
" hallo El, apa kau bersama zeline" ucap eunbi
" tidak aku tidak bersama zeline, mungkin di apartmennya," ucap Elisa
" itu dia dia tidak ada di apartmennya, tadi Bagas dari apartmennya" ucap Eunbi
" lalu dia dimana" ucap Elisa gelisah
" baiklah nanti aku hubungi kau lagi, bye" ucap eunbi menutup telponnya
" bagaimana apa zeline bersamanya" ucap Bagas
"tidak dia tidak bersama zeline" ucap eunbi
" lalu dimana dia" ucap Bagas
" memang nya kenapa, ada apa kau mencarinya" ucap eunbi
" aku hanya ingin menemuinya dan mengatakan satu hal pada nya, semoga saja tidak terlambat" ucap Bagas
" kalau gitu aku pergi dulu ya, bye" ucap Bagas pergi meninggalkan apartmen eunbi dan memutuskan pergi ke apartmen Eun wo karena tak menemukan zeline. saat tiba di apartmen Eun wo dia melihat ta terduga,
"ah o-ppa sudah hentikan aku geli" ucap zeline tertawa
" nan neoreul joahae zeline( aku menyukaimu zeline) ucap Eun wo memeluk zeline dari belakang
" geurae nado neoreul joahae o-ppa" jawab zeline
" a-apaa(teriak) kalian..." ucap Bagas
sontak zeline dan Eun wo berbalik ke arah asal suara Bagas dan melepas pelukannya
__ADS_1
"Bagas" ucap zeline kaget
" zeline.. kau dan Eun wo?" ucap Bagas terheran
" sini bro biar aku jelaskan semuanya" ucap Eun wo santai
" tentu, kau harus menjelaskan ini semua pada ku, mendekati Eun wo dan zeline
dan akhirnya mereka di introgasi oleh Bagas zelien duduk bersamaan Eun wo melihat Bagas beridiri
" kalian.. kenapa kalian bersikap seperti tadi" ucap Bagas
" ah itu kau tau apa artinya semua itu" ucap Eun wo santai
" aih kau ini" ucap zeline menepis tangan Eun wo
" Bagas maaf sebelumnya kami tak memberi tahuku" ucap zeline
" sudah menikah" lanjut Cha Eun wo
" aa apa menikah, kapan? kenapa kau tak memberitahuku" ucap Bagas kaget
" hanya ada dua keluarga saja dalam pernikahan kita" ucap Eun wo
" kita setuju untuk merahasian kainnya dulu karena keadaan Cha Eun wo aku takut publik akan memberikan informasi yang tidak-tidak tentang ku dan Eun wo apalagi Eun wo kan banyak fans-fanaticnya" ucap zeline
" itu kan resiko kalian dan memangnya bisa beda agama nikah" ucap Bagas
" aku udah mualaf" ucap Eun wo
" pantas saja, aku kira kau ta jadi mualaf"
__ADS_1
" apa kau sudah selesai? mending kau pulang saja, kita mau istirahat dan tidur dan ya ingat jangan ada yang tau soal ini hanya kuargaku atau keluarga zelien dan kau" ucap Eun wo menarik zeline
" eitss tunggu!! aku akan menginap di sini!!" ucap Bagas
"apaaa( kaget) tidak aku tak mengizinkan kau tidur di apartmenku" ucap Bagas menghentikan langkahnya
" memangnya kenapa" ucap Bagas
" kau....aishh"
" sudah lah, biarkan saja Bagas tidur di sini" ucap zeline menahan Eun wo
"baiklah aku izinkan, hanya malam ini saja" ucap Eun wo pergi
" dah Bagas, good night" ucap zeline
zeline mengikuti Eun wo dari belakang dan masuk ke kamar mereka.
" aku terlambat zel, Eun wo lebih dulu mendapatkanmu andai saja saat itu aku langsung mengatakannya mungkin saat ini kau bersamaku bukan bersama Eun wo, tapi jika dia pilihan mu aku kan mendukungnya" batin Bagas
" o-ppa apa Bagas tidak akan membocorkan semua ini kan?" ucap zeline
" tidak akan, percayalah padaku dan dia" ucap Eun wo
Eun wo pun berbaring di ranjang zeline pun mendekati dan berbaring di sisi Eun wo Eun wo pun membalikan tubuhnya menghadap zeline begitu sebaliknya zeline mereka saling menatap dan saling tersenyum
" tidurlah besok kau harus kuliah" ucap Eun wo
" dan kau juga besok ada syutingkan jadi tidurlah" ucap zeline
" kau baiklah" Eun wo
__ADS_1
Eun wo pun merubah posisi nya berbaring menghadap atap kamar saat Eun wo memejamkan mata zeline bergegas bangun dan mencium Eun wo, ciuman mendarat tepat di bibir Eun wo Eun wo memeluk pinggang zeline dan menahan zeline, ciuman pun mulai memanas berawal dari kecupan menjadi cumbuan. mereka menyudahi ciuman Dan kembali ke posisi mereka tetapi berbeda dengan posisi yang pertama, kali ini zeline memeluk Eun wo, dengan lengan Eun wo menjadi bantalnya zeline mereka tertidur