
Setelah Kenan mengecup bibir Rara sekilas dia langsung keluar dari kamar Rara secepat mungkin.
“Kenan........” teriak Rara dari dalam kamar saat sudah sadar bahwa Kenan telah mencuri ciuman pertamanya.
“apa-apaan dia sudah tidur di kamarku dan tadi dia mencuri ciuman pertama ku, aaa dasar menyebalkan” kata Rara dalam hatinya.
Rara melihat mengambil ponselnya untuk mengecek sekarang pukul berapa, betapa kagetnya dia bahwa sekarang sudah pukul 7 lewat. Rara langsung bergegas bangkit, ia sudah kesiangan dan betapa malunya ia di hari pertama menginap di rumah calon mertuanya ia sudah kesiangan.
“ya ampun, ini sudah jam 7 lewat dan aku baru bangun tidur. Biasanya aku tak pernah kesiangan, bagaimana tanggapan mimom Kenan nanti melihat aku bangun kesiangan” gumam Rara merasa frustasi sendiri.
“aah, tapi itu bagus dengan begitu mimom Kenan tidak akan menyukaiku dan tidak merestui hubungan ini dengan begitu aku bisa lepas dari monster itu” Rara mulai membayangkan mimom Kenan nanti akan memarahinya dan tidak menyetujui pernikahan ini.
EKSPEKTASI ON
“enak ya kamu baru satu hari di rumah ini sudah bangun kesiangan, ingat ya kamu itu calon istri anakku tugasmu sangat banyak sebagai seorang istri nanti. Tetapi aku jadi meragukanmu bisa melayani Kenan, orang di hari pertama kamu sudah menunjukan bahwa dirimu pemalas” mimom Kenan marah-marah kepada Rara.
“maaf mom” Rara memelas di hadapan mimomnya Kenan.
“maaf maaf, kamu itu harus sadar tugas seorang istri jangan seenaknya bangun siang kamu mau suamimu dilayani pembantu” sarkas mimom Kenan lagi.
“bukan begitu mom, tapi aku merasa kecapean jadi aku bangun kesiangan” bela Rara lagi.
“capek capek memangnya kamu ngapain, ngeronda keliling komplek semalam?” tanya mimom.
“bukan begitu mom, tapi” Rara tidak melanjutkan ucapannya karena sudah dipotong mimom Kenan.
“alah alasan mulai sekarang kamu pergi dari rumah ini dan jangan harap aku” mimom Kenan tidak melanjutkan ucapannya, dan
Tok..tok...tok
“nona muda bangun, nyonya besar nyuruh nona muda sarapan” teriak bik iem membuyarkan lamunan Rara yang membayangkan bahwa mimom Kenan akan mengusirnya dan ia bisa terlepas dari neraka dunia.
Tok..tok..
EKSPETASI OFF
“nona muda apakah anda di dalam” teriak bik iem khawatir karena Rara tidak menjawab perkataannya.
“eh..iya bu tunggu sebentar” Rara tersadar dari lamunannya karena mendengar ketukan pintu dan teriakan bik iem.
“apa tadi cuman lamunanku, astaga aku berharap itu nyata” gumam Rara.
Plak..
__ADS_1
Rara menampar pipinya sendiri berharap semuanya sesuai ekspresinya ternyata semuanya hanyalah angan-angannya saja, ia masih di kamar dan bukan di ruang keluarga.
“ternyata hanya ekspektasi saja” raut wajah Rara mulai sedih.
Rara bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum menemui keluarga Kenan.
15 menit kemudian
Rara keluar dari kamar mandi menuju kamar ganti, hari ini ia memakai baju blouse berwarna biru dengan rok plisket pendek selutut berwarna merah muda. Rara membiarkan rambut pendeknya apa adanya tanpa menggulung-gulung seperti kebanyakan wanita karena memang rambutnya sudah berbentuk seperti itu sendiri.
Ia hanya mengusap-ngusap rambutnya dengan handuk tanpa mengeringkan dengan pengering Rambut. Rara keluar dari kamar menuju meja makan, semua orang telah menunggunya.
“selamat pagi sayang” sapa mimom Kenan.
“selamat pagi nak” sapa papa Kenan juga.
