
Hem baiklah zel, mending kita istirahat yu sudah tengah malem nih" ucap eunbi
" ok yu" ucap zeline
mereka bergegas untuk beristirahat dan Eun wo hanya melihat-lihat dia merasa kesepian di apartmennya karena tidak ada zeline dan bergegas ke kamar untuk tidur.
keesokan hari nya pada siang hari zeline pergi untuk pulang ke apartmennya dan melihat Bagas dia hendak mendekatinya namun saat melangkah dia melihat Elisa mendekati Bagas
" Elisa,, itu kan Elisa, tunggu-tunggu dia mendekati Bagas? dia kenal Bagas" batin zeline
" apa kau sudah lama menunggu ku" ucap Elisa kepada Bagas
" ah tidak, ayo kita jalan saja" ucap Bagas
" Hem ayo" Elisa tersenyum
"mereka mau kemana? aku harus ikutin mereka" ucap zeline
zeline pun mengikuti Bagas dan Elisa
dan melihat mereka bermesraan dan terlihat tertatawa berasa dunia milik mereka.
" ya ampun dia, awas kau Elisa! kenapa kau tak menceritakannya padaku" batin zeline
zeline pun pergi meninggalkan mereka, sedangkan Elisa dan Bagas masih asyik dengan suasana nya.
" oh ya El, pekan depan aku akan ke Indonesia" ucap Bagas
" untuk apa?"ucap Elisa
" ada urusan, kau jaga diri baik-baik selama aku di sana ya" ucap Bagas
" tentu aku akan menjaganya" ucap Elisa
sedangkan zeline telah sampai di apartmen Eun wo, dengan muka cemberut
" aku datang" ucap zeline
__ADS_1
" kau sudah datang" ucap Eun wo memeluk zeline
" heem" ucap zeline
" kau kenapa" ucap Eun wo
" aku sedang kesal plus(+) kecewa" ucap zeline duduk
" memang nya kenapa, ada yang slaah denganku" ucap Eun wo
" tidak, bukan kau" jawab zeline
" lalu," memeluk dari pinggir
"Bagas!! aku kesal dan kecewa sama Bagas" ucap zeline
" memang nya ada apa dengan Bagas" ucap Eun wo
" dia tak memberitahu ku kalau dia berpacaran dengan Elisa temenku sendiri" ucap zeline
" oh ituz aku kira kenapa" ucap Eun wo santai
" aku sudah tau itu" jawab Eun wo
" aku tau berita besar ini, tapi kau tak memberitahuku" ucap zeline
" lalu apa masalahmu, biarkan saja mereka" ucap Eun wo
" tidak, mereka kan temanku kenapa harus menutup nutupi" ucap zeline
" jangan ikut campur dengan mereka, mungkin mereka ada alasannya untuk menutupinya, seperti hubungan kita! kita ada alasannya" ucap Eun wo
" iya tapi kan..." ucap zeline terpotong
" sudahlah,(mencubit idung zeline) kau sudah makan apa belum? jika belum nanti aku yang buatkan" ucap Eun wo
" belum, aku saja yang masak" ucap zelien
__ADS_1
" kau mau masak apa" ucap Eun wo
" nanti juga kau tau" ucap zeline
" apa perlu bantuan" ucap Eun wo
" tidak, kau duduk saja" ucap zeline
Eun wo duduk dan melihat zeline memasak dengan lihaiynya.dan memperhatikan setiap gerakan zeline sesekali Eun wo tersenyum melihat istri nya memasak untuk pertama kalinya.
" sepertinya kau ahli memasak" ucap Eun wo
" ah tidak juga, aku hanya senang memasak saja, karena hidup sendiri jadi harus memasak sendiri hemat pengeluaran, itu dulu" ucap zeline
" lalu bersama ku kau tetap hemat, atau uang yang aku tf selalu kau habiskan?" ucap Eun wo
" tidak juga, aku membeli jika kebutuhanku habis dan kepentingan jika benar-benar penting" ucap zeline
" nah udah jadi nih" ucap zeline menyimpan masakannya di meja
" wuahh, sepertinya lezat dan banyak sekali kau memasak, ini apa" ucap eun wo menunjuk
" oh ini rendang khas Minang ini termasuk makasakan khas Indonesia jika di luar negri" ucap zeline
"wah, aku coba ya( mencicipi) eum enak juga tapi serasa gimana ya" ucap Eun wo
" mungkin karen kau baru mencobanya, jika di tambah nasi hangat akan lebih nikmat" ucap zeline
" Hem kau makan juga ya" ucap Eun wo
" jika nanti kau di Indonesia, jangan lupa cobain makan baso dan mie ayam! itu favoritku" ucap zeline
" tentu akan aku goda dirimu agar semakin merindukan kelahiranmu" ucap Eun wo melahap
" kau jahat sekali... mengatakan itu padaku.. aku jadi ingin pulang" ucap zelien
" jika kau ingin pulang kau ikut saja denganku nanti" ucap Eun wo masih melahap makanan
__ADS_1
" tidak bisa aku kan wisuda" ucap zeline