap zeline geli dan menunjuk ke arah pintu.a
" ya baiklah baiklah aku akan pulang" ucap Eun wo,
"tapi kau harus mempersiapkan semuanya untuk ku" membisikan ke telinga zeline dan langsung pergi keluar
zeline pun geli mendengar perkataan Cha Eun wo.
zeline pun bergegas untuk tidur namun dia terfikir dengan perkataan Eun wo tadi sampai dia susah untuk tidur.
__ADS_1
Cha Eun wo yang sudah di apartmennya melamunkan sesuatu, yang baru dia pikirkan dan memantapkan hatinya untuk berpindah keyakinan
keesokan hari nya Cha Eun wo pergi ke suatu tempat tanpa ada yang tahu terkecuali Bagas
"Lo yakin mau pindah keyakinan?" ucap Bagas
" tentu" jawab Eun wo
" apakah karena zeline?" ucap Bagas
" bukan, ini bukan karena zeline, ini karena kemauan ku, aku akan masuk agama Islam dan belajar di sana dalam dua pekan," jawab Eun wo
" ah iya, tolong kau awasi zeline dan beri tau apa yang dia lakukan" ucap Eun wo
" baiklah, akan aku awasi zeline" jawab Bagas
" aku percayakan semua padamu gas" ucap Eun wo
Cha Eun wo pun pergi meninggalkan apartmennya dia tak memberitahukan zeline kemana ia akan pergi
" hai eunbi" tanya zeline
" hai zel, sepertinya kau sedang bahagia?" ucap Eunbi penasaran
"memang nya kenapa" ucap zeline
" oh ia apa kau sudah mengerjakan tugas yang kemarin" ucap eunbi
" ya ampun aku lupa" jawan zeline dengan gelisah
" ini aku kasih bantuan untukmu" jawab eunbi sambil memberikan selembar kertas.
" makasih Eun" ucap zeline mengambil kertas itu dan menyalinnya
" oh ia kata anak-anak kita nanti sore pergi ke kaffe seperti biasa" ucap eunbi
" ya baiklah" ucap zeline mengangguk
__ADS_1
sore hari pun tiba zeline pergi ke kaffe bersama teman-temannya mereka asik berbincang sampai malam hari dan pulang masing-masing.
zeline mengecek ponsel nya
" tunben sekali hari ini dia tak menghubungiku, apa mungkin dia sibuk"
" rasa nya sedekit ada yang berbeda" ucap zeline
tiba-tiba Bagas menghampiri zeline karena dari tadi Bagas memperhatikan zeline dari jauh
" zeline?" ucap bagas
"eh Bagas, (melirik-lirik) kamu sendiri?" jawab zeline
" memang nya kenapa,jika aku sendiri" ucap bagas
" emm, aku kira kamu bersama Eun wo" tanya zeline
" oh dia ada urusan, dan ya sedang apa kau di sini? butuh tumpangan kah? ucap bagas
" ah itu,, baru dari kaffe" jawab zeline
" ikut dengan ku, aku akan mengantarmu pulang" ucap bagas
"tidak perlu, aku bisa naik bus" jawab zelin sungkan
"ikut saja" ucap bagas
Bagas menarik tangan zeline dan mengarahkannya masuk ke mobil, Bagas mengantarkan zeline sampai ke apartmennya.
sesampainya di apartemen zeline
" makasih ya"
" sama-sama ah ia tunggu sebentar"
ngas mengambil sesuatu di dalam mobil dan memberikannya kepada zeline.
__ADS_1