“pagi pa, mom” jawab Rara.
Hanya Kenan yang tak menyapa dirinya, tetapi ia tak mengambil pusing dengan sikap Kenan yang begitu tiba-tiba Kenan menarik kursi di sampingnya dan mempersilahkan Rara duduk. Rara yang menjadi salah tingkah dengan sikap Kenan yang menurutnya romantis itu, hatinya deg-degan sendiri.
Deg..deg..deg...
Rara hanya terbengong sendiri, tiba-tiba Kenan membisikan sesuatu di telinganya.
“silahkan duduk sayang, dan selamat pagi cintaku” bisik Kenan.
“aduh jantung jangan marathon seperti itu, bisa-bisa aku sangat malu bila di dengar Kenan” dalam hati Rara.
Wajah Rara langsung blushing dan Rara mengikuti kata-kata Kenan yang menyuruh dia duduk tepat di sampingnya.
Papa dan mimom Kenan yang melihat adegan romantis anak dan calon menantunya itu hanya tersenyum-senyum sendiri.
“sangat romantis ya pa, aku tidak menyangkan Kenan kecil kita akan segera menikah” kata mimom.
“persis seperti kita dula ya mom” kata papa kenan.
Rara yang mendengar perkataan calon mertuanya pipinya tambah memerah, Kenan yang melihat itu semakin menggoda Rara dan memegang tangan Rara yang di pangkunya sedari tadi karena gugup.
Rara yang melihat tangannya digenggam Kenan tiba-tiba tersenyum, menurutnya perlakuan romantis seperti ini membuat dia menjadi deg-degan dekat Kenan.
“ada apa dengan perasaanku, apakah aku sudah jatuh cinta padanya” dalam hati Rara.
“aku sangat menyukai saat aku menggenggam tanganmu sayang” kata Kenan dalam hati juga.
__ADS_1
Kelihatan benih-benih cinta mulai muncul diantara keduanya, bedanya Kenan secara terang-terangan menunjukan bahwa ia sangat menyukai Rara dan Rara belum bisa memahami yang dirasakannya sekarang.
“ayo kita makan sayang” ucap mimom mengajak keduanya yang sibuk melamunkan perasaan mereka.
“iya mom” jawab mereka kompak.
“kompak sekali kalian berdua” goda mimom Kenan. Kenan tidak menghiraukan perkataan mimomnya dan beranjak ingin mengambil nasi, tetapi kata-kata Rara menghentikannya.
“biar aku saja mas” kata Rara.
Kenan hanya tersenyum mendengar perkataan Rara, Rara mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Kenan.
“mas mau lauk apa mas?” tanya Rara.
“apa saja aku akan memakan apa yang kau ambilkan sayang” kata Kenan senyum.
“baiklah”
Rara mengambilkan ayam goreng, sayur dan ikan pepes untuk Kenan.
“ini mas, makan yang banyak” kata Rara sambil memberikan makanan kepada Kenan.
“pasti sayang” kata Kenan.
Orang tua mereka yang melihat kemesraan keduanya hanya tersenyum sendiri.
“aku yakin Rara bisa merubah Kenan yang dingin” kata mimom Kenan dalam hati.
Acara sarapan pagi selesai, Rara sangat memperhatikan apa yang dibutuhkan Kenan saat makan. Mulai mengambil air minum sambil memisahkan tulang ikan dari dagingnya. Kenan yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Rara tambah jatuh cinta, dia yakin bahwa perasaan untuk Raranya ini nyata dan sangat besar.
Rara membantu para pelayang membereskan meja makan, tetapi Kenan menghentikannya dan menyuruh Rara membiarkan pelayan saja yang membereskannya. Ia tidak mau melihat Rara kecapean karena membantu pelayan.
“sudahlah sayang biarkan mereka yang memberikannya, sekarang kamu bantu mas berangkat meeting” kata Kenan lembut.
“tapi mas”
“sayang..” rengek Kenan.
“baiklah”
Kenan dan Rara menuju kamar Kenan untuk membantu Kenan bersiap-siap berangkat kerja.
Bersambung...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT YA GUYS.. INI NOVEL PERTAMAKU.
//TBC//